NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

menceritakan perjalanan waktu saka,yang berusaha mengubah masa depan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35 Rahasia Benua yang Hilang

Matahari 2026 terbit dengan warna yang ganjil. Cahayanya menyaring melalui atmosfer yang kini dipenuhi partikel kristal dari sisa-sisa energi samudra. Di lepas pantai selatan Jawa, sebuah daratan raksasa yang selama jutaan tahun hanya menjadi mitos, kini menghampar luas dengan keangkuhan yang sunyi. Benua Atlantis telah bangkit sepenuhnya dari tidurnya di dasar Sundaland.

Saka berdiri di anjungan kapal induk The Chronos-Express, sebuah kapal hibrida hasil gabungan teknologi modern DAT dan mesin uap Kapten Rian. Di sampingnya, Anita tidak sedetik pun melepaskan pandangannya dari cakrawala. Mata peraknya berputar cepat, memproses aliran data yang meluap dari benua baru tersebut.

"Saka, benua itu... ia bernapas," bisik Anita. "Aku merasakan denyut energi geotermal yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan kuno. Ini bukan sekadar tanah dan batu; ini adalah sirkuit raksasa yang menutupi seluruh daratan."

Kapal mereka mendarat di pesisir yang dipenuhi pasir putih berkilau dan reruntuhan bangunan yang terbuat dari logam transparan—sesuatu yang disebut Orichalcum dalam catatan Plato. Saka melompat turun, sepatunya menginjak tanah yang terasa hangat. Ia merasakan detak Arloji Void-nya beresonansi dengan frekuensi tanah ini.

"Kita tidak sendirian di sini," Saka memperingatkan sambil mengaktifkan Phasing parsial untuk mendeteksi ancaman di dimensi bayangan.

Dari balik reruntuhan gedung yang menyerupai bunga teratai raksasa, muncul sekelompok penjaga. Namun, mereka bukan ksatria laut seperti Putri Nereus. Mereka adalah Automata—robot-robot kuno yang terbuat dari emas putih dengan mata yang memancarkan cahaya ungu. Mereka bergerak dengan sinkronisasi sempurna, mengarahkan tombak energi ke arah rombongan ekspedisi.

"Identifikasi diri Anda, wahai keturunan yang terputus," suara itu bergema secara telepati, langsung masuk ke otak semua orang.

Anita melangkah maju, mengangkat tangannya yang bersinar perak. "Kami adalah pembawa pesan dari garis waktu yang stabil. Aku membawa pengetahuan Alexandria, dan rekanku membawa darah Tinta Keabadian. Kami datang untuk menyeimbangkan realitas yang bertabrakan."

Para Automata itu berhenti sejenak. Cahaya di mata mereka berubah dari ungu menjadi biru damai. "Kunci telah ditemukan. Selamat datang di Arsip Pusat Mu-Atlantis. Kalian telah terlambat sepuluh ribu tahun, namun tepat waktu untuk kiamat yang kedua."

Para penjaga itu memandu Saka dan Anita menuju sebuah menara pusat yang disebut Menara Ouroboros. Di dalamnya, dinding-dinding ruangan menampilkan proyeksi sejarah Bumi yang tidak pernah diketahui manusia. Saka melihat bagaimana manusia di masa lalu memiliki teknologi yang mampu mengendalikan waktu, namun hancur karena keserakahan mereka sendiri—sebuah pengingat yang menyakitkan akan musuh-musuh yang selama ini ia hadapi.

Di puncak menara, mereka menemukan sebuah ruangan melingkar dengan kolam cahaya di tengahnya. Di sana, melayang sesosok entitas yang tampak seperti seorang wanita yang terbuat dari ribuan partikel cahaya perak.

"Aku adalah Mnemosyne, memori hidup dari benua ini," ucap entitas itu. "Saka, alasan mengapa benua ini naik kembali bukanlah karena kecelakaan. Ini adalah protokol 'Reset'. Dua bulan yang menyatu di langit adalah sinyal bahwa garis waktu primer telah terkontaminasi terlalu parah."

Saka mengepalkan tangannya. "Apa maksudmu dengan reset?"

"Dunia kalian akan dihapus dan dikembalikan ke titik nol, ke masa di mana manusia belum mengenal teknologi waktu," jawab Mnemosyne dingin. "Kecuali... kau bisa membuktikan bahwa kemanusiaan layak untuk memiliki masa depan tanpa menghancurkan masa lalunya."

Tiba-tiba, alarm di Arloji Void Saka meraung hebat. Sebuah ledakan terjadi di kaki menara. Melalui layar proyeksi, Saka melihat armada kapal hitam mulai mendarat di pesisir. Itu bukan pasukan Altair, melainkan Legiun dari Masa Depan yang Jauh—manusia-manusia dari tahun 3000 yang ingin menguasai teknologi Atlantis agar mereka tidak punah di masa depan mereka yang hancur.

"Mereka datang dari garis waktu yang sekarat untuk mencuri awal yang baru," desis Anita. "Saka, jika mereka mengambil alih Menara Ouroboros, mereka akan melakukan reset sesuai keinginan mereka, menghapus tahun 2026 sepenuhnya!"

Saka menarik pedang Tinta Keabadiannya. Cahaya peraknya kini bercampur dengan energi benua Atlantis yang merembes masuk ke tubuhnya. "Aku sudah lelah dengan orang-orang yang ingin menghapus sejarah demi ego mereka sendiri."

Saka menatap Anita. "Nit, kau harus mengendalikan sistem pertahanan menara ini. Gunakan pengetahuan Alexandria untuk membangkitkan Automata yang tertidur. Biarkan aku yang menangani tamu-tamu tak diundang itu di garis depan."

Anita mengangguk, ia duduk bersila di tengah kolam cahaya, menghubungkan pikirannya dengan sistem saraf benua. "Jangan mati di sana, Saka. Kita baru saja mendapatkan benua baru untuk dijelajahi."

Saka tersenyum, lalu melompat keluar dari puncak menara, terjun bebas menuju medan perang yang membara di bawah. Di udara, ia memutar Arloji Void-nya ke frekuensi maksimum, menciptakan gelombang kejut yang menghentikan waktu bagi musuh-musuhnya selama beberapa detik berharga.

Episode 35 berakhir dengan Saka yang mendarat di tengah kepungan prajurit masa depan, siap untuk memulai perang perebutan sejarah di tanah Atlantis.

1
Fadhil Asyraf
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!