Nara seorang gadis cantik terpaksa menikahi pria dengan gangguan mental demi melunasi hutang paman dan bibinya, akakah ia hidup bahagia dengan pernikahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Nara tertawa puas saat Keysa pergi meninggalkan mereka di ruangan Rayan dengan hati terbakar cemburu. Reyhan dan pak Sam entah apa yang ada dalam pikiran mereka, entah mereka senang atau bagaimana karena ternyata istri dari seorang Rayan Guntara adalah makhluk tidak normal. Nara seperti spesies baru yang langka yang baru di turunkan dari planet asing yang tidak terdaftar di satelit.
"Aduuhh....kepalaku. Pak Sam nanti tolong atur waktuku dengan seorang psikiater . Aku ingin tes kejiwaan pak, aku takut sedikit demi sedikit kewarasanku akan hilang gara-gara anak ayam itu" ucap Reyhan sambil memijat kepalanya dan duduk sambil bersandar di sofa.
"Iya tuan muda, saya juga akan memeriksakan diri saya sekalian.... "jawab pak Sam sambil geleng-geleng kepala dan duduk di sofa yang berseberangan dengan Reyhan. Sedangkan di anak ayam masih tertawa dengan senangnya.
"Hey, tweety.... nanti kau juga ikut periksa dengan kami sepertinya penyakitmu lebih parah dari Rayan, aku takut penyakit gilamu sudah sangat akut dan akan menular pada kami" ucap Reyhan sambil memandang Nara.
Setelah berhenti tertawa Nara pun ikut duduk bergabung dengan mereka. Nara duduk di sisi Rayan sambil bergelayut manja apalagi kalau bukan cari kesempatan untuk bisa bermanja pada suami gilanya.
" Enak saja, kau pikir aku ini gila apa" Nara berdecak sebal pada sepupu suaminya itu.
"Kau pikir saja sendiri, mana ada manusia normal yang bersikap sepertimu... "jawab Reyhan dengan kesal
"Aihhh... bukannya berterima kasih padaku karena sudah membuatnya pergi kau malah menceramahiku..." ucap Nara sambil mengerucutkan bibirnya. Rayan melihat ke arah Nara dan membelai lembut rambut panjang Nara. Kemudian ia memandang ke arah Reyhan.
"Jangan marah.... " ucapnya pada Reyhan, Reyhan agak terkejut dengan sikap Rayan yang mulai bisa berkomunikasi begitu pun dengan pak Sam. Terlihat sekali wajah Rayan yang tampak bahagia saat melihat ke arah Nara. Pandangan Rayan begitu penuh cinta pada anak ayam itu.
"Ya ampun Rayan.... kau membelaku di hadapan kudanil cerewet itu, aku benar - benar tersentuh " ucap Nara dengan nada yang di dramatisir, membuat Reyhan merasa jengah melihat sikapnya itu.
"Enak saja anak ayam memanggilku kudanil...." gumam Reyhan.
*
*
Karena waktu sudah menunjukkan lewat dari siang, bahkan sebentar lagi sore akan tiba. Nara mengajak Rayan untuk pulang karena dia sudah merasa sangat jenuh berada di sana .Reyhan dan pak Sam pun setuju, kondisi Rayan harus benar-benar di jaga. Meskipun sedari tadi Rayan bisa bekerja dengan baik, itu hal yang sangat ajaib dan membuat mereka tidak percaya melihatnya. Jika Rayan bisa bekerja layaknya orang normal pada umumnya.
Tapi Rayan juga tidak boleh lelah, ia tetap harus banyak istirahat dan menjaga kesehatannya . Mereka sangat bersyukur dengan kemajuan pesat yang di alami oleh Rayan. Sepertinya kehadiran istri gilanya membawa dampak positif bagi Rayan. Semoga saja Rayan bisa sembuh secepatnya. Meskipun sebenarnya Nara merasa takut jika nanti Rayan sembuh ia akan melupakannya dan kembali pada Keysa mantan kekasihnya yang sudah mengkhianatinya itu.
Kini Rayan dan Nara sudah berada di dalam mobil di temani oleh pak Sam dan juga seorang supir. Sedangkan Reyhan masih berada di kantor karena banyak pekerjaan yang belum beres di sana.
Saat melewati jalan yang agak sepi Nara melihat ada tiga anak kucing yang sedang mengelilingi induknya yang sudah tidak bernyawa. Entah karena kelaparan atau apa, tapi induk ketiga kucing itu sudah terbujur kaku di pinggir jalan.Karena merasa tidak tega Nara meminta ijin pada Rayan untuk membawa ketiga anak kucing itu.
Awalnya Rayan dan pak Sam menolak, karena itu adalah kucing liar yang kotor takut jika membawa penyakit pikir pak Sam. Namun karena rengekan Nara akhirnya Rayan mengangguk setuju, membuat gadis itu merasa senang.
Tak lama pun mereka semua sudah sampai di rumah utama keluarga Guntara. Pak Sam langsung menghubungi dokter spesialis hewan untuk memeriksa anak kucing itu dan memberikannya vaksin agar ketiga anak kucing itu aman untuk di rawat.
Setelah mandi dan berganti baju, Nara dengan tidak sabar ingin melihat anak-anak kucingnya. Setelah di tangani ahlinya, kucing-kucing menjadi terlihat lebih lucu dan menggemaskan di banding sebelumnya yang kotor dan tidak terawat. Kucing-kucing itu sudah dimandikan dan terlihat sangat bersih.
Rayan mengikuti istrinya dari belakang, senyum manis tak lepas dari bibir Rayan karena melihat Nara yang sangat bahagia. Dan seperti biasa pak Sam selalu ada menemani Rayan. Pak Sam adalah orang kepercayaan keluarga Guntara dan tanggung jawab Rayan juga ia yang mengembannya. Untuk itu ia harus selalu ada di samping Rayan.
Nara sedang tersenyum melihat anak-anak kucing yang sedang menyusu itu, mereka terlihat sangat lucu.
"Rayan lihatlah mereka lucu kan? "ucap Nara pada Rayan
"Iya.... "jawab Rayan singkat
"Aku akan memberikannya nama pada mereka bertiga" ucap Nara, Rayan hanya diam dan tersenyum.
"Aku akan memberikan nama pada mereka, supaya nanti mudah memanggilnya. " ucap Nara, Rayan masih diam memandang Nara. Karena sepertinya menurut Rayan memandang istrinya lebih menyenangkan dari pada meliihat anak kucing yang ada di sana.
"Yang ini namanya, Rayan yang ini Reyhan dan yang ini namaya Sam.... "ucap Nara sambil tertawa senang. Pak Sam yang namanya di sebut hanya menghembuskan nafas kasar.
"Kenapa nama saya di bawa-bawa nona.... "gumam pak Sam dalam hati.
*
*
*
Udah double up nihh hadiahnya kau tunggu 😚😚
di novel ini sangat kocak... banyak menghibur....
semoga othor nya memberi jodoh Reyhan yang se gesrek Nara....🤲🤲🤲....
dari bab awal sampe bab di sini gak comend di krn kan nyimak dulu..