NovelToon NovelToon
Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Nikah Kontrak
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Dalam dunia bisnis yang kejam, Alara Davina—seorang desainer berbakat—terjebak dalam pernikahan kontrak dengan Nathan Erlangga, CEO dingin yang menyimpan luka masa lalu. Yang Alara tidak tahu, wanita yang selama ini ia anggap sahabat—Kiara Anjani—adalah cinta pertama Nathan yang kembali untuk merebut segalanya.

Ketika pengkhianatan datang dari orang terdekat, air mata menjadi teman, dan hati yang rapuh harus memilih. Bertahan dalam cinta yang menyakitkan, atau pergi dengan luka yang tak pernah sembuh.

*Cinta sejati bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang bertahan hingga akhir.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahira Mulai Beraksi

Seminggu setelah pertemuan Mahira dan Nathan di mansion, semuanya berubah lebih cepet dari yang Naura bayangin

Nathan makin jarang pulang, tapi kali ini bukan karena kerja. Naura tau itu. Bi Ijah juga tau. Bahkan sopir keluarga Erlangga juga tau tapi ga ada yang berani bilang apa apa

Hari pertama, Nathan bilang ada meeting penting sampe malem

Hari kedua, ada makan malam klien

Hari ketiga, ada proyek mendadak

Semua alasan kedengeran masuk akal, tapi Naura ngerasa ada yang aneh, ada yang beda dari cara Nathan ngomong, dari tatapan matanya yang.. kosong tapi ada sesuatu disitu. Sesuatu yang Naura nggak tau.

Naura coba ga mikirin macem macem, coba fokus ke ibu yang masih pemulihan di rumah sakit tapi pikiran terus kemana mana, terus ke Nathan, ke Mahira, ke semuanya yang makin ruwet.

Malem itu Naura gabisa tidur lagi kayak biasa. Jam sebelas, dua belas, satu dini hari Nathan belum pulang. Naura duduk di tangga dekat pintu depan, nunggu kayak anjing setia yang nunggu tuannya pulang.

Bodoh sih sebenernya. Kenapa dia nunggu? kenapa dia peduli? ini kan cuma kontrak.

Tapi hati Naura udah kelewat jauh jatuhnya, udah gabisa ditarik balik lagi.

Jam dua pagi baru kedengeran bunyi mobil masuk.

Naura langsung berdiri, jantung berdebar kenceng. Dia berdiri agak jauh dari pintu, ga mau keliatan kayak lagi nunggu meski emang beneran lagi nunggu dari tadi.

Pintu kebuka, Nathan masuk dengan jas yang udah dilonggarkan, dasi dilepas, rambut agak berantakan.

Tapi yang bikin Naura berhenti napas bukan itu.

Aroma.

Ada aroma parfum wanita yang nyengat, manis tapi ga murah, tipe parfum yang biasa dipake orang kaya.

Naura kenal bau itu.

Parfum Mahira.

Naura pernah cium pas Mahira peluk dia waktu main ke mansion dulu.

Jantung Naura rasanya berhenti. Dada sesek. Napas tersumbat.

Nathan.. Nathan abis ketemu Mahira?

Nathan ngangkat muka dan lihat Naura yang berdiri kaku disitu. Ekspresinya.. bersalah? atau Naura cuma berharap doang?

"Kamu belum tidur?" suara Nathan datar tapi ada sesuatu dibaliknya.

Naura pengen teriak, pengen nanya kamu abis darimana, kenapa bau parfum Mahira, kenapa pulangnya selarut ini, tapi yang keluar cuma suara pelan hampir berbisik "Aku.. aku nunggu kamu pulang."

Nathan mengkerut dahinya "Kenapa? ada apa?"

Kenapa?

Karena Naura istrinya meski cuma kontrak.

Karena Naura khawatir.

Karena Naura bodohnya jatuh cinta.

Tapi semua alasan itu gabisa Naura ucapin.

"Gak nggak ada apa-apa, aku cuma kebetulan belum tidur aja." bohong lagi, kenapa Naura selalu bohong?

Nathan mengangguk pelan, jalan lewat Naura menuju tangga tapi tiba tiba dia berhenti "Jangan nunggu aku lagi. Percuma."

Percuma.

Kata itu kayak ditusuk pisau.

Nathan naik tangga ninggalin Naura yang berdiri disitu dengan badan gemetar dan air mata yang mulai ngumpul.

Aroma parfum Mahira masih nyangkut diudara, masih mengingatkan Naura betapa jauhnya jarak antara dia dan Nathan.

Naura ga nangis disitu, dia tahan sampe dia masuk kamar, sampe pintu ketutup, baru air matanya pecah.

Nangis sambil merosot ke lantai, punggung bersandar dipintu, tangan nutup mulut biar isakannya ga kedengeran kemana mana.

Nathan ketemu Mahira.

Pasti ketemu Mahira.

Makanya pulangnya selarut itu.

Makanya baunya kayak gitu.

Makanya tatapannya beda.

Naura ngerasa dadanya mau meledak, sakit banget sampe napas aja susah.

