NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Investigasi Ziva

​​"Ziva, kau gila? Kalau Kepala Forensik tahu kau menyusup ke sini tengah malam begini, izin praktekku bisa dicabut!"

​Aldi, teman kuliah Ziva yang kini bekerja sebagai ahli forensik kepolisian, mendesis panik. Dia berdiri di depan pintu laboratorium yang terkunci rapat, berjaga-jaga sementara Ziva membungkuk di atas mikroskop elektron. Ruangan itu dingin dan berbau bahan kimia menyengat.

​"Diamlah, Al. Kau berhutang nyawa padaku waktu ujian anatomi semester lima. Anggap saja ini lunas," sahut Ziva tanpa mengalihkan pandangannya dari lensa mikroskop.

​Di bawah lensa itu, tergeletak sampel puing dan sisa cairan obat yang diambil Aldi diam-diam dari lokasi ledakan pabrik Drystan. Bentuknya seperti gumpalan arang hitam yang lengket.

​"Tapi Ziva, polisi sudah menyimpulkan itu kelalaian penyimpanan! Ada tumpukan kardus yang korslet," Aldi mencoba membujuk Ziva untuk berhenti. "Kau mau cari apa lagi?"

​"Kebenaran," gumam Ziva.

​Tangan Ziva memutar fokus mikroskop. Matanya menyipit tajam. Dia melihat struktur molekul dari residu obat yang terbakar itu. Seharusnya, vitamin yang diproduksi pabrik Elzian akan hancur menjadi karbon biasa jika terbakar. Tapi ini berbeda.

​Ada kristal-kristal halus berwarna ungu pudar yang menempel di antara sisa karbon itu.

​"Al, lihat ini," perintah Ziva.

​Aldi mendekat dengan enggan, mengintip ke dalam mikroskop. "Apa? Itu cuma sisa pewarna kapsul, kan?"

​"Bukan. Pewarna kapsul Drystan itu food grade, larut dalam air. Kristal ini tidak larut," Ziva mengambil pipet, meneteskan cairan reagen khusus ke atas sampel itu.

​CESS.

​Asap tipis mengepul. Kristal ungu itu berubah warna menjadi merah darah.

​Mata Aldi membelalak. "Astaga... itu Kalium Permanganat?"

​Ziva menegakkan tubuhnya, senyum dingin terukir di bibirnya. "Tepat. Oksidator kuat. Kalau zat ini dicampur dengan gliserin atau fosfor yang kutemukan di foto tadi... BOOM."

​Ziva melepas sarung tangan lateksnya dan membuangnya ke tempat sampah medis. Wajahnya serius.

​"Ini bukan kecelakaan, Al. Dan ini bukan kelalaian penyimpanan seperti tuduhan Adrian."

​"Maksudmu?"

​"Zat ini tidak mungkin 'tidak sengaja' ada di sana. Kalium Permanganat tidak digunakan dalam pembuatan vitamin," jelas Ziva cepat, otaknya merangkai fakta seperti menyusun puzzle. "Satu-satunya cara zat ini bisa bereaksi sedahsyat itu adalah jika ada seseorang yang menuangnya secara manual ke dalam tangki pencampur sebelum proses pemanasan. Atau..."

​Ziva menatap Aldi tajam.

​"...atau menyuntikkannya ke dalam kemasan jadi yang siap kirim."

​Aldi menutup mulutnya tak percaya. "Sabotase? Tapi siapa? Sistem keamanan pabrik itu ketat sekali."

​"Itulah kuncinya. Pelakunya pasti orang dalam. Orang yang punya akses ke gudang logistik, orang yang tahu jadwal pengiriman, dan orang yang cukup gila untuk meledakkan tempat kerjanya sendiri," simpul Ziva.

​Dia menyambar tasnya. "Terima kasih, Al. Analisismu akan kucatat sebagai bantuan anonim."

​"Ziva! Kau mau ke mana?!" teriak Aldi tertahan saat Ziva sudah berlari keluar pintu lab.

