-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 : Tawaran pekerjaan
Author sebenarnya mau update besok, tapi karena udah banyak yang komen dan mengingatkan , jadinya khusus hari ini double update buat kalian semua 😊😊
Happy reading 😉😉
“Kau cantik sekali~ Eh tunggu-”
Jeremy menatap curiga ke arah pipi Sherly, sementara wanita itu sedikit gugup saat lelaki itu menatap ke arah pipi kanannya, tepat di bagian yang ditampar oleh Vincent.
Jeremy menatap dengan penuh curiga dan sedikit tidak suka.
“Apa ada yang menyakitimu ??”
Sherly terdiam, dia bingung apakah harus berbicara kepada Jeremy atau tidak, mengenai perdebatannya dengan Vincent. Sherly tidak mau terlihat seperti perempuan yang mengadu domba dua lelaki, yang memang adalah musuh. Tapi jika dia tidak bercerita, maka Jeremy pasti akan curiga dengannya.
“Ehm, jangan khawatir.. Hanya kesalahpahaman kecil.”
“Sampai memberikan luka di pipimu ?? Apa yang br*ngs*k itu lakukan ?! Menamparmu ?!” Ujar Jeremy bertanya dengan tidak suka, Sherly menundukkan kepalanya. Lalu menjawab dengan perlahan.
“Dia.. Dia mengira aku berbelanja menggunakan kartu kreditnya, jadi dia marah saat bank memberikan laporan tentang pengeluaran sejumlah 1.800 US$.” Celetuk Sherly kemudian mengangkat kepalanya menatap Jeremy. Bisa wanita itu lihat, lelaki itu sempat mengepalkan tangannya yang berada di atas meja.
“1.800 US$ heh ?? Bahkan pengeluaranmu tidak sampai angka 1.000 US$.” Ujar Jeremy dengan tertawa sinis, seakan dirinya juga tidak terima wanita itu mendapatkan perlakuan yang kasar dari lelaki bernama Vincent itu. Rasanya Jeremy ingin sekali menghajar lelaki itu, karena melukai wanita miliknya.
(1.000 US$ \= Rp16.785.000)
“Jeremy.. Aku berfikir.. Aku ingin bekerja saja, aku juga tidak nyaman menggunakan uangmu, dan-”
“Kau tidak perlu merasa sungkan, toh kartu itu dan uang di dalamnya sekarang adalah milikmu.”
“Tapi.. Vincent akan curiga, jika aku memiliki uang banyak, tanpa pekerjaan.” Ujar Sherly membuat Jeremy sedikit berfikir, seakan menimang perkataan dari Sherly.
Lalu Jeremy tersenyum kecil, seakan dirinya memiliki ide. Dan dia yakin, dengan ide itu, Sherly akan semakin dekat dengannya.
“Kalau begitu, jadilah sekretaris pribadiku. Dan untuk gajimu, aku tetap akan memberikan padamu. Bagaimana ??” Jeremy memberikan sebuah pilihan, dan sepertinya Sherly akan memanfaatkan kesempatan itu.
Menjadi sekretaris Jeremy, sudah pasti aku bisa melindungi lelaki itu !! Yess !! Kesempatanku terbuka lebar batin Sherly dengan senang, tanpa di sadari wanita itu. Jeremy sebenarnya sedang menjebak wanita itu semakin dalam dengannya.
“Tentu saja aku mau !! Kapan aku bisa bekerja ??” Ujar Sherly dengan senang, Jeremy tertawa pelan melihat yang tersenyum bak anak kecil.
“Mulai besok kau sudah bisa masuk kerja, aku akan menjemputmu.”
“Eh, tidak perlu-”
“Jangan khawatir, katakan saja jika kau memesan taxi online kepada mereka.” Ujar Jeremy, seakan mengerti ketakutan Sherly jika Vincent mengetahui hubungan antara Sherly dan Jeremy. Tapi Sherly memberikan reaksi kesal.
“Dia tidak sebodoh itu, lama-lama dia akan curiga.” Ujar Sherly dengan nada cemberut seakan menyatakan jika itu adalah ide terburuk dari Jeremy, tapi justru sang lelaki tertawa geli mendengarkan perkataan Sherly.
“Baiklah, aku menjemputmu saat pertama kali bekerja. Hmm~ Seterusnya kau bisa berangkat sendiri.”
Sherly kembali tersenyum, “Tentu saja !! Aku tidak sabar untuk besok.”
Keduanya kemudian mulai membahas cerita lainnya, hingga Jeremy menceritakan beberapa hal lucu, yang membuat Sherly terhibur dan tertawa geli. Jeremy tersenyum melihat wajah indah itu, kembali tersenyum dengan lebar dan tertawa dengan puas.
