NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:45.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotak Bekal

Malam harinya, Gus Azlan dijadwalkan mengisi kajian singkat di masjid khusus putri.

Ini adalah momen yang selalu dinanti para santriwati termasuk para ustadzah.

Zunaira duduk di barisan belakang dan berusaha menundukkan pandangan namun telinganya terpasang tajam untuk mendengar setiap kata yang keluar dari lisan suaminya.

Gus Azlan duduk di balik tabir, suaranya yang bariton menggema melalui pengeras suara.

"Para santriwati dan asatidzah sekalian." mulai Gus Azlan dengan tegas.

"Malam ini kita akan membahas sedikit tentang konsep Al-Hubbu Fillah, mencintai karena Allah. Mencintai karena Allah itu tidak selalu harus ditunjukkan dengan kemegahan di depan manusia." ujar Gus Azlan.

Ia terdiam sejenak dan suaranya melunak, entah apa yang dipikirkan Gus Azlan.

"Terkadang cinta yang paling mulia adalah cinta yang dijaga dalam doa yang sunyi, cinta yang rela menahan diri demi kemaslahatan yang lebih besar. Sebagaimana kisah Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah yang cintanya tidak diketahui oleh setan sekalipun hingga tiba waktu yang tepat." ucap Gus Azlan.

Azlan melanjutkan dengan mengutip sebuah hadis yang begitu indah untuk didengar.

"Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh ia telah menyempurnakan imannya." (HR. Abu Dawud).

Di barisan belakang Zunaira merasa air matanya menggenang, ia tahu pesan itu dialamatkan untuknya.

Gus Azlan sedang menguatkan batinnya melalui mimbar, dan Gus Azlan sedang mengatakan bahwa kerahasiaan ini bukan karena ia malu memilikinya, melainkan karena ia ingin menyempurnakan iman dan melindungi kehormatannya.

Namun tidak semua hal berjalan semulus doa, di akhir kajian saat para ustadzah mulai bubar, Ustadzah Sarah mendekati Zunaira.

Ustadzah Sarah adalah senior yang dikenal memiliki intuisi tajam dan terkadang sedikit usil.

"Zu, tadi aku lihat Faiz kasih sesuatu padamu ya?" tanya Sarah sambil merapikan mukenanya.

Zunaira berusaha tetap tenang.

"Oh itu... titipan dari Gus Azlan untuk bagian kurikulum Mbak, katanya ada data yang harus diperbaiki." jawab Zunaira.

"Data kurikulum kok bentuknya susu kurma dan vitamin?" selidik Sarah dengan senyum penuh arti.

"Gus Azlan itu biasanya kalau kasih instruksi lewat Ustadz Khalid atau langsung di rapat resmi tapi kok tumben sekali perhatian sama kesehatan ustadzah junior?" seru ustadzah Sarah dengan penasaran.

Zunaira tersenyum tipis dan mencoba mencari alasan logis.

"Mungkin karena kemarin saya sempat pingsan waktu Ning Syifa datang Mbak, Gus Azlan sebagai pengasuh mungkin merasa bertanggung jawab agar tidak ada tenaga pengajar yang jatuh sakit lagi karena pesantren kan sedang sibuk-sibuknya." Zunaira mencari alasan yang tepat.

Sarah mengangguk-angguk, meski matanya menunjukkan ia belum sepenuhnya percaya.

"Ya sudah kalau begitu, tapi hati-hati Zu karena di pesantren ini tembok pun punya telinga. Apalagi kalau menyangkut Gus Azlan, fansnya banyak lho, jadi jangan sampai kamu jadi sasaran omongan hanya karena perhatian kecil seperti itu." ustadzah Sarah mewanti-wanti Zunaira agar berhati-hati walaupun ustadzah Sarah tidak tahu tentang hubungan Zunaira dan Gus Azlan.

"Terima kasih pengingatnya, Mbak." jawab Zunaira santun, meski dalam hati ia beristighfar berkali-kali.

