Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Kodam panas
"Tutup mulut mu itu, ingat anak istrimu di rumah!" bentak Nana sambil menatap Lutfi.
"Hehehee kamu masih saja seperti dulu." Lutfi tersenyum malu sambil menatap kucing hitam itu.
"Jadi memang benar kau menjadi arwah gentayangan seperti ini?" Andi bahkan sampai memegang tangan Nana.
"Heh tidak usah pegang sembarangan nanti aku malah di tuduh menjadi pelakor!" Nana cepat menarik tangan dia.
"Gila ya, pesona mantan emang tidak bisa dilupakan begitu saja sehingga kalian masih saja tetap mengejar Nana!" Arya langsung mengejek mereka.
"Bukan begitu maksudku kami hanya kaget bahwa dia masih ada dan tetap berkeliaran seperti ini." Lutfi berusaha menjelaskan kepada Arya.
"Untuk kau Lutfi, mulai saat ini kau harus bisa menjaga pandangan agar nanti kau tidak terkejut ketika melihat para iblis lain." Nana memberi pesan untuk Lutfi.
"Benar, karena saat ini kau sudah bisa melihat tentang para iblis itu dan kemungkinan besar ada sesuatu di dalam dirimu ini." Arya juga setuju dengan Nana.
"Lalu kami?" Andi dan Davin bertanya barengan karena mereka juga ingin tahu.
Arya menggeleng karena Andi dan Davin tidak bisa melihat secara terus-menerus tentang hal ghaib itu, ini mereka bisa melihat hanya karena takdir gaib telah di buka oleh Nolan sehingga bisa melihat tentang keberadaan Nana dan juga Bara.
Untuk selanjutnya nanti maka mereka tidak mungkin bisa melihat lagi dan hanya Lutfi saja yang bisa melihat karena sekarang mereka sudah sangat yakin bahwa ada sesuatu yang masuk di dalam tubuh Lutfi, hanya saja Arya tidak bisa memprediksi apa ini adalah siluman baik atau justru akan membawa malapetaka.
Karena energi yang muncul dari tubuh Lutfi begitu panas sehingga pikiran area terus kuat mengatakan bahwa siluman yang masuk di dalam tubuh Lutfi ini tidak akan pernah bisa di ajak bekerja sama, justru dia semakin curiga bahwa bisa saja yang telah membuat ulah ini adalah siluman yang sudah masuk di dalam tubuh Lutfi.
Jadi Arya berencana untuk membawa pria ini menemui Purnama agar bisa di lihat secara pasti siapa yang sudah masuk dalam tubuh Lutfi, kasihan juga dia bilang sampai di manfaatkan oleh siluman itu hanya karena dia tengah terluka parah dan membutuhkan raga agar tetap bisa bertahan dan jangan sampai musnah.
Arya memang sudah yakin bahwa ada sesuatu namun dia dan Nana serta Bara tidak bisa melihat ini jenis siluman apa, jadi mereka memang perlu Purnama terlebih dahulu agar bisa melihat dengan jelas tentang siluman yang ada di dalam tubuh Lutfi dan akan di bawa saat ini juga menemui ratu ular.
Lutfi sendiri sudah ketakutan dan gemetar mendengar peringatan dari Nana serta Arya barusan bahwa dia bisa saja melihat arwah lain yang berwajah seram, sedangkan Lutfi adalah pria yang paling penakut di antara mereka semua sehingga jelas dia tidak akan pernah mendapatkan ketenangan hidup setelah mendapat khodam di tubuh ini.
"Lalu aku harus bagaimana bila sampai melihat iblis lain yang berwajah seram?" Lutfi bertanya kepada Arya.
"Kau hanya perlu bersikap tenang dan tidak perlu lari ketakutan kesana kemari, sebab itu hanya akan membuat iblis tersebut merasa senang." jawab Arya tegas.
"Kan aku pasti gemetar dan reflek akan berteriak karena merasa takut." cemas Lutfi.
