NovelToon NovelToon
Menikahi Paman Mantan (Pura-pura) Buta

Menikahi Paman Mantan (Pura-pura) Buta

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:285.6k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Menikah dulu... Cinta belakangan...
Apakah ini cinta? Atau hanya kebutuhan?

Rasa sakit dan kecewa yang Rea Raveena rasakan terhadap kekasihnya justru membuat ia memilih untuk menerima lamaran dari seorang pria buta yang memiliki usia jauh lebih tua darinya.

Kai Rylan. Pria buta yang menjadi target dari keserakahan Alec Maverick, pria yang menjadi kekasih Rea.

Kebenaran tanpa sengaja yang Rea dengar bahwa Kai adalah paman dari Alec, serta rencana yang Alec susun untuk Kai, membuat Rea menerima lamaran itu untuk membalik keadaan.

Disaat Rea menganggap pernikahan itu hanyalah sebuah kebutuhan hatinya untuk menyembuhkan luka, Kai justru mengikis luka itu dengan cinta yang Kai miliki, hingga rahasia di balik pernikahan itu terungkap.

Bisakah Rea mencintai Kai? Akankah pernikahan itu bertahan ketika rahasia itu terungkap? Apa yang akan terjadi jika Alec tidak melepaskan Rea begitu saja, dan ingin menarik Rea kembali?

Ikuti kisah mereka....!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26.

"Aku suka saat mendengarmu bernyanyi,"

Rea memejamkan mata, menggeleng singkat saat kilasan ingatan yang tidak ia pahami masuk ke dalam pikirannya. Satu tangannya segera mencengkram kepala kala denyutan pada kepalanya menguat.

Di dalam penglihatannya, ia melihat seseorang, melangkah mendekat dengan sebuah belati bernoda darah di tangan. Wajah orang itu diselimuti kegelapan, tidak memungkinkan bagi Rea untuk melihat siapa dia.

Namun, tiap langkah yang dia ambil cukup untuk membuat Rea gemetar. Tubuhnya berubah kaku, hingga perlu waktu bagi Rea untuk menyadari tubuhnya kini mengecil dan jatuh terduduk di tanah.

Rea melihat sekeliling, merasa setengah asing dengan taman yang dipenuhi dengan tanaman mawar. Tanah dan rumput setengah basah yang berada di bawah tubuhnya meninggalkan noda pada tangan serta pakaiannya. Sesaat kemudian, perhatiannya kembali teralihkan saat mendengar langkah kaki orang di depannya mendekat.

"Dia terlalu berisik, itulah sebabnya aku membuatnya diam. Karena kamu juga berisik, bagaimana jika aku membantumu untuk diam juga?"

Suara orang di depannya terdengar tinggi dan tipis, menegaskan bahwa si pemilik suara hanya berusia sedikit lebih tua dari Rea saat ini, tetapi mampu membuat perasaan takut mengikat kuat hati Rea. Merasa asing sekaligus mengenali suara itu.

Wajah Rea memucat saat tangan yang menggenggam belati itu terayun ke arahnya, memaksa reflek Rea untuk memejamkan mata. Namun, sebelum belati itu berhasil menggores tubuhnya, suara langkah kaki mendekat terdengar dari belakang Rea.

"Nyonya..."

Suara langkah pelan yang diiringi dengan suara ketukan tongkat, tetapi bisa membuat perasaan Rea membaik dalam sekejap.

"Nyonya..."

Rea mengerjap dari tempat ia masih terduduk di tanah, mengunci pandangan pada wajah seseorang yang masih diselimuti kegelapan dengan dahi berkerut.

Siapa?

"Nyonya Rea...!"

Rea tersentak, kedua matanya terbuka, kesadarannya kembali utuh, hingga ia baru menyadari Jim tengah menopang tubuhnya dengan melingkarkan satu tangannya pada bahu Rea, sementara satu tangan Rea masih memegangi kepala.

"Apa itu? Apa yang baru saja aku lihat? Siapa bocah laki-laki itu? Kenapa kejadian itu tidak bisa aku ingat?" benak Rea bertaya.

