NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau pikir kau mencuri masa depanku malam itu, Nick? Tidak. Kau hanya memberi saya alasan untuk menikmati Rasa sakit di masa depan." — Nedine.

Di balik gemerlap statusnya sebagai putri dari seorang ibu tunggal yang sukses, Nadine Saville menyimpan rahasia yang menghancurkan dirinya secara perlahan. Sejak bangku SMA hingga memasuki dunia kampus yang liar di Amerika, ia terikat dalam hubungan gelap dengan Nickholes Teldford.
Bagi dunia, mereka adalah orang asing. Namun di balik pintu tertutup, Nadine adalah pelampiasan nafsu Nickholes yang tak pernah puas. Terjebak dalam kenaifan dan cinta yang buta, Nadine rela dijadikan alat pemuas demi mempertahankan pria yang ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Malam itu di mansion Teldford, Daven masih memutar-mutar kunci kelinci itu di jarinya. Ia mengira itu adalah kunci apartemen, namun ia menyadari sesuatu yang aneh. Ukuran kunci itu terlalu kecil dan desainnya sangat klasik, lebih mirip kunci untuk sebuah kotak penyimpanan rahasia atau buku harian.

Daven tidak menyadari bahwa kunci yang ia pegang adalah kunci brankas kenangan milik Cheryl.

Jauh di sebuah apartemen mewah di sisi lain Manhattan, Cheryl Alton sedang duduk bersandar di pintu kamarnya dengan napas tersengal. Wajah anggun yang ia tunjukkan di kampus tadi luruh sepenuhnya, digantikan oleh gurat kelelahan yang nyata.

Brooklyn bukan sekadar tempat pindah bagi Cheryl, Brooklyn adalah penjara emas. Setelah kebangkrutan singkat yang dialami ayahnya dulu, sang ayah, Alton, menjadi sangat terobsesi pada kontrol dan reputasi.

Selama tiga tahun, Cheryl hidup di bawah pengawasan ketat. Ayahnya melarangnya menggunakan media sosial, menyita ponsel lamanya, alasan sebenarnya mengapa ia hilang kabar, dan mengatur setiap detik hidupnya.

"Kau harus menjadi wanita yang sempurna, Cheryl. Tidak boleh ada lagi kecerobohan, tidak boleh ada lagi pergaulan dengan anak-anak atlet yang hanya tahu cara bermain bola," itu adalah kalimat yang selalu diteriakkan ayahnya.

Ibunya pun ikut berubah. Beliau menjadi bayang-bayang ayahnya yang dingin, memastikan Cheryl belajar etiket, seni, dan bahasa setiap hari tanpa henti. Cheryl dipaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya. Itulah yang membentuk sosok Dewi Marmer yang dilihat Daven di kampus, sebuah mekanisme pertahanan diri agar ia tidak lagi terlihat lemah di mata orang tuanya.

Kepindahannya ke Universitas New York, adalah sebuah skenario pelarian yang sangat rapi. Ayah dan ibunya saat ini berada di London, sangat yakin bahwa putri mereka sedang menempuh studi di Oxford University. Cheryl berhasil memalsukan dokumen penerimaan, memanipulasi surat-surat dari pihak kampus, dan menggunakan tabungan rahasianya untuk menyewa apartemen kecil di New York tanpa sepengetahuan mereka.

Bagi dunia, ia adalah mahasiswi Oxford. Bagi Daven, ia adalah mahasiswi pindahan yang dingin. Namun bagi dirinya sendiri, ia hanyalah seorang buronan yang merindukan kebebasannya kembali.

Cheryl merangkak menuju kolong tempat tidurnya dan menarik sebuah kotak kayu kecil yang tersembunyi dengan baik. Kotak itu adalah satu-satunya barang yang berhasil ia selamatkan saat pembersihan besar-besaran yang dilakukan ayahnya di Brooklyn dulu.

Ia ingin membukanya. Ia ingin melihat kembali satu-satunya hal yang menguatkannya selama tiga tahun dipenjara dalam aturan. Namun, saat tangannya meraba kantin tasnya, ia membeku.

"Kuncinya... di mana kunciku?!"

Cheryl membongkar seluruh isi tasnya. Ia menumpahkan segalanya ke lantai. Matanya mulai berkaca-kaca. Kunci dengan gantungan kelinci patah itu hilang. Itu bukan sekadar kunci; itu adalah akses menuju dunianya yang asli.