***

Yang Naura nggak tau, semua "kebetulan" pertemuan Nathan dan Mahira itu direncanain mateng mateng sama Mahira.

Tiga hari lalu, Mahira tau Nathan suka sarapan di kafe deket kantornya setiap Senin pagi. Informasi itu dia dapet dari.. entahlah, Mahira punya cara sendiri buat dapetin info.

Jadi Senin pagi itu, jam setengah delapan, Mahira "kebetulan" ada dikafe yang sama.

Duduk dimeja yang pas pemandangannya ke pintu masuk.

Dan pas Nathan masuk, Mahira pura pura kaget, pura pura ga nyangka.

"Nathan?!" Mahira berdiri dengan senyum lebar yang keliatan natural padahal udah dilatih didepan cermin berjam jam.

Nathan berhenti ditempat, matanya melebar "Mahira? kamu ngapain disini?"

"Aku lagi sarapan, kafe ini deket apartemenku" bohong, apartemen Mahira diseberang kota "Kamu juga sarapan disini?"

Nathan ngangguk kaku, masih ga percaya Mahira ada didepannya lagi.

"Mau gabung? aku sendirian kok" Mahira nunjuk kursi kosong didepannya.

Nathan seharusnya nolak, seharusnya bilang dia buru buru, tapi mulutnya malah ngomong "Oke."

Dan mereka sarapan bareng.

Awalnya canggung, hening berkepanjangan, tapi Mahira jago banget pecahin keheningan, ngomong hal hal ringan, ngingetin Nathan tentang kenangan lama mereka, bikin Nathan tersenyum tipis beberapa kali.

Naura ga tau semua itu.

Dua hari kemudian, Mahira "kebetulan" parkir mobilnya tepat disebelah mobil Nathan di parkiran kantor.

Nathan baru keluar dari meeting, lagi jalan ke mobilnya sambil baca email di hp, pas dia angkat muka, Mahira ada disitu, lagi struggle bawa kardus kardus belanjaan yang keliatan berat.

"Nathan! tolong aku dong!" Mahira langsung minta tolong dengan muka memelas yang imut.

Nathan refleks langsung bantu "Ini berat banget, kamu bawa sendirian?"

"Iya nih, aku abis belanja keperluan kantor, ga nyangka seberat ini" Mahira cekikikan.

Nathan bantuin masukin semua kardus ke mobil Mahira, tangannya sempet bersentuhan sama tangan Mahira pas ambil kardus terakhir.

Sentuhan yang bikin Nathan menegang, bikin jantungnya berdebar ga karuan.

"Makasih ya Nathan, kamu penyelamat aku hari ini" Mahira senyum manis.

"Sama-sama." Nathan mau balik ke mobilnya tapi Mahira panggil lagi.

"Nathan." suara Mahira pelan, lembut "Aku tau ini aneh tapi, boleh ga kita ngobrol sometime? kayak dulu gitu, aku kangen ngobrol sama kamu."

Nathan seharusnya bilang tidak, seharusnya inget dia udah nikah meski cuma kontrak, tapi hatinya berkhianat "Boleh-boleh aja."

Dan sejak itu mereka mulai sering makan siang bareng, ngopi bareng abis kerja, ngobrol berjam jam tentang apa aja.

Nathan pulang makin larut, kadang jam dua pagi, kadang jam tiga.

Naura selalu nunggu meski Nathan bilang jangan.

Selalu nunggu dengan hati yang makin remuk setiap hari.

***

Malem ini Nathan pulang jam satu dini hari, Naura lagi duduk disofa ruang keluarga, ga tidur meski matanya udah berat banget.

Nathan masuk dan langsung lihat Naura "Kenapa kamu masih bangun?"

"Aku gabisa tidur," suara Naura serak.

Nathan duduk dikursi seberang, jarak beberapa meter dari Naura, jauh, selalu jauh.

Ada hening panjang, cuma bunyi jam dinding yang tiktok tiktok.

"Nathan." akhirnya Naura buka suara "Kamu.. kamu ketemu Mahira kan?"

Nathan menegang, rahangnya mengeras "Kenapa kamu tanya?"

"Karena aku tau," air mata Naura mulai jatuh "Aku cium bau parfumnya di baju kamu, aku tau kamu ketemu dia, aku tau kamu."

"Itu bukan urusanmu," Nathan motong dengan nada dingin.

"Tapi aku istrimu!" Naura berdiri, tangannya gemetar. "Meski cuma kontrak tapi tetep aja aku istrimu Nathan! aku punya hak tau!"

"Hak apa?!" Nathan juga ikut berdiri, suaranya naik. "Kita nikah karena terpaksa! kamu butuh uang, aku butuh istri buat warisan, itu aja! jangan bertingkah kayak istri beneran karena kamu bukan!"

Setiap kata Nathan kayak tampar keras.

"Kamu gabisa gini Nathan, kamu gabisa treat aku kayak sampah." Naura nangis makin keras "Aku manusia, aku punya perasaan."

