NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita
Popularitas:74.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECERDASAN CALISTA

Matahari baru saja terbit di Florist, namun ketegangan sudah mencapai puncaknya.

Jayden sudah berpakaian lengkap dengan zirah kebesarannya, di sampingnya ada Calista yang berdiri dengan pakaian baru yang lebih praktis namun tetap elegan, sebuah gaun berburu berwarna merah marun dengan pelindung dada kulit tipis di dalamnya.

"Kamu benar-benar gila, kamu benar-benar bangun dan berjalan," ucap Jayden saat melihat Calista muncul di aula utama.

"Aku sudah bilang, kan? Aku punya urusan yang belum selesai dengan ibumu," jawab Calista hanya tersenyum tipis sambil membetulkan letak belati emasnya.

"Baiklah," Jayden menarik napas panjang.

"Ayo berangkat, mari kita akhiri drama ini," lanjut Jayden, melangkah pergi.

Mereka berdua, diikuti oleh pasukan elit bayangan, berkuda menuju Paviliun Pengasingan Isabella.

Rakyat yang melihat Grand Duke melintas dengan seorang wanita misterius di sampingnya mulai berbisik-bisik.

Kabar tentang Penyihir Pelindung Pangeran, sudah mulai tersebar luas.

Andai saja mereka tahu siapa Calista yang sebenarnya, jiwa yang ada di dalam tubuh Calista itu jauh lebih berbahaya dan lebih mengerikan dari hanya sekedar seorang penyihir.

Saat mereka sampai di depan Paviliun Isabella, pintu gerbangnya sudah terbuka lebar, tidak ada pengawal yang berjaga, tempat itu sunyi.

"Ada yang tidak beres," bisik Jayden, tangannya langsung memegang gagang pedang.

"Dia tahu kita akan datang, dia sengaja membukakan pintu untuk kita," jawab Calista menyipitkan mata nya.

"Ayo kita masuk, aku sudah tidak sabar ingin melihat wanita tua itu," lanjut Calista, melompat turun dari kudanya.

Drap

Drap

Drap

Mereka berdua masuk ke dalam dengan langkah tegas nya, di sana, Isabella sedang duduk tenang, di ruang tamu, bukan dengan teh mawar, melainkan dengan sebuah cermin kecil di tangannya, seolah sedang merias diri untuk sebuah pesta.

"Selamat pagi, Jayden," ucap Isabella tanpa menoleh.

"Dan selamat pagi juga untukmu, Calista, atau siapa pun makhluk yang menghuni tubuh itu," lanjut Isabella, sinis.

"Senang melihatmu masih punya selera humor sepagi ini, Ibu Suri," ucap Calista melangkah maju, lebih depan dari Jayden.

Isabella menurunkan cerminnya dan menoleh, senyumnya sangat manis, namun matanya kosong.

"Kau tahu, Jayden? Membunuhku tidak akan menyelesaikan masalahmu, karena di saat kau melangkah masuk ke sini, aku sudah mengirimkan satu rahasia besar ke Kuil Pusat. Rahasia yang akan membuat Lorenzo kehilangan hak takhtanya selamanya," ucap Isabella, melirik Jayden, dengan senyum miring nya.

"Apa maksudmu?!" tanya Wajah Jayden, dengan rahang mengeras.

"Tanyakan pada wanita di sampingmu itu, dia tahu banyak hal, bukan? Apa dia tahu siapa sebenarnya ayah kandung Lorenzo?" jawab Isabella terkekeh.

Calista tertegun, di dalam ingatannya yang dia terima, ada satu kepingan memori Calista yang selama ini terkunci rapat, sebuah rahasia gelap yang melibatkan mendiang kakak Jayden dan sebuah pengkhianatan di malam penobatan.

Namun bukan karena takut, dia memejamkan matanya, membiarkan jiwa Yura menyelam lebih dalam ke palung memori tubuh Calista yang paling gelap.

Di sana, dia menemukan sebuah kepingan ingatan, percakapan rahasia yang tidak sengaja didengar Calista asli saat dia sedang bertugas di ruang cuci istana setahun yang lalu.

Isabella masih tersenyum penuh kemenangan, mengira dia telah memegang kartu as yang akan membuat Jayden berlutut dan Calista gemetar.

"Kenapa diam saja, Calista?" tanya Isabella, suaranya mengalun penuh racun.

"Beritahu Jayden, bahwa keponakan kesayangannya itu tidak lebih dari sekadar noda di garis keturunan Florist, katakan padanya bahwa kakak laki-lakinya yang suci itu sebenarnya mati dalam kehinaan karena tahu istrinya berkhianat!" lanjut Isabella, tersenyum miring.

"Ibu, tutup mulutmu! Jangan berani kau menghina mendiang kakakku!" ucap Jayden mencengkeram gagang pedangnya hingga buku jarinya memutih.

"Jayden, tenanglah," ucap Calista, memecah ketegangan.

Dengan senyum tipis yang sangat mematikan, Calista melangkah maju, melewati Jayden, hingga hanya ada jarak dua meter antara dirinya dan Isabella.

Calista tertawa pendek, bukan tawa pahit, melainkan tawa mengejek yang sangat ringan.

"Isabella, kau benar-benar menyedihkan," ucap Calista sambil menggelengkan kepala.

"Kau pikir aku tidak tahu rahasia yang kau maksud? Kau ingin mengatakan bahwa Lorenzo adalah anak dari Ksatria Pemberontak, Tuan Smit bukan?" tanya Calista, tersenyum mengejek.

Isabella tertegun, senyumnya langsung membeku, dengan tangan terkepal kuat.

"Jika kau tahu, maka kau sadar bahwa posisi Jayden sebagai pelindung bayi haram itu akan menyeretnya ke tiang gantungan!" teriak Isabella, menatap tajam pada Calista.

"Itulah masalahmu," jawab Calista berjalan memutari meja Isabella, jari-jarinya menyentuh permukaan meja marmer itu dengan santai.

"Kau terlalu sibuk menyusun kebohongan sampai kau lupa memeriksa kebenarannya sendiri," lanjut Calista, tersenyum miring.

"Aku tahu tentang rahasia malam penobatan itu, aku tahu kau yang menjebak Ratu dengan obat bius agar terlihat seolah-olah dia tidur dengan Tuan Smit, tapi apa kau tahu apa yang dilakukan Ratu setelah dia sadar?" tanya Calista menatap Isabella tepat di mata.

"Apa maksudmu?" tanya Isabella mengerutkan kening, mulai merasa tidak nyaman.

"Dia tahu kau sedang merencanakan sesuatu, maka malam itu, dia tidak pernah tidur dengan Tuan Smit, dia menukar dirinya dengan salah satu pelayanmu yang sudah kau suap, sementara dia sendiri tetap bersama Raja. Lorenzo adalah anak sah Raja," jawab Calista, dingin.

"Dan pelayan yang kau pikir tidur dengan Tuan Smit? Dia sudah mati kau bunuh sendiri untuk menghilangkan jejak, kan?" lanjut Calista, tersenyum miring.

"BOHONG!"

Teriak Isabella, wajahnya yang tadi pucat kini memerah padam.

"Aku punya surat pengakuan dari Smit sebelum dia mati!" teriak Isabella, dengan mata memerah.

"Surat yang kau tulis sendiri?" tanya Calista, menaikan sebelah alisnya.

Calista menarik sebuah gulungan kecil dari balik jubahnya, sebuah dokumen yang ia ambil dari laci rahasia di paviliun Lorenzo sebelum bangunan itu terbakar habis kemarin, dia sudah mengamankannya saat pertama kali dia merasuki tubuh ini.

"Ini adalah catatan medis asli mending Ratu, dari Tabib Kerajaan yang sudah kau singkirkan, di sini tertulis dengan jelas tanggal pembuahan Lorenzo yang sesuai dengan malam di mana Permaisuri bersama Kaisar, bukan malam skandal yang kau ciptakan," ucap Calista, melambaikan dokumen itu di depan wajah Isabella.

