NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Di dalam mobil bukan hanya Kirana yang cemas tapi Yuda juga cemas setengah mati. Bagaimana tidak jika terjadi sesuatu pada Tiara maka dia akan menyalakan dirinya sendiri.

" Saya coba hubungi Laura dulu mbak, mana tau kita dapat petunjuk." Yuda mengambil ponselnya dari dasboard mobil dan menghubungi nomor yang akhir-akhir ini sering menghubunginya.

Bukan karena Yuda yang menyimpan nomor Laura tapi dia lah yang mengirim pesan terlebih dahulu pada Yuda.

Beberapa kali sambungan, tapi tidak diangkat. Padahal panggilan tersambung. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya tersambung.

"Halo. Akhirnya aku tahu kamu pasti telpon aku Yuda."

“Di mana Tiara, Laura?! Jangan main-main kamu!” bentak Yuda. Suaranya yang biasanya tenang kini berubah menjadi rendah dan mengancam. Tangannya mencengkeram setir mobil begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Di seberang sana, Laura terkekeh pelan, sebuah tawa yang terdengar hambar dan memuakkan. “Galak sekali, Mas. Kalau kamu mau anak itu balik, aku kirim lokasinya sekarang. Datang sendirian, atau… yah, kamu tahu sendiri apa yang bisa aku lakukan.”

“Jangan berani menyentuhnya seujung kuku pun!” Yuda mematikan sambungan tepat setelah sebuah pesan masuk berisi titik lokasi sebuah rumah di pinggiran kota.

Mobil melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Kirana di sampingnya hanya bisa mendekap dadanya yang terasa sesak, air mata terus mengalir dalam diam. Pikirannya kalut membayangkan Tiara yang pasti ketakutan.

Begitu sampai di lokasi sebuah rumah sewa bergaya minimalis yang tampak sepi Yuda langsung mengerem mendadak. Belum sempat Yuda keluar, Kirana sudah lebih dulu menghambur turun.

Di teras rumah, tampak Tiara duduk di sebuah kursi rotan. Wajahnya sembap, matanya merah karena terlalu lama menangis. Di sampingnya, Laura berdiri dengan santai sambil memegang segelas jus, seolah tidak ada hal gawat yang terjadi.

“Tiara!” pekik Kirana histeris.

“Bunda!” Tiara langsung melompat dari kursi dan berlari sekencang mungkin ke arah Kirana. Ia menabrakkan tubuh kecilnya ke pelukan ibunya, menangis sejadi-jadinya. “Bunda… Tiara takut… Tante itu jahat, Tiara mau pulang… hiks…”

Kirana jatuh terduduk di atas rumput, memeluk Tiara sangat erat seolah tak ingin melepaskannya lagi. “Iya sayang, Bunda di sini. Bunda di sini, Nak. Jangan takut lagi.”

Yuda melangkah maju. Tatapannya tajam seperti silet yang siap menyayat. Laura tersenyum sinis, hendak membuka suara, namun sebelum satu kata pun keluar dari bibirnya—

PLAK!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Laura hingga wajah wanita itu tertoleh ke samping. Suasana mendadak hening, hanya menyisakan suara isakan Tiara.

“Kamu apa-apaan sih, Mas?!” teriak Laura sambil memegangi pipinya yang mulai memerah. Matanya berkilat marah.

“Itu untuk setiap tetes air mata yang jatuh dari anak-anak yang tidak berdosa!” desis Yuda dengan nada yang begitu dingin hingga membuat Laura menciut. “Dengar baik-baik, Laura. Ini peringatan terakhir saya. Jangan pernah, sedetik pun, muncul di hadapan saya, Kirana, atau anak-anak lagi. Kalau kamu berani menyentuh mereka lagi, saya pastikan kamu mendekam di penjara seumur hidupmu. Saya tidak main-main!”

Laura tertawa sumbang, matanya mulai berkaca-kaca karena amarah dan obsesi yang tak sehat. Ia menunjuk ke arah Kirana yang masih memeluk Tiara di tanah.

“Kenapa kamu bela mereka sampai begini, Mas? Apa karena kamu mau menikahi perempuan itu?” Laura melangkah mendekat, suaranya merendah, terdengar putus asa dan gila di saat yang bersamaan.

“Kalau memang kamu sesuka itu sama dia, oke! Nikahi dia! Tapi biarkan aku tetap bersamamu, Mas. Aku rela… aku mau jadi istri keduamu, asal jangan buang aku seperti ini!”

"Kamu ngga ingat seberapa cinta kamu sama aku. Kamu udah lupa semua itu mas. Aku aja belum lupa bagaimana manisnya dirimu"

"Mimpi"

Yuda menatap Laura dengan pandangan jijik, seolah melihat sesuatu yang paling kotor di dunia ini.

