NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:885
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Makan malam itu berlangsung dengan sedikit perdebatan yang lucu, kadang mereka saling tertawa lepas. Akhirnya mereka selesai makan dan berangkat pulang.

Mereka kembali ke Istana Mahkota Perak, dan selama perjalanan Nabila tertidur lelap – terlihat wanita itu benar-benar sangat lelah.

Kini mereka telah sampai di istana besar milik Reynaldo. Saat hendak membuka sabuk pengaman Nabila, dia baru saja tersadar dari tidurnya.

"Kita sudah sampai ya.. maaf aku tertidur.." ucap Nabila dengan suara serak karena baru bangun tidur.

Reynaldo keluar dari mobil kemudian membuka pintu bagian Nabila, merentangkan tangannya untuk membantunya turun.

"Terimakasih.." ucap Nabila merentangkan tangannya untuk memegang lengan Reynaldo. Dia masih terlihat sangat mengantuk.

"Hoaaammmmm" Nabila menguap panjang.

"Kau masih sangat mengantuk ya!"

"Hemm.." ucap Nabila semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Reynaldo.

Reynaldo hanya terkekeh melihatnya – kini Nabila sudah mulai terlihat nyaman berada di dekatnya. Bagaimanapun juga, saat ini mereka adalah suami istri sesuai perjanjian, akan tidur di satu kamar dengan syarat tidak akan ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

Saat hendak berjalan menuju pintu istana, tiba-tiba Alisha melihat kedatangan mereka. Dia menatap sinis ke arah Nabila yang terlihat begitu akrab dengan Reynaldo.

"Seolah-olah dia penguasa di sini.." gumam Alisha dalam hati dengan wajah muram.

Reynaldo merasakan pandangan menyengat dari Alisha kepada Nabila.

"Biarkan saja dia, cuma kurang kerjaan aja.." bisik Nabila kepada Reynaldo. Mereka kemudian melangkah menuju kamar mereka.

Setelah sampai di kamar mewah itu, Nabila langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang kingsize milik Reynaldo.

"Ganti pakaianmu dulu! Kau hanya akan membawa kuman ke ranjang ku!" ucap Reynaldo melihat Nabila yang langsung menutup mata mau tidur.

"Aku lelah banget Reynaldo!! Lagipula aku bukan dari hutan sampai kotor!" ucap Nabila dengan suara pelan.

"Tapi kau tetap akan membawa kotoran ke kamar ini Nabila..!"

"Diamlahh! Aku mau tidur aja..!"

"Kau mau aku bawa ke kamar mandi, atau kau pergi sendiri aja.." ucap Reynaldo dengan nada tegas.

"Aku mau tidur!"

"Baiklah, ternyata kau ingin mandi berdua denganku..!"

Saat mendengar kata itu, Nabila langsung tersadar dari rasa ngantuknya.

"Noooooooo!!! Jagaaa jarakkk limaa meter bajingaann, aku akan mandiii sendiri!" teriak Nabila kepada Reynaldo dengan pandangan tajam.

"Bagaimana, aku lagi free lho – mau aku bantu!!"

"Reynaldo bajingann!!! Kauuuu!! Pergiiii dari sini!!" teriak Nabila dengan suara keras sampai Reynaldo terpaksa menutup telinganya.

Nabila berjalan ke kamar mandi kemudian menutup pintunya dengan sangat kuat hingga terdengar suara benturan yang keras.

Reynaldo hanya tersenyum melihat tingkah Nabila yang kesal dengannya.

"Reynaldooooo!!! " teriak Nabila membuka pintu kamar mandi dengan tiba-tiba, membuat Reynaldo yang tengah mulai membuka pakaiannya terkejut kaget.

"Ada apaaa!! Mengapa kau berteriak begitu keras?"

"Aku tidak bisa mandi kalau pakaian ku seperti ini!!" ucap Nabila dengan wajah cemberut.

"Kau tinggal buka saja Nabila!" ucap Reynaldo dengan wajah polos.

"Aku tahu dong bodohh!! Tapi lihatt aku tidak bisa membuka resletingnya sendiri – gimana aku bisa mandiiii!! Tolongg bukakann saja!" ucap Nabila kesal.

"Kau yakin harus aku yang membukanya..?"

Nabila sadar akan situasinya, "terus aku harus menyuruh siapa?? cuma kamu yang ada disini..! Buka aja tapi tutup matamu ya..!"

"Bagaimana aku bisa membukanya kalau menutup mata??" ucap Reynaldo tersenyum nakal.

"Reynaldo Wijaya Mahkota!!! " teriak Nabila dengan suara kencang sampai Reynaldo terkekeh melihatnya.

"Heheh baiklah baikk jangan marah-marah nanti cepat tua lho!!" ucap Reynaldo menggoda.

"Kau yang bikin aku marah-marah sialan!!"

Reynaldo lalu membuka resleting gaun Nabila dari belakang sambil benar-benar menutup matanya.

"Jangan lihat kesini sampai aku masuk kamar mandi ya!!" ucap Nabila dengan tegas.

"Iya iyaaa bawelll!!"

Kini Nabila memasuki kamar mandi dan segera mengunci pintunya.

Dia membersihkan diri dengan seksama – rasa ngantuknya kini sudah hilang total.

"Ahhhh akhirnya selesai juga!" ucap Nabila menatap dirinya di depan cermin besar yang ada di kamar mandi.

"Lihatlah aku sudah menikah, tapi dengan seseorang yang sama sekali tidak mencintaiku – bahkan aku juga belum mencintainya. Dan yang paling menyakitkan, ini hanya akan berlangsung selama enam bulan" lirih Nabila berbicara dengan bayangannya sendiri di depan cermin.

Padahal Nabila bukanlah wanita keras seperti yang terlihat sekarang. Dia sebenarnya sangat lembut dan ingin menjadi dirinya sendiri, namun terpaksa menyembunyikan sisi itu untuk mempertahankan diri di tengah kehidupan yang sulit. Selain itu, Nabila sangat merindukan kasih sayang orang tuanya yang tak pernah dia rasakan, sehingga dia selalu berharap menemukan pasangan yang bisa mencintainya dengan tulus.

"Nabila Cepatlah!! Aku juga mau mandi!!" teriak Reynaldo dari luar kamar mandi.

"Iya iyaaaa berisik banget! Aku sudah selesai kok!!" ujar Nabila yang sudah membuka pintu kamar mandi. Dia keluar dengan menggunakan handuk kimono dan handuk kecil di atas kepalanya untuk mengeringkan rambutnya.

Kini Reynaldo masuk ke kamar mandi. Sementara itu, Nabila mengambil pakaian tidurnya dari walk in closet yang sudah mereka gunakan bersama.

Setelah memakai baju tidur, Nabila terlihat sangat cantik dan lucu dengan penampilannya yang simpel.

"Sial!! Mengapa aku jadi lapar lagi!!" ucap Nabila kemudian keluar dari walk in closet dan berniat pergi ke ruang makan untuk mencari cemilan dan susu.

"Aku akan bawa juga untuk dia sekalian.." bisik Nabila pelan, kemudian keluar dari kamarnya menuju ruang makan di lantai dasar istana.

Pengawal yang berjaga di sekitar lantai tiga segera memberi hormat kepada Nabila, dan dia membalasnya dengan senyum dan menunduk sedikit.

Saat turun ke lantai dasar, Nabila melihat Alisha bersama beberapa teman wanitanya. Wanita-wanita itu berpakaian mencolok dengan banyak perhiasan dan barang branded, bahkan tercium aroma anggur di ruang tamu besar yang menghadap ke taman belakang istana.

"Apa yang kalian lakukan disini!!" ucap Nabila menatap mereka dengan pandangan sinis, terutama kepada Alisha. Ternyata saat Nabila dan Reynaldo tadi datang, mereka tidak menyadari bahwa Alisha mengajak teman-temannya berpesta di ruang tamu yang memiliki pintu kaca besar menghadap taman, sehingga mereka bisa menikmati angin malam yang segar.

"Siapa dia Thalita.. ah maksudku Alisha??" ucap salah satu teman Alisha.

