Seorang gadis cantik bernama Freya Oktavia. gadis cantik yang memiliki sifat tidak bisa diam, usil, Kepo. Tiba-tiba jiwanya bertransmigrasi menjadi pemeran figuran, seorang istri pertama mafia dingin, kejam dan berkuasa bernama kay leroy. Sang figuran dinikahi kay leroy, karena kesalahan informasi. Kay leroy yang mencinta kekasihnya bernama ivana pemeran utama wanita, akhirnya menikahinya dan menjadikannya istri kedua. pernikahan keduanya membuat kay seakan-akan tidak perduli kepada istri pertamanya, yang tak lain seorang figuran bernama freya.
Bagaimana kah kisah freya, menggantikan jiwa figuran istri pertama yang memiliki nama sama, wajah yang sama dengannya, memiliki sifat pendiam dan suka berpakaian norak. Penasaran kan teman-teman ayo baca novel ku😁😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Freya Tinggal Di mansion Pemberian Alex
Matahari mulai undur diri, meninggalkan jejak ungu di tepian awan, cahaya terakhir hari ini terjepit di antara garis cakrawala dan pekatnya malam kian turun, langit kini berubah menjadi kanvas hitam di taburi bintang dan sang rembulan. Mansion yang berdiri kokoh di pinggiran pantai. Cahaya rembulan memantul pada kolam infinity, menciptakan ilusi air yang tak berujung hingga laut lepas.
Kini freya berada di mansion pinggir laut pemberian alex. Seluruh pakaian barang-barang pentingnya telah di pindahkan ke mansion itu.
Freya berada di dalam kamarnya, dia berdiri di balkon kamarnya menatap laut malam hari. Di depannya hamparan samudra hindia terbentang tanpa batas, berkilau keemasan tertimpa cahaya senja. Freya menghirup udara malam dalam-dalam membiarkan aroma garam laut membuat tenang pikirannya.
Frey menyentuh pagar balkon yang terukir halus, merasakan dinginnya material premium yang kini menjadi miliknya. Mansion yang di berikan alex bukan sekedar rumah tetapi istana yang berdiri angkuh di tepi pantai.
"Aku tidak menyangka, aku diberikan mansion sebesar ini oleh alex, aku tahu kemewahan ini memiliki harga, untuk sekarang harga yang manis tetapi jangan sampai harga itu menjadi pahit dan menyesakkan." Gumamnya menatap cakrawala.
Bella datang membawa coklat untuk freya, mendekati freya dan berdiri di sampingnya. "Freya, akhirnya kamu bebas dari tuan muda kay, aku bersyukur. Selama ini kamu hidup begitu menyesakkan, tetapi sekarang kamu bebas dan kamu juga memiliki kekasih sangat tampan dan pastinya kaya raya sekali. Impian semua wanita." Ucapnya memberikan freya dua buah coklat.
Freya tersenyum tipis. "Aku bahagia bella, aku pun tidak menyangka kehidupan ku sangat berubah, memiliki kekasih tertampan dan terkaya aku bersyukur, tetapi kamu pasti tahu, semua itu tidak mungkin ada harganya." Jawab freya membuka bungkus coklat itu.
Bella menatap freya intens. "Maksud kamu? dari kata harga itu ujian mu freya?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
Freya menganggukkan kepalanya. "Kamu kan tahu Bella, Alex sang penguasa, dan aku sekarang menjadi pusat semesta-nya. Lihatlah, dia tidak hanya mencintai ku, tetapi menguasai ku. Setiap langkah yang ku ambil, pasti dia mengawasi ku dan sifat posesifnya itu kamu pasti tahu." Jawabnya tersenyum tipis.
Bella terkekeh kecil. "Iya sangat posesif, maka setiap orang yang berani menatap mu lama akan menghilang dibuatnya." Sambungnya terkekeh. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan freya." Lanjutnya menatap freya. "Karena banyaknya wanita yang kagum kepada tuan muda alex kan?" Sambungnya dengan mata memicing.
Freya menghela napas berat. "Walaupun dia tidak pernah terdengar skandal dengan wanita, aku melihat berita tentangnya, ada dua wanita yang selalu mengejarnya tanpa henti." Sambungnya menatap langit.
Bella mengerutkan keningnya, sedetik kemudian dia tersenyum tipis. "Maksud mu si Alexa dan Alexandra, si wanita kembar tercantik." Jawabnya dengan nada penasarannya.
Freya tersenyum kecut. "Mereka bukan hanya kembar tetapi lihatlah profesi mereka. Artis dan juga pelukis terkenal." Jawabnya dengan nada kesal.
Bella tersenyum kecil. "Kamu tidak usah takut freya, aku yakin tuan muda alex sangat mencintai mu. Untuk si wanita kembar, kamu harus hati-hati saja. Aku memang tidak mengenal mereka. Tetapi, aku sering membaca majalah bisnis dan juga majalah lainnya, mereka itu anak sahabat mendiang ayahnya tuan muda alex. Walaupun mereka dibicarakan dekat, tetapi tuan muda alex jika bersama mereka di jaga ketat oleh pengawalnya." Jawab bella tersenyum tipis.
Freya memakan coklatnya. "Kamu pasti tahu bella, di foto majalah itu mereka memandang alex dengan tatapan memuja, dan aku tahu mereka bukan wanita sembarangan. Aku bukan cemburu, tetapi pasti hidup ku akan di persulit mereka." Jawabnya dengan nada dingin.
Tap... Tap...
Freya dan bella menoleh saat mendengar langkah berat, Freya sangat mengenali langkah itu. Langkah dari seorang pria yang namanya sanggup menghentikan detak jantung para petinggi ekonomi dunia hanya dalam satu teriakan napas. Sang penguasa dunia bawah dan pemilik gurita bisnis global, yang kini sedang menatapnya dengan tatapan penuh posesif yang tidak pernah pudar.
Freya merasakan lengan kokoh melingkar di pinggangnya, menariknya mundur hingga tubuhnya nempel pada dada bidang alex. "Sayang, kenapa keluar tanpa jaket? Angin laut bisa menyakiti mu dan aku tidak suka melihat mu sakit." Desis alex dengan nada berat dan posesif mutlak.
Bella langsung membungkukkan tubuhnya. "Tuan muda alex, freya. Aku pamit." Ucapnya dengan nada gugup, langsung pergi tanpa menunggu jawaban mereka berdua.
Alex mengecupi relung leher freya, sebuah klaim bisu yang menandakan bahwa freya adalah pemilik pribadinya yang paling berharga. Alex langsung membuka jasnya dan membalik tubuh freya, dia memakaikan jas miliknya tersebut. "Ingat, besok-besok berdiri di balkon gunakan jaket." Ucapnya berat dan mutlak.
Alex menyudutkan tubuh freya di antara balkon dan tubuh tegapnya. Dia mengusap bibir freya. "Kenapa tidak menjawab, hmmm?" Tanyanya dengan tatapan dalam.
"Iya kak." Jawabnya dengan nada pasrah nya.
Alex langsung menyambar bibir freya dan menciumnya dengan intensitas penuh gairah.
Ciuman dalam, dia menyesap penuh kuasa. Seolah menegaskan klaim akan dirinya dan hasrat gairahnya. Freya bisa merasakan kekuatan dalam cengkeramannya, cara alex menariknya mendekat, tidak memberinya ruang untuk menolak.
Di bawah langit malam, di tengah keheningan balkon. Alex melepaskan dirinya yang jarang terlihat. Setiap gerakannya, setiap sentuhannya, dipenuhi oleh otoritas yang tak terbantahkan. "Kamu milik ku sayang, balas ciuman ku dengan agresif, ikuti keagresifan ku." Bisik-nya di antara ciumannya dengan suara serak, penuh gairah. Mengingatkan posisi freya dalam dunianya.
Alex melumat bibirnya dengan kuat, lidahnya masuk ke dalam mulut dalam freya dan menjelajah habis mulut dalamnya. Freya membalas ciumannya sesuai keinginan alex. tangan alex masuk ke punggung freya yang tertutup piyama tidur dan mengelusnya.
Freya mencengkram kemeja alex kakinya terasa lemas. Tangan alex membuka pengait belakang Freya. Klik.. terbuka.
"Keluarkan lidah mu sayang." Bisik-nya dengan suara serak. freya hanya bisa mengikuti keinginan alex, tubuhnya berada di pelukan yang erat,penuh kuasa dan tidak bisa menolak.
Freya menjulurkan lidahnya, Alex langsung menghisapnya, memainkan lidahnya dengan lidah freya, lalu menyesapnya. Tangan kanannya memegang tengkuk freya. Tangan kirinya membuka kancing piyama atas freya. Hisapan dan senapan di lidah freya terus di lakukan, hingga freya kehabisan napas dia melepaskannya. Freya terengah-engah.
Ciuman alex berpindah ke leher freya memberikan tanda merah yang banyak, menyesap dan mengecup leher freya. "Kak, jangan disini di--."
Alex langsung mengangkat tubuh freya ala koala tanpa melepaskan tautan bibirnya membawanya masuk ke dalam kamar. "Aku akan mencicipi mu sayang, hanya mencicipi tubuh mu. Seminggu lagi aku akan menikahi mu, tepat di ulang tahun mu." Bisik-nya di sela ciumannya.
Sedangkan di sebuah perusahaan.
Lampu neon akhirnya meredup, setelan seharian menyala tanpa henti. Kay menyandarkannya punggungnya dengan helaan napas panjang. Krisis saham yang hampir menghancurkan kekaisaran bisnisnya telah berhasil di jinakkan. Dia mengambil foto di atas meja kerjanya. Bukan foto pernikahan megahnya dengan ivana istri keduanya, melainkan sebuah foto usang freya, istri pertama yang dia abaikan dan dia lupakan padahal tidak pernah salah.
Rasa bersalah yang selama ini telah dia tekan telah tumbuh menjadi benih cinta yang luar biasa besar. Dia ingin memeluk, meminta maaf dan membangun sisa hidupnya hanya untuk freya. "Besok, aku akan menemui mu, memeluk mu dan mencium mu, aku akan menceraikan ivana." Ucapnya dengan mata penuh kilat obsesi.