NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02. Virginia keguguran

"Virginia...!"

"Virginia...!"

Nyonya Besar Mendoza dan Cecilia Mendoza bergegas menghampiri Virginia yang terkulai lemas di lantai ballroom.

"Virginia, apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?" Nyonya Besar Mendoza bertanya dengan nada cemas, membantu Virginia untuk duduk bersandar pada pangkuan nya

Virginia hanya terdiam dengan tubuh lemah dan wajah yang semakin pucat. memegangi perutnya yang terasa nyeri. "Sakit... sekali," bisiknya lirih.

"Panggil ambulans! Cepat!" perintah Cecilia panik, sementara matanya menatap tajam ke arah Veronica.

Nyonya Besar Mendoza menepuk-nepuk pipi Virginia agar menantunya itu tetap sadar. Air mata terus membanjiri wajah ya yang telah keriput.

"Virginia, bertahanlah! Ambulan akan segera datang. Kami akan segera membawamu ke rumah sakit," ucap Cecilia sambil berusaha membangunkan Virginia.

Dengan penuh kasih sayang, Nyonya Besar Mendoza memeluk Virginia dan mengusap air matanya. "Sayang, jangan menyerah. Kau harus kuat." Namun hatinya terasa ngilu saat matanya menangkap sesuatu berwarna merah mulai merembes di antara sela kaki Virginia.

"Aku... tidak... kuat... lagi," bisik Virginia dengan suara lirih sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya.

Tak berapa lama, ambulans datang. "kenapa kalian lama sekali. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada menantuku?!" teriak Nyonya besar Mendoza.

"Maaf, nyonya," jawab salah seorang petugas mewakili teman-teman nya. "Sekarang, biarkan kami menjalankan tugas kami!" ucapnya sambil menundukkan kepala.

Nyonya besar Mendoza bangkit dari bersimpuhnya. membiarkan para petugas medis mengangkat tubuh Virginia. Setelah itu ia ikut naik ke dalam mobil ambulan untuk mendampingi Virginia.

"Aku akan mengikuti dari belakang," ucap Cecilia yang langsung berlari menuju mobilnya.

Di dalam mobil ambulan, nyonya besar Mendoza terus menggenggam tangan Virginia, dengan doa yang tak putus. Berharap menantunya baik-baik saja.

beberapa menit perjalanan, mobil ambulans dibuat juga di depan rumah sakit milik keluarga Mendoza. Dokter sudah menunggu kedatangan mereka di depan lobi. setelah tubuh Virginia dinaikkan ke atas brangkar, petugas segera mendorong brangkar dan membawa Virginia ke ruang tindakan.

"maaf nyonya besar, tidak boleh ikut masuk," ucap salah seorang perawat yang menghadang nyonya besar Mendoza ketika wanita itu ingin ikut masuk ke dalam ruang tindakan.

wanita tua itu hanya bisa mengangguk. "tolong selamatkan cucu dan menantuku," ucapnya lalu menunggu di kursi yang ada di depan ruangan itu.

*

Sementara itu di tempat lain, Armando sedang berada di dalam kamar hotel bersama dengan Veronica, namun wajah pria itu nampak kusut.

"Kak, ada apa? Apa yang mengganggu pikiran mu?" tanya Veronica yang sudah duduk di sampingnya.

Armando menggeleng. Ia juga tidak tahu ada apa. tapi sejak tadi ia merasa hatinya cemas. Pikirannya seperti merasa sesuatu yang buruk akan terjadi tapi dia tidak tahu apa itu.

"Apa kak Armando memikirkan kak Virginia?" tanya Veronica dengan nada sedikit kesal. "Sudahlah, Kak. Kenapa juga masih memikirkan dia. Sudah terbukti dia itu bukan wanita baik-baik. Dia itu hanya akan memanfaatkan kakak saja. sejak dulu dia selalu seperti itu. Bahkan ketika masih tinggal di rumah pun, dia selalu bersikap semena-mena. Semua ingin dikuasai sendiri." Veronica terus mencoba meracuni pikiran Armando.

"Aku tidak memikirkan dia. Sudahlah, kamu pergilah ke kamarmu sendiri. Aku ingin istirahat!" entah kenapa tiba-tiba Armando merasa tidak nyaman dengan keberadaan Veronica.

Tangan Veronica terkepal. "kenapa begitu sulit melunakkan hatimu?" geramnya. namun ia juga tak mau terlalu memaksa. Ia tak mau Armando ilfil padanya. "baiklah kak. aku pergi dulu. Kakak istirahat dulu baik-baik ya. Supaya setelah ini kakak bisa berpikir jernih,"

Setelah berkata demikian, Veronica pergi meninggalkan kamar Armando meski dengan hati kesal.

*

Di rumah sakit, Nyonya Besar Mendoza dan Cecilia berjalan mondar mandir di depan ruang tindakan. dengan cemas menunggu kabar tentang Virginia. Mereka berdua sangat khawatir dengan kondisi Virginia dan bayinya.