"Ya sudah bila memang kau takut seperti itu lebih baik segera masuk ke dalam peti mati dan kami akan mengubur dirimu." celetuk Nana.
"Gila, dari dulu sampai sekarang mulut kau itu tidak pernah bisa berkata baik!" Lutfi merutuk kesal.
"Ya kau begitu saja sudah ketakutan!" Nana sama sekali tidak merasa bersalah.
"Sudah lah, tidak perlu debat lagi karena kita akan segera menemui Purnama." Nolan menghentikan perdebatan di antara mereka.
"Aku akan tinggal di sini saja ya karena menemani yang lain juga." Bara membuka suara setelah lama terdiam.
"Oke, kau temani Yose." angguk Arya setuju juga.
Maka Arya dan Nolan segera pulang sambil membawa Lutfi juga karena dia perlu membicarakan masalah itu kepada Purnama, biar Purnama yang melihat bagaimana khodam di dalam tubuh Lutfi ini sehingga bila memang dia adalah siluman jahat maka nanti akan segera dikeluarkan agar tidak lama bersemayam di dalam tubuh pria itu.
Nana sebenarnya kasihan juga ketika melihat Lutfi yang sudah ketakutan seperti itu dan memang dia merasakan energi yang sangat panas di tubuh Lutfi, menurut pengetahuan mereka maka bila seseorang yang telah dirasuki sesuatu dan memiliki energi panas maka bisa saja itu adalah iblis jahat dan kemudian akan membuat masalah besar.
"Apa yang kau pikirkan sehingga sampai termenung seperti itu?" Arya bertanya ketika sedang membonceng Nana.
"Aku kepikiran juga tentang dia bila sampai yang masuk di dalam tubuh itu adalah siluman jahat." ujar Nana jujur saja.
"Nah masih kepikiran juga kau dengan dia." Arya menggoda Nana.
"Kau jangan bicara seperti itu nanti malah di dengar oleh Samuel, aku cuma kasihan saja dengan dia." Nana mulai terlihat cemberut.
"Semoga saja apa yang kita takutkan tidak terjadi, siapa tahu walau dia memiliki energi panas tapi memiliki hati yang baik." harap Arya untuk Lutfi.
"Ya sih, semoga saja memang hanya kita yang salah memprediksi masalah ini." Nana mengangguk pelan.
"Tapi sebenarnya aku mulai kepikiran tentang pelaku yang membuat masalah sampai serumit ini, Dia sedang ada tugas apa sehingga sangat berminat mencari para mayat." Arya memang sedang bingung.
Nana tidak menjawab karena dia juga tidak tahu tentang masalah itu, sebab sekarang sedang dalam proses pencarian tentang para pelaku dan sekarang malah ada rasa curiga di dalam hati mereka bahwa bisa saja siluman yang ada di dalam tubuh Lutfi adalah pelaku dari masalah ini.
Lutfi sendiri berusaha untuk menetralkan perasaan karena sekarang dia mulai mendengar apa yang di katakan oleh Arya, tadi dia tidak sengaja melihat sosok berbaju putih dan menatap dia dengan pandangan seolah mengejek sehingga Lutfi sedikit merinding.
"Kau melihat pria yang membawa cangkul tadi?" Nolan bertanya sambil membonceng Lutfi.
"Ya, wujud dia seram sekali." Lutfi menjawab dan agak merasa takut.
"Dia yang meninggal sekitar tiga bulan yang lalu, itu masih tidak seberapa seram karena nanti akan ada yang jauh lebih menyeramkan." Nolan agak tertawa.
Tentu saja Lutfi yang mendengar itu semua semakin merasa takut dan gemetar karena dia pasti akan menjerit ketika melihat sesuatu yang mengerikan seperti itu, jadi dia memang harus menyiapkan perasaan agar nanti tidak terlalu terkejut saat melihat arwah gentayangan.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu