NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Tamat
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 : Sayang

​Pagi di Timur disambut dengan kicauan burung yang jauh lebih merdu daripada di Barat. Sinar matahari menelusup masuk melalu ventilasi yang terbuka.

Qinqin bangun dengan perasaan segar, meski tubuhnya masih sedikit kaku. Ia membasuh wajah dengan baskom berisi air yang dibawakan oleh pelayan paruh baya. Setelah itu, ia bergegas melepas seluruh pakaian nya dan mandi dengan air dingin.

Wanita itu juga membasuh luka nya dan mengobati dengan salep yang dibawa oleh pelayan. Setelah selesai, Qinqin segera menuju keluar untuk melihat keadaan ayahnya.

​Namun, langkahnya terhenti saat melewati ruang makan terbuka. Di sana, Wu Lian sudah duduk dengan tegak, sedang memegang cangkir teh. Jenderal itu sudah rapi dengan jubah perangnya yang berwarna hitam kelam, seolah-olah siap terjun ke medan tempur kapan saja.

​Qinqin tersenyum tipis dan menghampirinya tanpa suara. "Pagi, Jenderal Kaku. Tidur nyenyak semalam? Atau sibuk memikirkan kecantikan Qinqin?

​Wu Lian hampir saja tersedak tehnya. Ia meletakkan cangkir dengan suara denting yang cukup keras. "Kau.....tidak bisakah kau memberi salam dengan normal seperti wanita pada umumnya?"

​"Salam normal itu membosankan," sahut Qinqin sambil duduk di depan Wu Lian dan mulai mengambil bakpao hangat. "Lagipula, kita sudah melewati banyak hal. Masih mau pakai topeng kaku begitu?"

​Wu Lian mengalihkan pandangan, menatap ke arah kolam ikan. "Ayahmu sudah jauh lebih baik. Tabib keluarga Xu sudah memeriksa ramuan yang kau berikan semalam. Mereka terkejut karena racun yang mengendap bertahun-tahun bisa luruh begitu cepat."

​"Tentu saja. Itu usaha mati-matian di Gunung Qingyun," jawab Qinqin. Ia kemudian menatap Wu Lian dengan serius. "Terima kasih sudah ikut ke gunung itu. Aku tahu kau punya banyak urusan di barak."

​Wu Lian berdeham, mencoba menutupi rasa canggungnya. "Jangan salah paham. Aku hanya memastikan harta Kekaisaran, yaitu ayahmu, tidak mati sia-sia."

​Qinqin memutar bola matanya. "Alasan klasik. Oh iya, bicara soal harta, apa kau sudah mendengar kabar dari penjara bawah tanah? Nyonya Bai pasti sedang sangat marah."

​"Huo Lu sudah menjaganya. Tapi ada satu hal yang mengganggu," Wu Lian merendahkan suaranya. "Beberapa pengawal pribadi Nyonya Bai menghilang semalam. Sepertinya mereka membawa sisa harta yang disembunyikan untuk menyewa tentara bayaran. Mereka mungkin akan menyerang saat kita dalam perjalanan kembali ke Barat."

​Qinqin berhenti mengunyah. Matanya berkilat. "Jadi wanita itu masih punya taring? Menarik. Biarkan saja mereka datang. Aku ingin mencoba teknik belati baru yang kau ajarkan."

​Wu Lian menatap istrinya dengan dahi berkerut. "Kau ini benar-benar bukan Xu Qinqin yang dulu. Terkadang aku berpikir, apakah kau benar-benar manusia atau roh rubah yang menyamar?"

​Qinqin tertawa lepas, suara tawa yang begitu jernih hingga membuat Wu Lian terpaku sesaat. "Kalau aku roh rubah, kau pasti sudah kumakan sejak lama, Jenderal. Sayangnya, aku cuma wanita yang sudah bosan ditindas."

​Tiba-tiba, seorang pelayan berlari tergesa-gesa menghampiri mereka. "Nona Muda! Jenderal! Tuan Besar Xu sudah bisa duduk dan ingin bicara dengan Anda berdua!"

