Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gara-gara Wajah Jelek
Kelvin Anggara, CEO Pandora Group, dikenal sebagai pria tampan dan sukses, tapi juga memiliki reputasi sebagai orang yang dingin dan sulit didekati. Berita tentang alerginya terhadap wanita menjadi topik pembicaraan di kalangan masyarakat, membuat banyak orang penasaran tentang kehidupan pribadinya.
Tapi, di balik reputasinya yang dingin, ada sesuatu yang membuat orang ingin tahu lebih banyak tentang Kelvin Anggara.Pandora Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan semua perhiasan dengan merek termahal dan terkenal tercipta di perusahaan itu.
Banyak wanita yang menggilai Kelvin Anggara karena ketampanannya dan Kelvin juga kaya raya memiliki segalanya tapi perjuangan mereka untuk mendapatkan hatinya justru terpatahkan karena Kelvin benci wanita.
Pria lajang itu dulu pernah mencintai satu wanita tapi sayangnya wanita itu pergi untuk selama-lamanya meninggal kan nya sendirian karena sebuah kecelakaan mobil yang ia kendarai bersama sang kekasih Wenny.
Mungkin karena kecelakaan itu membuat Kelvin terkena penyakit impoten atau penyakit sexual yang membuat asetnya tak berfungsi kembali sekali pun ada wanita yang telanjang di depannya asetnya tidak akan berfungsi.
****************
Tepatnya jam 4 sore Tiara sudah mulai keluar dari kamar nya dan perlahan berjalan menyusuri satu lorong di antara dua lorong yang ada di dekat kamar nya.
Rumah ini begitu megah dan sangat besar sehingga menyulitkan Tiara untuk mencari jalan keluar menuju ke lantai satu.
Tiara berjalan perlahan, menatap sekelilingnya dengan rasa penasaran. Lorong-lorong yang panjang dan ruangan-ruangan yang besar membuatnya merasa seperti di labirin. Dia mencoba mengingat jalan yang dia lalui saat pertama kali datang, tapi semuanya terlihat berbeda. "Aduh, aku harus ke mana ya..." dia mengomel, mencoba mencari petunjuk.
“Dari mana saja kamu Tiara?”Tanya Ibu yang entah dari mana muncul di belakangnya.
“Tadi aku kesasar Bu, tapi untunglah aku nemuin jalan keluar nya lagi soalnya rumah ini besar sekali yah Bu”
“Yaudah sekarang kamu ikut ibu ke bawah”
“Iya Bu"
Masakan beraneka ragam berjejer memenuhi meja panjang yang hanya berisi 2 orang saja dua di antara nya nyonya Anita dan tuan Jastin suami dari nyonya Anita.
“Ini lobster rica-rica nya jangan lupa letakan di dekat sudut meja itu dekat meja Tuan Kelvin”
“Tapi kan tuan Kelvin nya belum ada”Sahut Tiara sambi menengok ke arah meja makan belum melihat wajah anak majikannya itu seperti apa.
“Sudah kamu jangan banyak tanya mending kamu letakkan lobster ini di dekat tuan Kelvin"
Tiara segera meraih piring lobster itu dan membawanya ke arah meja makan.“Permisi nyonya permisi tuan”
“Yah silakan letakkan di sana"titah Nyonya Anita.“Dan kamu boleh pergi sekarang"
“baiklah nyonya"
Bahkan baru saja Tiara akan beranjak dari meja makan itu seorang pria tampan tiba-tiba datang lalu duduk di kursi sudut meja dekat Lobster. Membuat Tiara diam tak bergeming.Tiara membeku, matanya tertuju pada pria tampan yang baru saja datang. Kelvin duduk dengan santai, mengambil lobster dari meja dan mulai menikmatinya. Tiara merasa jantungnya berdetak lebih cepat, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Namun tiba-tiba nyonya Anita membayari lamunannya.“Tiara kamu tolong ambil kan buah semangka yang di kulkas yah"Sahut Nyonya Anita yang memerintah kan Tiara untuk mengambilkan buah semangka.
Tiara tersentak, kembali ke realitas. "O-oh, ya Bu..." dia menjawab, lalu bergegas menuju ke arah kulkas. Dia merasa sedikit lega bisa meninggalkan situasi yang canggung itu. Sementara itu, Kelvin menatapnya dengan mata yang sedikit menyempit, mencoba memahami siapa gadis yang hanya terlihat punggung nya saja itu.
