NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Untuk beberapa saat Kay hanya terdiam menatap Noah dengan raut wajah yang tak bisa terbaca oleh siapapun. Membuat Noah sedikit menyesali ucapannya barusan. Niat hati ingin menggoda Kay seperti biasanya, kini malah menjadi senjata makan tuan bagi dirinya sendiri.

“Baguslah, kau membahas hal ini sekarang. Karena aku sudah memikirkannya ribuan kali,” ujar Kay, nada bicaranya datar tetapi menyimpan sejuta arti.

“Heheheee… aku hanya bercanda untuk yang tadi,” ucap Noah memilih jalan aman. “Ada urusan penting yang harus aku selesaikan secepatnya.”

Noah berniat kabur dari ruangan itu untuk menyelamatkan diri, tetapi Kay malah menghalanginya. Jika Noah bergerak ke kiri, maka Kay juga akan bergerak ke arah yang sama hingga akhirnya Noah memilih menyerah dan berkata, “Baiklah, katakan saja apa yang ini kau katakan? Lalu apa yang kau pikirkan sampai ribuan kali itu?”

“Aku ingin jawaban yang jujur,” suara Kay rendah, namun tegangnya terasa seperti tali yang ditarik sampai batasnya. “Sejak kapan kau mengenal dia?”

Noah tidak langsung menjawab. “Dia siapa yang kau maksud? Axlyn?”

Nama itu saja sudah cukup membuat sesuatu berdenyut di pelipis Kay. Ya, Axlyn—pengawal pribadi adik kecil Spencer. Perempuan yang selalu berdiri satu langkah di belakang untuk melindunginya. Mata tajam, wajah tanpa ekspresi namun setiap kali jarak mereka terlalu dekat, dadanya terasa sesak oleh sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.

“Aku tidak bertanya sejak kapan dia bekerja,” potong Kay. “Aku bertanya sejak kapan kau mengenalnya.”

Noah menatapnya lurus. “Sudah cukup lama.”

“Seberapa lama?”

Hening, Noah tidak langsung menjawab seakan ia juga sedang menimbang antara harus jujur atau membiarkan waktu yang tetap menentukan. Kay menggeram pelan, berjalan memutari meja. Sikap diam yang Noah tunjukan membuat kecurigaannya semakin besar.

“Lima tahun lalu aku mengalami kecelakaan. Mobilku terguling di jalan tol, dan aku kehilangan sebagian ingatanku. Itulah yang dokter dan kalian semua katakan, bukan?” Kay menatap Noah tajam. “Kau ada di rumah sakit. Kau yang mengurus semua urusan perusahaan. Kau yang memberitahuku siapa saja yang perlu kuingat. Dan kau yang selalu aku percayai dalam segala hal, Noah.”

Noah tetap diam, tetapi dalam hatinya mulai bertanya-tanya. “Kenapa tiba-tiba Kay bertindak seperti ini? Apakah dugaanku benar? Kay sudah mulai mengingat tentang Axlyn dan kejadian di Kota Xennor?"

“Tapi tidak ada yang pernah menyebut namanya. Satu hal yang masih mengganjal di hatiku selama ini, meski aku memilih diam.” Suara Kay menurun, bukan karena ragu melainkan karena luka. “Sejak kapan aku berteman baik dengan Spencer? Mengapa ingatanku tentangnya juga menghilang?”

Bayangan samar melintas di benaknya tentang memori yang kembali muncul saat pertarungan itu. Dan Kay merasa bahwa ingatan itu berkaitan dengan Spencer ataupun… Axlyn. Karena Noah membahasnya, maka sekarang ia akan memperjelas semuanya.

“Aku mengenalnya, bukan?” lanjut Kay, lebih pelan kini. “Tubuhku mengenalnya. Hatiku—” Ia terdiam, frustrasi. “Hatiku bereaksi seolah dia pernah menjadi seseorang yang berarti untukku.”

“Dia benar-benar mulai mengingatnya?” ucap Noah dalam hatinya.

Noah akhirnya berbicara. “Beberapa hal tidak bisa dipaksakan untuk diingat, Kay.”

