NovelToon NovelToon
Istri Gendut Kesayangan

Istri Gendut Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Ruang Ajaib
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.

"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Sup Ikan Bambu Ala Liya

Liya tertawa senang, dia mendapatkan banyak sayuran hingga siang. Ada daun bawang yang dia ambil dari tempat dia kemarin mendapatkan bawang merah, lalu jahe dan kunyit, sayur sawi, jamur kuping dan jamur tiram di pepohonan yang lapuk. Lalu wortel biru, semua dia timbun di ruang penyimpanan.

"Tidak ada alat masak, makan ikan bakar terus bosan. Ahaaa, itu dia!" Di ujung sana, Liya melihat ada pohon bambu rimbun, dia bergegas ke sana sambil membawa batu runcing.

"Ck, mengesalkan, kekuatan kultivasi tubuh ini minus, tak ada senjata untuk menebang, sungguh zaman purbakala!" Memukul bambu dengan batu runcing sampai berkeringat bau.

"Ssssshh." Samar-samar, Liya mendengar suara desisan. Dia pun menghentikan aksinya, waspada ada ular besar ingin menerkam dirinya, dia ini siluman angsa, mungkin ular besar tertarik?

Dan akhirnya, dia melihat di sebalik bambu, ada makhluk kecil kesakitan, di terluka. "Oh, bayi anjing?" Liya langsung menjinjing telinganya. Mata hewan itu terpicing, tapi perut dan ekornya masih bergerak. "Untung saja bukan ular besar!"

"Wah, apakah ini kau yang menggigit? Aku ambil ini saja, tanganku capek menebang dengan batu!" Liya mengambil dua potongan bambu yang sudah terpotong dengan bekas gigitan. "Karena ini bambu kamu mau aku pakai, aku akan merawat dan mengobati lukamu bayi kecil!" Hanya sebesar telapak tangan Liya, hewan berbulu itu dia genggam.

Liya menghidupkan api di luar gua, di bawah pohon rindang, di samping kanan gua. Hewan kecil berbulu tadi, sudah dia oleskan obat dengan menumbuk daun obat, mengikat luka dengan merobek rok hewan miliknya sedikit.

Menunggu api menyala besar, Liya memotong 3-4 potong ikan dalam satu ekor agar muat masuk ke dalam bambu, lalu ditambahkan dengan tomat belah dua saja, dimasukkan wortel biru cincang besar, daun bawang, bawang merah dan jahe, ditambahkan air, kemudian menutup atasannya dengan daun sawi yang banyak. Setelah api menyala besar, Liya menyandarkan dua potong bambu itu di dekat api, membakarnya.

"Hei anjing kecil, minum ini, ini obat!" Liya meneteskan rebusan obat melalu jari-jarinya ke tangan hewan berbulu mungil itu. "Minum yang banyak, biar cepat sembuh!"

Setelah itu, sambil menunggu sup ikan ala Liya yang di masak di bambu itu, dia kembali berkeliaran di sekitar semak-semak, memungut ranting-ranting mati untuk cadangan kayu api.

"Wah, ada anggur hutan dan markisa hutan!" Liya langsung memetik dan memakannya. "Hm, enak!" Giginya sampai berwarna ungu karena banyak makan anggur hutan.

Anggur hutan berwarna ungu, bulat kecil sebesar pistol mainan, sementara markisa hutan bulat sebesar kuku, atau bahasa lainnya rambusa.

Liya asik memungut dan tak henti-hentinya menimbun buah ke dalam ruangan penyimpanan. Puas dengan penemuan itu, dia memikul ranting-ranting kayu sambil ngos-ngosan. Lemak di tubuhnya berayun, keringat besar mengalir deras, bau.

Aroma masakan Liya harum semerbak, tercium sampai ke tempat tetangga sekitar. Lagi-lagi beberapa orang mengintip.

"Dia memasak lagi, tapi masak bambu. Hahahah. Apa dia mau makan ulat bambu?"

"Apa suami-suaminya tidak menafkahi? Apa mereka mau di hukum Dewa hewan?"

Lagi, mereka bergosip. Memang tukang gosip saja pandainya tetangga Liya ini, dasar angsa!

Bayu sejak tadi ada di sekitar sambil memperhatikan Liya memungut ranting-ranting, lalu memakan buah-buahan kecil yang aneh.

"Awas, bisanya hanya bergunjing, sana urus rumah kalian masing-masing!" Bayu memikul kayu dan membawa satu ekor rusa yang sudah dia bersihkan. Membelah kerumunan mereka, mendekat ke arah Liya yang memutar bambu.

"Ini nafkah ku hari ini, rusa gunung, dagingnya lebih enak dari rusa lembah." Meletakkan rusa yang sudah bersih itu di atas daun lebar, lalu seikat besar kayu bakar.

Liya melihat rusa, karena Bayu memberikan dengan baik, dia menerima. "Terimakasih."

Alis Bayu berkerut sedikit, aneh sekali, Liya biasanya kasar dan sombong, tak pernah mengucapkan kata terimakasih jika diberi nafkah, yang ada protes minta yang lebih besar dan cepat dibakarkan.

"Hm, ini buang saja, para angsa mengira kami tidak menafkahi."

"Apanya dibuang?" Liya mendongak Bayu yang bicara sambil berdiri, sementara dia berjongkok membenarkan api sambil memutar bambu.

"Bambu bakar. Palingan isinya air dan ulat kan?"

"Heh? Tidak bisa, aku susah payah memasak dan mengambilnya. Ini namanya sup ikan!"