Kelvin mencoba mengalihkan pandangannya sekilas hanya untuk melihat wajah anak dari pembantu yang baru saja berada di sekitar nya tapi tak terlihat lagi karena mama menyuruh nya untuk pergi mengambilkan semangka.
“Bagaimana rapat hari ini Vin?"Tanya Tuan Jastin di saat Kelvin mulai memasukan sesendok nasi ke dalam mulutnya.
Kelvin mengunyah nasi, lalu menjawab, "Sukses, pa. Kontrak dengan pemasok baru sudah disepakati. Kami akan mulai produksi bulan depan."
Tuan Jastin mengangguk, "Bagus. Pastikan kualitas produk tetap terjaga."
Kelvin mengangguk, "Tentu, pa.
semua normal seperti biasa dan tidak ada kendala"
“Baguslah kalau begitu, papa turut senang mendengarnya"
Kelvin kembali memasuki satu sendok nasi dan juga lobster rica-rica ke dalam mulutnya.“Hmm”Kelvin terdiam sambil menikmati makanan yang masih berkumpul di dalam mulutnya.
“Kenapa Vin, apa makanan nya tidak enak?"Tanya Nyonya Anita penasaran.
“Tidak ma ini enak sangat enak dari biasanya"Sahut Kelvin yang sekali lagi mencoba memasukkan potongan daging lobster ke dalam mulutnya.
Nyonya Anita juga penasaran dan mencoba daging lobster itu.“Hmm enak sekali ternyata bisa juga masak anak nya si Sri itu”Kata nyonya Anita memuji.
Selang beberapa menit Tiara kembali datang dengan membawakan beberapa potong semangka.“Ini Nyonya tuan semangka nya"
Tiara mencoba tersenyum bahkan ia juga tersenyum memperlihatkan gigi tonggos nya di depan Pria tampan anak majikannya.
“UHUKK..UHUUK...UHUUK..."
Sontak Kelvin terbatuk tapi entah hal apa yang membuat Kelvin terbatuk. “Sayang pelan pelan dong makan nya"Kata Nyonya Anita yang segera memberikan putra nya itu segelas air putih.
Tiara cepat-cepat mundur dari sana karena apa yang dia lakukan tadi sungguh memalukan. Bahkan Tiara yakin tuan Kelvin terbatuk ketika melihat Tiara tersenyum getir yang memperlihatkan gigi tonggos nya.
Tiara merasa wajahnya memanas karena malu, dia cepat-cepat meninggalkan ruangan itu.
"Aku wajah ku se menakutkan itu..." Tiara mengomel dalam hati, merasa sangat konyol. Dia tidak berani menatap ke arah Kelvin lagi, takut melihat ekspresi wajahnya.
Sementara itu, Kelvin masih mencoba menelan air putih, matanya sedikit melebar karena terkejut. 'Apa itu...?' dia bertanya pada dirinya sendiri,
“Ma apa yang tadi itu manusia? Kenapa bentuk wajahnya seperti itu?”Ujar Kelvin bertanya heran.
Nyonya Anita tersenyum kecil, "Oh iya dia itu namanya Tiara anaknya Bi Sri, memang sih dia tidak secantik namanya.Tapi tidak apa-apa, dia akan bekerja keras di sini sebagai pengganti Bi Ija."
Kelvin masih terlihat tidak percaya, "Je...jelek sekali..." dia mengulang kata itu.
“Kenapa Kelvin apakah kamu suka Tiara?"Kali ini tuan Jastin bertanya.
“Ih ngawur papa ini wanita cantik saja Kelvin tidak tertarik apalagi wanita jelek seperti Tiara Kelvin mana mau iya kan Vin”
“Setiap manusia itu ada kurang dan ada lebih Tiara memang tidak cantik ma tapi masakan dia sangat lezat itu patut di acungi jempol.
“Iya sih masakan Tiara itu emang enak tapi tetap saja dia bukan selera Kelvin apalagi Tiara hanya seorang anak pembantu"
“Ma..pa... kalau bisa jangan sampai wanita itu ada di hadapan aku apapun yang terjadi karena aku sama sekali tidak ingin melihat wajah menakutkan itu berkeliaran di dekat ku!"
Kelvin meminum segelas air putih lagi setelah ia baru saja menghabiskan beberapa suap nasi ke dalam mulutnya.
“Aku ke atas dulu ma, pa”Ujar nya datar sambil beranjak dari sana.
”Sudah di pastikan wanita jelek seperti Tiara saja sudah membuat Kelvin Alergi walaupun tidak menyentuh nya”Kata Anita menggelengkan kepalanya.