NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:42.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Kinara merasakan dadanya mencelos ketika jarak di antara mereka benar-benar menghilang. Kehadiran Farhan terasa begitu dekat, begitu nyata, hingga membuat napasnya sedikit tersengal tanpa ia sadari. Rasa gugup dan debaran di dadanya semakin kuat saat tangan Farhan menggenggam jemarinya di kedua sisi, seolah menenangkan sekaligus menahan Kinara agar tetap berada di sana, bersamanya.

Farhan mendekat. Laki laki itu kemudian memberikan ciumannya di bibir, bahu, dan leher Kinara secara bergantian, meninggalkan jejak kehangatan sekaligus kepemilikan yang membuat Kinara menutup matanya dan tanpa sadar menggerakkan kepalanya ketikan tubuhnya berusaha menyesuaikan diri dengan rasa asing yang kini terasa begitu intim.

Kinara terdiam.

Di antara napas yang saling berkejaran dan detak jantung yang belum juga tenang, ia memilih untuk berhenti melawan kegugupannya. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam sentuhan Farhan pada tubuhnya dan dalam malam yang perlahan membawa mereka ke sebuah titik baru—titik di mana dua jiwa mereka akhirnya sepakat untuk saling percaya sepenuhnya.

Beberapa saat kemudian Farhan memberikan sentuhan dan kecupannya di bukit kembar Kinara, membelainya dengan lembut, dan mengulum puncaknya dengan bibirnya yang mana kehangatan dan sensasi itu menjalar perlahan di tubuh Kinara dan membuatnya tanpa sadar merespons, tubuhnya bergerak kecil seolah mencari pegangan di tengah perasaan yang semakin sulit ia kendalikan.

Nama Farhan terucap lirih dari bibirnya, berkali kali, sebagai ungkapan dari rasa yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Setelah berhasil membuat bukit kembar Kinara penuh dengan jejak kepemilikannya, Farhan kemudian meminta Kinara untuk membuka kakinya dan mengijinkan kepemilikannya masuk ke dalam mahkota kehormatannya.

Mendengar permintaan suaminya itu, Kinara langsung menarik napas dalam-dalam untuk mempersiapkan dirinya, lalu tanpa membantah permintaan suaminya, ia pun segera membuka kedua kakinya yang memudahkan Farhan untuk mengarahkan kepemilikannya masuk ke dalam mahkota kehormatannya.

"M-mas..... Sakit...." Rintih Kinara saat ia merasakan perih dan sakit pada mahkota kehormatannya ketika suaminya itu tengah berusaha membuat kepemilikannya masuk semakin dalam ke dalam mahkota kehormatan Kinara.

"Maafin mas ya sayang, mas sayang kamu, kamu tahan sebentar ya, bentar lagi nggak akan sakit kok." Ucap Farhan saat menggerakkan pinggulnya ke atas ke bawah sembari berusaha untuk menenangkan perasaan Kinara.

Kinara mengangguk, ia mencoba untuk mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya dengan memeluk tubuh suaminya dengan erat sembari membiarkan suaminya itu menuntaskan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang suami saat menggauli istrinya.

Beberapa menit akhirnya berlalu, Kinara akhirnya merasakan rasa sakit itu perlahan menghilang yang kini digantikan oleh kenikmatan. Farhan yang melihat istrinya itu tidak lagi merasakan sakit, akhirnya mempercepat ritme bercintanya terhadap Kinara, membuat istrinya itu berkali-kali meneriakkan namanya hingga akhirnya ketika ia telah berada dalam puncak kenikmatan, Farhan pun segera membasahi mahkota kehormatan Kinara dengan cairan pelepasannya dan menyudahi bercintanya terhadap Kinara.

Malam semakin larut, Farhan perlahan menahan napasnya, lalu menurunkan tubuhnya dari tubuh istrinya. Ia mengulurkan tangannya untuk mengusap kening Kinara yang basah oleh keringat dengan sentuhan penuh kehati-hatian, seolah takut jika gerakannya terlalu kasar. Jarinya menyapu rambut Kinara yang menempel di pelipis, lalu menyusuri pipinya dengan lembut.

