Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIARAAN LINTANG
Lintang dan Rain sudah berada di ruang tengah rumah Lintang dengan kedua piaraan Lintang yang berada di sana yang sedang mengawasi Rain yang duduk di sofa.
Tatapan kedua Bintang itu seolah olah mengintimidasi Rain, dan tatapan mereka seperti ingin menerkam Rain.
" Lin, kenapa piaraanmu ekstrim sekalian, kenapa kamu nggak piara kucing seperti gadis-gadis yang lainnya " ucap Rain yang masih ngeri melihat mainan hidup Lintang.
" Kucing terlalu imut, aku tidak suka " ucap Lintang.
" Tapi tidak harimau dan Srigala juga kan Lin " ucap Rain yang matanya terus waspada menatap ke arah dua hewan piaran Lintang.
" Ada piaraan lain juga kok, dia bahkan lebih hebat dari mereka "
" Jangan bilang kamu juga piara raja hutan "
" Yap betul, ini hanya anak-anaknya, kalau induknya ada di dalam hutan buatan di balik gerbang yang Dokter lihat tadi "
" what...ini hanya anaknya "
Lintang mengangguk dengan senyum lebar.
" Kamu memang di luar prediksi BMKG Lintang " gumam Rain sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Lintang tak percaya, gadis cantik yang terlihat lembut ternyata menyimpan banyak misteri dalam kehidupannya dan menyimpan sesuatu yang tidak bisa ditebak oleh orang lain.
" Mainnya sudah ya ... sekarang kalian kembali ke tempat ibu kalian, besok kita akan main lagi " ucap Lintang sambil mengusap-usap kepala mereka dan kemudian menyerahkan pada penjaga yang ada di belakang mereka.
Rain langsung bisa bernafas lega saat melihat dua binatang itu pergi dari ruangan itu.
" Apa kamu takut..?" ucap Lintang.
" tidak....geli saja " kilah Rain, mana mungkin ia bilang takut, bisa jatuh harga dirinya di depan wanita.
" Oh iya, nanti pohon Bidara nya di tanam di halaman depan dan halaman belakang biar aura negatif tidak bisa masuk ke dalam rumah " .
" Apa kamu nggak ikut balik ke rumahku lagi ?" tanya Lintang.
" Tidaklah "
" kalau makhluk itu datang lagi gimana? " ucap Rain.
Lintang terdiam dan berfikir sejenak.
" itu tidak mungkin, papa tidak akan mengizinkanku " ucap Lintang.
" Aku akan minta izin pada papamu "
" Sulit Dok " ucap Lintang.
" kita coba dulu, kita tak tahu hasilnya jika tak mencoba dulu, tapi kamu mau kan menginap di rumah kami, tolong ya ...kami tak pernah menghadapi situasi seperti ini " ucap Rain yang sudah bertekad akan menempel pada Lintang sampai masalah per hantuan ini selesai.
" Kita lihat saja nanti " ucap Lintang.
" Kira-kira apa bisa makhluk itu di singkirkan dan tak akan kembali lagi "
Lintang menghela nafas panjang.
" Bisa saja, tapi itu agak sulit kecuali inangnya mati "
" Maksudnya "
" Sebenarnya iblis tidak akan bisa mati, tapi jika tuannya atau inangnya mati, dia tidak akan ada yang memberi makan maka ia akan musnah bersama inangnya, atau yang lebih parah mereka bisa mencari inang lagi " ucap Rain.
" Jadi kami akan selalu di ganggu iblis itu "
" tidak juga "
" Maksudnya gimana?, aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini Lin "
Belum sempat menjawab pertanyaan Rain, Lintang sudah di kejutkan dengan suara papanya.
" Siapa kamu...." ucap seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka.
" Papa..." gumam Lintang.
Rain melihat ke arah pria yang berdiri di samping mereka.
Rain mengeryitkan dahinya.
" Bukankah dia tuan Dio pradipta..... pantas saja Lintang terlihat berbeda dengan gadis-gadis lainya, ternyata Lintang adalah putri dari tuan Dio pengusaha besar yang bertangan dingin, pantas saja piaraannya adalah binatang buas bukan kucing anggora " ucap Rain yang dalam hati.
Rain langsung berdiri dan menghampiri Dio yang masih memasang wajah bengisnya.
" Selamat sore tuan Dio, perkenalkan saya Rayyandra Manggala " ucap Rain memperkenalkan dirinya.
dan Rain yakin tuan Dio pasti mengenal papanya .
" Manggala..." gumam Dio dan masih belum menerima uluran tangan Rain.
" Iya, saya putra ke dua dari Kendaru manggala " ucap Rain.
Dan benar saja, Dio mengenal siapa Kendaru manggala, Dio menatap wajah Dio yang memang hampir mirip Kendaru manggala.
" Kenapa kamu ada di sini?, apa kamu kekasih putriku ? "
Rain dan Lintang langsung terkejut saat mendengar pertanyaan Dio pada Rain, keduanya saling beradu pandang.
" Bukan pa, Dokter Rain adalah Dokter pembimbing Lintang di rumah sakit "
" Bukankah pembimbingmu adalah profesor Husein " kata Dio.
" iya pa, tapi kalau profesor Husein serang sibuk dan ada operasi maka Dokter Rain yang akan menggantikan profesor Husein " ucap Lintang.
" Terus kenapa dia ada di sini ?" tanya Dio dengan tatapan penuh selidik.
" Papa sudah pulang " Ucap Hanifah yang baru tiba di ruang tengah.
" Ma...kenapa mama biarkan putri kita berduaan dengan pria asing " ucap Dio sambil mendekat ke arah istrinya dan langsung mencium bibir istrinya di depan Rain dan Lintang.
Rain langsung mengalihkan pandangannya.
" Maaf kebiasaan Papa memang tidak tahu tempat, dan tidak tahu malu " gumam Lintang pada Rain sambil terkekeh.
Rain tersenyum tipis mendengar perkataan Lintang.
ternyata kebiasaan orang tuannya Lintang tak jauh berbeda dengan kebiasaan orang tuannya Rain , sama-sama Pecinta Istri.
" nggak apa-apa, aku sudah terbiasa melihat hal seperti itu di rumah " gumam Rain.
keduanya langsung tersenyum lebar.
" Ma...kenapa mama biarkan mereka berdua di sini, nanti jika terjadi sesuatu pada Lintang bagaimana "
" terjadi apa pa ? dan merekq tidak berduaan pa, papa lihat tuh disekeliling pojokan rumah ada para penjaga dan juga para mbak juga ada di sekitar sini, di Belang junior dan wolfin junior juga baru pergi dari sini " ucap Hanifah lembut .
" Tapi tetap saja jangan biarkan Lintang berduaan dengan pria yang tidak di kenal "
Hanifah hanya menghela nafas panjang, Hanifah tahu kekhawatiran suaminya itu karena ia dulu Suka sekali mempermainkan para wanita, jadi sekarang Dio begitu protektif terhadap putri satu-satunya.
Hanifah tahu ia tak akan bisa berdebat dengan suaminya jika itu menyangkut Lintang, Dio begitu sangat menjaganya .
" Papa duduk dulu ya, biar Lintang yang menjelaskannya "
Hanifah merangkul lengan suaminya dan mengajaknya duduk di hadapan Rain.
" Duduklah nak " ucap Lintang.
" iya tante terima kasih "
" jaga pandangan mu, jangan melihat istriku seperti itu " gumam Dio.
Dio menatap putrinya untuk segera berbicara.
" Tadi sudah saya ceritakan siapa Dokter Rain dan papa juga tahu siapa Dokter Rain tadi kan, dan kenapa dokter Rain ada di sini adalah karena........"
Lintang menceritakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan.
" Kalau begitu cepat berikan obatnya dan suruh dia lekas pergi dari sini " ucap Dio setelah mendengarkan cerita Lintang.
" Tapi pa....Lintang ingin .." Lintang tak melanjutkan ucapannya, ia malah menatap ke arah Rain.
" Tuan Dio saya mau minta izin agar Lintang bisa menginap di rumah saya " ..
" Apa ....mau mati kamu ???"
######
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran