NovelToon NovelToon
Gairah Sang Janda

Gairah Sang Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Konflik etika / Selingkuh / Romantis / Trauma masa lalu / PSK
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Warning!! Hanya untuk pembaca 21 tahun ke atas.

Lyra menjadi wanita yang haus akan kasih sayang setelah kepergian suaminya. Usia pernikahannya baru berjalan 2 bulan, namun harus berakhir dengan menyandang status janda di tinggal mati. Bertemu Dika seorang lelaki yang bekerja di daerah tempat tinggalnya. Membuat mereka terlibat dengan hubungan cinta yang penuh dosa.Tapi siapa sangka, ternyata Dika sudah menikah, dan terobsesi kepada Lyra.
Lyra akhirnya memutuskan untuk sendiri menjalani sisa hidupnya. Namun ia bertemu Fandi, rekan kerjanya yang ternyata memendam rasa padanya.

Bagaimana kisah kehidupan dan cinta Lyra selanjutnya?
Yuk simak kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Tempat Tinggal Baru

Bab 29

Tempat tinggal baru.

Lyra memeluk tubuhnya erat, berusaha menghalau dinginnya malam yang menusuk tulang. Ia berdiri di trotoar, menunggu taksi yang akan membawanya ke sebuah tempat di kota yang baru pertama kali ia datangi malam itu. Kota yang asing, kota yang penuh dengan harapan dan ketidakpastian.

Setelah berjam-jam menjelajahi daerah-daerah kota itu dengan smartphone-nya di bandara sejak kedatangannya siang tadi, Lyra memutuskan akan memulai hidupnya di sebuah kawasan yang banyak menyediakan rumah kontrakan dan kos-kosan murah.

Taksi online pesanannya akhirnya datang. Sang driver dengan ramah membantu Lyra memasukkan tas besarnya ke dalam mobil. Setelah keduanya duduk aman di dalam mobil, mereka pun berangkat, membelah jalanan kota yang mulai ramai oleh lalu lalang kendaraan.

"Memang tinggal di kawasan ini ya Mbak?" tanya driver itu, memecah keheningan di antara mereka karena melihat Lyra yang terlihat canggung dan gelisah.

"Belum Mas. Baru rencananya," jawab Lyra singkat, mencoba menyembunyikan keraguannya.

"Oh...." Ada jeda sebelum sang driver melanjutkan kata-katanya. "Kawasan ini kalau untuk sewa kosan sama kontrakan emang jauh lebih murah dari tempat lain sih Mbak, tapi..." Kalimat sang driver menggantung. Ia terlihat ragu untuk melanjutkan.

"Tapi kenapa Mas?" tanya Lyra yang malah jadi penasaran di buatnya. Ia tidak sabar ingin mengetahui apa yang membuat driver itu ragu.

"Setahu saya, kawasan itu sering kecurian. Juga orang-orangnya sedikit.... anu..., maksud saya... lingkungan kurang sehat begitu Mbak," ungkap driver itu akhirnya, dengan nada hati-hati.

"Oh..."

Ada keraguan di hati Lyra setelah mendengar ucapan sang driver. Tapi mengingat tabungannya tidak lah banyak dan ia juga harus segera mendapatkan pekerjaan, mau tidak mau kawasan lingkungan kurang sehat itu menjadi pilihan terbaik untuk saat ini.

"Kalau mau cari yang bagus lingkungannya, saya bisa rekomendasikan ke Mbak."

Tawar driver itu dengan ramah, seolah bisa membaca keraguan di hati Lyra.

Lyra tampak berpikir sebelum menjawab. Ada pertimbangan yang berkecamuk dalam benaknya. Haruskah ia membatalkan rencananya dan mencari tempat lain yang lebih aman, ataukah ia tetap bertahan dengan keputusannya dan mengambil risiko? Namun mengingat jumlah tabungannya yang ada, lagi-lagi Lyra tak punya pilihan.

"Nanti dulu saja deh Mas. Soalnya saya keburu menyetujui kosan baru saya. Nggak enak kalau batal," Lyra terpaksa berbohong.

"Oh begitu. Tapi Mbak boleh simpan nomor saya, kalau misal berubah pikiran nanti. Kosan yang saya rekomendasikan ini punya sepupu saya, jadi saya bisa jamin. Selain aman, lingkungannya juga bagus."

"Boleh. Kalau begitu, saya minta nomor Mas aja aja."

Lyra mengeluarkan handphonenya, kemudian sang driver pun menyebutkan angka kontaknya.

