Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 39
"Assalamualaikum. " Lidia mengucap salam saat memasuki rumah. Langkah kakinya bergegas menuju kamar buk Sum.
"Buk, aku mau ya." ijin Lidia dari balik pintu perlahan Tanganya terulur memutar knop pintu. Kepalanya terulur kedalam tapi ia kaget karna tempat tidur kosong.
"Ibuk kemana? Buk....kkkk, ibuk....." panggil Lidia menutup pintu kamar kembali dan mencari keberadaan wanita itu. Hatinya mengatakan jika buk Sum pasti ada di dapur. Dan benar saja, nampak seorang wanita tengah mengaduk sesuatu di pengurangan.
"Ibuk, ibuk ngapain?" nampak kepanikan di wajah Lidia saat tau buk Sum memasak, seharusnya wanita itu istirahat di kamar agar cepat pulih.
"Masak telur otak arik." buk Sum memindahkan telur ya g baru saja ia masak ke piring dan membawanya di meja.
"Kenapa ga di kamar aja istirahat bu, biar aku saja yang masak." Lidia begitu menyayangi buk Sum karna hanya wanita itu satu satunya yang ia punya saat ini.
"Ga apa - apa, nak. Ibuk udah mendingan. Lagian di kamar rebahan terus ibuk juga bosan." Wanita itu tersenyum ke arah Lidia. "Ayo kita sarapan, kamu pasti lapar habis jalan." Ibuk Sum mengambil nasi dan telor ke piringnya, begitu juga dengan Lidia. Mereka berdua sangat menikmati sarapan sederhana.
Buk Sum bersyukur ada Lidia tinggal bersama dirinya, ia tidak lagi kesepian. Ada teman untuk berbagi keluh kesah. Buk Sum juga sudah memberitahu anaknya tentang Lidia dan mereka juga sudah ngobrol meski hanya lewat ponsel. Setidaknya merka sudah saling mengenal.
"Assalamualaikum, bu."
"Waalaikumsalam, gimana kabar kamu nak?" tanya buk Sum ketika anaknya menghubungi dirinya.
"Alhamdulillah, ibu sehat?"
"Alhamdulillah."
"Bu, insya Allah sabtu ini aku dan Diah mau pulang. Sudah lama aku ga pulang kampung, rasanya aku kangen sialan kampung."
"Beneran nak, kamu mau pulang?" tanya buk Sum tidak percaya.
"Insya Allah, bu. Udah dulu ya bu, aku cuma mau ngabari itu aja. Aku mau lanjut kerja dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, iya nak." komunikasi langsung terputus. Wajah buk Sum nampak begitu bahagia, akhirnya anaknya mau juga pulang kampung.
"Kayanya ada yang lagi bahagia ini?" celetuk Lidia yang kebetulan melihat buk Sum sedari tadi selalu tersenyum.
"Sini duduk dekat ibuk. Kamu tau ga sabtu ini anak ibu mau pulang." betapa bahagia buk Sum mengatakan itu pada Lidia, senyum tak lepas dari sudut bibirnya.
"Beneran bu, kalau gitu nanti aku bakal masak yang enak - enak untuk abang dan istrinya."
"Nanti ibuk kenalin langsung dengan anak ibu."
"Kan udah kenal, buk. "
"Itu kan baru dari ponsel saja, kalau ini langsung. Kalian bisa melihat satu sama lain."
"Kok aku jadi deg degan gini ya buk. Nanti abang dan isterinya suka ga ya sama aku? "
"Pasti sukalah, ga usah mikir yang aneh - aneh. Besok kamu mau ikut ibuk ke pasar ga, ibu mau belanja keperluan dapur?"
"Mau,bu." angguk Lidia sambil tersenyum senang, ia sudah lama ga ke pasar karna buk Sum tidak mengijinkan ke pasar seorang diri.
"Ya Sudah mending kita istirahat biar ga kesiangan." Buk Sum mengajak Lidia untuk istirahat karna besok pagi mereka akan berbelanja ke pasar.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍😘🙏🙏
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?