Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Bayu dan Miranda memutuskan untuk pergi ke rumah baru mereka, mungkin dengan menghabis kan waktu berdua di rumah itu bisa membuat kegagalan bulan madu mereka sedikit terobati.
Membayangkan tinggal di rumah Mewah, sudah membuat Miranda melupakan sedikit kesedihan nya karena di pecat oleh Vira. Setidak nya walaupun dia sudah di pecat tapi dia sudah memiliki rumah impian nya.
"Mas, sebaik nya kita tinggal di rumah kota saja. Aku tidak mau tinggal bersama ibu, rumah nya terlalu kecil dan sempit di banding kan rumah kita!" Miranda berkata pada Bayu.
"Iya sayang, kota akan segera tinggal di rumah baru kita!" Bayu mengangguk kan kepala nya.
Mereka berdua tiba di depan rumah megah itu, senyum mengembang di sudut bibir Miranda. Setidak nya impian nya untuk tinggal di rumah mewah kini menjadi kenyataan.
Miranda segera mengeluarkan kunci yang sudah dia bawa dari dalam tas nya, dia memasuk kan kunci itu dan memutar nya. Tapi kunci itu tidak berputar dan pintu nya pun tidak terbuka.
"Loh, kok tidak bisa? Apa kunci nya rusak ya!" Miranda kembali mencoba membuka pintu tapi tetap saja gagal.
Berkali - kali Miranda coba membuka kunci pintu, tapi tetap tidak bisa.
"Coba mas yang buka!" Bayu pun menggantikan Miranda mencoba membuka memutar kunci.
"Kok tidak bisa ya? Apa mungkin kunci nya rusak?" Bayu memperhatikan kunci yang ada di tangan nya dengan seksama.
"Bagai mana mas?" Tanya Miranda sambil memperhatikan Bayu.
Bayu kembali mencoba, tapi tetap saja gagal.
"Tidak bisa, pintu nya tetap tidak terbuka!" Ujar Bayu yang masih terus mencoba.
Seketika Miranda menjadi lemas, rumah mewah impian nya kini tidak bisa di buka.
"Mas, mungkin kah ini ulah dari istri mu?" Miranda bertanya pada Miranda.
"Vira, mungkin kah ini ulah nya Vira?" Bayu juga ikut menduga semua ini adalah ulah Vira.
"Vira benar - benar keterlaluan mas, dia sudah merampas semua nya dari kita. Pekerjaan, perusahaan, mobil dan sekarang rumah. Aku tidak bisa terima ini mas!" Miranda menendang pintu dengan kasar.
Bayu meraup wajah nya dengan kasar, Vira sudah sangat keterlaluan. Dia membuat kehidupan Bayu jungkir balik dalam waktu dekat, semua nya hancur seketika.
"Mas, sekarang juga kita harus pergi ke kantor pemasaran. Kita harus memastikan semua nya!" Miranda memberi usul pada Bayu.
"Ayo!" Jawab Bayu lesu.
Kedua sejoli itu bergegas pergi ke kantor pemasaran, untuk memastikan dugaan mereka. Niat Miranda ingin menghabis kan waktu berdua bersama suami nya di rumah baru mereka, tapi sekarang semua nya juga menemui kegagalan. Vira sudah satu langkah di depan mereka, tindakan Vira begitu cepat dan rapi.
"Permisi pak, saya ingin bertanya kenapa rumah nomor 15 B tidak bisa di buka pintu nya, apakah mungkin kunci nya sudah rusak!" Bayu langsung memberi tahu masalah nya pada salah satu petugas yang masih berada di kantor pemasaran itu.
"Tunggu sebentar pak, kami cek dulu!" Pria itu langsung memerika komputer nya dan mengecek nya dengan teliti.
"Maaf pak, rumah itu sudah di lunas oleh seorang perempuan yang bernama bu Vira!" Petugas itu menjelaskan pada Bayu dan Miranda.
"Apa? Vira sudah melunasi nya?" Bayu terkejut mendengar fakta itu.
"Iya pak, beberpa hari yang lalu bu Vira datang dan langsung melunasi pembayaran rumah itu!" Jelas petugas itu lagi.
"Jika rumah ini sudah lunas, lalu di mana sertifikat rumah ini?" Bayu bertanya lagi.
