NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Koridor lantai dua SMA Lentera Cendekia perlahan kembali lengang setelah riuh pagi mereda. Langkah kaki Ryuga dan ketiga temannya menggema pelan di sepanjang lorong menuju tangga rooftop. Wajah Ryuga tetap datar, namun sorot matanya masih menyisakan sesuatu—sesuatu yang hangat, yang jarang sekali terlihat oleh siapa pun.

Keano melirik sekilas, lalu menyenggol lengan Zayden.

“Gue sumpah ya… ini orang habis dapet upgrade ke mode ‘manusia’.” bisiknya.

Zayden menyeringai tipis.

“Lebih tepatnya… mode ‘punya cewek’.”

Elric hanya melirik sekilas tanpa komentar, namun sudut bibirnya nyaris terangkat.

Belum sempat mereka melanjutkan langkah—

“Ga…”

Suara lembut itu membuat langkah Ryuga terhenti.

Naomi berdiri beberapa meter di belakang mereka. Wajahnya tampak tenang seperti biasa, namun matanya menyimpan sesuatu yang sulit disembunyikan.

Keano langsung berbisik heboh,

“Waduh… ini sinetron mulai lagi.”

Zayden menepuk bahu Ryuga.

“Gue duluan. Jangan lama-lama, Romeo.”

Elric hanya menatap Ryuga sejenak, lalu ikut berjalan pergi tanpa suara.

Kini, koridor itu hanya menyisakan Ryuga dan Naomi.

Hening.

Ryuga menoleh sedikit, menatap Naomi dengan ekspresi datar.

“Ada apa?” tanyanya singkat, to the point.

Naomi menelan ludah. Jarinya saling bertaut, berusaha menahan gemetar yang mulai terasa.

“Aku… cuma mau bicara sebentar. Berdua.”

Ryuga tak menjawab, hanya berdiri diam. Itu sudah cukup sebagai izin.

Naomi menarik napas dalam, lalu mendekat beberapa langkah.

“Kenapa… kamu berangkat bareng Quinn tadi?”

Langsung. Tanpa basa-basi lagi.

Ryuga tetap diam.

Naomi melanjutkan, suaranya masih lembut, tapi mulai terdengar retak.

“Selama ini… nggak ada satu pun perempuan yang kamu izinin duduk di jok motor kamu. Bahkan… aku.”

Ada jeda.

Matanya menatap langsung ke mata Ryuga.

“Jadi… apa kalian punya hubungan spesial?”

Hening sejenak.

Angin pagi berhembus pelan, membuat ujung rambut Naomi bergerak tipis.

Ryuga menatapnya lurus. Tak ada ragu. Tak ada niat menutupi.

“Hm.”

Satu detik.

“She's MINE.”

Kalimat itu jatuh begitu saja—datar, tegas, dan… mematikan.

Seolah waktu berhenti.

Napas Naomi tercekat. Matanya membesar, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

“...Apa?”

Ryuga tetap menatapnya tanpa perubahan ekspresi.

“Gue bilang… dia milik gue.”

Kali ini lebih jelas.

Lebih tajam.

Hati Naomi seakan diremas. Dadanya terasa sesak, seperti ada sesuatu yang runtuh perlahan di dalam dirinya.

“Tapi… kenapa harus dia, Ga?”

Suaranya bergetar, meski ia berusaha tetap terdengar tenang.

“Kenapa… selalu dia?”

Ryuga terdiam sejenak.

Naomi melangkah mendekat, matanya mulai berkaca-kaca.

“Aku ada dari dulu… aku yang selalu di samping kamu. Aku yang selalu nunggu kamu… tapi kenapa kamu nggak pernah lihat aku?”

Nada suaranya naik sedikit, emosi yang selama ini ia simpan akhirnya mulai keluar.

“Apa kurangnya aku dibanding Quinn?!”

Ryuga menghela napas pelan.

Untuk pertama kalinya, ia menatap Naomi sedikit lebih dalam—bukan dengan perasaan, tapi dengan kejelasan.

“Ini bukan soal kurang atau lebih.”

Naomi menggeleng cepat.

“Terus apa?!”

Ryuga menegakkan tubuhnya, rahangnya mengeras.

“Gue nggak pernah lihat lo lebih dari teman.”

Kalimat itu sederhana.

Tapi menghantam lebih keras dari apa pun.

Naomi mundur selangkah. Air matanya akhirnya jatuh, tak bisa ditahan lagi.