"semoga Virginia dan bayinya baik-baik saja," doa nyonya besar Mendoza.

"Semoga saja, Ma," sahut Cecilia.

*

Beberapa jam kemudian, seorang dokter keluar dari ruang gawat darurat dan menghampiri mereka.

"Bagaimana keadaan menantu saya, Dok?" tanya Nyonya Besar Mendoza dengan nada cemas.

Dokter itu menghela napas panjang sebelum menjawab. "Kami sudah melakukan yang terbaik, namun kami tidak bisa menyelamatkan bayinya. Selain itu, Nyonya Virginia mengalami komplikasi yang cukup serius. Kami masih terus memantau kondisinya."

Nyonya Besar Mendoza dan Cecilia langsung terkejut mendengar berita tersebut. Mereka berdua tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Virginia saat mengetahui bahwa ia telah kehilangan bayinya.

"Apa kami bisa melihat Virginia?" tanya Cecilia dengan suara bergetar.

"Nyonya Virginia masih belum sadarkan diri. Kami akan memindahkannya ke ruang perawatan intensif setelah kondisinya stabil. Kalian bisa menemuinya di sana."

"Baiklah, dokter," jawab nyonya besar Mendoza sambil mengangguk. Raut cemas tak mampu sirna dari wajahnya.

"kalau begitu kami permisi dulu," ucap dokter sambil menunduk hormat lalu pergi dari tempat itu.

*

Beberapa jam kemudian, Virginia akhirnya siuman. Ia membuka matanya dan memandang sekeliling ruangan yang serba putih. Ia menyadari bahwa dirinya sedang berada di ruang perawatan intensif.

"Virginia, kau sudah sadar?" tanya Nyonya Besar Mendoza dengan nada lega. Ia menggenggam tangan Virginia dengan erat.

Virginia hanya bisa mengangguk lemah. Air mata kembali membasahi pipinya saat ia mengingat kejadian yang menimpanya.

"Jangan bersedih, Sayang," ucap Nyonya Besar Mendoza sambil membelai rambut Virginia dengan lembut. "Mama akan selalu ada untukmu."

Cecilia juga berusaha menghibur Virginia. "Kau harus kuat, Virginia. Jangan biarkan Veronica menghancurkan hidupmu."

Virginia hanya bisa terdiam. Ia merasa begitu hancur dan kehilangan. Ia telah kehilangan bayinya, ia telah kehilangan suaminya, dan ia telah kehilangan masa depannya.

1
MaMa INa
capek liat kebebalan Armando. tapi tulisannya rapi sih. jarang ada typo. alurnya juga menarik. dan di baca enak. cuma kesel sama sifat Armando aja.
jonathan alamsyah
alur ceritanya membingungkan
Aisyah Suyuti
menarik
Kustri
msh beruntung mertua & adik ipar msh sayang
Yuliati Soemarlina
setelah Virginia pergi baru kamu menyesall armando..kamu lebih memilih rubah betina
Yuliati Soemarlina
adik tiri pelakor ini..
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
ngk patut di maafkan
Ayu Rahayu
/Smile/
Lies Atikah
kalau sampai bahagia benar 2 menang banyak loh mando enak banget hidup loh bagi virzin memaaf kan memang mudah melupakan itu yang susah sakit tuh disiniiiiii
Lies Atikah
lagian main rahasiah2 an meuni geuleuh si Ale emang bikin masalah katanya cinta pretah
Lies Atikah
virzinia si lemah yang bodoh kalau tak mau berubah so iye PD banget
Lies Atikah
udah lah mando jemput lagi aja veronika mu yang sedang menunggumu mau tidk mau memang itulah cinta dan pilihan mu ingat lima tahun gitu loh
Lies Atikah
virzin 2 makan tuh si vero mau dikemanain tersyang tercinta mu selama lima thn gitu loh masa hlang dng sekejap dia masih menunggumu do
Ria Gazali Dapson
jahat ,armando , virginia di dorong ,sampe k guguran , jng smpe virginia, kmbli dg armando, biarkn virginia, bahagia
Lies Atikah
gak sedih kasian dikit manusiawi lima thn batin tersiksa miris banget semoga virginia sembuh dan membuka hati untuk Ale kalau bisa sih akibat terbentur batu virgin amnesia lupa masa lalu
Lies Atikah
semoga si veron balasan nya di jadikan gila puas rasa nya
Lies Atikah
bukan kah cinta mu sudah mendarah daging lima tahun gitu loh mangkanya gak sedih melihat penderitaan mu yang ada sangat puas
Lies Atikah
enak banget si veronika menang banyak donk dapat dua sedang kan virginia dapat satu juga kandas sangat menyedih kan
Lies Atikah
hemh meuni geuleuh si Arman sudah puas mesra2an sama si Veron tercinta menyesal pun tak da guna kemana ajaloh selama ini dasar berengsek
Lies Atikah
si Armando egois berengsek semoga kamu menyesali kelakuan mu sampai ke tulang sum2 makam tuh si jal ank veronika bukankah kecintaan mu semoga terbongkar kebusukan si veron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!