NovelToon NovelToon
Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.

Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.

Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu dengan ibu kandung Helena

Helena sengaja membawa Nael untuk makan siang di sebuah restoran dekat dengan tempat kantor Farhan, Nael yang memang sejak awal sudah akrab dengan Helena, dapat dengan mudah Helena bujuk untuk ikut dengan dirinya makan siang di luar, walaupun sudah beberapa hari ini Helena sedikit menjaga jarak dengan Nael.

Bukannya Helena membenci Nael, Helena hanya tidak ingin terlalu menyayangi Nael, karena itu akan sulit untuk Helena merencanakan misinya, ia tidak akan selamanya bersama dengan Farhan, itu sebabnya, Helena membatasi interaksi berlebihan dengan Nael.

"Nael ingin makan apa?" tanya Helena menatap Nael yang sibuk dengan buku menu di tangannya.

Anak umur 3 tahun itu seperti mengerti menu-menu makanan yang ada di atas buku, hanya sibuk membolak-balikkan buku menu itu tapi tidak ada satupun yang menarik perhatian Nael.

"Mama, Tidak mau semua, Naey ingin makan di yumah saja," ucap Nael masih dengan kata-katanya yang cadel.

"Memangnya Nael tidak suka sop ikan? Ada sop ikan loh di sini," tanya Helena menahan senyum ketika kedua mata Nael membesar mendengar sop ikan kesukaannya.

"Memangnya ada mama, Naey kok tidak yihat?"

Helena tertawa, "Ada dong, mama pesankan sop ikan kesukaan Nael, oke?"

"Oke mama,"

Helena kembali tertawa melihat respon Nael yang menggemaskan, bagaimana Helena tidak sayang jika Nael semenggemaskan itu, bahkan tidak pernah sekali pun Nael menolak keberadaan Helena di dalam rumah.

Helena akhirnya memesan seporsi sop ikan dengan nasi, seporsi tumis udang asam manis dan juga sayur kangkung kesukaannya.

"Nael senang tidak kalau Nael punya adik baru lagi?" tanya Helena tiba-tiba. Helena ingin tahu apakah Nael akan senang ketika ia tahu jika dirinya akan mendapatkan dua adik baru sekaligus.

"Adik? Naey mau kok punya adik, nanti bisa Naey ajak bermain," jawab Nael antusias.

Helena tersenyum dan mengusap lembut surai Nael yang terikat satu kebelakang.

"Bagaimana kalau Nael juga memiliki adik dari mama baru?"

Helena sedikit merutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia bertanya sesuatu yang pasti membuat Nael tidak mengerti.

"Mama bayu? Mama bukan?" tanya Nael kebingungan, maksudnya Nael mengira jika mama baru yang Helena maksud adalah dirinya, bukan Caela, karena Nael juga mengerti jika Helena bukanlah mamanya seperti Elnara.

"Ben-,"

"Helena,"

Sontak Helena langsung menoleh dan mendapati Mireska, ibu kandung dari Helena sedang berjalan menghampiri dirinya dengan seorang pria berperut besar yang digandengnya.

Helena sedikit menegang, karena entah mengapa setiap kali ia bertemu dengan ibu kandungnya, Helena tidak merasa senang sama sekali, apalagi ibu kandungnya itu pernah membawa paksa dirinya saat ia masih berusia 17 tahun.

"Kamu apa kabar sayang?" tanya Mireska hendak memeluk Helena, Helena sontak menghindari pelukan ibunya itu.

Mireska tersenyum canggung mendapatkan penolakan dari putrinya itu.

"Mas, kenalkan ini anakku, namanya Helena," Mireska memperkenalkan Helena kepada pria berperut besar itu.

"Halo Helena, saya Andro, calon suami ibumu," Pria bernama Andro itu mengulurkan tangannya ke arah Helena, Helena hanya diam, tidak menanggapinya, bahkan sekedar menoleh pun tidak, dan itu sedikit membuat Mireska, ibu kandungnya marah, karena sikap Helena yang seperti itu dianggap tidak sopan sama sekali.

"Helena bersikaplah sopan, dia juga calon ayahmu," tegur Mireska.

Helena diam, dan malah sibuk menanggapi seorang pelayan restoran yang baru saja menyajikan pesanan Helena dan Nael.

"Mama, aku makan cendiyi ya," celetuk Nael membuat perhatian Meriska dan Andro teralihkan kepada balita umur 3 tahun itu.

"Loh, Helena, siapa anak kecil ini?" tanya Meriska terkejut karena ia pun baru sadar jika ada seorang anak kecil yang duduk bersebrangan dengan Helena.