Melihatmu tertawa adalah pemandangan paling indah yang pernah aku lihat, Sherly~ lelaki br*ngs*k itu berani sekali membuat wanitaku bersedih !! Batin Jeremy senang, sekaligus marah saat melihat luka di pipi Sherly. Sudah pasti wanita itu tetap merasa sakit hati, bagaimanapun yang melukainya adalah lelaki yang masih Sherly cintai.
Hingga sebuah suara dari tengah restoran, membuat beberapa pengunjung termasuk Sherly dan Jeremy menoleh ke arah panggung kecil di tengah-tengah. Seorang lelaki muda, berdiri memegang mic sembari tersenyum sebelum akhirnya berbicara di mic.
“Maaf mengganggu para pengunjung sekalian, pada malam ini, kami memiliki acara spesial menyambut hari berdirinya restoran ini yang ke 26 tahun. Jadi kami mempersilahkan para pasangan siapapun kalian, bisa maju dan berdansa ke depan. Pasangan yang paling romantis, akan mendapatkan hadiah sebuah boneka beruang yang ada di belakang saya ini.”
Sherly menatap binar ke arah boneka beruang berwarna pink yang terlihat lucu dan menggemaskan. Tapi ya, syarat untuk mendapatkan boneka itu adalah dengan berdansa, dan Sherly tidak pernah bisa berdansa. Yang ada, wanita itu akan terjatuh dan menjadi bahan ejek-ejekan para tamu lainnya. Jadilah, Sherly hanya bisa mengagumi saja boneka itu.
“Kau mau maju dan berdansa denganku ??”
Sherly menoleh ke arah Jeremy, yang tersenyum mengulurkan tangannya ke arah Sherly. Wanita itu menggelengkan kepalanya, sembari tertawa kaku.
“Aku tidak bisa berdansa, aku takut mereka akan menghinaku jika aku terjatuh.” Ujar Sherly dengan malu-malu.
Saat SMA dulu, Sherly pernah harus tampil berdansa, dan akhirnya terjatuh di tengah panggung, hingga menjadi bahan ejekan para murid lainnya. Kalau Sherly sudah biasa, tapi disini.. Dia pergi dengan Jeremy, dia hanya tidak mau lelaki itu mendapatkan hinaan karena-
“Tidak akan ada yang berani menghinamu, toh ada aku disini. Ayo~” Jeremy meyakinkan Sherly, hingga wanita itu terdiam sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya pelan, dan menerima uluran tangan Jeremy.
Kedua pasangan itu, kemudian bangkit berdiri dari kursi mereka, berjalan dengan bergandengan ke bagian tengah restoran. Bergabung dengan beberapa pengunjung yang sudah berdansa di tengah-tengah karpet merah. Sherly sedikit gugup, mendengarkan suara alunan yang sangat lembut, dan beberapa pasangan lain terlihat romantis.
“Ikuti gerakan kakiku.” Ujar Jeremy kemudian memegang pinggang Sherly, membuat wanita itu menatap ke arah Jeremy. Sherly menundukkan wajahnya mengamati bagaimana Jeremy memulai gerakan yang begitu lembut, Sherly mulai mengikuti gerakan langkah Jeremy.
“Sherly, tatap wajahku.”
Sherly mengangkat wajahnya, menatap wajah tampan Jeremy dengan sedikit berdebar. Wajah tampan itu, penuh dengan pesona. Sherly tahu, dia berbahaya, dia tahu betapa gila Jeremy, tapi sepertinya karakter itulah yang membuat lelaki itu terlihat menarik di mata Sherly. Apakah Sherly sudah gila ?? Mungkin. Doakan saja dia akan semakin gila, dan masuk ke perangkap sang antagonis.
Mata Light Hazel terus menatap ke arah mata biru laut Sherly.
“You’re so pretty, baby~ so perfect..” Ujar Jeremy dengan suara lirih, tapi Sherly masih bisa mendengarkan perkataan lembut itu, rasanya dirinya ingin menutupi pipinya yang sedikit memerah malu.
“Apakah tidak ada kesempatan untukku bisa memilikimu, sayang ?? Apakah aku tidak memiliki sedikit tempat di hatimu ??” Ujar Jeremy dengan sedikit menekan Sherly agar bisa memberikan jawaban, lelaki itu benar-benar ingin mengetahui isi hati Sherly. Apakah.. Hanya Vincent satu-satunya lelaki di dalam hati dan pikiran Sherly ?? Atau kini sudah tergantikan olehnya.
Sherly berputar perlahan dengan tangannya masih bergandengan pada Jeremy, dan wanita itu di tarik hingga terjatuh pada pelukan Jeremy, wajah keduanya sangat dekat hingga hampir berciuman. Jeremy mendekatkan wajahnya pada telinga Sherly, dan berbisik.
“Sherly.. I'm serious right now.. Give me your heart, and I will burn world, just for you. My love~” Suara penuh penekanan tapi lirih, membuat Sherly merasa sedikit geli.
🌟🌟🌟🌟
..