“Selama ini… aku berharap, Ga…”

Suaranya melemah.

“Aku pikir… kalau aku cukup sabar, kamu bakal berubah. Kamu bakal sadar kalau aku juga ada buat kamu…”

Ryuga memalingkan wajah sedikit, lalu kembali menatapnya.

“Dari dulu… gue cuma mau satu orang.”

Tatapannya berubah.

Lebih dalam.

Lebih tajam.

“Quinn.”

Nama itu diucapkan dengan cara yang berbeda.

Dengan rasa.

Dengan kepastian.

Naomi tertawa kecil, tapi terdengar pahit.

“Iya… Quinn lagi.”

Ia mengusap air matanya kasar.

“Dari dulu juga Quinn.”

Ryuga tidak menyangkal.

“Gue nunggu dia tiga tahun.”

Suaranya rendah, tapi sarat emosi yang selama ini ia tahan.

“Dan gue bakal nunggu lebih lama lagi kalau perlu.”

Naomi terdiam.

Hatinya benar-benar hancur kali ini.

Bukan karena Ryuga jahat.

Justru karena Ryuga terlalu jujur.

“Jadi… selama ini aku cuma… apa?” bisiknya pelan.

Ryuga menatapnya lurus.

“Teman.”

Satu kata.

Tapi menjadi batas yang tak bisa ditembus.

Naomi menunduk. Bahunya sedikit bergetar.

Ia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa harga dirinya.

“Baik…”

Ia mengangguk pelan, meski air matanya masih jatuh.

“Aku ngerti sekarang.”

Namun saat ia mengangkat wajahnya lagi, ada sesuatu yang berbeda di matanya.

Bukan hanya luka.

Tapi juga… sesuatu yang lebih gelap.

Lebih dalam.

“Semoga kamu nggak nyesel, Ga.”

Ryuga tidak menjawab.

Karena dalam hatinya, ia sudah tahu jawabannya.

Ia tidak akan pernah menyesal memilih Quinn.

Naomi tersenyum tipis—senyum yang tak lagi tulus.

Lalu berbalik.

Meninggalkan Ryuga sendirian di koridor.

Sementara Ryuga tetap berdiri di tempatnya, menatap kosong ke depan.

7

Namun di balik wajah dinginnya, ada satu hal yang jelas—

Cintanya pada Quinn… tidak pernah goyah. Bahkan sejak awal.

...----------------...

Kantin SMA Lentera Cendekia siang itu dipenuhi riuh suara siswa. Aroma makanan bercampur menjadi satu, sementara cahaya matahari menembus jendela besar, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan dinamika emosi di salah satu sudut ruangan.

Di meja pojok yang cukup strategis, Quinn duduk di samping Ryuga. Posisi mereka berdekatan—terlalu dekat untuk sekadar teman. Di hadapan mereka, Vexa sibuk dengan makanannya, sementara Keano dan Zayden saling melempar candaan. Elric duduk lebih tenang, mengamati tanpa banyak bicara.

Namun, pusat dari segalanya tetaplah dua orang itu.

Quinn dan Ryuga.

Quinn sesekali melirik Ryuga dari samping, masih ada rasa canggung yang tersisa, namun di saat yang sama… ada kehangatan yang membuatnya sulit berpaling.

Sementara Ryuga—meski tampak dingin seperti biasa—sesekali tanpa sadar memperhatikan Quinn. Cara gadis itu makan, cara ia menggerutu kecil, bahkan cara ia merapikan rambutnya.

Semua terasa… miliknya.

“Woy,” Keano menyenggol Zayden, berbisik tapi sengaja agak keras, “liat deh. Ini kantin apa lokasi syuting film romance?”

Zayden menyeringai.

“Lebih tepatnya… dokumenter. Judulnya: ‘Ryuga akhirnya punya hati.’”

Quinn langsung melotot.

“Berisik lo berdua.”

Ryuga hanya menatap sekilas, lalu kembali tenang, tapi sudut bibirnya nyaris terangkat.

Tiba-tiba—

“Boleh aku gabung?”

Suasana langsung berubah.

Naomi berdiri di samping meja mereka. Wajahnya tampak lembut seperti biasa, namun ada ketegangan halus yang tidak bisa disembunyikan sepenuhnya.

Quinn menatapnya.

Dalam diam.

Ada sesuatu yang menggelitik di dadanya—perasaan tak nyaman yang muncul begitu saja.