"Apakah Anda sakit? Anda terlihat pucat,"

Untuk pertama kalinya, Rea mendengar kekhawatiran tulus dalam suara Jim saat pria itu bertanya.

Rea kembali memejamkan mata, merasakan denyutan pada kepalanya berangsur-angsur hilang, dan segera menegakkan tubuhnya.

"Aku mengenalimu melalui suara,"

Suara samar itu kembali masuk ke dalam pikiran Rea sesaat sebelum ia menggeleng.

"Suaranya terdengar seperti..." benak Rea kembali berkata, berpikir keras untuk mengingat sesuatu yang ia lupakan.

"Ada apa? Apakah terjadi sesuatu?" tiba-tiba Kai menyela dengan suara cemas, melangkah mendekat bersama Tuan Chester di sampingnya. Pria berstatus suami Rea itu segera mendekat saat mendengar suara panik yang Jim keluarkan.

"Wajah Nyonya pu..."

"Tidak ada yang terjadi," Rea memotong cepat kalimat yang akan Jim ucapkan, segera meraih tangan suaminya sembari memberikan gelengan pelan saat Tuan Chester akan angkat bicara.

"Lalu, kenapa suara Jim terdengar cemas?" tanya Kai tidak puas.

"Aku hampir terjatuh, dan asisten Jim menolongku," jawab Rea. "Bagaimana dengan perbincangan bersama Kakek?" sambung Rea bertanya, berusaha untuk mengalihkan perhatian suaminya.

"Kami akan membahas kerjasama di lain hari," jawab Kai.

"Jadi, Kakek bersedia menjalin kerjasama?" sambut Rea bertanya. Tersenyum lega.

"Ya. Dan itu berkatmu," jawab Kai tersenyum.

Rea menggeleng. "Bukan karenaku. Tapi, karena suamiku memang bisa diandalkan. Itulah mengapa Kakek percaya padamu," jawab Rea turut tersenyum.

Jawaban Rea sukses membuat wajah Kai merona. Di hadapan banyak orang, Rea benar-benar mengesampingkan panggilan 'Paman' yang biasa wanita itu gunakan.

"Ekhmm..." Kai berdeham singkat, mengusir rasa gugup yang berbeda dari yang ia rasakan sebelumnya ketika berhadapan dengan Tuan Chester.

"Ingin pulang sekarang?" tawar Kai.

"Acaranya?" Rea balas bertanya.

"Tinggalkan saja," jawab Kai santai. "Tuan Chester sendiri tidak ingin berlama-lama di sini,"

Pandangan Rea beralih pada Tuan Chester, melihat pria berusia lanjut itu mengangguk tanpa memudarkan senyum di bibirnya, lalu mengangguk setuju untuk meninggalkan pesta lebih cepat.

Kedua orang tua Rea mendekat, berharap dapat menarik perhatian Tuan Chester. Sayangnya pria berusia lanjut itu tidak memberikan tanggapan apapun selain menyambut uluran tangan kedua orang tua Rea serta Alec sekedarnya lantaran dirinya sudah mengetahui bagaimana keluarga Rea serta pria bernama Alec itu memperlakukan cucu angkatnya.

Sikap yang terlihat seperti Tuan Chester membangun batasannya sendiri dan ingin menegaskan bahwa dirinya berada di sana hanya untuk memenuhi keinginan Rea. Jika Rea tidak berada di sana, maka ia tidak memiliki alasan untuk tetap bertahan di acara pesta.

Dari tempatnya berdiri, Alec menatap mobil yang di tumpangi Rea meninggalkan tempat acara pesta, mengeluarkan ponsel dari saku celana, lalu menggulirnya selama beberapa saat untuk menghubungi seseorang.

"Ma, Rea mulai membangkang. Lakukan sesuatu!"

.

.

.

"Saya pamit, Tuan,"

Jim berkata sembari membungkukkan sedikit badannya begitu ia tiba di mansion dan membukakan pintu bagian penumpang untuk atasannya. Sementara Darina turun dengan usahanya sendiri dari jok depan sisi penumpang.

Kai mengangguk tanpa suara, membiarkan asistennya pergi meninggalkan mansion sementara tangannya tak melepaskan istrinya sejak mereka meninggalkan pesta.