"Sertifikat rumah ini sudah di bawa oleh bu Vira!" Jawab Petugas itu lagi.
Seketika Bayu dan Miranda merasakan lutut nya yang terasa lemas, seolah- oleh tidak mampu lagi menahan beban tubuh mereka.
"Mas, Istri mu itu adalah wanita ular. Kenapa kau masih mempertahankan dia, sebaik nya cerai kan saja dia!" Miranda semakin geram dengan apa yang di lakukan oleh Vira pada mereka.
"Ini tidak bisa di biar kan, semakin lama Vira semakin menjadi!" Bayu mengepal kan tangan nya hingga buku - buku tangan nya memutih.
"Lalu sekarang kita harus bagai mana mas? Kita sudah kehilangan segalanya!" Miranda kini menangis di hadapan laki - laki yang sudah menjadi suami siri nya tersebut.
"Sebaik nya kita kembali ke rumah ibu, kita akan cari solusi nya nanti setiba nya di sana!" Bayu membimbing Miranda untuk pergi meninggal kan tempat itu.
Kedua nya segera pulang ke rumah bu Tuti dengan wajah kusut seperti baju yang belum di setrika. Bu Tuti dan Raya melihat kedua nya pulang lebih cepat dengan wajah kusut, mata Miranda sembab karena tadi dia menangis.
"Kenapa kalian pulang lagi? Bukan kah tadi kalian bilang kalian mau menginap di rumah baru kalian. Kok sekarang sudah pulang?" Pertanyaan beruntun dari bu Tuti menjadi sambutan kedatangan mereka.
Bayu dan Miranda tidak menjawab pertanyan dari bu Tuti, kedua nya duduk di sofa dengan lesu. Raya yang batu saja pulang keheranan melihat wajah kusut kakak dan kakak ipar nya.
"Mas Bayu, Mbak Miranda, ada apa ini?" Tanya Raya sambil menatap mereka secara bergantian.
Bayu menarik nafas panjang, lalu menghembus kan nya secara perlahan. Seperti nya dia butuh pasokan oksigen yang lebih banyak, dada nya terasa sesak karena semua kejadian buruk yang sudah menimpa nya dalam beberapa hari terakhir ini.
"Vira semakin kelewatan bu, sekarang dia juga merampas rumah yang Bayu belikan untuk Miranda!" Bayu mulai mengadukan semua nya pada ibu nya.
"Loh, kok bisa?" Raya yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi sedikit keheranan mendengar cerita kakak nya.
"Iya Bayu, bagai mana bisa?" Bu Tuti pun pemasaran dengan apa yang di katakan oleh putra nya.
Bayu lalu menceritakan pada ibu nya, bahwa Vira sudah melunasi rumah yang dia beli untuk Miranda. Bahkan sertifikat rumah itu sekarang ada di tangan Vira.
"Ini tidak bisa di biar kan lagi Bayu, Vira harus segera di hentikan. Jika tidak dia akan semakin menginjak harga diri mu!" Bu Tuti menghasut Bayu.
"Benar sekali kak, mbak Vira harus di kasih pelajaran. Lihat lah sekarang bahkan dia sudah merampas semua nya dari mu, dia juga menolak memberikan uang bulanan untuk ibu dan juga uang kuliah ku!" Raya juga ikut memanasi kakak nya.
"Aku akan pergi ke rumah Vira malam ini, aku akan mengurus semua nya. Ini tidak bisa di biar kan lagi, Vira harus di beri pengertian!" Bayu berkata dengan geram.
"Aku ikut mas, aku tidak akan diam saja di giniin sama istri tua mu itu!" Miranda berkata pada Bayu.
"Tidak Miranda, kau tetap di sini, biar kan aku yang bicara dengan Vira!" Bayu menolak mengajak Miranda menemui Vira.
"Tapi mas,,,!"
"Miranda, dengar kan mas baik- baik. Mas adalah kepala keluarga, jadi biar kan mas menyelesaikan semua nya!" Bayu membujuk Miranda agar tidak ikut ke rumah Vira.
"Baik lah mas!" Miranda akhir nya setuju dan membiar kan Bayu pergi ke rumah Vira sendirian.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