NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Misi Daddy dan Streamer Polos

|Master Suite - Villa No. 1 The Sultan Residence|

Raka menatap panel holografik yang melayang di atas kasur King Koil-nya dengan mata nyaris keluar.

[Target: Dapatkan seorang Anak Perempuan (Putri) dalam waktu 24 jam.]

"Anak perempuan?!" teriak Raka, suaranya memantul di dinding kamar yang luas dan kedap suara. "Sistem, lo gila?! Gue baru 21 tahun! Gue jomblo! Lo nyuruh gue ngehamilin anak orang terus lahiran besok? Lo kira gue Sangkuriang?!"

Raka membanting tubuhnya kembali ke kasur, mengacak-acak rambutnya frustrasi. Ancaman [Hukuman Gagal: Perut Buncit Kembali] terbayang mengerikan di benaknya. Tidak! Dia tidak mau kembali menjadi Raka yang insecure saat buka baju. Dia sudah jatuh cinta pada perut sixpack-nya yang baru tumbuh setengah jalan ini.

"Pikir, Raka. Pikir pake otak Sultan lo," gumamnya.

Dia membaca ulang syarat misinya dengan teliti.

Metode: Adopsi, Penyelamatan, atau Pengakuan. (Tidak harus biologis).

"Pengakuan..." Mata Raka menyipit. Otaknya yang licik mulai bekerja.

Sebuah lampu bohlam imajiner menyala di atas kepalanya.

"Tunggu dulu... Dalam bahasa Inggris, 'Daughter' itu anak perempuan. Tapi dalam konteks slang modern..."

Raka menyeringai lebar. Senyumnya berubah menjadi senyum penuh dosa.

"Kalau ada cewek yang manggil gue 'Daddy'... bukannya secara teknis dia jadi 'Daughter' gue? Hubungan Sugar Daddy dan Sugar Baby?"

Teori yang sangat memaksa. Tapi bagi Raka yang sedang kepepet, ini adalah celah hukum yang brilian.

"Jenius! Gue nggak perlu ke panti asuhan ribet-ribet ngurus surat adopsi. Gue cuma perlu bikin cewek manggil gue 'Papa' atau 'Daddy' dengan tulus!"

Masalahnya... cari di mana cewek yang mau manggil dia 'Daddy' dalam waktu singkat tanpa dikira orang gila mesum?

Kalau dia turun ke jalan di Pondok Indah terus nanya ke cewek lewat, "Mbak, mau nggak panggil saya Daddy?", bisa-bisa dia digebukin massa atau viral di lambe turah sebagai predator seksual.

"Aplikasi..." Raka menjentikkan jarinya. "Dunia maya adalah kuncinya."

Raka teringat salah satu item hadiah gacha pertamanya yang belum terpakai.

[Item: 1.000.000 Koin Saweria (Saldo Gifting Streamer)]

Satu juta koin. Kalau dikonversi ke Rupiah, nilainya sekitar Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah). Saldo yang mengendap begitu saja di akun streaming-nya.

Dulu, Raka sering nonton live streaming gabut di aplikasi PandaLive (platform streaming populer di universe ini, mirip gabungan TikTok Live dan Bigo). Tapi sebagai sobat miskin, dia cuma bisa jadi Silent Viewer atau maksimal ngasih gift mawar gratisan. Chat-nya pun sering tenggelam, nggak pernah digubris sama streamer cantik.

Tapi sekarang? Dia punya amunisi nuklir.

"Oke. Misi: Cari cewek cantik, sawer brutal, suruh panggil Daddy. Simpel."

Raka mengambil ponselnya, mengunduh aplikasi PandaLive, dan login.

|Dunia Maya - Aplikasi PandaLive|

Begitu masuk ke beranda, layar ponsel Raka dipenuhi oleh thumbnail wanita-wanita cantik dengan filter tebal.

