seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 13
Nadila yang masih belia, mejalani kehidupan sehari-hari nya dengan hati yang ceria. Meskipun dalam keadaan hamil. Nadila juga sudah menerima takdirnya. Nadila berdamai dengan diri sendiri. Nadila juga ihklas jika suatu hari nanti anaknya akan bertemu dengan ayah kandungnya. Nadila menjalani kehidupan dengan baik. Walaupun jauh dari keluarga nya. Di kota M Nadila bertekad mencari kerja demi membiayai hidupnya nanti. Dan juga bersiap untuk kelahiran anaknya kelak.
Suatu hari , Nadila sedang bingung harus bagaimana . Untuk mencari kerja . Nadila dengan tekad yang kuat . Maka dia putuskan untuk meminta bantuan Jhon untuk dapat kerja.
" Aku harus kerja , supaya nantinya kalau saya melahirkan , ada biaya. Tapi kerja apa yah. "?" Monolog Nadila .
" Oh iya saya telpon Jhon deh . Siapa tau bisa membantu mencari kerja. " Lanjut Nadila lagi.
Nadila pun bergegas menelpon Jhon. Entah kenapa Nadila Merasa nyaman dengan Jhon.
Tuttt tuuttt tuttt tuuttt
( Iya Nadila, ada apa)
" Jhon , bisa bantu Dila ceri kerja gak. ?"
( Ummmm , memang Nadila mau kerja apa ?)
" Apa saja Jhon. Dila butuh uang untuk biaya persalinan nanti "
( Ummmm tunggu sebentar yah , nanti saya kabari, kebetulan sekarang ini saya lagi di tempat kerja. Nadila sabar yah. Baik baik dirumah, kalau Nadila mau apa kasi tau sama saya oke.)
" Iya Jhon, terima kasih. Tapi Nadila tidak mau merepotkan Jhon terus menerus. "
( SAya tidak merasa di repotkan kok Dila, saya sudah menganggap Nadila adik sendiri. )
" Ya sudah Jhon. Dila tunggu yah ,bye"
Klik'.
Nadila pun mematikan telpon nya.
Di kediaman keluarga Senjaya.
" Jadi yang telpon tadi Nadila, yang mengandung cucu ku. ?" Tanya Masayu.
" Iya , nyonya, " jawab Jhon singkat.
" Dan kamu Ar, kenapa kamu menyembunyikan kejadian itu pada kami hah?" Bentak Masayu pada anaknya.
' selama ini nyonya Masayu tidak perna sekalipun membentak tuan Ardhana. Baru sekarang saya melihat kejadian seperti ini' monolog Jhon dalam hati.
" Mami, maafkan Ardhana yah. Ardhana tidak sengaja . Ardhana janji akan bertanggung jawab dengan Nadila. " Ucapnya pelan.
" Hufttt , kamu ini. Untung saja Nadila tidak menggugurkan kandungan nya. Jadi mami maafkan. Karena demi cucu mami. " Ucap mami Masayu sambil berdiri dan berjalan menuju dapur. " Dan kamu Jhon. Bawa Nadila sore ini kemari. Katakan padanya bahwa saya ingin mempekerjakan dia. Sebagai ,,,,,,,,," mami Masayu menjeda ucapannya sambil berpikir kira kira apa kerja yang cocok untuk ibu hamil.
" Mami. Bagaimana kalau kita buat toko pakaian yang akan di jaga oleh Nadila. Dan omset penjualan akan saya berikan untuk Nadila ," usul Ardhana.
" Itu terlalu berat untuk Nadila. "
" Kan Nadila hanya duduk mengawasi karyawan lain mami, di toko itu nanti Nadila cuma duduk di depan kasir. "
.
" Oke, tapi awas saja kalau Nadila kecapekan. Akan mami hukum kamu. Paham. !!" Tegas Masayu.
" Iya mami. Ardhana juga sekali sekali menjenguk Nadila. "
" Oke, mami setuju. ,,Oh ya Jhon bagaimana penyelidikan kamu kepada keluarga Alfathi? Apa ada berita baru yang kamu dapatkan ?" Tanya Masayu pada Jhon asisten anaknya.
" Ada nyonya. Tapi saya perlu melakukan penyelidikan lagi. Agar bukti Bukti nanti bisa kita rangkum agar Inggrid dan suami nya tidak bisa lari lagi. " Ucap jhon.
" Bagus. Kerja kan sebagai mana mestinya. Saya tunggu kabar baiknya. Dan Ardhana, segera kerjakan apa yang kamu pikirkan tadi. Supaya saya bisa cepat bertemu dengan Nadila. " Masayu berkata panjang lebar sebelum menghilang di balik tembok menuju dapur .
.
" Ayo Jhon kita punya banyak pekerjaan. Semoga Nadila betah dengan kerjaan nya nanti. " Ucap Ardhana sambil berlalu pergi keluar rumah dan masuk dalam mobil untuk mencari gedung untuk menjadikan toko pakaian untuk Nadila.
" Baik tuan. " Jawab Jhon singkat.
D*******"*""
Di kediaman Yasmin.
" Inggrid, ibu ada perlu sama kamu. Dan juga suami kamu. Temui aku di ruang kerja ayahmu dulu. " Ucap Yasmin pada Inggrit anaknya.
" Iya Bu. ," Jawab nya singkat.
' tumben ibu mau bicara di ruang kerja ayah. Selama ini tidak begitu. Kecuali kalau ah jangan-jangan ?' monolog Inggrit dalam hati.