"Saya save ya."

"Silahkan Mbak. Berarti Mbak orang baru ya di kota ini?"

"Iya Mas. Pengen merantau di negeri orang, hehehe..." jawab Lyra, mencoba mencairkan suasana yang tegang.

"Mana ada negeri orang Mbak, ini negeri kita bersama. Biar pun beda pulau, kita tetap bersaudara. Begitu kan salah satu misi moto bangsa kita."

"Bener."

Suasana dan pembicaraan mengalir begitu saja. Driver yang membawa Lyra ke tempat tinggal barunya ternyata orang yang baik dan ramah. Lyra merasa bersyukur masih di pertemukan dengan orang baik di kota ini, di tengah ketidakpastian dan ketakutan yang menghantuinya.

Satu jam kemudian mereka pun tiba di sebuah kawasan padat di depan rumah berlantai 2 dan berpagar besi. Lyra kemudian turun dan pamit setelah membayar ongkos taksinya.

Lyra menatap bangunan di depannya dengan tas besar di tangannya sebelum masuk ke dalam. Menghela napas berat, dan meyakinkan diri bahwa ini adalah jalan terbaik dari pada harus bertahan menjadi wanita perusak rumah tangga orang.

"Ini Lyra ya, yang mau menyewa kos-kosan."

"Eh! I... Iya..."

Lyra terkejut. Tiba-tiba saja ada seorang pria yang di perkiraan berusia 20 tahun lebih tua berada di sampingnya dengan jarak beberapa meter saja.

Pria itu tersenyum. Memandang Lyra dari atas kepala sampai ke kaki, membuat wanita itu merasa tidak nyaman.

Lyra menunduk, takut dan juga gelisah tapi memaksakan diri untuk tetap harus kuat.

"Saya pemilik kosan. Mari saya antar, kamarnya sudah di siapkan."

"Baik Pak. Terima kasih."

Sedikit ragu dan takut, Lyra tetap melangkahkan kakinya ikut masuk ke dalam bangunan di hadapannya. Kamarnya di lantai paling atas dan paling ujung mendekati dekat dengan balkon yang kosong, dan gersang.

"Silahkan, ini kunci kamarnya. Semoga betah ya?" kata pemilik kos, tak ada pertanyaan, hanya menatap dalam pada Lyra.

Lyra merasa benar-benar tidak nyaman di tatap seperti itu. Tatapan yang menurutnya penuh nafsu dan seperti menginginkan dirinya. Ia segera mengambil kunci kamar dari tangan pria tadi, lalu sedikit menunduk untuk menghormatinya

"Terima kasih, Pak. Pembayaran sudah saya transfer tadi. Kalau begitu saya masuk dulu."

Lalu buru-buru masuk dan menutup pintu kamarnya.

"Ya....ya...ya.."

Ia menekan dadanya yang sejak tadi berdebar gelisah menghadapi Bapak pemilik kosan. Lalu menempelkan telinganya di daun pintu. melorot ambruk terduduk di lantai, bersandar pada pintu kayu yang dindingnya kotor oleh coretan spidol setelah mendengar langkah tua itu menjauh pergi.

Lyra merinding.

Lyra mengamati sekeliling kamar kosnya yang berukuran 3x3 meter itu dengan tatapan nanar. Ruangan yang sempit, pengap, dan terasa begitu menyesakkan. Hanya ada seberkas cahaya lampu kuning yang redup, nyaris tak mampu menerangi seluruh ruangan, menciptakan bayangan-bayangan aneh yang menari di dinding. Sebuah kasur busa tipis yang sudah lapuk dan kotor tergeletak begitu saja di lantai, menjadi satu-satunya perabot di ruangan itu. Jauh dari bayangan tempat tinggal nyaman yang ia perkirakan.

"Aku sudah di tipu rupanya."

Ya, Lyra memang sudah di tipu oleh pemilik kos yang mempromosikan kosannya di lengkapi tempat tidur, dan lemari plastik. Nyatanya hanya ada kasur tua yang busanya hanya sekitar 2 senti saja.

-

-

-

Pagi menyambut Lyra dengan cahaya matahari yang menyelinap di antara celah-celah ventilasi kamarnya. Tidak ada jendela, hanya dinding penuh coretan penghias kamar pengganti lukisan.

Tubuh Lyra terasa kaku tidur di depan pintu semalam dengan berbantal tas besarnya dan beralaskan kain yang ia bawa. Ia meregangnya tubuhnya perlahan dan mengumpulkan nyawanya sebelum memulai rencana yang sudah ia susun tadi malam.

