Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kak leo
Di sisi lain, zea yang mengintil di belakang mama nya sambil membawa belanjaan merasa kesal. Lantaran dia tidak suka bau-bau yang ada di pasar, mulai dari bau sayur mayur, daging, bau ikan, hingga bau terasi yang sangat menyengat menusuk kedalam hidungnya.
"Ugh, bau banget!" zea bergumam kepada dirinya sendiri, sambil menutup hidungnya.
Mama nya tersenyum dan memandang ke belakang. "Ze, kamu nggak apa-apa?"
Zea menggelengkan kepala. "Nggak papa ma, cuma... bau banget di sini."
Mama nya tertawa pelan. "Iya, pasar memang seperti ini, ze."
Zea tidak menjawab ucapan mamanya lagi, ia berharap bisa segera pulang dan mandi untuk menghilangkan bau-bau yang menempel di tubuhnya.
Kalau tahu akan diajak ke pasar, mana mau zea, sebelumnya dia pernah kepasar menemani mama nya untuk berbelanja juga, namun belum juga masuk terlalu dalam sudah membuat dia mual dan berakhir muntah.
Zea menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mau mengingat kejadian itu lagi.
"Kita beli ayam dulu ya ze." mama nya memimpin jalan mencari penjual ayam yang berkualitas bagus tentunya yang masih segar.
Mereka tiba didepan penjual ayam, zea berdiri di sebelah mama nya melihat-lihat sekitar sambil menunggu. Zea sama sekali tidak melirik kearah potongan ayam dan sekitarnya ia lebih fokus pada suara-suara dipasar.
Tiba-tiba matanya manangkap sekilas sosok yang membuatnya berhenti bernapas. Zea menggosok-gosok matanya sambil berpikir mungkin dia salah lihat, tapi ketika ia membuka matanya lagi sosok itu masih ada disana.
"Hah? mata gue nggak bermasalah kan?" zea kembali menggosok-gosok matanya sedikit kasar, lalu melihat lagi ke arah sana.
"Gue nggak salah liat, itu beneran kak leo!"
Zea langsung berlari ke arah leo dengan spontan, meninggalkan mama nya yang masih sibuk memilih ayam, dengan mata yang berbinar zea memanggil.
"KAK LEO!!"
Zea berteriak dengan keras, membuat mama nya dan penjual ayam di sekitar menoleh ke arahnya.
"Hai kak, kita ketemu lagi." sapa zea.
Leo yang sedang menunggu ayam dan sapi dipotong menjadi beberapa bagian, seketika terkejut mendengar suara yang tidak asing ditelinga nya. Ia menoleh ke arah gadis mungil yang sudah beberapa hari ini membuatnya jengah dan pusing, leo hanya melirik zea dengan ekspresi yang kurang bersemangat, mata berputar ke atas.
"Akhh, lagi..." gumamnya dalam hati.
Leo tidak menjawab sapaan zea, ia malah mengembalikan pandangannya ke penjual ayam, berharap zea mengerti dan pergi.
Namun bukannya pergi zea malah semakin mendekat ke arah leo, dengan senyum yang lebar dan mata yang berbinar. "Kak leo ngapain disini?" tanya zea dengan tersenyum simpul.
"Belanja." leo menjawab dengan singkat dan akurat.
Zea mengangguk-angguk. "Oh beli ayam?"
"Udah jelas kan?" tanya leo dengan santai.
"Apa aja yang dibeli kak leo? zea liat belanjaan kak leo banyak banget."
Leo tidak menjawab, ia memilih untuk membayar ayam dan sapi yang sudah dipotong penjualnya.
"Nomor nya zea tadi disimpan kan kak?" tanya zea.
"Nggak penting."
"Ihh penting tau, gimana kalo kak leo butuh sesuat-
"Nggak bakal." potong leo.
Lalu leo langsung pergi tanpa pamit, meninggalkan zea yang masih berdiri disana.
"Siapa ze?" tanya sang mama, menghampiri zea yang masih berdiri terpaku.
"Kak leo." jawab zea singkat.
Wanita paru baya itu hanya menatap kepergian leo dari balik punggung belakang, senyuman kecil terakah di wajahnya, seolah-oleh dia tahu siapa sosok pemuda tersebut bagi zea.
"Gebetan kamu?" tanya nya kepada zea yang masih menatap pasrah.
"Iya ma."
"Kira-kira cowok itu suka sama kamu juga nggak ze?" tanya sang mama.
"Kayaknya belum sih ma, tapi zea pastiin kalo dia bakalan suka balik ke zea." jawab zea bersemangat.
"Tapi ze....mama perhatiin tadi, leo itu kayak... nggak nyaman sama kehadiran kamu, dia langsung pergi tanpa pamit."
"Perasaan mama aja kali." jawab zea.