Ada yang joget-joget pargoy dengan baju ketat. Ada yang cuma diem desah-desah nggak jelas mic-nya ditempel di mulut (ASMR). Ada yang cosplay jadi kucing.

"Duh, pusing gue liat filternya. Mukanya jadi lancip semua kayak ujung tumpeng," komentar Raka kritis.

Raka scroll terus, mencari seseorang yang "berbeda". Dia tidak mau sembarang cewek. Dia butuh yang vibes-nya enak, nggak murahan, tapi butuh duit.

Jempolnya berhenti di sebuah thumbnail yang terlihat sederhana. Tidak ada judul clickbait mesum. Judulnya cuma: "Ngobrol santai sambil ngerjain tugas + Nyanyi dikit."

Namanya: SindyKecil (Sindy).

Raka mengklik masuk.

|Kamar Kost Sempit - Jakarta Barat|

Di sebuah kamar kost ukuran 3x3 meter yang dindingnya ditempeli wallpaper bata putih murah, seorang gadis sedang duduk di depan kamera HP-nya.

Namanya Sindy Aurelia. Usia 19 tahun. Mahasiswi semester 3 jurusan Fashion Design.

Sindy adalah definisi "Bidadari yang Salah Tempat". Wajahnya cantik alami dengan mata bulat yang berbinar, hidung mancung kecil, dan bibir tipis berwarna peach. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai lurus menutupi bahunya.

Dia hanya mengenakan kaos oversized putih bergambar kartun beruang. Sederhana. Tapi justru kesederhanaan itu yang membuatnya menonjol di antara lautan streamer menor.

Namun, wajah cantiknya saat ini terlihat murung. Dia menopang dagu, menatap layar HP-nya dengan tatapan kosong.

"Yah... sepi lagi..." desah Sindy pelan.

Viewers: 45 orang. Gift: 0.

Kolom chat berjalan lambat, isinya cuma basa-basi dari para "Bocil Kematian".

User123: "Kak Sindy cantik banget, minta WA dong."

KucingGarong: "Kak, joget pargoy dong, nanti aku kasih mawar."

PemburuJanda: "Desah dikit napa, kaku amat jadi streamer."

Sindy membaca komentar itu dan cemberut.

"Duh, kalian ini... Aku kan udah bilang, aku di sini mau ngobrol sama nyanyi. Bukan mau joget-joget aneh," omel Sindy dengan suara cempreng yang imut. "Lagian mawar doang, mawar harganya cuma 200 perak. Buat beli cilok aja kurang."

Sindy menghela napas panjang. Dia melirik saldo pendapatannya bulan ini. Total: Rp 350.000.

Menyedihkan. Padahal dia butuh uang buat bayar kostan, beli kain buat tugas kuliah, dan... makan. Stok mie instan di lemarinya tinggal 2 bungkus.

"Tau gini gue terima tawaran jadi SPG rokok aja kemarin," batin Sindy menyesal.

Teman-teman kampusnya yang juga jadi streamer sudah punya tas Coach, iPhone boba, dan sering makan di Sushi Tei. Tapi Sindy tahu rahasianya: mereka rela melakukan "Service Lebih" di DM, atau joget vulgar yang bikin Sindy risih.

Sindy terlalu polos. Dan terlalu gengsi. Dia pikir modal cantik dan suara bagus cukup. Ternyata dunia streaming itu kejam. Yang laku adalah yang "buka-bukaan" atau yang "halu-haluan".

Perut Sindy berbunyi. Kruyuk.

"Aduh, laper..." Sindy memegang perutnya. Dia menatap kamera dengan wajah memelas.

"Guys... ada yang mau sawer nasi padang nggak? Aku laper banget sumpah. Makan nasi pake garem doang tadi pagi," curhatnya jujur.

BocilEpep: "Kasihan, tapi aku juga cuma makan angin Kak."

RajaSawerKW: "Joget dulu, baru sawer."