"Perasaan yang gak akan aku bales!" Nathan berteriak "Aku udah bilang dari awal jangan berharap lebih! kenapa kamu keras kepala?!"

"KARENA AKU JATUH CINTA SAMA KAMU!"

Hening

Naura nutup mulut, ga percaya dia baru bilang itu, tapi udah terlanjur keluar, ga bisa ditarik balik.

Nathan menatap Naura dengan ekspresi yang gabisa dijelasin, shock? marah? bingung?

"Kamu jatuh cinta sama aku?" suara Nathan pelan, hampir berbisik.

Naura nangis, angguk pelan "Maafin aku.. aku tau ini bodoh, aku tau aku gak bolehi, tapi aku gabisa kontrol perasaan aku Nathan, aku coba tapi gabisa."

Nathan ngusap wajahnya kasar, keliatannya frustasi banget. "Naura dengerin aku baik baik, aku gak akan pernah cinta sama kamu, aku gak akan pernah bisa bales perasaan kamu, atiku udah dimiliki orang lain."

"Mahira," Naura berbisik.

"Iya, Mahira." Nathan bilang tegas, "Lima tahun aku nunggu dia balik, lima tahun aku hidup kayak orang mati, dan sekarang dia disini lagi, kamu pikir aku bakal lepas dia lagi? kamu pikir aku bakal pilih kamu yang ga aku kenal dibanding dia yang aku cintai selama bertahun tahun?"

Kata-kata Nathan membunuh Naura pelan-pelan.

"Tapi kamu udah nikah sama aku," Naura bilang lemah.

"Nikah kontrak! KONTRAK Naura! dua tahun abis itu kita cerai, dan aku bakal nikah sama Mahira, itu rencana dari awal," Nathan bilang tanpa perasaan.

"Jadi aku cuma pengganti sementara sampe kamu bisa sama dia?"

Nathan gak jawab, tapi diamnya udah jadi jawaban.

Naura terduduk lemas disofa, nangis tanpa suara, badan gemetar keras.

Nathan berdiri disitu, tangannya mengepal erat, dia ngerasa bersalah tapi juga marah, marah sama Naura yang bikin semuanya jadi complicated, marah sama diri sendiri yang gabisa berhenti cinta sama Mahira.

"Aku tidur dulu," Nathan akhirnya bilang dan naik ke atas.

Ninggalin Naura yang nangis sendirian diruang keluarga yang gelap dan dingin.

Naura ga tau berapa lama dia nangis disitu, sejam? dua jam? waktu kayak berhenti.

Yang dia tau, hatinya udah remuk.

Hancur berkeping keping.

Ga bisa diperbaiki lagi.

Nathan gak akan pernah cinta sama dia.

Nathan gak akan pernah pilih dia.

Nathan cuma nunggu dua tahun abis buat bisa resmi sama Mahira.

Dan Naura? Naura cuma boneka, cuma pion dalam permainan, cuma penghalang yang harus diterima sampe waktunya tiba.

Air mata Naura mengalir sampe kering.

Sampe ga ada lagi yang bisa keluar.

Sampe matanya bengkak dan perih. Tapi sakit dihati jauh lebih parah dari apapun.

Sakit yang ga bisa diobati. Sakit yang bakal ninggalin bekas selamanya.

Dan diluar jendela, hujan mulai turun.

Hujan deras yang seolah ikut nangis buat Naura.

Sementara diseberang kota, Mahira duduk dikasur apartemennya sambil senyum puas

Ponselnya nyala, chat terakhir dari Nathan: "Terima kasih udah mau dengerin aku cerita malem ini, aku butuh temen ngobrol."

Mahira ketik balasan: "Sama-sama Nathan, aku selalu ada buat kamu, kapanpun."

Kirim

Lalu dia berbaring sambil memeluk bantal, senyumnya melebar.

Rencananya berjalan sempurna.

Nathan udah mulai tergantung sama dia lagi.

Tinggal selangkah lagi.

Selangkah lagi sebelum Nathan sepenuhnya jadi miliknya lagi.

Dan Naura? gadis polos itu gak akan jadi masalah.

Karena Naura cuma istri kontrak. Gak punya kekuatan buat ngelawan. Mahira menutup mata dengan perasaan menang.

Sementara Naura masih nangis sendirian dimansion besar yang dingin itu.

Dunia memang tidak adil.

Cinta tidak selalu menang.

Dan kadang, orang baik adalah yang paling tersiksa.

1
Masitoh Masitoh
semoga Naura baik2 saja..pergi mulakan hidup baru..buat nathan menyesal
Leoruna: jangan bertahan dengan laki2 seperti Nathan ya kak🤭
total 1 replies
kalea rizuky
pergi jauh naura
Esma Sihombing
cerita kehidupan yg sangat menarik
Leoruna: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
pergi aza Naura untuk menjaga kewarasan mu,dan bayi mu, buat Nathan menyesal
kalea rizuky
minta cerai aja dan pergi jauh biarkan penghianat bersatu nanti jg karma Tuhan yg berjalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!