NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

makam leluhur bara song

Saat pintu gerbang Kawah Abadi mulai bergetar karena resonansi energi Chen Song, lorong di belakang mereka mendadak terang benderang. Bukan oleh api, melainkan oleh cahaya laser dari unit elit Garda Api Ghudik.

Tiga sosok mendarat dengan dentuman keras, memecah barisan klan Oe. Mereka adalah Trio Hakim Matahari, kultivator tingkat tinggi yang ditugaskan negara Ghudik untuk melindungi "Aset Energi" mereka (Makam Bara Song).

Pertarungan di lorong gua yang panas mendadak berubah menjadi tontonan yang aneh sekaligus lucu. Trio Hakim Matahari, yang gagah dengan teknologi canggih mereka, dihadang oleh kekonyolan alami dari Klan Oe.

Hakim Vex (Menghentakkan tongkatnya) "Formasi Gravitasi 50 Kali Lipat!"

Oe Shan Tung yang raksasa langsung berlutut, wajahnya memerah karena menahan tekanan. Luna Zhang masih berjuang dengan perisai esnya.

Oe Lu Tung (Terhuyung-huyung, kapaknya terasa seperti timah) "Astaga! Kenapa rasanya aku barusan makan sapi utuh?!"

Oe Asu (Mencoba melompat, tapi hanya bisa melayang rendah seperti bebek gemuk) "Vex! Kau membuatku merasa seperti dietku sia-sia! Padahal aku sudah puasa makan ayam tiga hari!"

Hakim Zhor (Mengarahkan cambuk plasmanya) "Diam! Kalian para pemberontak tidak punya tempat untuk humor di hadapan hukum Ghudik!"

Oe Lu Tung (Sambil merangkak, ia melihat ke arah pipa besar) "Asu! Shan Tung! Cepat! Lepaskan Jurus Kentut Terowongan Naga!"

Hakim Kora (Suaranya mekanis) "Jurus Kentut...? Apa itu...?"

Sebelum Hakim Kora sempat menyelesaikan kalimatnya, Oe Asu dan Oe Shan Tung dengan susah payah berbalik, mengarahkan bokong mereka ke arah pipa limbah besar di dinding gua. Dengan sekuat tenaga, mereka mengeluarkan gas berbau sangat busuk yang bercampur dengan uap panas dari pipa, menciptakan ledakan bau yang mematikan.

Hakim Zhor (Melambaikan cambuknya panik, hidungnya tercekik) "A-apa ini?! Gas beracun?! Sensor udara menunjukkan level metana dan sulfur dioksida yang mematikan!"

Hakim Vex (Terhuyung-huyung, tongkatnya melemah) "Astaga! Ini lebih parah dari limbah nuklir! Sensor gravitasi saya mulai error!"

Hakim Kora (Sistem suaranya berubah menjadi batuk-batuk digital) "Error! Error! Bau terdeteksi... menghancurkan sistem penciuman robotik..."

Di tengah kekacauan Trio Hakim Matahari yang panik dan tercekik, efek gravitasi Hakim Vex melemah drastis.

Luna Zhang(Terkejut sekaligus menahan tawa) "Gravitasinya... hilang! Astaga, aku tidak menyangka jurus itu benar-benar ada..."

Chen Song (Seringai kecil muncul di wajahnya, terkesan) "Klan Oe... kalian memang tak terduga."

Oe Lu Tung (Sambil terhuyung karena gasnya sendiri, tapi matanya berbinar) "Nah! Itu dia! Saatnya serangan balik! Shan Tung, Asu! Formasi Kura-kura Terbalik!"

Oe Shan Tung, yang kini sudah bisa berdiri, langsung melompat dan menempelkan punggungnya ke dinding terowongan, menendang bebatuan besar ke arah Hakim Kora. Sementara itu, Oe Asu meluncur di lantai yang licin karena gas, menusukkan belatinya ke sensor kaki Hakim Zhor.

Hakim Zhor(Berteriak kesakitan) "Kakiku! Sensor gerakku rusak! Kenapa kalian begitu menjijikkan?!"

Oe Asu (Tertawa riang) "Karena kami makan makanan rumahan, Hakim! Bukan pil energi pabrikan kalian yang tidak ada rasanya!"

Hakim Vex (Masih terhuyung, mencoba memulihkan formasinya) "Tidak mungkin... Pertahanan energi mereka terlalu kuat... tapi pertahanan... bau mereka... tak tertembus!"

Oe Lu Tung(Mengayunkan kapaknya ke arah Hakim Vex) "Rasakan ini! Kapak keadilan dari Lubang Tikus! Dan jangan lupa... jurus kentut itu juga akan jadi warisan untuk anak cucumu!"

Kelucuan dan kelicikan Klan Oe berhasil membuat Trio Hakim Matahari kacau balau. Mereka tidak bisa melawan bau dan serangan mendadak yang tidak terduga. Ini memberi Chen Song dan Luna waktu berharga.

Chen Song (Menoleh ke Luna) "Luna, cepat! Kesempatan kita! Pintu gerbang akan terbuka!"

Luna mengangguk, lalu dengan sekuat tenaga mengalirkan energi es ke pintu gerbang Kawah Abadi, membuat mesin-mesin penyedot energi itu membeku dan meledak.

Blar! Pintu gerbang terbuka, menampakkan kawah merah menyala di dalamnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!