Kinara memejamkan matanya dan membiarkan dirinya bernapas lega. Tubuhnya terasa lelah, tapi hatinya terasa hangat dan bahagia karena ia telah sepenuhnya menjadi istri Farhan. Farhan kemudian berbaring di sampingnya. Ia menarik selimut, lalu menarik tubuh Kinara mendekat hingga istrinya itu berada dalam pelukannya. Kinara menurut, ia menyandarkan kepalanya di dada Farhan untuk mendengarkan detak jantung suaminya yang perlahan kembali stabil.

Farhan kemudian mengecup pelan puncak kepala Kinara.

“Terima kasih…” ucapnya lirih, suaranya nyaris berbisik. “Terima kasih sudah percayakan dan menyerahkan kehormatan kamu sama mas, Kinara. Malam ini adalah malam yang sangat berarti buat mas.”

Kinara tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk kecil, lalu merapatkan tubuhnya lebih dekat, tangannya mencengkeram bahu Farhan dengan lemah namun penuh rasa aman. Untuk pertama kalinya, ia tidak lagi merasa canggung berada sedekat ini dengan suaminya. Tidak ada jarak. Tidak ada keraguan. Hanya mereka berdua.

Meninggalkan Farhan dan Kinara yang akhirnya telah sepenuhnya bersatu dan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya, di sebuah sudut negara yang lain dan jauh dari keheningan hangat kamar Farhan dan Kinara, gemerlap lampu kristal menyilaukan sebuah gedung megah di jantung Paris.

Sebuah panggung runway memanjang seperti garis nasib. Musik berdentum keras, lampu sorot bergerak cepat, dan ratusan pasang mata tertuju pada satu nama yang sejak beberapa tahun terakhir selalu menjadi pusat perhatian: Adilla.

Ia melangkah dengan penuh percaya diri.

Gaun rancangan butik ternama yang melekat di tubuhnya menjuntai anggun dan berkilau di bawah cahaya lampu. Setiap langkahnya terlihat presisi. Kamera-kamera berlomba mengambil fotonya. Bisikan kagum terdengar di antara penonton desainer, editor majalah fashion, klien-klien besar yang selama ini menjadikan Adilla sebagai wajah dari model profesional.

Adilla tahu betul ia berada di puncak karir. Dan justru karena itulah, ada mata lain yang menatapnya dengan perasaan berbeda.

Di balik tirai panggung, seorang model lain berdiri dengan rahang mengeras. Senyum palsu terpasang, tapi matanya penuh iri yang tidak lagi bisa disembunyikan. Bertahun-tahun ia mencoba menyaingi Adilla. Bertahun-tahun pula ia selalu kalah oleh wajah Adilla, oleh aura Adilla, oleh nama yang selalu lebih dulu dipanggil klien. Dan malam ini, rasa iri itu berubah menjadi keputusan yang licik.

Tidak ada yang melihat ketika beberapa menit sebelum giliran Adilla tampil, tangan itu bergerak cepat. Tidak ada suara. Tidak ada saksi. Hanya sebuah pengait kecil di bagian dalam high heels yang sengaja dilonggarkan. Hampir tak terlihat. Hampir sempurna.

Sebuah sabotase kecil dengan dampak yang besar. Tubuh Adilla menghantam tepi panggung runway dengan keras. Teriakan kecil terdengar dari penonton. Alunan musik yang mengiringi jalannya fashion show langsung berhenti. Kamera-kamera yang tadinya memuja penampilan Adilla kini menangkap satu momen yang tak pernah ingin Adilla lihat dalam hidupnya.

Wajahnya pucat.

Rasa sakit menjalar dari pergelangan kaki hingga betisnya dengan tajam, menusuk, dan membuat napasnya tercekat. Ia mencoba bangkit, tapi kakinya tidak bisa menopang tubuhnya. Setiap gerakan kecil hanya membuat rasa sakit itu semakin menjadi.

“Adilla!” teriak beberapa kru yang berlari ke arahnya.

Tirai panggung ditutup dengan cepat. Keributan terjadi di belakang panggung. Gaun mahal itu kini tak lagi terlihat anggun—ia hanya menjadi saksi bisu dari sesuatu yang hancur. Air mata Adilla akhirnya jatuh. Bukan karena malu. Tapi karena ia tahu ini bukan cedera biasa.

1
pi
bagus bgt ceritanya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang lima nya kak😍🙏
total 1 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Kamu harus terima konsekuensinya Adilla, apa yang telah kamu perbuat terhadap Farhan.
Artinya harus siap menerima akibat atau hasil dari setiap pilihan dan tindakan yang telah kamu lakukan, baik itu baik maupun buruk, karena semua perbuatan pasti memiliki dampak yang harus dihadapi sebagai bagian dari hukum sebab-akibat untuk belajar tanggung jawab dan berkembang.
Ini melibatkan keberanian untuk menghadapi hasil, tidak menyalahkan orang lain, dan belajar dari pengalaman tersebut...🤗
Rudy Bintarto
doubel up dong Thor,LG seru ni
Tini Kartini
tamat nya ga puguh ah ?
Tini Kartini
smg farhan tdk tergoda lg
Tini Kartini
tdk akan menyesal kalau sdh sholat istikharah dlm memutuskan sesuatu
Erfin Susanti
aku suka karakter utama laki2 yang super dioer tegas jangan sampai lengah dan berubah ya harus tegas kasihan nti ardilla dia permata berluan jaga dan jangan pernah oeduli dengan bat kali
Tini Kartini
apakah sebelum.tayang ..ketikan nya di koreksi dulu... krn kadang ada kata2 yg krg pas ..atau yg slh spt nama ...hrs nya ardhan jd farhan... atau puspa jd pusap..
maaf hanya sbg koreksi sj🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: maaf kak kl ada yang salah penulisannya soalnya aku buat narasinya, malam.
total 1 replies
Rudy Bintarto
doubel up dong Thor,,,LG seru
keynara
semoga Farhan nggak tergoda sama Adilla lagi
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Menurut saya itu hanya mitos sih Kinara...🤔

Memang dalam beberapa budaya, benda yang pecah, terutama yang berhubungan dengan seseorang atau kenangan tertentu, dianggap sebagai tanda akan datangnya musibah.
Mitos ini sering kali dikaitkan dengan kepercayaan bahwa roh atau energi tertentu mencoba menyampaikan pesan melalui peristiwa tersebut.
Di beberapa tradisi, khususnya di negeri konoha, pecahnya kaca dianggap sebagai pertanda buruk karena kaca sering dikaitkan dengan refleksi jiwa seseorang.
Ada juga yang percaya bahwa jika foto seseorang jatuh dan pecah, itu bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut akan mengalami nasib buruk atau bahkan kemalangan...🤭😊
Susma Wati
adilla sadar diri kalau mau jadi pelakor, mana mau farhan dengan harga diri adilla yang murah an, tapi farhan dan kinara tetep hati2, karena adilla akan berbuat licik untuk mendapatkan farhan mungkin dengan menjebak mereka untuk berpisah
Agunk Setyawan
pokoknya jgn sampe Farhan balik sama adila
Suyati
lah kok udah hbs aja🤭
Suyati
jangan sampe adila balik k farhan thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: siap kak
total 1 replies
Suhadi Mulyo
lanjut kak
Khumaira Nur Rahma
langgeng terus ya kalian, biar nggak mudah goyah sama pelakor.
Suyati
MasyaAllaah Tabarakallah , ikut terharu bcnya
Suyati
semoga samawa y
Suyati
farhan orang tuamu sangat sayang pd mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!