Pernikahan adalah sebuah rumah bagi setiap pasangan yang telah menikah untuk berpulang. namun apa jadinya kalo Seorang suami tidak menginginkan dirinya. sedangkan di hatinya masih belum bisa melupakan wanita lain yang sudah bahagia dengan suami dan anaknya tersebut.
Itu lah yang di alami oleh Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Kepingan hati yang hancur
Setelah Perkenalan tadi Rania masih tetap terdiam dengan wajah yang tidak dapat di gambarkan lagi apa yang saat ini ia lihat di hadapannya terdapat 2 orang pasangan yang salah satunya yang sangat ia benci.
”Oh ya mbak Rania Perkenalkan ini suami saya David Herlambang, kami baru akan mengadakan resepsi pernikahan awal bulan ini, makanya saya meminta kamu untuk membuatkan rancangan baju pernikahan kami."
DEGGG
Pernyataan dari wanita itu mengahantam hati Rania yang paling terdalam dengan sangat tajam. pernyataan demi pernyataan pun terungkap satu persatu yang mulai ia ketahui dari mulut wanita itu tentang siapa sebenarnya pria yang mempermalukan dirinya dan juga keluarga nya yang hilang tampa kabar di detik-detik acara pernikahan mereka waktu itu.
Sedangkan pria yang tidak lain adalah David hanya bisa terdiam saat wanita yang sudah dia nikahi membeberkan tentang pernikahannya kepada wanita dihadapannya Tampa bisa ia hentikan.
” Oh ya saya belum memperkenalkan diri ya mbak Rania renya Perkenalkan nama saya Devinka anatasya sangking asik yang mengobrol sampai saya lupa memperkenalkan diri saya kepada Mbak Rania." kata wanita tersebut sambil tersenyum kepada Rania yang hanya bisa tersenyum tipis sambil mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.
” Nggak papa mbak Devinka, Saya senang karena anda sudah terbuka kepada saya yang baru dikenal karena hal itu membuat saya paham apa yang terjadi dengan pernikahan Mbak Devinka dan suami." Kata Rania tersenyum tipis dengan menekan kata suami serta mata tertuju pada David yang hanya bisa menundukan kepalanya tampa berani melihat dirinya.
Wanita yang bernama Devinka itu hanya bisa tersenyum Tampa sadar apa maksud dari ucapan yang keluar dari mulut Rania yang mengandung makna tertentu.
” Oh ya Mbak Devinka mau saya buatkan baju pernikahan seperti apa." Tanya Rania yang mencoba tenang dengan situasi yang saat ini ia hadapi. walaupun beraninya sangat ingin pergi jauh sejauh jauhnya dari hadapan mereka berdua namun dirinya harus tetap bertahan dan tetap bersikap profesional dalam pekerjaan yang saat ini ia.
Lalu wanita itu mengeluarkan ponselnya dna menunjukkan sketsa baju yang ia inginkan untuk acara resepsi pernikahan nya.
slSelama wanita itu menjelaskan baju apa yang ia inginkan untuk di hari spesialnya Rania hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya sambil mencatat namun matanya tertuju kepada pria yang ada di hadapannya yang tengah tertangkap basah memperhatikannya tanpa diketahui oleh wanita yang berstatus istrinya tersebut.
Namun Rania sendiri mencoba bersikap biasa saja seolah-olah mereka tidak mengenal satu sama lain. hingga 1 jam akhirnya wanita yang bernama devinka memutuskan hasil bahwa dia ingin dibuatkan gaun oleh Rania.
” Mbak Rania Saya ingin gaun ini untuk acara resepsi pernikahan saya ya." Ujar Devinka setelah mereka selesai berdiskusi menentukan gaun yang akan ia gunakan untuk di acara pentingnya tersebut.
” Baik mbak Devin kah Insya Allah saya akan usahakan memberikan yang terbaik untuk anda dan suami Anda acara spesial tersebut." Jawab Rania dengan profesional serta dengan senyum tipis di wajah.
”Iya Mbak Rania, Ya udah kalau gitu saya dengan suami saya permisi dulu karena kami masih ada urusan penting setelah ini. Ayo Mas David Tadi katanya kamu buru-buru mau pergi." ajak devinka kepada David sambil menggandeng lengan pria tersebut yang tidak mengeluarkan sekata-kata pun sejak tadi.