Namun alih-alih menolak, Quinn justru menyandarkan dagunya ke tangan, lalu tersenyum tipis.

“Ya udah. Duduk aja.”

Nada suaranya… sedikit ketus.

Vexa langsung melirik Quinn, paham betul arti senyum itu.

Naomi tampak sedikit terkejut, tapi segera mengangguk.

“Terima kasih, Quinn.”

Ia duduk di kursi kosong—tepat berseberangan dengan Ryuga.

Dan di situlah… semuanya mulai terasa tidak nyaman.

Naomi sesekali melirik Ryuga. Tatapannya penuh harap yang tersisa… meski ia tahu seharusnya tidak lagi berharap.

Sementara Ryuga sama sekali tidak menoleh.

Fokusnya… hanya satu.

Quinn.

Dan Quinn menyadarinya.

Senyum tipis muncul di bibirnya.

Nakaaal.

Ia mengambil minuman di depannya, lalu tanpa berkata apa-apa… menyodorkannya ke Ryuga.

“Nih.”

Ryuga menoleh.

“Minum.”

Nada Quinn santai, tapi ada sesuatu di baliknya.

Ryuga mengernyit sedikit, lalu tetap menerima.

“Punya kamu?”

Quinn mengangguk ringan.

“Minum aja.”

Ryuga menatapnya sejenak… lalu meminum dari sedotan yang sama.

Seketika—

“WOOOI!”

Keano hampir tersedak.

“Gila! Sharing sedotan?! Ini udah level darurat romantis!”

Zayden tertawa pelan.

“Parah. Nggak ada sensor.”

Vexa langsung menutup mulut, menahan tawa.

Sementara itu—

Naomi membeku.

Tangannya mengepal di bawah meja.

Matanya tak bisa lepas dari pemandangan itu.

Hatinya… seperti ditusuk pelan.

Namun belum selesai.

Quinn, dengan santainya, mengusap sudut bibir Ryuga.

“Ada saus.”

Suaranya lembut… tapi jelas disengaja.

Ryuga sedikit terdiam.

Ada sesuatu di matanya yang berubah—lebih dalam, lebih hangat.

“Kamu sengaja?” gumamnya pelan, hanya cukup untuk didengar Quinn.

Quinn tersenyum miring.

“Kenapa? Nggak boleh?”

Ryuga menahan senyum.

“Boleh.”

Singkat.

Tapi penuh makna.

Ia lalu—tanpa ragu—menarik tangan Quinn yang masih berada di dekatnya, menggenggamnya di atas meja.

Protektif.

Seolah memberi tanda… bahwa Quinn memang miliknya.

Jantung Quinn berdebar.

Ia tidak menyangka Ryuga akan membalas sejauh ini.

Namun alih-alih menarik tangan, ia justru membiarkannya.

Bahkan… menggenggam balik.

Dan itu cukup untuk membuat Ryuga sedikit mengencangkan rahangnya.

Bahagia… tapi juga ingin lebih.

Di sisi lain—

Naomi menunduk.

Senyumnya tetap terpasang… tapi matanya tidak lagi sama.

“Kayaknya… kalian saling cinta, ya.” katanya pelan.

Quinn menoleh, pura-pura polos.

“Bukan. Lebih tepatnya... Ryuga yang cinta mati sama aku.

Ia melirik Ryuga sekilas, lalu kembali menatap Naomi.

“Ya kan, sayang?”

Ryuga tersenyum tipis, lalu mencolek hidung mancung Quinn.

"Iya."

Hening.

Seolah seluruh suara kantin menghilang sejenak.

Naomi mengangkat wajahnya perlahan.

“Aku tahu itu.”

Suaranya lembut.

Tapi terasa rapuh.

Quinn mengangkat alis sedikit.

“Oh... Baguslah kalau kamu tahu.”

Zayden berdeham pelan, menahan tawa.

Keano berbisik,

“Ini udah masuk babak panas.”

Elric hanya menatap tanpa komentar, tapi jelas memperhatikan setiap detail.

Naomi menatap Quinn.

“Aku harap… kamu bisa jaga dia dengan baik.”

Kalimat itu terdengar tulus.

Namun ada luka yang terselip di dalamnya.

Quinn terdiam sejenak.

Lalu ia tersenyum tipis.

“Pasti.”

Tangannya yang masih digenggam Ryuga sedikit mengerat.

“Dia bukan barang pinjaman.”

Ryuga menoleh.

Tatapannya langsung jatuh pada Quinn.

Ada sesuatu yang bergetar di dalam dirinya.

Cara Quinn berkata barusan…

seolah menegaskan bahwa ia benar-benar memilihnya.

Dan itu… membuat Ryuga semakin tidak ingin melepaskan.

Naomi kembali menunduk.

Hatinya benar-benar hancur kali ini.

Bukan karena Quinn jahat.

Tapi karena kenyataannya… Ryuga memang tidak pernah menjadi miliknya.

Sementara di meja itu, tawa kembali terdengar.

Namun di balik semua candaan dan kehangatan—

Ada satu hati yang perlahan retak… tanpa suara.

...****************...

1
Nur Halida
oke naomi ... kamu nyerah aja gak usa deket2 lagi ama ryuga karena ryuga udah cinta mati sama quinn
Nur Halida
gilirannya vexa sama elric nih🤭🤭😁
Angelia nikita Sumalu
karena kamu menghalu bisa memiliki ryuga .. dalam mimpi sekalipun ryuga gak akan pernah memilih kamu.. dalam keadaan apapun perempuan yang akan selalu dipilih ryuga hanya quiin seorang meskipun bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya 😂😂😂
Bu Dewi
lanjut 😍😍😍
Nur Halida
kan emang ryuga gak pernah suka sama elo naomi... jadi yang waras ya 🤣🤣jangan gangguin quinn lagi😁
Nur Halida
cieee ... akhirnya jadian juga 😁😁😁
Nur Halida
mangkanya ga baca dulu tuh undangan biara gak salah paham lagi😄
Angelia nikita Sumalu
salah paham jilid 2..
Nur Halida
eh.. jangan2 ryuga pergi karena parah hati dan salah paham ama quinn kek dulu quinn pergi karena salah paham ama ryuga.. .
baca dong ga nama di undangannya biar kamu gak kecewa dan nama quinn masih ada di hatimu
Nur Halida
udah mulai gak salah paham lagi .. syukurlah😁
Yudi Chandra: aku seneng kamu selalu hadir....💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞😘😘😘😘😘😘
makaciiiiiih🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nur Halida
lope you ryuga . .😍😍😍😍😍
Yudi Chandra: love you toooooo🤭🤭🤭🤭😘😘😘😘
total 1 replies
Nur Halida
udah deh ga kalo kamu emang beneran suka sama quinn jauhi naomi .. jangan masukkan dia pada circle pertemananmu lagi biar quinn gak salah paham terus .. dari dulu quinn salah paham karena naomi yg nempelin kamu mulu
Yudi Chandra: betul tuh betul.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
jangan berani berharap apa2 ren karena quinn punya ryuga..
Yudi Chandra: Hahaha....jangan gitu dong...kasian dia🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
modus terus buat dapat viuman pipi dari quinn😁😁
Yudi Chandra: lumayan kaaannn🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak🤭🤭🤭🤭
Yudi Chandra: siiippppp👍👍👍👍😘😘😘😘
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
maksa banget sih....
tebal muka banget...
berapa lapis tuh... macam kue lapis aja... 🤣🤣🤣
Yudi Chandra: Hahahha....tapi kue lapis enak tauuuuu🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Heyy cewek gila...
Jangan berani²...
Yudi Chandra: dihhhh....mana peduli dia...😅😅😅🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Ternyata oh ternyata..
ada perempuan yang gak tahu malu mengatasnamakan teman masa kecil.. yg segitu gak tahu malunya segitu terobsesinya makanya mengaku ke quinn kalau dia pacarnya ryuga... hidup lu macam pemeran dalam drama cina si pemeran cewek manipulatif yg mengatasnamakan teman masa kecil tapi didepan wanita yg disukai sahabat mu mengakui kalau kamu sama sahabatmu itu pacaran padahal dekat kamu aja sahabatmu itu risih... bangun woyy Naomi... percuma nama cantik tapi kelakuannya minus
Yudi Chandra: hadeeehhh....cinta itu buta saayyyyyy🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
banyak saingan ya ryuga ???
semangat ga....aku pendukung setiamu😁😁😁
Yudi Chandra: Hahahha...bisa aja lu🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
ya karena kamu ada rasa sama ryuga quinn🤭🤭
Yudi Chandra: Hihihihi......masih denial diaaa🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!