“Kamu benar-benar sudah kehilangan akal sehat dan harga diri, Laura! Kamu pikir setelah kamu menculik anak tak berdosa dan menyakiti hati ibunya, aku masih sudi melihat wajahmu? Kamu itu menjijikkan!” bentak Yuda tepat di depan wajah Laura.

Laura tersentak, matanya melebar tak percaya mendengar kata-kata kasar itu keluar dari mulut Yuda yang biasanya santun.

“Dengar baik-baik, perempuan gila!” Yuda menunjuk tepat ke arah hidung Laura dengan jari gemetar karena amarah. “Jangan pernah mimpi bisa kembali ke hidupku, apalagi dengan tawaran sampah seperti itu. Satu langkah saja kamu berani mendekati rumahku, rumah Kirana, atau sekolah anak-anak, aku tidak akan segan-segan menyeretmu ke penjara. Aku punya bukti, aku punya saksi, dan aku punya segalanya untuk menghancurkanmu!”

“Tapi Mas, aku melakukan ini karena aku cinta—”

“Cinta katamu? Itu bukan cinta, itu penyakit!” maki Yuda lagi, memotong ucapan Laura dengan tajam. “Urusan kita sudah mati sejak lama, dan hari ini kamu sendiri yang mengubur sisa-sisa rasa hormatku padamu. Pergi dari sini sebelum aku kehilangan kendali dan benar-benar memanggil polisi sekarang juga!”

Yuda tidak sudi lagi mendengarkan rengekan Laura. Ia berbalik membelakangi wanita yang masih terpaku itu, lalu menghampiri Kirana yang masih memeluk Tiara dengan tubuh gemetar di atas rumput.

Seketika, tatapan tajam Yuda melunak saat melihat Kirana. Ia berlutut di samping mereka, menyentuh bahu Kirana dengan lembut.

Di dalam mobil, suasana perlahan mulai tenang meski sisa ketegangan masih terasa. Yuda menoleh ke arah Kirana yang masih mendekap Tiara erat-erat di kursi belakang.

“Maafkan saya, Mbak. Benar-benar maaf karena masa lalu saya menyeret Mbak dan Tiara ke dalam bahaya seperti ini,” ucap Yuda tulus, matanya memancarkan rasa bersalah yang mendalam.

1
Kedaibuhartati
barusan yuda lihat jam diponsel
lalu katanya hanphone ketinggalan 🤭
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰
Talnis Marsy
kok bisa arka suka sama Lilis?? kan saudara dekat bapaknya kakak adek sama ibunya Lilis.
emang boleh nya nikah?
Nengsih17
sudah hamil tua kenapa masih bertahan di kamar lantai 2 ya, bukannya lebih baik pindah ke lantai bawah
Ghiffari Zaka
duh dasar Mak Mak ya....,sabar ya Ra,Yuda ujiannya banyak yu,selain emak2 yg julid aja jg tu si ulat Keket laura🤭🤭🤭
sabar2 ya.....🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
hadduuuh...ibu2 nyinyir tu ya gt,harus di tampil sm yg nerah2 segepok br diem😂😂😂😂,
selamat ya Ra,Yuda semoga SAMAWA🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
😂😂😂duuuh malunyaaaaa🙈🙈🙈🙈🙈
Ghiffari Zaka
AQ kok jadi pusing ya?????,
ni mobilnya hitam apa putih to?????
Ghiffari Zaka
tuh kaaaan,apa yg AQ khawatirkan akhirnya terjadi kan....wiiiiih kasihan loh itu bocah pasti nnt trauma dech....
Ghiffari Zaka
GK bs komen thooor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
wah ini ni yg buat ser seran....pasti dlm kurun waktu itu,akan di manfaatkan Laura buat menghancurkan dan merusak perasaan Kirana ke Yuda,waaaah...pahit pahit lok mmng gini ceritanya.....
Ghiffari Zaka
bagus Yuda,AQ suka karena km tegas,km melindungi,tp km hrs ttp waspada takutnya Laura itu licik dan mlh menyakiti kinara dan ank2nya....
Ghiffari Zaka
hati2 Yudi,waspada,takutnya nnt dia mencelakai Kirana dan ank2nya.....
Ghiffari Zaka
ya Allah....nyesek bngt ya.....
Ghiffari Zaka
terima aja Kirana....kalian ud sm2 dewasa dan sama2 punya pengalaman berumah tangga,yah walau GK sm akhirnya tp ttp punya pengalaman kan...
Ghiffari Zaka
mantap Yuda,JD lah laki2 yg gantle🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
AQ GK bs komen thooor......
biarlah AQ pasrahkan nasib mereka di ujung jarimu thooor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
AQ masih nyimak Thor....sambil mikir tentunya,mikir kira2 apa aja yg di bawa sm Bu lama,soalnya SMP mobil penuh loh😬😬😬😬
Ghiffari Zaka
lanjut thooor.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!