Namun David sendiri hanya terdiam sambil berdiri dari tempat duduknya dengan mata yang melihat kearah depan sekilas dan membuang pandangannya kearah lain.
Rania yang kebetulan melihat dengan tajam kearah pria itu hanya terdiam dengan wajah datarnya.
Setelah mereka pergi dari hadapannya, Rania pun langsung kembali menundukkan tubuhnya di atas kursi dengan wajah yang sudah ingin menangis serta dada yang sangat-sangat sesak karena rania dapat fakta mengejutkan Apa yang terjadi kenapa pria itu tidak datang kepernikahan yang tinggal menghitung menit saja.
” Ya Allah kenapa di saat seperti ini engkau baru menunjukkan siapa sebenarnya laki-laki itu ya Allah. hamba harus berterima kasih atau tidak karena hamba tidak jadi menikah dengan laki-laki yang sudah menghancurkan serta mempermalukan keluarga hamba hiks hiks hiks. namun di sisi lain pernikahan hamba juga sedang tidak baik baik saja dengan pria itu."
Linangan air mata kini berjatuhan dari kedua mata rania tanpa menghiraukan orang-orang yang melihat dirinya yang menangis seperti itu.
Pria yang Rania kenal sangat baik sewaktu jaman kuliah ternyata tidak lebih dari seorang pria penipu dan penghianat yang menghancurkan setiap kepingan hatinya.
Malahan kini kebenaran terungkap dan yang membuat dirinya makin terkejut sedih kenapa dirinya yang harus menjadi bagian dari pria itu yang akan menikah dengan wanita lain.
Kenapa di saat hatinya sudah berdamai dan tenang pria itu muncul lagi di hadapannya yang membuka luka baru yang belum lama sembuh kini malah terbuka lagi yang lebih menyakitkan.
Dengan langkah serta perasaan yang sedang tidak baik-baik saja Rania pun pergi dari sana tanpa begini menetap orang orang dengan wajah yang sudah tidak berbentuk lagi.
.
”Sakit ya Allah sakit hati Rania, Rania harus apa ya Allah sekarang. Rania tidak ingin mengingat tentang laki laki itu, tapi luka yang ia torehkan begitu dalam buat Rania ya Allah, hiks hiks hiks." Lirih Rania yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya setelah pulang dari pusat perbelanjaan tersebut setelah menemukan fakta yang begitu mengejutkan serta menghancurkan hatinya.
Tadi ya Rania ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya namun. Rania tidak tahu harus ke mana lagi, Jadi tujuan satu-satunya dirinya hanya bisa pulang ke rumah tersebut dan mengurung diri di dalam kamar itu adalah salah satu cara untuk dirinya menengkan hatinya sebisa mungkin perasaannya yang sungguh sangat menyakitkan untuknya.
”Ibu bapak Rania butuh kalian untuk mendekap Rania yang sedang tidak baik-baik saja, Rania rindu pelukan ibu, rania rindu hiks hiks hiks." Tangis Rania dengan air mata mata yang terus-menerus mengalir di pipinya hingga membuat pipi serta hidungnya bengkak menagis dari mereka pergi hingga sampai kerumah.
Bahkan lampu yang biasanya terang kini memperlihatkan kegelapan yang sangat sunyi, serta gorden dan pintu jendela yang tertutup sangat rapat untuk menyembunyikan kalo Rania sedang tidak baik-baik saja.
Rania yang tadinya kuat di hadapan pria brengsek itu ternyata tidak sekuat. apa yang diperlihatkannya. karena sesungguhnya Rania hanyalah wanita yang lemah namun berpura-pura kuat di hadapan pria itu.
Seolah-olah alam tahu apa yang sedang terjadi pada Rania, awan yang semulanya terang kini tampak sangat gelap angin berhembus dengan kencang serta rintikan hujan mulai terdengar hingga tidak lama kemudian hujan pun turun dengan sangat deras.
.....
saking banyaknya list cerita yg di baca 😁😁
rajin up dong 🙏🙏🙏
dan ternyata sy jatuh cinta sama cerita nya.. dan suka alur seperti ini 👍👍🤗🤗🤗
gak sabar saat si Lintang malah berubah haluan dalam memperhatikan Rania 👍🤩😁😁