​Qinqin segera berdiri. Ia hampir lupa tujuan utama nya untuk bertemu sang ayah karena keasyikan mengobrol dengan Wu Lian.

Sebelum melangkah, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Wu Lian, membisikkan sesuatu di telinga pria itu. "Ayo, Jenderal. Ayahku pasti ingin melihat betapa ku dan menantu nya saling menyayangi. Jangan lupa pasang wajah ramah, atau aku akan bilang bahwa kau sering memelototiku."

​Wu Lian hanya bisa mengepalkan tangannya di bawah meja, berusaha menahan diri agar tidak meledak karena kesal sekaligus malu. Ia berdiri dan mengikuti langkah Qinqin dengan geraman rendah. "Setelah urusan di Timur selesai, aku akan benar-benar menghukum lidah tajammu itu, Xu Qinqin."

​"Kutunggu janji hukumanmu, Sayang," sahut Qinqin tanpa menoleh, sambil melambaikan tangan dengan santai.

​Wu Lian tertegun di tempat. Sayang? Wanita itu benar-benar ingin membuatnya gila.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Andi Ilma Apriani
sangaattt bagus
ANWi/Berly Re: makasi kak andi iilma apriani~❤️
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
bagus bangeeett thoorr ceritax tidak bertele2
Andi Ilma Apriani
hadiirr
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
jadi perempuan licik jelas salah giliran jadi penurut pendiam malah ditindas
dan diabaikan🥹
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Risna Udi
suka banget Thor ceritanya, semangat terus dan sehat selalu. ditunggu karya othor selanjutnya
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak Risna Udi~❤️
total 1 replies
Mydar Diamond
Thor apakah ini sudah tamat..apa pun jalan ceritanya menarik dan ada penamatnya selanjutnya Sambung ke karya baru yang sekarg promo nampaknya agak menarik juga
ANWi/Berly Re: sudah tamat ya ka~ makasih udah mampir kak~❤️
total 1 replies
Anisa Tanjung
keyen qinqin😍😍
ANWi/Berly Re: hehe~🤗
total 1 replies
Sulati Cus
ending yg manis dg konflik ringan
ANWi/Berly Re: makasi kak❤️
total 1 replies
sahabat pena
huhuhu happy ending.. 🥰🥰🥰ayo dong kak..cerita penata rias artis di up yg byk
sahabat pena: sama-sama kak
total 2 replies
Dede Dedeh
lagi dong....
ANWi/Berly Re: siap kak , bntr lg tamat nih....❤️
total 1 replies
Nanang Kukun
aku tetap menunggumu
ANWi/Berly Re: makasi kak~🤗
total 1 replies
Dede Dedeh
lanjut....... makin rame nih
ANWi/Berly Re: makasi kak~❤️
total 1 replies
sahabat pena
syukur lah jendral jujur menceritakan silsilah keluarga nya.. jd skrg hrs kompak sebagai partner jg pasangan... semangat
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
lin sya
mkin seru aj alurnya dan bikin penasaran cerita slnjutnya smga ttp seru dibacanya ya thor 👍
ANWi/Berly Re: amin makasi kak lin sya~ ❤️
total 1 replies
xiaoyu
ok thoor
ANWi/Berly Re: makasi kak udah mampir ~❤️
total 1 replies
lin sya
penasaran siapa org tua kandung wu lian knp smpai dibuang? tp walaupun nyonya wu menjadikan ia pion dan mendidik keras seenggaknya wu lian tumbuh jd pria tangguh dan gk bodoh2 amat, buktinya bsa nyembunyiin anak kndung nyonya wu suatu saat bsa jdi bumerang buat kluarga wu klo seandainya wu lian dan istrinya terdesak😄
sahabat pena
sakit hati, sedih, marah pasti nya hati jendral dgn kenyataan pahit.
ANWi/Berly Re: setuju kak~
total 1 replies
Dede Dedeh
lagiiii. dong........ qinqin aku padamu/Drool/
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak~❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!