“Aku hanya ingin tahu kebenarannya, Noah!”

“Kebenaran,” ulang Noah lirih, “tidak selalu baik untuk diungkapkan, Kay.”

Kay menatapnya tajam. “Jadi memang ada sesuatu.”

Noah tidak lagi menyanggah, sebab ia pikir sudah saatnya apa yang terkubur selama ini mulai ditemukan oleh Kay sendiri. Namun bagi Kay, itu lebih buruk daripada sebuah pengakuan. Noah tidak berniat memberitahu kebenarannya, tetapi ia juga tidak menyanggah dugaan yang Kay layangkan.

“Baiklah, jika memang kau tidak ingin memberitahuku sekarang.” Kay bukan menyerah, tetapi ia juga tidak ingin memaksa Noah. Sebab ia tahu, semua orang mengetahui tentang ini termasuk dirinya sendiri. Hanya saja, ia yang telah melupakannya.

“Lalu, apa dia…?” Kay menelan ludah, kalimat itu terasa berat keluar dari tenggorokannya. “Apa dia pernah menjadi bagian dari hidupku?”

Hening yang panjang kembali terjadi. Seperti sebelumnya Noah tidak segera memberikan jawaban. Sampai akhirnya Noah berkata dengan hati-hati, “Ada alasan mengapa beberapa ingatan menghilang setelah trauma besar.”

“Itu bukan jawaban, Noah!”

“Dan ada alasan mengapa sebagian orang memilih tetap diam… membiarkanmu tidak mengetahui kebenarannya.”

Jantung Kay berdetak lebih keras. Tidak hanya Noah, tetapi seluruh keluarganya memilih diam dan mengubur tentang Axlyn dalam ingatan Kay yang hilang. Apakah alasan itu ada pada Axlyn sendiri? Spencer? Atau bahkan pada dirinya sendiri?

“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh mengetahui kebenarannya?” tanya Kay hampir berbisik.

Noah menunduk sedikit. “Karena lebih baik untukmu untuk mengingat semuanya sendiri.”

Kay mencengkeram pelipisnya. “Sial…” napasnya memburu. “Kecelakaan itu… pasti menghapus sesuatu yang penting. Sesuatu yang berhubungan dengannya. Jadi, aku harus cepat mengingatnya.”

Noah spontan menjadi panik. Ia melangkah setengah langkah maju, karena khawatir. “Kay—”

“Aku tidak bisa, Noah. Perasaan ini bukan ilusi.” Mata Kay memerah, bukan karena marah… melainkan karena frustasi. “Setiap kali dia berdiri di dekatku, ada rasa kehilangan yang tak pernah kumiliki sebelumnya. Seolah aku pernah memilikinya… lalu kehilangannya… dua kali.”

Noah terdiam cukup lama hingga hanya suara hujan yang mulai terdengar. Hingga akhirnya ia berkata, suaranya lebih lembut dari biasanya, “Jika aku memberi tahumu sekarang, itu bukanlah ingatan. Itu hanya cerita.”

Kay terdiam, ia bisa menangkap bahwa ada sesuatu yang besar dari ingatannya yang hilang. Ada sesuatu yang kembali sekaligus hilang disaat bersamaan, jika ingatannya kembali pulih. Dan alasan semua orang memilih mengubur ingatannya yang hilang.

“Dan cerita,” lanjut Noah, “tidak akan membuat hatimu benar-benar percaya. Kau harus mengingatnya sendiri, Kay. Meski perlahan. Meski menyakitkan.”

“Bagaimana jika aku tidak pernah mengingatnya?”

Noah menatapnya dalam-dalam. “Kalau begitu… mungkin itu yang terbaik untuk kalian berdua. Dan kau harus ingat, Kay! Saat ini ada wanita yang tengah mengandung anakmu. Wanita yang keberadaannya belum kita temukan sampai detik ini.”

Kata-kata itu menggantung di udara. Noah jelas sedang mengingatkan kepada Kay agar tidak terlalu bergantung pada masa lalu itu, karena masa depan… lebih tepatnya wanita itu, pasti sedang menunggu untuk ditemukan.

