"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sampai di mansion, Daren langsung turun dan membuka pintu untuk Aurel.
"Silahkan princess, awas hati-hati" ucap Daren yang langsung menaruh tangannya diatas kepala Aurel agar Aurel tidak terbentur atas pintu mobil saat keluar.
"Iya kak, terima kasih" ucap Aurel.
"Sama-sama princess" ucap Daren.
Bersama sang mommy, Aurel berjalan masuk kedalam mansion.
"Selamat datang kembali non. Bibi senang akhirnya non Aurel udah boleh pulang" ucap bi Darmi.
"Makasih bi" ucap Aurel.
"Mari non saya antar ke kamar" ucap Nessa.
"Yaudah, kamu ke kamar dulu sama Nessa. Mommy mau bicara dulu dengan Daddy" ucap Alisa.
"Iya mom" ucap Aurel.
Setelah Aurel pergi bersama Nessa, mommy Alisa langsung menghampiri suaminya.
"Mas, aku ingin bicara sama kamu" ucap Alisa.
"Tentang permintaan princess ya" ucap Daddy Dion.
"Iya, kita harus bicarakan ini. Kita ke ruang keluarga aja" ucap mommy Alisa.
"Aku ikut mom" ucap Daren.
"Hem" ucap mommy Alisa sambil mengangguk.
Sampai di ruang keluarga, ketiganya hanya diam sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Kenapa tiba-tiba princess ingin sekolah umum ya" batin mommy Alisa.
"Apa yang membuat princess tiba-tiba ingin bersekolah umum" batin Daddy Dion.
"Aku yakin, ini semua pasti gara-gara Excel. Pemuda itu benar-benar membawa pengaruh buruk untuk princess" batin Daren.
Saat ketiganya sedang melamun, tiba-tiba Dean datang dengan tergesa-gesa.
"Mom".
"Aku dengar princess hari ini pulang. Dimana dia mom?" tanya Dean.
"Eh Dean, kamu udah pulang. Princess ada di kamarnya" ucap mommy Alisa.
"Yaudah kalau gitu aku mau lihat princess dulu ya" pamit Dean.
"Eh tunggu, duduk dulu Dean. Ada yang ingin kita bicarakan" ucap mommy Alisa.
"Ada apa mom?" tanya Dean.
"Duduklah dulu" ucap mommy Alisa.
Dean yang melihat wajah serius keluarganya memilih untuk duduk sesuai permintaan sang mommy.
"Ada apa ini. Kenapa wajah kalian terlihat sangat serius. Apa terjadi sesuatu pada princess?" tanya Dean.
"Nanti kita bahas, sekarang kita tunggu Daniel dulu" ucap mommy Alisa.
"Baiklah" ucap Dean.
"Sebenarnya ada apa ini" batin Dean.
Tidak lama Daniel berjalan masuk dengan tergesa-gesa. Tadi setelah membaca pesan dari sang mommy, Daniel yang baru saja selesai melakukan operasi bergegas pulang ke mansion.
"Mom ada apa?".
"Apa terjadi sesuatu pada princess?" tanya Daniel dengan panik.
"Duduklah, ada yang harus kita bicarakan" ucap mommy Alisa saat melihat kedatangan Daniel.
"Ada apa mom, kenapa wajah kalian terlihat sangat serius. Apa ini ada hubungannya dengan princess" ucap Daniel.
"Iya" ucap mommy Alisa.
"Ada apa dengan princess mom, cepat katakan. Bukankah tadi pagi sebelum pulang princess baik-baik saja" ucap Daniel dengan wajah panik.
"Princess ingin bersekolah umum" ucap mommy Alisa.
"Apa?" kaget Daniel dan juga Dean.
"Kenapa tiba-tiba princess mempunyai keinginan seperti itu mom?" tanya Dean.
"Iya mom, bukankah sebelumnya princess senang homeschooling?" tanya Daniel.
"Ini semua gara-gara pemuda bernama Excel itu" ucap Daren.
"Daren, jangan menuduh orang tanpa bukti" ucap mommy Alisa.
"Mom, aku bukannya menuduh. Tapi apa yang aku katakan ini fakta. Kita semua tahu selama ini princess homeschooling kan. Selama itu juga princess gak pernah protes dan selalu terlihat bahagia".
"Tapi setelah kenal dengan Excel sekarang princess jadi memiliki keinginan untuk bersekolah umum kan" ucap Daren.
"Benar juga si, beberapa hari terakhir ini princess sering berbicara dengan Excel kan. Bahkan dia sangat rajin datang menemui princess" ucap Daniel.
"Nah itu" ucap Daren.
"Udah udah, ini bukan waktunya kita menyalahkan orang lain. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana kita mengambil keputusan untuk masalah ini".
"Mommy bingung mau menuruti keinginan princess atau menolaknya. Karen itu mommy mengumpulkan kalian semua disini untuk meminta pendapat" ucap Alisa.