​Ziva tidak menjawab. Dia berlari menyusuri lorong rumah sakit yang sepi menuju pintu keluar darurat. Hujan deras mengguyur kota malam itu, seolah mendukung suasana mencekam yang sedang terjadi.

​Ziva merogoh saku jasnya, mengeluarkan ponsel, dan menekan nomor Elzian.

​Panggilan tersambung pada dering pertama.

​"Kau di mana?!" suara Elzian terdengar panik dan marah di seberang sana. "Aku cek di kamar, kau tidak ada! Di luar bahaya, Ziva! Wartawan mengepung rumah!"

​"Aku tahu caranya, Elzian," potong Ziva, mengabaikan kepanikan suaminya. Dia berteduh di halte bus yang kosong, air hujan membasahi ujung sepatunya.

​"Apa?" nada suara Elzian berubah bingung.

​"Ledakan itu. Aku sudah dapat buktinya dari lab forensik. Itu sabotase manual. Ada residu katalisator yang disuntikkan ke produk," jelas Ziva dengan napas memburu.

​Hening sejenak di ujung telepon. Hanya suara napas berat Elzian yang terdengar.

​"Siapa pelakunya?" tanya Elzian, suaranya berubah menjadi geraman rendah yang menakutkan.

​"Belum tahu pasti. Tapi logikanya sederhana. Kalau dia mau menghancurkan reputasimu total, meledakkan satu pabrik saja tidak cukup. Dia harus memastikan stok yang sudah dikirim ke gudang distribusi juga tercemar. Supaya saat obat itu sampai ke pasien, korban jiwa akan jatuh dan Drystan Group tamat selamanya."

​"Gudang logistik di pelabuhan..." gumam Elzian, menyadari target selanjutnya. "Itu satu-satunya gudang yang belum diperiksa polisi."

​"Benar," sambar Ziva. "Pelaku itu pasti ada di sana sekarang. Dia harus memusnahkan sisa bukti atau malah menyuntikkan racun lagi ke stok yang akan dikirim besok pagi."

​"Aku akan kirim Raka dan tim keamanan kesana sekarang," putus Elzian.

​"Jangan!" cegah Ziva cepat. "Kalau Raka datang membawa pasukan, pelakunya akan kabur atau malah meledakkan gudang itu sebelum kalian sampai. Dia pasti punya mata-mata yang mengawasi pergerakanmu."

​"Lalu aku harus apa? Diam saja menunggu perusahaanku jadi abu?!" bentak Elzian frustrasi.

​"Biar aku yang masuk," ucap Ziva tenang.

​"JANGAN GILA!" teriak Elzian. "Kau dokter, bukan pasukan khusus! Di sana gelap, sepi, dan ada psikopat yang bawa bahan peledak! Aku tidak izinkan!"

​"Dengar, Tuan CEO yang keras kepala!" Ziva membalas tak kalah keras. "Pelaku tidak akan curiga pada petugas kebersihan atau inspeksi kesehatan. Aku punya akses itu. Aku bisa masuk tanpa memicu alarm."

​Sebuah taksi melintas. Ziva melambaikan tangan, memberhentikannya.

​"Ziva, pulang. Sekarang. Itu perintah."

​"Maaf, Suamiku. Perintah ditolak demi keselamatan aset keluarga," Ziva membuka pintu taksi. "Siapkan tim Raka di radius satu kilometer. Tunggu sinyal dariku."

​"ZIVA!"

​Ziva memutus sambungan telepon. Jantungnya berdegup kencang, campuran antara takut dan nekat. Dia tahu ini gila. Dia tahu dia bisa mati konyol. Tapi membayangkan wajah lelah Elzian dan fitnah keji Adrian, darah Ziva mendidih.

​"Ke Gudang Logistik Pelabuhan Utara, Pak. Cepat," perintah Ziva pada sopir taksi.

​Dia menatap layar ponselnya yang kini menampilkan foto profil Elzian.

​"Akan kutangkap tikus itu untukmu," bisiknya. "Malam ini juga."

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!