Malam itu, sebelum tidur, Zunaira melaksanakan shalat hajat, di dalam sujudnya yang panjang, ia mengadu pada Sang Pemilik Hati.

Ia menyadari bahwa pernikahan rahasia ini bukan hanya tentang manisnya saling berkirim pesan melalui kurir kecil, tapi juga tentang ujian mental menghadapi kecurigaan orang-orang di sekitarnya.

Ia mengambil Kitab Tafsir Jalalain maharnya dan di halaman depan ia menemukan sebuah coretan tangan Gus Azlan yang baru ia sadari:

“Untuk istriku yang sabar, setiap detik dalam rahasia ini adalah investasi pahala kita. Bersabarlah, hingga tiba saatnya aku bisa menggandeng tanganmu di bawah terang matahari tanpa perlu ada yang disembunyikan lagi.”

Zunaira tersenyum, rasa lelahnya karena harus bersandiwara seharian seketika sirna.

Ia tahu di gedung ndalem sana, Gus Azlan juga mungkin sedang menatap langit yang sama dan mendoakan hal yang sama.

Kerahasiaan ini justru membuat mereka lebih menghargai setiap pertemuan singkat dan setiap kata yang terucap.

Karena bagi mereka yang terpenting bukan pengakuan dunia melainkan ridha Allah yang telah menyatukan mereka dalam ikatan yang paling suci.

Suara tabuh bedug Dzuhur baru saja usai menggema dari menara masjid utama Pesantren Al-Anwar.

Teriknya matahari memaksa para santri untuk segera berteduh di teras-teras asrama atau bergegas menuju tempat wudhu.

Namun di dapur umum asrama putri yang letaknya cukup tersembunyi, Zunaira nampak sedang sibuk dengan sebuah kegiatan yang tak biasa ia lakukan di jam istirahat.

Sejak subuh tadi hatinya tidak tenang, catatan kecil dan susu kurma dari Azlan kemarin terus membayang, membuatnya merasa bersalah karena selama ini ia hanya menjadi pihak yang menerima.

Sebagai seorang istri, meski dalam balutan rahasia yang pekat Zunaira merasa memiliki kewajiban untuk melayani suaminya.

"Ustadzah Zu? Tumben sekali ke dapur jam segini?" tegur Mbok Nah, kepala dapur yang sudah mengabdi puluhan tahun di pesantren.

Zunaira tersenyum canggung, tangannya masih sibuk mengulek sambal bajak yaitu sambal kegemaran Gus Azlan yang pernah disebutkan Ummi Salamah dalam obrolan rahasia mereka.

"Iya, Mbok, tiba-tiba ingin masak sedikit. Kebetulan saya punya simpanan bahan di lemari kecil." jawab Zunaira.

"Masak apa, Nak? Baunya sedap sekali." Mbok Nah mendekat, hidungnya mengendus aroma ayam goreng bumbu lengkuas yang baru saja diangkat dari penggorengan.

"Hanya masakan sederhana Mbok, untuk... untuk simpanan kalau malam lapar." jawab Zunaira bohong.

Lidahnya terasa kelu, namun demi menjaga kerahasiaan, ia terpaksa melakukannya dan semoga Allah mengampuni dosanya.

Setelah memastikan ayam goreng dan sambal bajaknya tertata rapi dalam kotak bekal yang bersih, Zunaira segera membungkusnya dengan kain serbet berwarna gelap agar tidak mencolok.

Ia harus menyerahkan kotak ini kepada Ummi Salamah di ndalem (kediaman kiai), yang nantinya akan menyampaikannya kepada Gus Azlan sebagai masakan Ummi.

Langkahnya melintasi koridor penghubung asrama putri ke kediaman utama terasa sangat berat.

Setiap kali berpapasan dengan santriwati, ia merapatkan bungkusan itu ke dadanya.

"Assalamu’alaikum, Ustadzah Zu, mau ke ndalem?" tanya seorang santri senior yang sedang membawa tumpukan mukena.

"Wa’alaikumussalam, iya mau menyerahkan laporan bulanan ke Ummi." jawab Zunaira singkat tanpa menghentikan langkah.

Sesampainya di pintu samping ndalem, ia disambut oleh Ning Arifa yang sedang duduk di kursi rotan sambil menemani Naura bermain boneka.

Mata Ning Arifa langsung berbinar saat melihat bungkusan yang dibawa Zunaira.

"Wah, wah... ada yang bawa upeti buat sang pangeran ya?" bisik Ning Arifa dengan nada menggoda yang sangat kentara.

Zunaira tersipu, wajahnya memerah namun segera Zunaira atasi agar tidak semakin digoda oleh sang adik ipar.

"Ssstt... Ning Arifa jangan keras-keras, ini... ini hanya sedikit lauk untuk Mas Azlan." sahut Zunaira.

Naura yang mendengar nama pamannya disebut, langsung menoleh.

"Ustadzah Zu bawa kado buat Paman Azlan? Naura mau lihat! Paman lagi sedih lho, Ustadzah. Tadi Naura lihat Paman cuma minum kopi, nggak mau makan nasi." seru bocah kecil itu.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
gak ada puas dan sllu ingin mencari celah buat menghancurkan reputasi. Zu si Syifa ini Krn dia SDH di keluarkan TDK hormat mkn dia suruh slh Kel nya buat mata2 yg mn akan. menjadi informan bagi Syifa
Supryatin 123
❤️❤️❤️buat zunairah aku padamu.lnjut thorr 💪💪
Supryatin 123: semoga saja🤭🤭
total 2 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
jawaban yang bagus zunairah
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya ganti baju naura
Supryatin 123
gancatan Syifa semakin aduhai namun lngsung d skakmat sama Zu 🤭🤭❤️❤️ Lnjut thor 💪💪.Ning kok kelakuannya minus gtu syifa.apa jgn2 bukan lulusan pondok🤣🤣
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Rahma Inayah
segala cara baik halus maupun kasar ttp aja Syifa GK BS menghancurkan ponpes Al Anwar jg ikatan pernikahan Zu dan Azlan GK mkn BS bercerai kecuali maut yg rmemishkan merk
Rahma Inayah
lanjut thor
Nifatul Masruro Hikari Masaru
pasangan ini bikin iri aja
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 makin seru❤️❤️
Rahma Inayah
kasian deh km Syifa tiap klu mau buat jahat sllu gagal Krn ada Allah di sisi Kel kyai Hamid yg selalu berdoa tnp putus utk kesejahteraan dan kenyamanan ponpes
Rahma Inayah
GK kapok2 nya Syifa SDH berkali kli berbuat salh dan dipermalukan sendri oleh perbuatannya msh juga mau jahat LG.ning kok kelakuan GK bermoral percuma sekolah tinggi sampai ke arab berilmu byk tp akhlak bobblok ..
Supryatin 123
tak bosan2 si lampir buat kekacauan.semoga usaha Azlan n zunairah berhasil lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Rahma Inayah
malu sendri kan km Syifa mn SDH di skak matt oleh Azlan ..SM pengacara. nyai jg GK enk hati dua malu atas tuduhan Syifa yg TDK ada bukti .SPT bau2 perjodohan LG Ning arifa dan fais 👍👍👍
Kasih Bonda
next Thor semangat
Sulfia Nuriawati
sabar blh tp jgn mw d injak harga diri mu zunairah, sesekali lwn aja scra terbuka biar org tw mn yg tulus mn yg modus, krues mulutnya spy yg kluar cm ucapan baik aja
Rahma Inayah
good Zu semakin HR km semakin tegas dan berani utk mengukp km jln kebnrn nya suoaya Syifa mati kutu apa yg SDH dia fitnah kn PD mu .lawan trs jgn LG k.menunduk Karn takut Krn km skrg SDH JD bagaian Kel kyai Hamid dan jg istri Gus Azlan
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!