"Kalau aku gak setuju mom, kita gak bisa membiarkan princess jauh dari pengawasan kita. Apalagi diluar sangat berbahaya. Princess itu sangat polos, bagaimana kalau ada orang yang mau mencelakainya" ucap Daren.
"Benar juga, selama ini princess selalu bersama kita kan. Dia gak tahu bagaimana kerasnya dunia luar" ucap Dean.
"Kalau menurut pendapat kamu bagaimana Daniel?" tanya mommy Alisa.
"Em... Kalau menurutku kita turuti saja permintaan princess mom" ucap Daniel.
"Apa?".
"Gak, aku gak setuju. Bagaimana kamu bisa berfikir seperti itu Daniel" ucap Daren dengan marah.
"Tunggu, dengarkan penjelasan ku dulu. Aku punya alasan tersendiri kenapa menyetujui permintaan princess" ucap Daniel.
"Tenang Daren, kita dengarkan dulu alasan dari Daniel" ucap mommy Alisa menengkan putranya.
"Tapi mom....".
"Daren" ucap mommy Alisa.
"Oke oke. Cepetan kasih alasan yang masuk akal kenapa kamu setuju" ucap Daren.
"Begini, selama kemarin princess di rumah sakit aku perhatikan princess terlihat sangat bahagia".
"Apalagi saat berbincang dengan Excel. Princess terlihat sangat antusias saat Excel menceritakan tentang sekolahnya".
"Jadi menurutku kita setujui saja permintaan princess. Ini juga demi kebahagiaannya. Aku takut kalau kita melarang princess akan sedih dan itu akan mempengaruhi kesehatannya" ucap Daniel.
"Em... Benar juga apa yang Daniel katakan" ucap mommy Alisa.
"Gak, pokoknya aku gak akan setuju" ucap Daren tetap pada pendiriannya.
"Setelah aku mendengar alasan Daniel, sepertinya kita memang harus memberikan princess kesempatan".
"Lagipula gak selamanya juga kita bisa terus mengurung princess kan. Usia princess sudah semakin dewasa" ucap Dean.
"Kalian berdua kenapa si. Ingat, keluarga kita memiliki banyak musuh. Kalau sampai princess keluar dia akan berada dalam bahaya" ucap Daren.
Mommy Alisa yang mendengar pendapat dari anak-anaknya merasa bingung. Melihat suaminya sejak tadi diam saja membuat mommy Alisa langsung menyenggol lengan suaminya.
"Mas, kok kamu diam aja. Bagaimana pendapat kamu?" tanya mommy Alisa.
"Iya dad, gimana pendapat Daddy?" tanya Daren sambil menatap sang Daddy.
"Em... Setelah Daddy berfikir sepertinya kita memang harus mencoba memberi kesempatan untuk princess" ucap Daddy Dion.
"Itu artinya mas setuju dengan keinginan princess?" tanya mommy Alisa.
"Iya" jawab Daddy Dion.
"Dad, apa yang Daddy maksud. Kenapa Daddy ikut-ikutan seperti Daniel dan juga Dean" ucap Daren.
"Daren, Daddy cuma gak mau membuat princess sedih. Apa yang dikatakan Daniel tadi ada benarnya juga".
"Kenapa kita gak memberi kesempatan pada princess" ucap Daddy Dion.
"Tapi gimana dengan musuh-musuh kita di luar sana" ucap Daren.
"Tenang aja, Daddy sudah pikirkan. Kita akan menyiapkan beberapa bodyguard untuk menjaga princess".
"Lagipula tidak ada yang tahu identitas princess kan. Jadi kecil kemungkinan musuh-musuh kita akan menyakiti princess" ucap Daddy Dion.
"Tapi dad, tetap aja. Aku khawatir sama keselamatan princess. Kita semu tahu kan di luar sana banyak kejahatan-kejahatan yang gak kita duga".
"Gimana kalau sampai terjadi sesuatu pada princess" ucap Daren.
"Daren, mommy setuju dengan Daddy. Udah kamu jangan terlalu khawatir ya. Kita akan siapkan bodyguard yang terbaik untuk menjaga princess".
"Lagipula kita bisa masukkan princess ke sekolah yang sama dengan Diego. Nanti Diego bisa menjaga princess juga".
"Selain itu sekolah itu juga milik keluarga kita kan. Jadi kita bisa pantau juga" ucap mommy Alisa.
"Huft... Terserah lah, aku pokoknya gak setuju princess bersekolah umum" ucap Daren yang langsung berjalan pergi.
"Eh Daren tunggu" ucap mommy Alisa saat melihat Daren pergi begitu saja.
"Udah sayang, biarkan saja dulu Daren" ucap Daddy Dion.
"Iya mas" ucap mommy Alisa.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