Hari ini Lyra akan merapikan kamarnya terlebih dahulu. Berkenalan dengan pemilik kamar sebelahnya jika bertemu, dan membeli sedikit bahan makanan seperti beras, minyak, gula dan beberapa lainnya, juga karpet plastik untuk alas kamarnya yang berlantaikan kayu.

Lyra membuka pintu perlahan, lalu menguncinya kembali. Ia ingin tahu dimana letak kamar mandi di kosan itu.

"Penghuni baru ya?"

"Eh! Iya." Lyra sedikit terkejut di sapa seorang wanita yang di perkirakan lebih tua setahun atau dua tahun darinya dari belakang. "Saya Lyra." Lyra langsung memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya.

"Monika," jawab wanita itu meraih tangan Lyra.

Keduanya saling tersenyum menyambut perkenalan mereka.

"Hati-hati tinggal disini. Pasang kunci ganda juga dari dalam. Dan kalau bisa, jangan terlalu banyak membeli barang berharga, kurang aman," ujar Monika lagi mengingatkan.

Lyra jadi teringat ucapan driver tadi malam yang juga sudah membagi informasi padanya.

Lyra tersenyum hangat. Satu lagi orang baik yang telah ia temui di kota ini.

"Terima kasih Mbak. Akan saya ingat. Oh ya, kamar mandinya di mana ya Mbak?"

"Di bawah. Satu kamar mandi, satu lagi Wc. Tapi hati-hati lagi, soalnya ini kos gabungan. Lantai bawah itu khusus laki-laki, jadi tau sendiri kan? Lebih bagus kalau mau pakai kamar mandi atau Wc di waktu subuh atau siang sekali, kalau mereka sudah sepi."

Lagi-lagi Lyra mendapat bantuan. "Iya Mbak, terima kasih sudah berbagi informasi. Berarti kalau jam segini kayaknya kurang aman ya Mbak?"

"Kalau berdua, kurasa aman. Satu di dalam, satu di luar buat jaga."

"Oh, gitu." Lyra tampak sungkan. Sebenarnya ia sudah kebelet ingin ke kamar mandi, tapi sungkan ingin minta tolong Monika untuk berjaga di luar.

"Ayo! Aku juga mau ke kamar mandi. Tapi yang cepet ya, soalnya aku ada urusan pagi ini."

"Oh!" Wajah Lyra tampak lega. "Tunggu bentar Mbak." Ia segera membuka pintu kamar kosnya kembali dan mengambil handuk serta peralatan mandi seadanya yang ia bawa sisa miliknya dari kota sana.

"Bawa handphone dan dompet mu sekalian, jangan di tinggal."

"Baik Mbak."

-

-

-

Bersambung...

Note : jangan lupa like ya, berarti banget buat aku 🙏

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa ini awal lyra akan bertemu orang lama itu?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
padahal yg nyampurin justru manager gelok ituu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa semua yg dekat dgn lyra bakal dipecat?
Author.N.
buruan laporin aja sama pemilik cafe ga sih, biar dia yang dipecat
Author.N.
Huff malah pada dipecat. Ga beres itu si boss.
Author.N.
semoga yg ini baik
Author.N.
Yang kontainer yang bisa menyembuhkan otak dika 🤣😆
Author.N.
harusnya malah bikin kamu sampai muntah paku sih Dik 🤣
Author.N.
Katakan prett katakan prettt
Author.N.
Ga ada rasa bersalah yang tulus sih kayaknya. otaknya dah tercemar 😅 Semoga Novia ga mau sama kamu lagi Dika
Author abal-abal
serem banget si Hardi ini🙈 menyalahgunakan kekuasaan. moga aja Tar dia yg di pecat sama pemilik cafe nya 😂
Author.N.
good emang harus ditolak dari awal klo dia dah punya anak mah.
Author.N.
modus nihhh
Author.N.
eh gimana pak? apa maksudnya ini 😅
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ➢‮
semoga Hardi gak menahan lyra dengan aturan palsu saat mengundurkan diri
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ➢‮
gila gila si Hardi.. Udah punya anak istri posesif Nya sama lyra 😄
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ➢‮
Mknya jgn serakah Dika..mau beristri dua jadi jablai kan/Casual/
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ➢‮
Bagus lyra..tegas biar Hardi gak sok ngatur kamu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
bagus ly, biar sadar itu orang 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yg ada di bejekk istrinya iya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!