"Dia cuma pelayan di istana ini saja!!" cetus Alisha dengan pandangan merendahkan ke arah Nabila.

Nabila yang mendengar itu langsung mendongak dan menatap tajam ke arah Alisha.

"Maafff yang kau bilang pelayan tadi siapa??" ucap Nabila dengan nada dingin.

"Siapa lagi kalau bukan kamu? Lihat saja kau sama saja dengan pelayan sini!" ucap Alisha sinis.

"Hahahah aku baru tahu kalau ada pelayan yang berani berjalan seperti ini di istana mewah seperti ini dengan pakaian yang cukup bagus.."

"Istana Mahkota Perak memang terkenal dengan kebebasan buat para pelayan..!"

"Wah wahhh nenek lampiran semakin berani aja ya!!" pekik Nabila kemudian berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil beberapa makanan ringan.

"Heiii!! Jalang siapa yang kau sebut mak lampir?"

"Ada benalu yang tinggal di istana orang tanpa hak!!" ucap Nabila sinis.

"Alisha kenapa dia bisa seperti itu! Kau harus segera memecatnya – pelayan harus menghormati tuan rumah!" bisik salah satu teman Alisha.

"Yappss anda benar nona, pelayan memang harus menghormati tuan rumah. Dan sebaliknya, benalu harus sadar diri dengan posisinya sendiri..!" cetus Nabila kemudian berjalan ke sofa besar dan duduk dengan santai seperti seorang nyonya besar – handuk yang masih ada di atas kepalanya membuat penampilannya terlihat unik.

Dia melihat sebuah gelas kosong dan botol anggur yang masih terisi, lalu menuangkannya ke dalam gelas. "Aduhh seharusnya aku tidak minum ini – baru saja mandi kan! Minuman ini hanya akan bikin aku harus mandi lagi. Tapi ini buat kamu saja ya nona!" ucap Nabila dengan nada menyindir.

"Apa yang kau lakukan disitu? Pergiii dari sini atau aku akan menyeretmu keluar!!" teriak Alisha marah.

"Ahhhh takutt!! Ehh tidak jadi takut sih.., dan kalian semua mengapa mengganggu kediaman keluarga Wijaya di tengah malam hari!!" pekik Nabila menatap tajam ke arah teman-teman Alisha.

"Heee!! Kau cuma pelayan kok – mengapa berani sok sombong seperti itu!" ucap salah satu dari mereka.

"Hahahah bahkan aku berani mengusir kalian semua dengan cara yang tidak sopan lho.."

"Nabila!! Kauu pergii dari sini – kau merusak pestaku!!" teriak Alisha.

"Hahahah kau berpesta di istana orang tanpa memberi tahu pemiliknya duluan??" ucap Nabila sinis.

"Ini istana milik putraku – aku berhak melakukan apa saja yang aku mau!"

"Wah wahhh, mungkin kamar kamu kurang ada cermin besar ya Nyonya Raden Wijaya, sehingga kau tidak bisa berkaca dengan benar dan ingat siapa dirimu!" cetus Nabila sinis.

"Hentikan omong kosongmu bangsat!!" ucap Alisha ingin menampar pipi Nabila.

Namun dengan cepat, Nabila menahan tangannya dengan kuat.

"Eittsss! Kau tahu kalau suamiku tahu tanganmu menyentuh pipiku, apa yang akan dia lakukan?? Ingat Alisha – kau hanya tinggal sementara di istana ini. Dan yah, kalian semua kenalan aja dengan aku – Nabila Safitri Wijaya, istri Tuan Muda Reynaldo Wijaya Mahkota dan pemilik istana ini. Oh iya, belajar dulu atau cari stylist yang cocok buat wajah kalian semua ya – norak banget tahu nggak sihh!!" cetus Nabila tersenyum miring sambil mengambil beberapa cemilan dan satu kotak susu besar.

"Alisha Aku harap besok paginya semua ini sudah bersih-bersih ya, sebelum aku memutuskan untuk mengusirmu keluar dari istana ini!!" cetus Nabila kemudian berjalan menuju lift untuk kembali ke kamarnya dan menemui Reynaldo.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!