NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Rahasia di Balik Cangkir Kopi

Aroma biji kopi arabika yang terpanggang sempurna memenuhi ruangan sebuah cafe berdesain industrial minimalis di pusat kota. Kathryn duduk di sudut dekat jendela, mengenakan dress selutut berwarna biru pastel dengan rambut yang disanggul rapi. Di depannya, sebuah iced americano mulai berembun. Ia baru saja menitipkan Sean pada kakaknya, Paul yang baru saja kembali dari luar kota kemarin lalu, dan memutuskan untuk mencari udara segar sejenak sebelum kembali ke rutinitas kuliahnya.

​Pandangan Kathryn terlempar ke arah pintu masuk ketika denting lonceng berbunyi. Seorang wanita cantik dengan pakaian yang tampak sangat mahal masuk dengan langkah penuh percaya diri. Itu Reina. Namun, yang menarik perhatian Kathryn bukanlah kecantikan wanita itu, melainkan sosok pria di sampingnya.

​Seorang pria bertubuh tegap, mengenakan setelan jas formal, tampak merangkul pinggang Reina dengan sangat mesra. Mereka tertawa kecil, sesekali pria itu membisikkan sesuatu ke telinga Reina yang dijawab dengan gelak tawa manja.

​"Wah, serasi sekali," batin Kathryn dalam hati. Ia tidak tahu siapa wanita itu, apalagi fakta bahwa wanita itu adalah istri dari pria yang membantunya di rumah sakit kemarin. Bagi Kathryn, mereka hanyalah sepasang kekasih dari kalangan atas yang sedang menikmati waktu siang. Kathryn segera memalingkan wajah, kembali menyesap kopinya dan membuka buku catatannya. Ia tidak ingin menjadi pengintai di tengah kemesraan orang lain.

​Sepuluh menit berlalu, ketenangan Kathryn terusik saat ia mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa mendekati meja besar di tengah ruangan, tak jauh dari tempatnya duduk. Ia mendongak pelan dan seketika jantungnya berdesir.

​Dimas Alvaro masuk ke dalam cafe. Ia masih mengenakan kemeja kerjanya, tampak rapi dan sangat ramah seperti biasanya. Namun, saat Dimas mendekat ke arah meja tempat Reina dan pria asing itu duduk, terjadi pemandangan yang aneh.

​Reina, yang tadi begitu mesra merangkul lengan pria di sampingnya, tiba-tiba melepaskan pegangan tangannya dengan gerakan sentakan yang sangat cepat, seolah-olah tangan pria itu adalah besi panas yang membakar kulitnya. Wajahnya yang tadi merona bahagia kini berubah menjadi pucat, lalu seketika diselimuti ekspresi ketidaksukaan yang amat sangat.

​"Reina, maaf aku terlambat. Jalanan sedikit macet setelah dari rumah sakit," ujar Dimas dengan suara baritonnya yang tenang. Ia tidak menunjukkan kecurigaan sedikit pun, meski matanya sempat melirik sekilas pada pria asing yang kini tampak kikuk di samping istrinya.

​Dimas tersenyum lembut, lalu mengulurkan tangan pada Reina. "Kamu sudah pesan makan?"

​Reina tidak menjawab dengan manis. Ia justru berdiri dengan kasar, wajahnya tampak merah padam karena malu. Ia melirik teman prianya—yang ternyata adalah salah satu rekan bisnis investasinya—lalu segera menarik tangan Dimas dengan kuat agar menjauh dari sana.

​"Kenapa kamu harus ke sini sekarang, sih?" desis Reina pelan namun penuh penekanan, cukup terdengar oleh Kathryn yang hanya berjarak dua meja. "Sudah kubilang aku ada pertemuan bisnis! Kamu memalukan, tahu tidak?"

​"Aku hanya ingin memastikan kamu sudah makan siang, Reina," jawab Dimas, tetap dengan nada bicara yang rendah dan sabar, meski ia baru saja diperlakukan seperti pengganggu di depan umum.

