{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebenaran jati diri Malia ~
"Apa kamu tidak sadar diri, beraninya kamu membuat onar di kampus." Ucap Nita yang sudah kesal dengan apa yang wanita kasar itu lakukan.
"Lebih baik tutup mulutmu,ini urusanku dengan wanita di belakangmu." Wanita kasar itu tampak begitu marah besar dengan kehadiran mereka.
"Awas saja kamu,apapun keputusanku kamu yang harus mengganti ku menikahi kakek itu." Ucap wanita itu yang langsung pergi meninggalkan mereka.
Malia mendekati dan merangkul wanita yang ada dibelakang Nita.
"Kamu tenang,ada kami yang akan melindungi mu." Ucap Malia yang langsung memberikan kode pada Nita.
"Terima kasih sudah menolong."ucap wanita itu dengan suara lirih sembari menahan tangisan.
"Ya sudah, Ayo kita ke kantin dulu. Kamu tenangkan dulu rileks Ayo ikut kami ke kantin."Malia langsung mengajak wanita itu ke kantin dengan memberikan segelas minuman teh hangat kepada wanita itu.
Akhirnya mereka duduk bertiga ,"Sebenarnya dia siapa, Kenapa dia berani berbuat hal itu denganmu?"tanya Nita Yang penasaran dengan wanita yang dia bentak tadi.
Akhirnya wanita itu bercerita tentang siapa dirinya dan respon Nita dan Malia terlihat kaget dengan pandangan saling melirik,seperti mereka mengetahui apa alasan dasar dari yang wanita itu lakukan,"Jangan kamu lakukan permintaan wanita itu,lebih baik kamu menolaknya.Seenaknya dia menyuruh kamu untuk menikahi kakek tua seperti itu,mereka yang berhutang kenapa kamu yang disuruh bertanggung jawab."jawab Nita yang merasa keluarga dari wanita itu hanya ingin memanfaatnya.
"Aku setuju,apa yang mereka lakukan salah besar.Hingga dirimu menjadi korban." Ucap Malia yang merasa prihatin dengan nasib wanita itu.
"Biarkan saja dia saja yang menikah dengan kakek-kakek itu." Nita merasa emosi setelah mendengar betapa jahatnya keluarga dari wanita itu.
"Maka dari itu saya menolaknya,sampai akhirnya saya bisa mendapatkan beasiswa di kampus ini setelah itu saya akan pergi dan bisa hidup sendiri tanpa membebani mereka." ucap wanita itu dengan menundukkan kepala.
"Apa yang kamu lakukan benar,apalagi nasib kita sama.Sama-sama tidak memiliki orang tua ." Ucap Malia yang mengakui dirinya sendiri.
Wanita itu hanya menangis ternyata tidak hanya dirinya sendiri yang menderita ternyata orang-orang disampingnya mengalami hal yang sama.
"Kamu jangan menangis,ingat pesan kami padamu.Jangan pernah kamu menyerah kamu harus bisa melawan." wanita itu hanya menganggukkan kepala.
"Oh iya,perkenalkan namaku Malia dan ini Nita temanku." Malia langsung memperkenalkan diri.
"Namaku Shinta." Ucap wanita itu yang membalas dengan senyuman.
Tiba-tiba saja Handphone Malia bergetar,Malia langsung terkejut."Nit,aku tinggal dulu .Dia sudah menunggu aku di luar." Ucap Malia ,yang direspon Nita dengan anggukkan kepala.
Malia bergegas pergi menghampiri suaminya,"Itu mobilnya."Malia berjalan mendekati mobil yang terparkir di paling ujung.
Seperti biasanya, Malia selalu mengawasi situasi di sekitar parkiran mobil. Hingga akhirnya dia masuk ke dalam mobil milik suaminya.
"Darimana saja sayang, bukannya sedari tadi sudah selesai?"tanya Dio kepada istrinya.
"Tadi ada masalah."
"Masalah?"
Malia menceritakan apa yang terjadi pada teman barunya itu, Dio hanya terdiam mendengar cerita dari istrinya.
"Sangat tragis." Malia merasa kasihan dengan nasib Shinta.
"Lalu keadaan wanita itu bagaimana?"
"Keadaan wanita itu baik-baik saja,tapi dia masih ketakutan dengan ancaman itu." Malia tahu betul jika Shinta masih ketakutan.
"Itu urusan mereka, tidak baik ikut campur." Dio masih fokus menyetir.
Malia melirik ke arah suaminya,"Bukannya membantu malah berkomentar seperti itu." Malia merasa kesal dengan suaminya.
"Bukan seperti itu,T-..."
"Lebih baik kamu diam." Malia memperingatkan suaminya untuk lebih baik diam, Malia benar-benar malas berdebat dengannya.
Dio hanya menghela nafas,dia pun akhirnya mengalah setelah istrinya menunjukkan rasa marahnya.
Ditempat lain
Ada sosok pria yang saat itu ada didalam mobil menunggu seseorang yang dia cari.
"Apa ini alamat dari wanita itu." Batin seorang pria yang saat berada didalam mobil yang diam-diam mengawasi situasi diluar.
Tiba-tiba saja datanglah seorang pria mendekati mobil itu.
"Tuan, silakan Anda keluar.Ibu Nina ada didalam menunggu kedatangan tuan." Pria segera keluar dari mobil sembari melihat situasi diluar dipenuhi anak-anak.
Pria itu berjalan melewati halaman depan yang dipenuhi anak-anak panti yang sedang bermain.
"Ini tuan, Ibu Nina." Pria itu langsung memperkenalkan pada tuannya.
Pria itu melepaskan kacamatanya,dan melihat langsung Ibu Nina.
"Perkenalkan Bu,ini tuan Zio ." Pria itu langsung mengenalkan pada Ibu Nina.
"Perkenalkan nama saya Bu Nina, silakan duduk tuan." Ibu Nina mempersilakan kedua tamunya itu untuk duduk.
"Ada apa ada yang saya bisa bantu tuan?" Tanya ibu Nina yang penasaran dengan kedatangan 2 orang pria itu.
"Saya hanya ingin mengecek,apa ada anak yang bernama Malia." Spontan Ibu Nina kaget.
"Memangnya ada apa urusan Anda dengan anak saya." Ibu Nina mulai berhati-hati kenapa pria itu bisa mengetahui nama anak angkatnya itu.
"Saya mohon bantuan Anda,apa benar Malia bukan anak kandung Ibu." Ibu Nina hanya terdiam.
"Saya mohon kerjasamanya." Ucap Zio yang ingin tahu kebenarannya.
"Itu benar, jika memang Malia bukan anak kandung saya."
"Lalu dimana Anda menemukan Malia?" Pertanyaan itu langsung membuat Ibu Nina menundukkan kepala.
Ibu Nina menceritakan semuanya secara detail,di awal dia bertemu Malia saat bayi itu.Zio mendengar penjelasan itu hingga ia berani bertanya lagi.
"Apa ada benda yang ditinggal?" Tanya Zio lagi.
"Ada,sebuah gelang cantik yang sempat tertinggal di selimut bayi itu." Seketika Zio terkejut,ternyata apa tebakannya memang benar.
"Ternyata dia benar-benar adikku." Batin Zio yang tak bisa menahan haru akhirnya dia menemukan adiknya yang selama ini dia cari.
"Bolehkan saya tanya sesuatu,kenapa Anda bertanya tentang Malia?" Ibu Nina penasaran kenapa pria itu bertanya perihal Malia.
"Karena saya adalah kakaknya." Spontan Ibu Nina terkejut.
"Apa,kakak?"
"Iya ,saya adalah kakak kandungnya." Ucap Zio yang secara langsung mengakui dirinyalah kakak dari Malia.
Zio pun menceritakan semuanya,hingga diakhir cerita dengan satu bukti itu semakin memperkuat jika Malia adalah adik kandungnya yang selama ini menghilang karena sebuah tragedi yang membuat mereka harus berpisah.
"Gelang?"
"Iya,saya tidak sengaja melihat ada seseorang yang memakai gelang seperti milik Mama saya.Dan saya yakin jika gelang itu milik Mama saya." Ucap Zio yang menyakini jika itu gelang seperti Mamanya.
"Sebenarnya saat Malia menikah saya sengaja mengembalikan gelang itu pada Malia, karena benda itu milik Malia." Ucap Ibu Nina yang menceritakan semua kebenarannya.
tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya
kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya
thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya