NovelToon NovelToon
Istri Cerdik Pak Kades

Istri Cerdik Pak Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: habbah

Arum, seorang sarjana ekonomi yang cerdas dan taktis, terpaksa menikah dengan Baskara, Kepala Desa muda yang idealis namun terlalu kaku. Di balik ketenangan Desa Makmur Jaya, tersimpan carut-marut birokrasi, manipulasi dana desa oleh perangkat yang culas, hingga jeratan tengkulak yang mencekik petani.

Baskara sering kali terjebak dalam politik "muka dua" bawahannya. Arum tidak tinggal diam. Dengan kecerdikan mengolah data, memanfaatkan jaringan gosip ibu-ibu PKK sebagai intelijen, dan strategi ekonomi yang berani, ia mulai membersihkan desa dari para parasit. Sambil menata desa, Arum juga harus menata hatinya untuk memenangkan cinta Baskara di tengah gangguan mantan kekasih dan tekanan mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon habbah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Audit Langit

Arum dan Baskara dievakuasi dari pinggiran Amazon oleh tim GA (Global Auditor) yang setia menggunakan pesawat amfibi dalam senyap. Namun, Arum tidak beristirahat. Di dalam kabin pesawat yang sempit, ia terus menatap layar yang menampilkan orbit satelit bernama "AURA 01".

"Satelit itu tidak terdaftar di badan antariksa mana pun sebagai bank data," Arum menjelaskan pada Baskara sambil menyeka sisa lumpur Amazon di tangannya. "Secara resmi, itu adalah satelit cuaca milik konsorsium riset swasta. Tapi polanya adalah Audit Orbit Tersembunyi."

Arum menemukan bahwa AURA-01 bertindak sebagai "Server Induk" yang melakukan sinkronisasi dengan ribuan pusat data kecil di bumi. Setiap kali seorang koruptor memindahkan dana, data itu dikirim ke luar angkasa, diproses di sana, dan dikembalikan ke bumi dalam bentuk yang sudah bersih. Hukum negara tidak bisa menyentuhnya karena yurisdiksi luar angkasa masih merupakan "zona abu-abu".

"Jika kita tidak bisa menjangkaunya secara fisik, kita harus menjangkaunya secara Spektroskopi Data," ujar Arum.

Arum merancang sebuah rencana nekat. Ia butuh antena parabola raksasa untuk mengirimkan "paket audit" langsung ke frekuensi AURA 01. Dan satu-satunya tempat yang memiliki infrastruktur itu tanpa terdeteksi oleh The Global Ledger adalah Observatorium Bosscha di Lembang, Indonesia, yang secara rahasia masih memiliki akses ke jaringan satelit tua.

Lembang, Indonesia.

Arum kembali ke tanah air sebagai "hantu". Menggunakan paspor palsu dan bantuan Jaka yang kini telah menjadi ahli keamanan siber di Jakarta, mereka menyelinap ke Bosscha di tengah malam yang berkabut.

"Bu Arum, parabola besar sudah siap di posisi 15 derajat Utara," Jaka berbisik melalui interkom. "Tapi hati-hati, begitu kita mengirimkan sinyal, AURA 01 akan mendeteksi intrusi ini dalam 120 detik."

Arum menarik napas panjang. Ini adalah Audit Telemetri. Ia tidak mencoba meretas enkripsinya; ia mencoba melakukan Data Injection yang memaksa AURA 01 untuk melakukan Re-valuasi Aset.

"Aku menyuntikkan kode yang membuat satelit itu menganggap seluruh dana gelap di dalamnya adalah 'piutang macet' yang harus segera dihapuskan sesuai standar akuntansi internasional," Arum tersenyum tipis. "Jika sistemnya menganggap uang itu sampah, maka uang itu akan hilang dari sistem perbankan selamanya."

Sinyal dikirim.

Layar monitor menampilkan proses sinkronisasi: 10%... 40%... 70%...

Tiba-tiba, sistem peringatan Bosscha berbunyi. Bukan dari musuh di bumi, melainkan dari langit. AURA-01 membalas dengan Serangan Pulsa Elektromagnetik (EMP) terarah untuk menghancurkan antena Bosscha.

"Rum! Mereka menembakkan laser frekuensi tinggi! Kita harus matikan pemancarnya!" teriak Baskara.

"Satu detik lagi, Mas! Jika aku berhenti sekarang, mereka akan melakukan rollback data!"

Arum mengetik perintah terakhir dengan kecepatan luar biasa. Tepat saat angka mencapai 100%, sebuah kilatan cahaya biru menyambar puncak kubah observatorium. Seluruh sistem listrik di Bosscha meledak, memercikkan bunga api ke segala arah.

Suasana menjadi sunyi senyap. Kegelapan total menyelimuti Lembang.

Arum terengah-engah di lantai yang penuh asap. Ia membuka laptop tangguhnya yang masih menyala dengan baterai cadangan. Di layar, muncul pesan konfirmasi dari jaringan perbankan global:

"ALERT: ASSET OVERWRITE SUCCESSFUL. TOTAL DELETED: $4.2 TRILLION. REASON: IRREVERSIBLE ACCOUNTING ANOMALY."

Arum tertawa getir. "Empat triliun dolar... lenyap dalam hampa udara."

Namun, di tengah kesunyian itu, ponsel Arum bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Pesan itu berisi sebuah video singkat: sebuah ruangan putih yang steril, di mana seorang pria duduk membelakangi kamera.

"Kau telah menghapus hartanya, Arum. Tapi kau baru saja membuat jutaan orang kuat di dunia menjadi sangat lapar. Dan orang yang lapar adalah auditor yang paling kejam. Selamat datang di bab terakhir."

Pria itu berbalik. Wajahnya bukan Julian, bukan Subrata, melainkan wajah seseorang yang Arum kenal dari masa lalunya di Navasari—seseorang yang seharusnya sudah mati sepuluh tahun lalu.

Asap tipis masih mengepul dari panel kontrol Bosscha yang hangus. Arum menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Wajah di video itu—pria dengan tahi lalat kecil di bawah mata kanan dan tatapan setajam sembilu—adalah Profesor Rasyid, mantan dekan fakultasnya yang dikabarkan tewas dalam kecelakaan laboratorium misterius saat Arum baru memulai kariernya sebagai auditor junior.

"Profesor... Rasyid?" bisik Arum. Suaranya nyaris hilang ditelan kabut Lembang.

"Siapa, Rum? Bukannya dia sudah meninggal sepuluh tahun lalu?" Baskara mendekat, waspada melihat reaksi istrinya yang mendadak rapuh.

"Dia yang mengajariku tentang Audit Forensik Lanjutan, Mas. Dia yang bilang bahwa angka adalah satu-satunya hal yang tidak pernah berbohong di dunia ini," Arum menatap layar itu dengan nanar.

Di video tersebut, Rasyid tersenyum tipis. "Kau murid terbaikku, Arum. Itulah sebabnya aku memberimu tantangan ini. Kau pikir kau baru saja menghapus empat triliun dolar? Tidak. Kau baru saja memicu Protokol Pembersihan Otomatis."

"AURA-01 bukan sekadar bank data," lanjut Rasyid dalam rekaman itu. "Ia adalah penyeimbang. Dengan menghapus aset-aset itu, kau telah menciptakan defisit yang sangat besar di bank-bank sentral. Besok pagi, bank-bank itu akan menarik paksa pinjaman dari jutaan usaha kecil untuk menutupi lubang yang kau buat. Kau ingin menghukum para koruptor, tapi kau justru menghancurkan rakyat kecil."

Arum terduduk lemas. Inilah yang disebut Audit Jebakan (Entrapment Audit). Rasyid tahu Arum akan menyerang satelit itu, dan ia telah menyiapkan skenario di mana kemenangan Arum justru menjadi senjata pemusnah bagi ekonomi yang ingin ia selamatkan.

"Arum, lihat! Indeks pasar di Tokyo dan London mulai anjlok!" Jaka berseru sambil menunjukkan tabletnya. Angka-angka di layar berubah merah dalam kecepatan yang mengerikan.

"Aku harus membalikkan ini," Arum segera menyambar kabel koneksi cadangan. "Mas, aku butuh daya! Cari generator di gudang belakang Bosscha! Aku harus melakukan Audit Rekonsiliasi sebelum pasar Amerika buka dalam tiga jam!"

Arum menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan kehancuran ini bukan dengan menghapus uang itu, melainkan dengan Merestrukturisasi Kepemilikannya. Ia harus mengubah status dana gelap itu dari "hilang" menjadi "Dana Hibah Negara yang Diwajibkan".

"Profesor Rasyid ingin dunia terbakar agar dia bisa membangunnya kembali dari abu," Arum bergumam, jemarinya kembali menari di atas keyboard di tengah kegelapan. "Tapi dia lupa satu pelajaran yang dia ajarkan padaku: dalam setiap neraca, harus ada keseimbangan. Jika dia menciptakan lubang, aku akan mengisinya dengan Aset yang Disita."

Arum mulai masuk kembali ke dalam sistem satelit yang sudah setengah rusak. Di tengah badai EMP yang masih menyisakan gangguan frekuensi, Arum mencoba melakukan sinkronisasi terakhir. Namun, di layar muncul peringatan: "ACCESS DENIED. BIOMETRIC ENCRYPTION REQUIRED."

"Dia mengunci sistemnya dengan sidik jari dan retina matanya sendiri," Arum mendesis. "Dia ada di suatu tempat di dekat sini. Dia tidak mungkin mengirim sinyal EMP itu dari luar angkasa tanpa stasiun pemancar darat yang stabil."

Arum menoleh ke arah puncak Gunung Tangkuban Perahu yang terlihat samar dari jendela observatorium. Di sana terdapat sebuah menara telekomunikasi tua yang seharusnya sudah tidak aktif.

"Dia di sana," Arum berdiri. "Dia menonton kita dari puncak gunung itu."

1
Ris Tanti
seperti sebuah kisah nyata..
Wanita Aries
keren thor
Wanita Aries
seruu dan menegangkan
Wanita Aries
keren thorr
Wanita Aries
seruuu thor
Wanita Aries
mampir thorrr
Chelviana Poethree
ijin mampir thor
piah
bagus ..
menegangkan ..
Agustina Fauzan
ceritanya seru dan d
Agustina Fauzan
ceritanya seruuu...tegang...

lanjut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!