Kay memejamkan mata, dan untuk sesaat ia bisa merasakan kehangatan seseorang yang dulu berdiri begitu dekat. Mungkin cukup dekat untuk mendengar detak jantungnya sendiri. Dan ketika ia membuka mata kembali, di luar hujan badai mulai menggema seolah memperlihatkan badai besar dii hati dan pikiran Kay saat ini.

“Aku akan tetap mencari tahu,” kata Kay pelan namun tegas. “Dengan atau tanpa bantuanmu.”

Bersambung …

1
Lisa Halik
kapan mau update thor
Fahmi Ardiansyah
Thor mana kelanjutannya kok belum up
Rani R.I
kok blm up sihh niy
Desyi Alawiyah: Biasanya sekali up langsung banyak Kak 🤭 Aku juga penasaran sih kelanjutannya gimana... 😩
total 1 replies
Widi Astuti
author...aku nungguin lanjutannya....harus rapel yaaa cerita nyaa...😘😘
Susi Susilawati
c Levi emng penakut
nizham muafa
perasaan makin dikit up nya 🤭
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu lanjutannya klu bisa yg banyak Thor
Fahmi Ardiansyah
benar axlyn maka kmu harus jujur secepatnya batalkan perjanjian mu Ama Spencer n bersatulah sama kay biar Kay gak frustasi terus.
Fahmi Ardiansyah
ya calon BPK n suamimu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Kay bisa mendengarkan kata kata Spencer walau gak jelas
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣 ya Alloh ampek ke pingkel2 klu Levi masih aja takut hantu kuntilanak.
Fahmi Ardiansyah
😄😄😄😄 mencari pelampiasan LR pasti seru
Rani R.I
🤭🤭🤭🤭🤭 semoga kay ngegou biar Axlyn bisa dgr sendiri isi hati kay,,biar Axlyn jujur sama kay,,, kasihan mamah Joana,, semoga Lion cepat dpt obatnya dan kembali sehatt... nanti pasti ada pertempuran nihhh..
Rani R.I: coba sepencer ceritain ke Felix sama jaydon bahwa yg menjadi musuhnya saat ini adalah anak buah nya evant yg tersisa,,, biar mengamuk keluarga Xavier 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,,gk sabarrr ingin melihat mereka bertarung lg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nyaks 💜
Kay sadar kayyyyy 😂😂😂
nyaks 💜
😅😅😅😅
Budhe Satryo
pasti donk kamu yg membuat nya mabuk kok lyn🤣🤣🤣
Desyi Alawiyah
Kak Author, kisah Ivory dan Ragnar kok belum ada lanjutannya..

Aku masih nungguin loh 🤭☺
Desyi Alawiyah
Bener dong.. Kay merasa frustasi, sebab dia masih mencintai Axlyn... Tapi di satu sisi dia harus bertanggung jawab pada perempuan yang tidur dengannya di praha...

Dan tanpa Kay sadari, kedua perempuan itu adalah orang yang sama 😝

Wah, seru ini 🤭
Rani R.I: sepencer nanti di jodohkan sama Sherin 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
dia yg pernah menyakiti Sherin,,biar dia juga yg membahagiakan Sherin..dan Noah sama Maria 🤣 ,,sudah seperti tom and Jerry mereka ituu 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Dia calon suamimu Axlyn.. 🤭
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Ngakak aku... seorang Levi yang dikenal sebagai bocah psikopat dan dewa kematian, takut sama mba kunti... 🤭

Eh, maksudnya mantan bocah psikopat.. Kan Levi udah bukan bocah lagi... ☺✌
Rani R.I: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak akuu setiap adegan nya Levi di pertempuran,, bersama Felix, jaydon,, William..yg masih mengingat kan ku bikin ngakak cerita Levi saat di hadang oleh suruhan pamannya waktu itu,,yg di mana Levi pura pura polos 🤣🤣🤣,,yg membuat Will, jaydon,, Felix pengen muntah lihat drama sok polos Levi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!