" Daddy , kita di suruh ibu ke ruang kerja ayah sekarang. " Kata Inggrit pada suaminya , Hartawan.
" Ada apa mom.,?" Tanya Hartawan bingung.
" Saya juga tidak tau. Coba kita temui sekarang. Mungkin ini tentang harta warisan ayah. Ayo Daddy !" Ucap Inggrit antusias.
" Oke. "
Diruang kerja.
Yasmin berdiri sambil melihat foto almarhum suaminya. Disana juga terdapat foto Zahra dan Inggrit . Juga foto ke dua cucunya. Ketika masih kecil. Serly dan Nadila.
Matanya berkaca-kaca , karena menahan kesedihannya.
' seandainya ayah masih hidup , tentu ini tidak akan terjadi. Inggrid serakah ayah. Dan itu bukan haknya. Sekarang ibu akan mengembalikan semua milik pada orang yang tepat. Nadila. Yah Nadila. Semoga Oma akan bertemu dengan mu cucuku. Sebelum Inggrit menemukan mu' monolog Yasmin .
Tok tok tok tok
Pintu di ketuk dari arah luar. Dan Inggrit pun menjawab
" Buka saja ibu ada di dalam dan pintu nya tidak terkunci. " Jawabnya.
Cek lek, pintu terbuka dan Inggrit pun masuk bersama dengan Hartawan.
" Ada apa ibu , kenapa memanggil kami kemari.?" Tanya Inggrit antusias.
" Apa kamu tau cucuku Nadila masih hidup?" Tanya Yasmin to the point.
" A,a, a a apa maksud ibu. ?" Tanya Inggrit terbata tanpa menjawab pertanyaan ibunya, Yasmin.
" Jawab saja . Kamu tau Inggrid , ibu tidak suka bertele-tele. " Tegas Yasmin
" Saya tidak tau bu. Sudah sepuluh tahun Zahra meninggal dan kenapa ibu baru menanyakan cucu ibu sekarang. ?" Kelit Inggrit.
" Ibu harap kamu jujur Inggrid. Kamu tau kan , semua kemewahan ini milik ayah Zahra . Bukan milik kita. Dan kamu juga tau pewaris sah untuk semua ini adalah cucu kandung dari ayahnya Zahra Damariva Alfathi. Bukan kamu ,ibu atau Serly. Dan jika dalam sepuluh tahun kita tidak menunjukkan pewaris sah dari semua ini. Maka kita akan menyerah kan semua ini kepada negara dan lembaga pendidikan yang di naungi oleh badan hukum negara. " Ucap Yasmin panjang lebar.
Duar
.
. Seketika Inggrit dan Hartawan syok dengan apa yang di ucapkan Yasmin.
Hartawan pun buka suara.
" Kenapa kita tidak meminta kepada pengacara saja Bu. Agar semua ini di berikan kepada kami anak dan cucu ibu. Bukankah harta peninggalan ayah. Mutlak milik ibu dan Inggrid istri saya Bu. ?" Tanya Hartawan. Dia begitu kaget dengan kenyataan yang ada saat ini.
" Di sini ibu tidak berhak untuk itu. Karena sebelumnya ayah kalian sudah membuat surat wasiat akan semua hartanya. Dan semua asetnya bukan atas nama ibu. Dan ibu hanya di beri tunjangan setiap bulan sebesar, dua ratus juta perbulan. Ibu disini hanya sebagai pengganti sementara sebelum pewaris yang sebenarnya bisa menjadi pemimpin perusahaan" Ucap Yasmin.
" Ibu pasti bohong kan Bu. Tidak mungkin saya tidak dapat apa pun Bu. " ucap Inggrid frustasi.
Inggrit benar' benar kaget dengan kenyataan yang ada. ' jika tau begini , dulu sebelum saya habisi nyawa Zahra dan suaminya, saya suruh dulu menanda tangani surat wasiat. Sekarang malah tidak ada gunanya semua ini ahrgggg ' monolog Inggrit dalam hati.
Inggrit begitu frustasi bedengan kenyataan yang ada. Sedangkan Hartawan syok bukan main.
' jika saya tau akhirnya akan begini , menyesal saya nikahi Inggrid dulu. Ahk sial. Malah tidak dapat apa-apa lagi. ' monolog Hartawan dalam hati.
" Makanya ibu tanya padamu Inggrid, apakah kamu tau keberadaan Nadila sekarang. ?" Tanya Yasmin lagi.
" Saya tidak tau bu. Bukan kah dulu Nadila juga jadi korban kecelakaan itu Bu. ?" Tanya Inggrit berkelit .
" Tapi sebenarnya Nadila masih hidup , hanya ibu tidak tau Nadila berada dimana sekarang. Dan ibu berharap bisa bertemu dengannya nanti. Ketika saat yang di sepakati itu tiba. Nadila harus berada di sini. " Tegas Yasmin. Yasmin sengaja mengatakan itu agar Inggrit tidak berbuat macam-macam kepada Nadila.
" Ba ,,ba baik Bu. Nanti saya bantu mencarinya," jawab Inggrid terbata. ' enak saja . Yang ada kalau saya ketemu denganmu, maka disitulah kamu akan mati Nadila. ' monolog Inggrit penuh dengan rasa benci.
" Oh iya Inggrid, ingat jangan sampai kita kehilangan semua ini hanya karena nanti Nadila celaka. " Ucap Yasmin mengingatkan.
" Iya ibu ,iya. " Jawab Inggrit .