Helena tersenyum dan memperkenalkan Nael yang tentu saja membuat Meriska terkejut.

"Kenalkan, namanya Nael, anak Helena,"

Meriska melotot tidak percaya, "maksud kamu apa Helena, anak? Kamu bilang anak? Sejak kapan kamu menikah dan memiliki anak? Ini juga, kenapa kamu tiba-tiba memakai kerudung seperti orang-orang islam?" tanya Meriska tidak santai.

"Loh ibu tidak tahu jika aku sudah menikah setengah tahun yang lalu sama mas Farhan, ibu tidak tahu?" tanya Helena dengan senyum tipisnya.

Mendengar itu, meledaklah amarah Meriska.

"Kurang ajar kamu Helena, ibu sengaja menaruh kamu di rumah keluarga tirimu, ibu sengaja menjagamu dari pekerjaan ibu, karena ibu sudah menyiapkan seorang pria yang akan ibu nikahkan denganmu saat ibu berhasil membawa pergi dari rumah papamu,"

Suara Meriska yang sedikit kencang itu membuat beberapa pengunjung yang duduk dekat dengan meja Helena menoleh, merasa terganggu dengan suara Meriska yang kencang.

"Justru keputusan ibu itulah yang membuat Helena nekat menikah, ibu meninggalkan aku di sana, di rumah yang seperti neraka, ibu tidak tahu kan apa yang mereka lakukan kepadaku selama aku tingga di sana, aku bahkan masih mengingat dengan jelas ketika ibu datang untuk membawaku paksa karena ada teman ibu yang tertarik denganku, jangan pikir ibu aku tidak tahu apapun, bu,"ucap Helena menatap tajam Meriska.

Nael sendiri hanya sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan tangannya yang asal dalam memegang sendok.

"Jangan pernah temui Helena lagi bu, aku tidak butuh ibu sama sekali, jalani saja hidup ibu, jangan pernah libatkan aku lagi dengan pria-pria kenalan ibu lagi, aku tidak akan pernah mau bertemu dengan kenalan-kenalan ibu itu," ucap Helena tanpa menatap ibunya.

Wajah Meriska memerah, ia merasa sangat marah mendengar Helena mengatakan hal itu, apalagi melihat Helena yang sedang berbincang dengan Nael, semakin marah lah Meriska, putri yang sudah ia siapkan untuk salah satu temannya ternyata diam-diam sudah menikah.

"Ibu tidak mau tau, tidak peduli kamu sudah menikah kamu harus tetap menikah dengan kenalan ibu, dia sudah menunggumu hampir sepuluh tahun, kemanapun kamu pergi ibu akan tetap mencarimu dan membawamu kepadanya."

Setelah mengatakan hal tersebut, Meriska dan Andro langsung pergi keluar dari dalam restoran, dan yang hampir membuat Helena gila, setelah kepergian ibu kandungnya dua orang yang sangat Helena kenal masuk ke dalam dengan langkah yang sangat terburu-buru.

Helena langsung menyambar tasnya dan menggendong Nael, hendak pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka.

"Mama, Naey, beyum seyesai makannya," Nael langsung berkomentar ketika Helena menggendongnya secara tiba-tiba.

"Nanti kita beli lagi, sekarang kita harus pergi dulu dari sini, mama hatus ke kantor papa, oke,"

Nael mengangguk, mendengar mereka akan ke kantor Farhan, Nael senang, memang rasanya sudah lama sekali Nael tidak datang ke kantor papanya.

"Kali ini kamu tidak bisa lari lagi, Helena,"

Tubuh Helena menegang, tangannya yang bebas dari menggendong Nael mengepal erat, ia benci dengan kenyataan jika dirinya masih ketakutan untuk bertemu dengan keluarga tirinya.

1
Laila Amilia
cerita, y bgs cuma muter di situ2 aja
"C"
saran aja Thor ceritanya beda ya udah sejauh ini tetep balik sama farhan aduh kayaknya merugi udah baca banyak2 tp ujung ceritanya dah ketebak sama kayak cerita lain yah apalah tp jangan sama kek cerita lain membosankan
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Cookies
lanjut thor
Tina Marsela
bagus alur ceritanya jujur sy suka terkadang buat gregetan sm farhan
Tina Marsela
ayooo lanjut crtanya jgn lama"..sk sm crtanya
tutiana
dasar farhan plin plan
Laila Amilia
buat Helena pergi jauh dari farhan
Laila Amilia
buat jelema pergi jauh dari farhan
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Aurevale: baik kakak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!