Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Singa Dibalik Topeng Domba
Setelah skandal pajak keluarga Jonah terbongkar, Wanita sombong itu hampir kehilangan segalanya. Namun, kebencian Jonah kepada Natalie tidak meredup, justru membakar akal sehatnya. Ia tidak tahu bahwa Natalie jauh lebih berbahaya daripada sekadar "gadis lugu" yang sering ia hina.
Jonah, dengan sisa-sisa uang simpanannya, menyewa sekelompok tentara bayaran untuk melakukan satu hal: menculik Natalie Alistair. Ia ingin menghancurkan reputasi Natalie sebagai balas dendam atas kehancuran ayahnya.
Jonah, dengan sisa-sisa uang simpanannya, menyewa sekelompok tentara bayaran untuk melakukan satu hal, menculik Natalie Alistair. Ia ingin menghancurkan reputasi Natalie sebagai balas dendam atas kehancuran ayahnya.
Sore itu, saat Natalie baru saja keluar dari gedung kursus piano—tempat yang ia gunakan untuk menjaga citra "putri sopan"—sebuah van hitam merapat dengan cepat. Empat pria bertopeng keluar dan menarik Natalie masuk ke dalam mobil.
Natalie tidak berteriak. Ia membiarkan dirinya ditarik. Di dalam van, ia menunduk, pura-pura gemetar ketakutan.
"Kena kau, Putri Manja," salah satu penculik tertawa. "Jonah sudah menunggu untuk memberimu pelajaran."
Natalie tersenyum tipis di balik rambutnya yang terurai. Bodoh, pikirnya. Di balik jam tangan berliannya, ia sudah menekan tombol pelacak khusus yang terhubung langsung ke ponsel Julian.
Selama ini, publik mengenal Julian sebagai pengawal pendiam dengan kemampuan tempur luar biasa. Namun, ada alasan mengapa ia begitu tenang menghadapi ancaman apa pun. Nama aslinya adalah Giuliano De Medici, Pria 23 Tahun putra mahkota dari dinasti perbankan dan manufaktur otomotif terbesar di Italia.
Lelah dengan protokol kerajaan bisnis yang kaku dan perjodohan politik di Milan, Giuliano melarikan diri ke luar negeri, memalsukan identitasnya, dan bekerja sebagai pengawal untuk merasakan hidup yang "santai" dan nyata. Namun, takdir mempertemukannya dengan Natalie—wanita yang lebih liar dari siapa pun yang pernah ia temui di lingkungan bangsawan Italia.
Saat sinyal darurat Natalie menyala, mata Julian yang biasanya tenang berubah menjadi badai dingin. Ia melepaskan jas hitamnya, memperlihatkan tato lambang keluarga Medici di lengan bawahnya. Ia tidak lagi bertindak sebagai pengawal, tapi sebagai predator yang wilayahnya diganggu.
Jonah menunggu di sebuah gudang tua di pinggiran kota. Saat van tiba dan Natalie diturunkan dengan tangan terikat, Jonah mendekat dengan wajah penuh kemenangan yang menjijikkan.
"Di mana suaramu yang lembut sekarang, Natalie?" Jonah mencengkeram dagu Natalie. "Aku akan merekam momen hancurmu dan mengirimkannya pada Ayahmu Adrian Alistair."
Tiba-tiba, Natalie tertawa. Bukan tawa lugu, melainkan tawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri. "Jonah, kau benar-benar tidak belajar dari kesalahanmu, ya?"
Dalam satu gerakan secepat kilat, Natalie melepaskan ikatan tangannya—yang ternyata memang tidak ia kunci—dan melakukan tendangan berputar yang menghantam rahang Jonah hingga tersungkur. Sebelum para tentara bayaran sempat bereaksi, pintu gudang jebol ditabrak oleh motor sport Julian.
Julian melompat dari motornya dan menghabisi tiga pria bertubuh besar dalam hitungan detik. Gerakannya sangat taktis, mematikan, dan elegan—khas didikan militer elit Eropa.
"Nona, saya bilang jangan terlalu lama bermain-main dengan sampah," ucap Julian sambil menepis debu di bahunya.
Natalie hanya menyeringai, ia mengambil sepucuk pistol dari pinggang salah satu penculik yang pingsan dan menodongkannya tepat ke arah Jonah yang gemetar di lantai. "Domba?? bukan? Itu kata yang teman-temanmu gunakan untukku, Jonah?"
Setelah Jonah diserahkan kepada polisi dengan bukti penculikan, Julian membawa Natalie ke sebuah hotel mewah miliknya yang selama ini ia beli menggunakan identitas aslinya.
"Kau berlebihan hari ini, Julian. Atau haruskah aku memanggilmu... Tuan Giuliano?" Natalie menatap Julian dengan penuh selidik di dalam suite yang megah.
Julian tertegun sejenak, lalu tersenyum pahit. "Jadi kau sudah meretas data pribadiku juga?"
"Aku anak dari Queen Elara. Tidak ada rahasia yang aman dariku," Natalie mendekat, menyudutkan Julian ke dinding balkon yang menghadap pemandangan kota. "Kenapa seorang pangeran Italia mau menjadi pengawal yang selalu kupesan untuk melakukan hal-hal gila?"
Julian menatap mata Natalie yang liar. "Karena hanya di sampingmu aku tidak merasa seperti pion bisnis, Natalie. Kau adalah satu-satunya wanita yang cukup berani untuk mencium seorang pengawal tanpa peduli kasta."
Rasa rindu dan adrenalin yang masih tersisa dari pertempuran tadi meledak. Julian menarik pinggang Natalie dengan posesif, menciumnya dengan gairah yang jauh lebih panas daripada biasanya. Kali ini, Julian tidak menahan diri sebagai seorang pelayan, ia mencumbu Natalie sebagai seorang pria yang setara.
Di dalam kamar mewah itu, mereka saling memiliki dengan liar. Natalie melepaskan semua topeng lugu nya, menunjukkan sisi bar-bar yang menuntut di atas ranjang, sementara Julian menunjukkan otoritas aslinya sebagai seorang Pewaris Medici. Mereka Hanya Bercumbu, tidak pernah ada penyatuan diantara dua pewaris takhta itu. Mereka Hanya Bercumbu dan Menikmati pelukan satu sama lain.
Keesokan paginya, saat mereka masih terlelap, pintu suite terbuka secara paksa. Bukan oleh musuh, melainkan oleh Adrian Alistair dan Queen Elara Alistair, diikuti oleh sepasukan keamanan pribadi.
Adrian berdiri di sana dengan wajah yang sangat gelap, sementara Queen menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan—antara marah dan bangga karena selera putrinya ternyata sangat tinggi.
"Jadi, Julian... atau Tuan Giuliano haruskah aku menyapa rekan bisnis baruku dari Italia?" suara Adrian menggelegar dingin. "Kau tidak hanya menyembunyikan identitasmu, tapi kau juga menyentuh putriku di hotel milikmu sendiri?"
Natalie bangkit dari balik selimut sutra dengan tenang, tidak tampak malu sedikit pun. Ia menatap ayahnya dengan dagu terangkat. "Ayah, jangan salahkan dia. Bukankah Ayah dulu juga menculik Ibu di tengah hujan untuk membuktikan cinta Ayah? Aku hanya mengikuti tradisi keluarga."
Queen Elara menahan senyum di balik tangannya. "Adrian, sudah kukatakan padamu... putri kita bukan domba. Dia adalah serigala yang baru saja menemukan pasangannya."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
happy reading😍