HantuLaut: "Makan tanah aja Kak, bergizi."

Sindy mendengus kesal. "Kalian jahat banget sih! Giliran minta joget cepet, giliran dimintain tolong pada kabur! Dasar kaum mendang-mending!"

Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Antara laper, stres tugas, dan merasa gagal. Dia sudah siap memencet tombol End Stream.

"Udahlah, aku mau off aja. Percuma liatin kalian, nggak bikin kenyang," Sindy merajuk, tangannya bergerak ke layar.

Tepat saat jarinya hampir menyentuh tombol merah...

Sebuah notifikasi besar berwarna emas muncul di tengah layar, disertai efek suara terompet kerajaan yang menggelegar.

[SYSTEM: SULTAN "RAKA" HAS ENTERED THE ROOM]

Sindy terlonjak kaget. "Eh? Sultan?"

Nama akunnya bersinar emas, menandakan level akun yang sudah Max Level padahal baru login, efek dari item sistem.

|Master Suite - The Sultan Residence|

Raka menatap layar ponselnya. Dia baru saja masuk ke room Sindy.

"Wow..."

Mata Raka berbinar. Foto thumbnail tadi tidak menipu. Gadis ini aslinya jauh lebih bening daripada fotonya. Tanpa filter berlebihan, kecantikannya terlihat pure. Wajahnya polos, sedikit baby face, tapi tatapan matanya yang sayu (karena lapar) justru memancing insting protektif laki-laki.

Namun, saat mata Raka turun sedikit ke bawah... dia menemukan anomali yang menyenangkan.

Sindy memakai kaos oversized. Tapi, karena dia duduk agak membungkuk ke depan, kain kaos itu mengetat di bagian dada.

Siluet yang terbentuk di sana... luar biasa.

Panel sistem Raka otomatis bekerja.

[DING!] [Skill Aktif: Deteksi Bidadari]

[TARGET ANALISIS]

Nama: Sindy Aurelia (ID: SindyKecil)

Usia: 19 Tahun

Tinggi: 173 cm (Model Spec)

Skor Wajah: 97/100 (Kategori: Cute & Sexy)

Ukuran Atribut: 36C (Bentuk: Alami/Soft)

Status: Mahasiswi / Kelaparan

"Anjir..." Raka melongo. "36C?!"

Dia membandingkan data itu dengan dua bidadari sebelumnya. Vania: 32C (Mungil berisi). Clarissa: 36B (Lebar proporsional). Sindy: 36C.

Ini adalah kombinasi maut. Kerangka tubuh tinggi (173cm) dengan volume aset yang paling besar di antara ketiganya. Dan wajahnya seimut anak SMP.

Face of an Angel, Body of a Devil.

"Pantesan dia pake kaos gombrong. Kalau pake baju ketat, bisa ke-banned kali akunnya karena terlalu distracting," kekeh Raka.

Di layar HP, Sindy terlihat bingung melihat akun level tinggi masuk ke room-nya yang sepi.

"Selamat datang... Kak... Kak Raka?" sapa Sindy ragu-ragu. Suaranya terdengar lemas tapi mencoba ramah. "Makasih udah mampir di live gabut aku."

Raka tersenyum. Dia mengetik sesuatu di kolom chat. Karena dia akun Sultan, teks chat-nya muncul dengan highlight warna emas yang mendominasi layar, menutupi chat sampah para bocil.

[Sultan] Raka: "Halo. Streamer umurnya berapa? Kok masih live malem-malem?"

Sindy membaca chat itu. Dia sedikit kecewa. Kirain mau langsung sawer, ternyata nanya umur doang kayak om-om sensus penduduk.

"Umur aku 19 tahun, Kak," jawab Sindy sopan sambil membenarkan rambutnya. "Masih kuliah semester 3."

Raka mengetik balasan lagi. Cepat dan tajam.

[Sultan] Raka: "Saya nanya ukuran, bukan umur."

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!