NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Sarang Iblis di Moskow

Helikopter militer milik faksi Vanya membelah langit malam Moskow yang berselimut salju abadi.

Di bawah sana, kelap-kelip lampu kota tampak seperti permata yang berserakan di atas beludru hitam, tapi bagi Elena, keindahan itu terasa seperti fatamorgana. Di dalam kabin helikopter yang bising, udara terasa kaku. Elena duduk merapat di samping Eros yang kini sudah mendapatkan perawatan medis darurat. Bahu Eros dibalut perban tebal, dan wajahnya yang pucat mulai kembali berwarna, meski matanya tetap waspada, menatap lurus ke arah Vanya yang duduk di seberang mereka dengan keanggunan seorang ratu yang haus darah.

​Vanya sedang membersihkan pisau kecilnya dengan sepotong kain sutra, gerakannya ritmis dan tenang, seolah-olah membunuh adalah rutinitas pagi yang biasa baginya.

​"Kita akan mendarat di The Fortress," suara Vanya meninggi, mencoba mengalahkan deru baling-baling. "Itu adalah kediaman utama dewan. Ayahmu ada di sana, Elena. Tapi jangan berharap ada pelukan hangat saat kau sampai."

​Elena menggenggam tangan Eros lebih erat. "Apa maksudmu, Vanya? Kamu terus mengatakan Ayahku tidak lagi sama."

​Vanya melirik Elena dengan tatapan meremehkan, tapi ada sedikit kilatan simpati yang sangat tipis di sana. "Dewan mafia Rusia bukan Arkan yang hanya tahu cara memukul atau membentak. Mereka adalah penguasa manipulasi psikologis. Mereka tidak hanya menghancurkan tubuh, mereka menghancurkan jiwa. Ayahmu telah digunakan sebagai alat untuk memancing kalian, dan selama proses itu... mereka memastikan dia menjadi saksi atas setiap kekejaman yang mereka rencanakan untukmu."

​Eros mengerang pelan, mencoba duduk lebih tegak. "Mereka mencuci otaknya?"

​"Lebih buruk dari itu, Eros," jawab Vanya pendek.

​Helikopter mulai melambat, menukik menuju sebuah kompleks bangunan kuno yang dikelilingi tembok batu tinggi dan menara pengawas bersenjata lengkap di pinggiran Moskow. Inilah The Fortress, sarang iblis yang sesungguhnya. Begitu mendarat di helipad pribadi, aroma udara Rusia yang membeku segera menyergap paru-paru Elena. Suhu di sini jauh lebih ekstrem daripada di lereng bukit tadi.

​Mereka turun dikawal belasan anak buah Vanya yang bersenjata lengkap. Eros, meski masih tertatih, menolak untuk dibantu. Ia melingkarkan lengannya di bahu Elena, seolah-olah kehadirannya adalah satu-satunya pelindung yang Elena butuhkan di tempat terkutuk ini.

​Mereka dibawa masuk ke dalam sebuah aula besar dengan langit-langit tinggi yang dihiasi lukisan-lukisan klasik yang suram. Di ujung aula, tujuh kursi besar dari kayu ek hitam tersusun setengah lingkaran. Tapi, hanya satu kursi yang terisi.

​Seorang pria tua dengan rambut putih klimis dan setelan jas yang sangat rapi duduk di sana. Namanya adalah Volkov Tua, paman Eros sekaligus ketua dewan yang paling membenci keponakannya sendiri. Di samping kursinya, berdiri sesosok pria yang membuat napas Elena terhenti seketika.

​Arkan.

Pria itu masih hidup. Wajahnya diperban di sana-sini, dan lengannya di gips, tapi ia tampak sangat puas berdiri di samping penguasa Rusia itu. Arkan menatap Elena dengan tatapan penuh kemenangan gila.

​"Elena... sayangku," suara Arkan terdengar serak dan menjijikkan. "Lihat? Aku bilang aku akan kembali. Dan sekarang, aku punya teman-teman baru yang sangat mengerti bagaimana cara menghargai wanita sepertimu."

​Eros melangkah maju, tangannya meraba pisau yang disembunyikan di balik perbannya. "Lepaskan ayah Elena, Tua. Kau sudah mendapatkan flashdisk itu dari Vanya, bukan? Itu kesepakatannya!"

​Paman Eros tertawa, suara tawa yang kering seperti gesekan amplas pada kayu. "Vanya memang memberikan data itu, Eros. Tapi dia tidak memberitahuku bahwa keponakanku yang tercinta ini membawa 'perhiasan' yang begitu menarik. Gadis desa ini... dia adalah alasan kau mengkhianati keluargamu? Sangat mengecewakan."

​"Di mana Ayahku?!" Elena berteriak, suaranya bergema di aula yang sunyi itu. Ia tidak peduli lagi pada protokol atau rasa takut. Keberanian yang lahir dari keputusasaan meledak di dadanya.

​Paman Eros memberi isyarat dengan jarinya. Pintu besar di belakang kursi dewan terbuka. Dua orang penjaga menyeret keluar seorang pria tua yang terikat di kursi roda.

​"Ayah!" Elena hendak berlari, tapi Eros menahannya.

​Pria di kursi roda itu mendongak. Itu memang Ayah Elena. Wajahnya kuyu, matanya cekung, dan jari manisnya yang dibalut perban berdarah tampak kaku. Tapi, saat matanya bertemu dengan mata Elena, tidak ada binar kasih sayang yang biasanya Elena temukan. Hanya ada ketakutan yang murni dan... kebencian.

​"Pergi... pergi kau, pembawa sial!" suara Ayah Elena pecah, gemetar karena emosi yang luar biasa. "Gara-gara kau... mereka menyiksaku! Gara-gara kau... rumah kita hancur! Kenapa kau tidak mati saja bersama ibumu?!"

​Elena membeku. Kalimat itu lebih menyakitkan daripada tamparan Arkan mana pun. Ia merasa jantungnya diremas tangan-tangan tak kasat mata. "Ayah... ini aku, Elena. Aku datang untuk menyelamatkanmu..."

​"Selamatkan dirimu sendiri!" teriak Ayah lagi. "Kau bukan anakku lagi! Kau hanya wanita jalang yang membawa maut bagi siapa pun yang bersamamu! Lihat pria itu—" Ayah Elena menunjuk Eros. "Dia monster! Dan kau menikmatinya, bukan? Kau menikmati darah yang tumpah demi dirimu!"

​Eros mencengkeram bahu Elena, bisa merasakan tubuh wanita itu mulai lemas. "Mereka memberinya obat-obatan, Elena. Dia tidak sadar apa yang dia katakan," bisik Eros dengan nada mendesak.

​Paman Eros tersenyum puas. "Kami hanya memberitahunya kebenaran, Elena. Kami memperlihatkan video setiap orang yang mati karena kau mencoba melarikan diri dari Arkan. Kami menunjukkan kepadanya bahwa putrinya adalah pemicu perang yang akan menghancurkan ribuan nyawa. Dan dia percaya."

​Arkan melangkah mendekat ke arah Ayah Elena, meletakkan tangannya di bahu pria tua itu dengan akrab. "Lihat, Elena? Bahkan ayahmu tahu kau milikku. Dia sudah menandatangani dokumen penyerahan hak asuh mu padaku di bawah hukum Rusia. Kau milikku Elena. Kau adalah propertiku yang sah."

​Elena menatap ayahnya, lalu menatap Arkan, dan berakhir pada Eros. Ia merasa terperangkap dalam jaring laba-laba yang sangat besar. Vanya, yang sejak tadi hanya diam, tiba-tiba melangkah maju dan berdiri di tengah-tengah mereka.

​"Kesepakatannya adalah data ditukar dengan nyawa," Vanya berbicara dengan Paman Eros.

"Tapi aku tidak bilang aku akan membiarkan Arkan menyentuh gadis itu. Arkan hanyalah pesuruh, jangan biarkan dia bertingkah seperti raja."

​"Vanya, jangan ikut campur lebih jauh," ancam Paman Eros.

​Situasi di aula itu kini menjadi segitiga yang sangat berbahaya. Eros yang terluka tapi juga mematikan, Vanya dengan ambisinya sendiri, dan dewan yang didukung oleh Arkan yang haus dendam.

​Eros menarik Elena ke belakang tubuhnya. Ia mengeluarkan pistol yang sempat ia rebut dari salah satu anak buah Vanya tadi secara diam-diam. "Elena tidak akan pergi ke mana pun kecuali denganku. Dan siapa pun yang mencoba menyentuhnya... Moskow akan menjadi saksi banjir darah malam ini."

Arkan tertawa histeris, ia mengambil sepucuk senjata dari pengawal dewan. "Ayo kita lihat, Eros! Berapa banyak peluru yang bisa kau tahan sebelum kau mati di depan pelacurmu itu!"

Tiba-tiba, suara alarm darurat berbunyi di seluruh kompleks The Fortress. Lampu aula berubah menjadi merah menyala. Salah satu penjaga berlari masuk dengan wajah ketakutan.

​"Tuan! Penyerangan dari luar! Mereka menggunakan artileri berat! Ini bukan faksi Vanya... ini adalah faksi pemberontak dari Moskow Selatan yang dipimpin oleh seseorang yang mengaku sebagai saudara kandung Elena!"

​Elena tertegun. Saudara kandung? Ia tidak pernah punya saudara. Ia anak tunggal. Ia menatap Eros, tapi Eros juga tampak terkejut.

​Siapa lagi yang bermain di papan catur berdarah ini?

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!