NovelToon NovelToon
Gadis Culun Itu "Pacar" Ketua Geng Motor

Gadis Culun Itu "Pacar" Ketua Geng Motor

Status: tamat
Genre:Misteri / Bad Boy / Romansa / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Devan, ketua geng motor yang disegani, tak pernah menyangka hatinya akan terpikat pada Lia, gadis berkacamata yang selalu membawa setumpuk buku. Lia, dengan dunia kecilnya yang penuh imajinasi, awalnya takut pada sosok Devan yang misterius. Namun, takdir mempertemukan mereka dalam sebuah kisah tak terduga, membuktikan bahwa cinta bisa tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Benalu dari Masa Lalu

Malam itu, markas Black Roses terasa lebih dingin dari biasanya. Devan duduk sendirian di sofa kulitnya yang usang, menatap segelas kopi hitam yang sudah dingin. Pikirannya kacau. Pertengkarannya dengan Lia di kampus tadi benar-benar menghantamnya. Ia tahu Clara adalah ahli dalam memanipulasi perasaan, tapi ia tidak menyangka wanita itu akan menyerang titik paling rawan dalam diri Lia: rasa percaya dirinya.

Tiba-tiba, suara langkah sepatu hak tinggi yang berirama terdengar menaiki tangga markas. Para anggota geng di bawah entah mengapa tidak ada yang menghentikannya. Devan mendongak, matanya menyipit tajam.

Di ambang pintu, berdiri Clara. Ia mengenakan jaket kulit merah yang sangat pas, rambutnya yang merah menyala tampak berkilau di bawah lampu neon markas. Ia tersenyum, senyum yang dulu pernah membuat Devan bertekuk lutut, namun kini hanya memicu amarah.

"Luar biasa, Devan. Markasmu masih semuram dulu," ucap Clara sambil berjalan masuk dengan santai, seolah ia masih memiliki hak atas tempat ini.

"Mau apa kamu di sini, Clara?" suara Devan rendah dan berbahaya. "Aku sudah bilang, jangan pernah muncul di depan Lia lagi."

Clara tertawa merdu, ia duduk di pinggiran meja biliar, menyilangkan kakinya yang jenjang. "Oh, gadis culun itu? Dia sangat rapuh, Devan. Hanya dengan beberapa kalimat saja, dia sudah mulai meragukanmu. Apa kamu yakin dia sanggup hidup di duniamu? Dia tidak punya 'api' sepertiku."

Devan berdiri, melangkah mendekat hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari Clara. Aura membunuh terpancar kuat dari tubuhnya. "Dia punya sesuatu yang tidak akan pernah kamu miliki: ketulusan. Sekarang, pergi dari sini sebelum aku kehilangan kesabaranku."

Clara tidak gentar. Ia justru mengulurkan tangannya, menyentuh tato mawar di leher Devan. "Tato ini... aku yang memilihkan desainnya, ingat? Kamu bilang mawar ini adalah simbol bahwa aku adalah satu-satunya duri yang kamu izinkan melukaimu. Apa sekarang kamu sudah menggantinya dengan kacamata tebal dan buku-buku sejarah?"

"Itu dulu, Clara! Sebelum kamu menjual informasi pergerakan kami ke geng musuh demi uang!" bentak Devan sambil menepis tangan Clara dengan kasar.

"Aku melakukannya agar kita bisa keluar dari kegilaan ini, Devan! Aku ingin hidup mewah, bukan di bengkel kotor seperti ini!" balas Clara dengan nada yang mulai meninggi. Ia kemudian merogoh tasnya dan melemparkan sebuah amplop cokelat ke meja.

"Apa ini?"

"Foto-foto pergerakan The Vipers yang baru. Reno memang sudah di penjara, tapi adiknya, Marco, sekarang memimpin dan dia lebih gila dari Reno. Dia tahu Lia adalah kelemahanmu, dan dia sudah bekerja sama denganku," Clara tersenyum penuh kemenangan.

Jantung Devan berdegup kencang. "Apa maksudmu bekerja sama?!"

"Tenang, Sayang. Aku hanya memberinya informasi. Tapi aku bisa menghentikannya... jika kamu mau kembali padaku. Tinggalkan gadis culun itu, kembalikan posisi Ratu padaku, dan aku akan memastikan Marco tidak akan pernah menyentuh sehelai rambut pun dari Lia maupun ayahnya."

Devan merasa seperti terjepit di antara dua karang besar. Ia membenci Clara, namun ia lebih takut jika sesuatu terjadi pada Lia.

Sementara itu, di rumahnya, Lia merasa tidak tenang. Ia tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata Clara. Ia memutuskan untuk pergi ke markas Devan untuk meminta maaf atas sikapnya tadi sore. Ia ingin membuktikan bahwa ia percaya pada Devan.

Lia sampai di depan markas. Baron yang berjaga di bawah tampak ragu. "Nona Lia... sebaiknya jangan naik sekarang."

"Kenapa, Baron? Devan ada di atas, kan?"

"Iya, tapi..."

Lia tidak mendengarkan. Ia berlari naik ke atas. Namun, langkahnya terhenti di ambang pintu yang sedikit terbuka. Di dalam, ia melihat Devan dan Clara berdiri sangat dekat. Dari sudut pandang Lia, tampak seolah Devan sedang menatap Clara dengan penuh perasaan, dan tangan Clara berada di dada Devan.

"Kembalilah padaku, Devan. Kamu tahu kita ditakdirkan bersama," suara Clara terdengar jelas sampai ke telinga Lia.

Dunia Lia runtuh untuk kedua kalinya dalam sehari. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini tumpah tanpa bisa dibendung. Ia tidak mendengar jawaban Devan. Ia tidak sanggup melihat lebih lama lagi. Lia berbalik dan berlari turun tangga dengan sekuat tenaga.

"Lia!" teriak Baron saat melihat gadis itu lari sambil menangis.

Suara teriakan Baron terdengar sampai ke atas. Devan langsung tersentak dan mendorong Clara menjauh.

"Lia?!"

Devan berlari ke balkon dan melihat Lia sedang berlari menuju jalan raya yang gelap. "LIA, TUNGGU!"

Namun, saat itu juga, sebuah motor sport hitam tanpa plat nomor melesat dari kegelapan jalanan.

Pengendaranya mengenakan helm full-face gelap. Saat melewati Lia, pria itu melambatkan motornya, dan dengan gerakan cepat, ia menarik Lia naik ke atas motornya dengan paksa.

"LEPASKAN DIA!" raung Devan dari atas balkon. Ia segera melompat melewati pagar balkon, mendarat di atas tumpukan ban di bawah, dan langsung menyambar motornya.

Clara berdiri di balkon sambil menatap kepergian mereka dengan senyum tipis yang dingin. "Maafkan aku, Devan. Tapi mawar yang sudah layu harus dibuang agar mawar yang lama bisa kembali bersemi."

Penculikan itu terjadi begitu cepat. Devan memacu motornya dengan kecepatan gila-gilaan, mengejar motor sport yang membawa Lia. Di dalam hatinya, Devan bersumpah, jika terjadi satu lecet saja pada Lia, ia akan memastikan Marco dan siapa pun yang terlibat tidak akan pernah melihat matahari esok hari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!