Di dalam kotak itu tersimpan foto-foto mereka saat sekolah menengah. Ada foto saat mereka sedang dihukum bersama di perpustakaan, foto diam-diam saat Daven sedang tertidur di kelas dengan mulut sedikit terbuka, dan sebuah foto grup yang diambil teman sekelas mereka saat festival musim panas. Dalam foto itu, Daven sedang merangkul bahu Cheryl, dan Cheryl sedang tertawa dengan pipi bakpao yang sangat menggemaskan.

"Jangan sekarang... kumohon jangan hilang sekarang," isak Cheryl.

Ia merasa hancur. Jika seseorang menemukan kunci itu dan berhasil membuka kotaknya, penyamarannya bisa terbongkar. Dan yang lebih menakutkan, jika ayahnya tahu ia kembali ke New York dan berhubungan dengan Daven Teldford, hidupnya akan benar-benar berakhir.

Kembali ke mansion, Daven mulai meneliti kunci itu dengan lampu belajar yang terang. Ia melihat ada ukiran kecil di batang kuncinya, "C.A & D.T - Forever Lost & Found".

Jantung Daven berdegup kencang. Itu adalah ukiran buatannya sendiri saat mereka kelas dua SMP, saat ia memberikan kotak kayu itu sebagai hadiah ulang tahun Cheryl.

"Ini kunci kotak itu," bisik Daven.

"Berarti... dia membawa kotak itu ke mana-mana? Dia menyimpannya selama tiga tahun?"

Daven langsung berdiri. Rasa bahagia yang tadi ia rasakan berubah menjadi rasa tanggung jawab yang luar biasa. Ia menyadari bahwa Cheryl tidak sedingin yang ia perlihatkan. Jika Cheryl masih menyimpan kotak itu, berarti Cheryl masih menyimpan Daven di dalam hatinya.

Namun, ia juga sadar akan bahayanya. Mengapa Cheryl harus berpura-pura sedingin itu? Mengapa dia pindah secara diam-diam? Daven mulai menyambungkan titik-titik kecurigaannya. Ia teringat bagaimana ketatnya keluarga Alton dulu saat mulai bangkit kembali.

"Kau sedang dalam masalah ya, Bakpao?" gumam Daven.

Daven mengambil jaketnya. Ia tahu ia tidak bisa menunggu sampai besok pagi. Sifat riwehnya kini naik ke level Protektif Maksimal. Ia tidak peduli jika harus mencari di seluruh sudut Manhattan, ia harus menemukan di mana Cheryl tinggal.

"Dia bilang dia sibuk... dia bilang dia anggun... tapi dia menjatuhkan kunci yang paling berharga dalam hidupnya. Kau benar-benar masih Cheryl-ku yang ceroboh," ucap Daven sambil tersenyum tipis, namun matanya memancarkan tekad baja.

Daven keluar dari kamar, melewati Nick yang sedang asyik menonton televisi.

"Mau ke mana lagi, Jagoan? Ini sudah malam," tanya Nick.

"Mencari jawaban, Yah. Dan menyelamatkan seorang buronan," jawab Daven tanpa berhenti.

Nick tersenyum lebar melihat punggung putranya. "Hati-hati! Jangan sampai kau yang ditangkap polisi!"

Daven memacu mobilnya membelah malam New York. Di satu tangan ia memegang kemudi, di tangan lainnya ia meremas kunci kelinci itu. Ia tahu, di suatu tempat di kota ini, Cheryl sedang menangis meratapi kuncinya yang hilang. Dan ia bersumpah, ia tidak hanya akan mengembalikan kunci itu, tapi ia juga akan membongkar kotak rahasia itu bersama Cheryl, memaksa gadis itu mengakui bahwa Dewi Marmer itu hanyalah sebuah topeng untuk melindungi bakpao yang sangat ia cintai.

Keriwehan Daven kini bukan lagi soal mencubit pipi, tapi soal menjadi pelindung bagi pelarian seorang Cheryl Alton.

Pertemuan mereka di kampus besok tidak akan lagi menjadi sekadar akting, karena Daven sudah memegang kunci menuju kebenaran Cheryl.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Endang Sulistia
bagus...ceritanya ringan
Lutfiah Tunnissa
semangat kkk
Lutfiah Tunnissa
hadir kk ceritanya bagus up terus yaa💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!