"Sup ikan? Ikan kata kamu hewan berduri yang hidup di sungai, hewan yang dibakar kemarin?" Bayu memiringkan kepalanya.

"Benar! Ikan itu aku potong dengan batu berusah payah, di masukkan ke bambu dengan beberapa ramuan lainnya, ditambah garam!"

Bayu mendengar itu meneguk air liur, makanan itu terdengar enak. Matanya penuh harap.

"Kau belum pernah memakannya? Apa mau mencoba?" tawar Liya, menebak isi kepala Bayu.

"Mau." Mengangguk keras dengan pipi sedikit memerah.

"Baik, aku akan membagi kamu, tapi ini belum masak. Sambil menunggu masak, apa kamu mau membantuku?" tanya Liya.

"Mau!" jawab Bayu cepat. Dia mau makan sup ikan itu!

'Yes, tidak ada di dunia ini yang gratis!' Liya tersenyum evil. "Bisakah kamu mengukir batu seperti ini? Aku ingin memasak tumis daging rusa nanti, tapi alat masak ku tak ada." Liya bicara sambil menggambar dengan ranting di tanah.

"Mmm, itu—" Bayu nampak ragu. Kalau mengukir batu, itu cuma bisa dilakukan Pidi, aku hanya bisa memecahkan." Dia berkata jujur.

"Yaaaah, tak bisa makan tumis Rusa." Wajah Liya pura-pura menyedihkan.

Demi makanan, Bayu bisa melakukan apa saja. "Tenang, aku akan segera mendapatkan batu dengan ukiran seperti itu, tunggu ya!" Secepat kilat dia pergi ke tempat Pidi dengan wujud setengah hewan.

Sup ikan bambu Liya sudah masak, dia membelah satu bambu, memasukkan ke piring yang terbuat dari kayu, mendinginkan di sana, agar bisa segera mencicipi.

"Hei anjing kecil, apa kau mau makan sup ikan?" Mata hewan kecil itu setengah terbuka, Liya menyuapkan daging ikan ke mulutnya. "Enak kan?" Tanyanya riang, anjing kecil itu tak menyahut tapi menelan sebagai jawabannya.

Tak lama, Bayu datang membawa batu berbentuk bulat seperti kuali dan tabung. "Apa seperti ini?"

Liya berdecak kagum, mengangguk. "Benar-benar bagus, dengan apa di ukir? Bahkan dengan waktu singkat!"

"Pidi punya cakar tajam, dia bisa membuat banyak furnitur," jawab Bayu.

"Oh, baik, terimakasih, ini untukmu!" Liya memberikan satu bambu ke Bayu.

"Terimakasih, aku harus segera ke tempat Pidi, aku berjanji membaginya ini tadi!"

"Baik." Liya mengangguk.

Bayu melesat cepat ke rumah Pidi.

"Kau yakin ini makanan? Dia tidak menipu kamu yang bodoh ini 'kan?" Si telinga Harimau itu curiga!

"Aku sudah melihatnya, ini pasti enak, aromanya wangi sekali!" Dia membelah bambu. Dia dan Pidi sama-sama meneteskan air liur saking wanginya.

Mereka mencicipi. Empat pasang mata hewan itu berbinar. "Enak sekali, ini benar-benar enak!"

"Benar, ini enak! Besok adalah tanggung jawabku menafkahi, aku akan memberikan dia bonus garam dan madu, agar dapat masakan lezat!" ucap Pidi pada Bayu.

"Bagus, bagus, bagi aku ya!"

1
Musdalifa Ifa
semangat semangat dan semangat up Thor💪
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
semangat up nya lagi akak, di tunggu
Lestari Ami'ne Zia
🥰🥰🥰uupp yg bnyk thorrr..... pidi sudah suka liya dari kecillll
Shakila🪼
Ceritanya mirip dengan PF Ta-pon judul nya "Istri Gendut Yang Dibenci" disana sudah banyak cm beda nama-nama tokohnya aja semuanya mirip
Lestari Ami'ne Zia
kirain hari ini up😌
Musdalifa Ifa
penasaran lanjutannya 🤔
Lestari Ami'ne Zia
Alhamdulillah up up up💪💪💪💪
sasa adzka
🤣🤣🤣 belum tau aja jiwa liya yg sekarang agak bar bar😂😂😂 ayooo liya program diet🤭
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
jadi gak sabar nunggu perubahan Liya menjadi cantik lagi 😁
Lestari Ami'ne Zia
semoga up LG
Lestari Ami'ne Zia
hahaha.....dasar Loki akal bulusss
Lestari Ami'ne Zia
takoballahu minba wa mingkum thor Alhamdulillah up jg😍😍
Musdalifa Ifa
selamat hari raya idul Fitri juga Thor, mohon maaf lahir dan batin bila ada komentar ku yg menyinggung perasaan atau menyakiti hati author 🙏
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
selalu di tunggu kehadiran nya akak
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
Selamat hari raya idul fitri juga ya kak, maafkan lahir dan bathin
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
Yani
semangat Thorr, lanjut lagi crita nya 🫰🏻🥰🥰
Yani
wah makacih Thorr sdh double upadate 🥰🥰🥰🥰
Yani: sorry typo
total 1 replies
Musdalifa Ifa
Thor kok tidak up" kami nunggu up dari mu jangan lama" yah😔
Rozh: mulai hari ini up ya kak. kmrin sibuk menyambut lebaran🥰
total 1 replies
★Xia★
thor seru banget aduhh semangat ya
★Xia★: sama²
total 2 replies
Lestari Ami'ne Zia
kok g up up
Rozh: nanti kak, kmrin masih sibuk lebaran
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!