​Kathryn, yang tanpa sengaja menonton drama tersebut, merasa dadanya sesak. Ia melihat bagaimana Dimas, pria yang begitu dihormati di rumah sakit dan begitu tulus menolongnya, diperlakukan seperti asisten yang tidak diinginkan oleh wanita itu.

​"Jadi... wanita sombong itu istrinya Mas Dimas?" bisik Kathryn dalam hati. Ia merasa ada sesuatu yang patah di dalam dirinya saat melihat Dimas diseret paksa keluar dari cafe oleh istrinya sendiri.

​Reina terus menarik tangan Dimas menuju parkiran, seolah kehadiran Dimas adalah noda di tengah lingkungan mewahnya. Kathryn hanya bisa menatap punggung tegap Dimas yang tampak begitu kesepian meski sedang bersama istrinya.

​"Sopan sekali dia, tetap tersenyum meski diperlakukan begitu," gumam Kathryn. Ia meletakkan cangkir kopinya yang kini terasa hambar.

​Ia tidak habis pikir bagaimana mungkin ada seorang istri yang tega meremehkan suami sebaik Dimas. Apalagi tadi ia melihat Reina merangkul pria lain dengan begitu mesra sebelum Dimas datang. Kathryn menggelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran buruk itu. Ia tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain, namun bayangan wajah Dimas yang tetap tegar di bawah makian Reina terus membekas di benaknya.

​Di luar cafe, di bawah terik matahari, Reina melepaskan tangan Dimas dengan sentakan kasar begitu mereka sampai di samping mobilnya.

​"Jangan pernah berani datang menjemputku tanpa diminta, Dimas! Kamu mengacaukan suasanaku dengan rekan bisnisku!" bentak Reina sambil masuk ke dalam mobil.

​Dimas berdiri di samping pintu mobil yang terbuka, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Rekan bisnis atau lebih dari itu, Reina?"

​Reina terdiam sejenak, matanya berkilat marah. "Maksudmu apa? Jangan coba-coba menuduhku! Kamu itu cuma dokter yang tidak punya masa depan cerah, jangan berlagak seperti detektif. Urus saja pasien-pasienmu itu!"

​Brak!

​Pintu mobil dibanting keras. Reina melesat pergi, meninggalkan kepulan asap knalpot dan debu yang menerpa wajah Dimas. Dimas hanya berdiri diam, mengusap debu di bahunya dengan tenang.

​Dimas berbalik. Pandangannya tak sengaja bertemu dengan mata Kathryn yang menatapnya dari balik jendela kaca cafe. Kathryn yang tertangkap basah sedang memerhatikannya langsung menunduk malu, wajahnya merah padam sampai ke telinga.

​Dimas tersenyum tipis. Ternyata, di tengah badai yang diciptakan istrinya, masih ada sepasang mata yang menatapnya dengan rasa iba dan ketulusan. Ia memberikan anggukan kecil ke arah Kathryn sebelum melangkah menuju mobilnya sendiri yang terparkir cukup jauh, bersiap kembali ke dunianya yang penuh rahasia.

1
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
Dwi Winarni Wina
kayaknya dokter dimas sangat cocok sama khatrin, daripada istrinya itu selalu menghina dan rendahkan...
Dwi Winarni Wina
istri durhaka berani melawan suami, dosanya besar Sekali itu...
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ira Janah Zaenal
ayo Dimas tinggalkan berkasmu segera ke rumah kediaman Dharmawangsa ... kath sedang membutuhkanmu😍😍
Sri Khayatun
ceritanya bagus ..suami yg sabar dan istrinya durhaka..saya suka
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 🙏🏻
total 1 replies
Sri Khayatun
semoga dia jadikan kahtrin sebagai istrinya kelak...
Sri Khayatun
aku mampir thorr
Ira Janah Zaenal
up up up💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ira Janah Zaenal
semangat dokter Dimas meraih hati ount kathryn😍😍💪💪
jajangmyeon
up
brawijaya Viloid
😎😎
brawijaya Viloid
keren nihh ceritanya
Anonymous
mulai tumbuh ni benih" cinta 🤭
Anonymous
krg ajar bgt, lgian dimas terlalu sabar
Anonymous
waw keren ada gambarnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!