Sesaat sebelum meninggalkan pesta, Rea masih bersikap biasa, tetap tersenyum manis di depan semua orang yang menyapa serta mempertanyakan mengapa mereka akan pergi, dan memberikan jawaban masuk akal yang segera diterima semua orang. Rea merasa tidak sehat.

Namun, begitu Rea masuk ke dalam mobil, wanita itu diam seribu bahasa. Tak ada percakapan apapun jika Kai tidak bertanya, hingga membuat Kai berpikir keras apakah dirinya melakukan kesalahan?

"Mohon maaf, Tuan,"

Suara Darina tiba-tiba terdengar, menahan langkah kaki Kai yang akan menaiki tangga bersama istrinya.

"Saya perlu melakukan pemeriksaan sebentar sebelum Anda beristirahat," ujarnya.

. . . . .

. . . .

To be continued....

1
Ghiffari Zaka
oooh....begitu rupanya ....maaf ya re AQ ud berkata kasar dan menuduh Kam yg tidak2🙏🙏🙏
sampaikan maaf q pada rea ya Thor...AQ nyesel deh sampai ngatain dia yg TDK baik🙏🙏😓😓😓😓🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
bab ini no coment Thor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
re re b**** nya km....sekarang tau rasa km kan....ah emboh lah Thor.....
asal author tau AQ panas dingin baca di 2 bab ini😱😱
Ghiffari Zaka
ah..mboh lah Thor...AQ GK mau komen lah gara2 rea yg g*****,😡😡
Ghiffari Zaka
huuuuhh.....panas dingin AQ Thor.....
itu knp si rea kok mau ya???
padahal dia ud tau lok Alec sm semua keluarganya jahat.tp kok masih nurut aja.
plis tlng lah dia Thor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
duuh..gemez AQ sm si dokter jadi2 an itu.pengen Jambak aja😡😡
〈⎳ FT. Zira: dipersilakan kak😅😅
total 1 replies
Ghiffari Zaka
aish...si tukang modus ini ganggu moment aja...
Ghiffari Zaka
hadduh...LG seru Thor....mlh di jeda😭😭😭
Ghiffari Zaka
nah loh.....lanjut Thor,ud GK sabar AQ Thor💪💪💪
Ghiffari Zaka
penyakit iri memng gak ada obatnya laa
mungkin ini saatnya rea menang ya Thor🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: betul kak..🤧
total 1 replies
Ghiffari Zaka
di part ini AQ blm komen la thot,cmn satu kata....MANTUL👍👍
Ghiffari Zaka
waaaah akhirnya.....akhirnya author bs mengobrak Abrik hati pembaca😂😂
Ghiffari Zaka: jangan Thor...nnt AQ merinding disko😂😂😂
total 2 replies
Ghiffari Zaka
ehem ehem.....jadi serak ni tenggorokan😬😬😬
moga lekas saling cinta ya Thor.....😍😍
Ghiffari Zaka
jangan2 ud mulai curiga tu kakaknya,kok org buta bs sukses bngt,tp semangat kami.....buktikan km bs💪💪💪ssemangat jg buat author tentunya😍😍
Ghiffari Zaka
duh apa kaitannya rea sama perusahaan itu ya???🤔🤔🤔
lanjut aja lah Thor.....Moh mumet AQ mikirnya,ud di atur kok sm author q ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
laaaa apa yg jatuh ya Thor???
Ghiffari Zaka
oh...paman yg berhati lembut tp tegas ...ud gt dewasanya.....uuuh...AQ padamu paman KAI....😍😍😍
Ghiffari Zaka
😂😂😂😂😂di gantung lagi sm author.....haddeh...jadi ambyar ni😂😂😂
Ghiffari Zaka
waaaah...semudah itu cmn hanya memandang.....trs buat apa SMP di sadap segala.....
awas nyesel kai ...
ah emboh lah Thor AQ manut AE Thur...nasib mereka ada di tangan author😬😬😬😬
〈⎳ FT. Zira: definisi author penentu segalanya/Facepalm/
total 1 replies
Ghiffari Zaka
pasti si Alec ini,mn ank buah paman KAI ini...kok GK nolongin??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!