"Calista, dari mana kau mendapatkan itu?" tanya Jayden tertegun, menatap dokumen di tangan Calista.

"Aku punya cara-caraku sendiri, Jayden," jawab Calista tanpa menoleh.

"Dan Isabella, dokumen yang kamu kirim ke Kuil Pusat pagi ini? Owen sudah menggantinya dengan dokumen korupsi pengadaan zirah Ksatria Suci yang kau lakukan sepuluh tahun lalu," lanjut Calista, dengan seringai iblis nya.

Wajah Isabella kini benar-benar pucat pasi, dia jatuh terduduk di kursi riasnya.

"K-kau sudah merencanakannya..." ucap Isabella, suaranya tidak sekeras tadi.

"Bukan merencanakan," jawab Calista, mendekatkan wajahnya ke telinga Isabella.

1
Tiara Bella
lanjut semangat ya Thor ...
Tiara Bella
ibu susu Calista pnya bayi besar sabar ya pangeran Lorenzo...
Endang Sulistia
pinter nih si Lorenzo...
Endang Sulistia
ada lamaran kecil kecilan..🤔🤔🤔
T1 T1n
yg penting tiap hari up kak ❤️❤️❤️
IG : hofi03_sakroni: siap beb, di usahakan up stabil setiap hari 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
gasken mak🏍🏍🏍
Maria Lina
cerita ya 2 ..ditamat kn dlu ya thor..tar yg lain dikit up nya.komen aj thor
Maria Lina: ok thor siap🫠
total 2 replies
Retno Palupi
wua... Calista punya 2 bayi😄😄
Lienaa Likethisyow
yura dilawan..salah sasaran oe🤣🤣..lanjut thor yg banyak ya💪💪👍👍 semangat😍😍
Lienaa Likethisyow
cie..cie..Jayden so sweet.😍😍..lanjut thor💪💪👍👍
Lienaa Likethisyow
ulet bulu ilang deh..digertak aja ngacir..sok sokan garang masih garang Calista lah🤣🤣🤣..semangat thor💪💪👍👍
IG : hofi03_sakroni: takot dia kak
total 1 replies
kaylla salsabella
seru🥰🥰🥰
IG : hofi03_sakroni: terimakasih kay, stay tune ya beb 🤍
total 1 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Mengungkapkan perasaan sangat penting untuk kelegaan hati, alih-alih memendamnya sendiri lebih baik kamu mengungkapkan apa isi hati kamu.
Mengenai respon dan tanggapan lawan bicaramu itu adalah hal yang tidak dapat kamu kontrol.
Dengan kunci utama adalah jujur, percaya diri, memilih waktu dan tempat tepat, serta menggunakan cara yang halus tapi jelas.
Cara mengungkapkan perasaan setiap orang berbeda-beda, ada yang mengungkapkan secara langsung, ada juga yang mengungkapkan melalui surat atau chat agar tidak bertatap muka langsung.
Memang menyatakan perasaan termasuk hal yang berat dilakukan, karena kita tidak pernah tau apa respon atau tanggapan dari orang yang kita tuju...😘💚🥰💜😍💗
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Dengar baik-baik Diana, apa yang diucapkan Calista itu adalah sebuah peringatan keras bagimu...😤😰
Peringatan keras adalah teguran serius dan tegas yang diberikan kepada seseorang atau pihak yang melakukan pelanggaran, menunjukkan kesalahan fatal dan menjadi sanksi etika atau disiplin yang berat sebelum sanksi lebih fatal untuk efek jera.
Ini adalah tingkatan tertinggi dalam sanksi peringatan, mengindikasikan bahwa tindakan selanjutnya bisa lebih berat, seperti hukuman mati.
kaylla salsabella
cari mati aja tuh pelayan
kaylla salsabella
jangan pingsan Owen🤣🤣🤣
Leni Ani
kan habis thor up thor😭😭😭😘💪💪💪👍
Leni Ani
biar pun ngak calista bilang sm jay tp mimpi pun datang ke dia👍
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya keren banget, pokoknya kalian harus membaca nya
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
aduhhhhh seru banget lagi cerita nya😭😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!