"Bener ze! coba untuk sementara waktu kamu jaga jarak sama dia, biar kamu tahu gimana perasaan dia yang sebenarnya, liat reaksinya! kalo dia suka sama kamu pasti dia bakal deketin kamu, tapi kalo nggak, berarti dia nggak sehati sama kamu." mama zea memberikan saran dengan nada yang lembut.
Zea diam sejenak mencerna kata-kata mama nya, tatapannya kosong, pikirannya dipenuhi dengan saran-saran yang sama dari chacha dan angel.
****
Leo masuk ke dalam rumah sambil mentating kantong plastik belanjaannya tadi, dan langsung menuju ke dapur. Dia menghampiri mamanya yang sedang mengobrol dengan sang papa sambil memakan kue kecil berbentuk bunga dengan warna kuning keemasan dan taburan wijen di atasnya.
"Ini ma." leo menyodorkan plastik sayur kepada wanita itu.
Mamanya tersenyum sambil menyambar belanjaan tersebut.
"Makasih sayang mama."
Cup
Wanita itu mencium pipi sang putra dengan senang hati.
"Tampannya anak mama." ujar nya.
"Leo bukan bayi lagi ma." ucap leo kesal, mama nya masih sangat membiasakan tindakan itu kepadanya.
"Tapi bagi mama, kamu tetap bayi tampan mama." ujar sang ibu.
Pria paru baya disampingnya hanya memandang tanpa berkata dan menggelengkan kepala.
"Yaudah, leo pamit ke kamar dulu."
"Iya, kalo sudah bersih-bersih langsung makan ya sayang! ini juga ada nastar."
"Iya ma."
Leo berjalan menuju ke kamarnya, wajahnya masih terlihat sedikit terganggu. Dia melempar tasnya ke sofa dan langsung menuju ke kasur, menghempaskan dirinya di atas tempat tidur tersebut.
"Huft..." dia mengembuskan napas panjang.
Leo mengambil ponselnya dan membuka aplikasi instagram, sejak kemarin dia tidak membuka aplikasi tersebut. Setelah berada dilayar utama, dia melihat ada notifikasi, leo membuka notifikasi itu, dan mata nya melebar ketika melihat nama seseorang yang tidak asing bagi nya.
"Lagi, lagi, dan lagi... kenapa cewek ini lagi?" dia bergumam, sedikit frustrasi.
Entah dengan kesadaran penuh atau tanpa kesadaran leo langsung menuju ke profil gadis tersebut, dan...ya akunnya private.
Leo merasa sedikit kesal karena tidak bisa melihat apa saja isi akun gadis itu.
"Nggak bisa diliat." dia bergumam, tapi tanpa diduga dia menekan tombol "Ikuti balik".
"Gua cuma mau tau aja apa isi akun cewek gila ini tidak lebih dari itu." dia berbicara sendiri, mencoba membenarkan tindakannya.
Leo melempar ponselnya ke samping, dan menutup mata, mencoba untuk tidak memikirkan tindakan nya barusan.
****
Keesokan harinya....
Zea dan kedua temannya pagi-pagi sekali sudah nangkring di meja dekat stand bude ayu, sambil menikmati bakso hangat dengan kua yang sudah memerah karena ulah cabe setan dan juga saos yang sudah ditumis menjadi tercampur rata di dalam satu mangkok.
Sembari menyantap bakso tersebut zea membuka benda pipi yang berada di genggaman tangannya dan menatap ponsel itu dengan saksama, ia membuka aplikasi kemarin, instagram. Baru saja membuka aplikasi tersebut seketika matanya langsung membulat sempurna saat melihat notifikasi yang ia tunggu-tunggu sejak kemarin.
"Kak leo....kak leo ngikutin gue balik!" teriaknya dengan spontan.
Zea melompat-lompat kegirangan teriakan kecil keluar dari mulutnya tersebut membuat kedua sahabatnya menatap heran kearah nya.
"Serius kan? ini beneran akun kak leo kan ngel?" tanya zea memperlihatkan layar ponselnya kepada angel.
"Iya, itu akun kak leo." jawab angel dengan wajah yang sama terkejut nya.
"Huaaa....rasanya gue pengen teriak sekeras mungkin." ucap zea.
"Kak leo, akhirnya lo ngelirik gue juga."
Zea mengulang-ulang nama itu, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Zea menutup mulutnya, mencoba untuk tidak terlalu berisik, tapi senyum lebar tetap terpampang di wajahnya.
"Gue nggak tau apa yang gue rasain, tapi gue senang banget!"
Chacha dan angel hanya menggelengkan kepala tanpa berbicara.
Namun tiba-tiba senyuman yang terpatri di wajah zea hilang seketika.
"Guys!" panggil nya.
"Kenapa?" tanya angel
"Tiba-tiba aja berubah gitu? kayak bunglon lo." sarkas chacha sambil mengunyah bakso.
"Kayaknya gue harus ubah strategi deh."
"Ubah strategi gimana maksud lo?" tanya angel.
Bersambung