NovelToon NovelToon
Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Ibu Mertua Kejam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.

Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.

Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Helena

Diam-diam Helena tersenyum kecil ketika ia tidak sengaja mendengar suaminya yang sedang berbincang dengan seseorang yang Helena tahu istrinya juga di telpon.

"Kamu lagi ngidam ya?" tanya Farhan sedikit kepada Caela yang tiba-tiba menelponnya di tengah malam.

Helena menikmati semua obrolan antara suaminya juga wanita bernama Caela itu, tidak ada lagi sakit hati, Helena memang sudah berhasil menekan semua lukanya agar tidak kembali menganga lebar. Jadi begitu Farhan bertingkah aneh ataupun menelpon dan menemui Caela diam-diam, Helena tidak lagi sakit hati, ia hanya menikmati perasaannya yang sudah mati.

"Besok aku ke sana ya, bahaya loh kalau kamu ke sini, kamu kan tahu sendiri kalau Kenzo dan Freya masih tidak mau memiliki mama baru," Farhan sedikit khawatir ketika Caela mengidam ingin ke rumah yang ditempati oleh Farhan, Helena juga anak-anaknya.

"Helena saja masih sama seperti dulu, tidak diterima sama sekali, mas hanya takut jika kamu datang secara tiba-tiba dengan keadaan perut kamu yang sedikit besar, Freya dan Kenzo akan bertindak diluar batas, mas gak mau kamu dan bayi yang ada di dalam kandungan kamu kenapa-napa,"

Jadi Caela sedang hamil? Anak Farhan? Bahkan perutnya sudah sedikit membesar, itu artinya mereka menikah sudah lama, dan Helena batu mengetahuinya seminggu yang lalu. Helena mengepalkan tangannya, marah karena memang selama itu ia dibohongi oleh Farhan.

"Kamu tidur dulu ya, mas temenin sampai kamu tidur, besok pagi mas akan berkunjung sebentar untuk memberikanmu makanan favorit kamu," Farhan berusaha membujuk Caela yang masih ingin ke rumah Farhan dan Helena, sebenarnya boleh-boleh saja, tapi masalahnya, Freya, Kenzo dan Helena tidak tahu apa-apa, jika Caela menunjukkan dirinya sekarang, semuanya akan semakin kacau, Freya dan Kenzo yang akan semakin berontak, dan Helena yang mungkin akan meminta cerai lebih cepat karena sakit hati.

Tidak. Tidak akan Farhan biarkan itu terjadi, ia belum puas membuat Helena jatuh cinta kepadanya, waktunya tidak akan pas jika Caela menunjukkan dirinya terlalu cepat.

Helena kembali tersenyum, mendengar Freya dan Kenzo yang belum mengetahui tentang Caela membuat rancana-rencana Helena tersusun rapih di kepalanya. Jika Farhan tidka bisa memberitahu Caela kepada anak-anaknya, biarkan dirinya yang akan menarik Caela agar menunjukkan dirinya sendiri langsung dihadapan Freya juga Kenzo. Bukankah itu akan terlihat lebih seru?

Helena pastikan jika semua rencananya berjalan sesuai dengan apa yang ia rencakan, kalau bisa sebelum orang-orang menyadari jika dirinya sedang berbadan dua, karena bagaiamana pun, Helena tidak akan sudi jika Farhan mengetahui jika dirinya sedang mengandung anak pria itu.

Terdengar suara helaan napas berat, Helena tau, pasti Farhan sedang kebingungan dengan semuanya, dan itu hiburan yang sangat menarik untuk Helena.

Ranjang sedikit bergoyang pelan, pertanda Farhan sudah kembali naik ke atas ranjang, Helena menunggu sesuatu, sesuatu yang selalu Farhan lakukan secara diam-diam ketika dirinya sudah terlelap, padahal ia hanya pura-pura terlelap saja, ia masih sadar dengan semua yang Farhan lakukan kepadanya.

"Maafkan aku Helena, mungkin perasaan bersalah ini berhasil membuatku jatuh cinta padamu, aku bingung, di sisi lain aku membencimu tapi aku juga mulai menyukaimu," lirih Farhan di dekat telinga Helena, lalu ia mencium dahinya sedikit lama sebelum mengusap pipi Helena lembut.

Lihat? Farhan sudah mengaku jika dirinya sudah jatuh cinta dengan Helena, bukankah itu akan semakin mudah membuat Farhan hancur seperti Farhan menghancurkan dirinya.

"Tidur yang nyenyak sayang,"

Setelah mengatakan hal seperti itu, Farhan langsung menjauhkan wajahnya dan sedikit menjaga jarak dengan Helena, barulah setelah lima menit berlalu, Farhan terlelap.

***

Pagi ini, Helena sengaja bersikap sangat manis kepada suaminya, sengaja ia lakukan agar suaminya yang diam-diam sudah jatuh cinta kepadanya, semakin jatuh cinta.

Akan Helena balikkan semua rencana Farhan kepada dia sendiri. Helena tidak lagi mau kalah, tidak juga mau menang, ia hanya ingin orang-orang tahu jika dirinya memiliki harga diri yang tidak murah, yang mudah di perasaan dan ditindas.

"Kamu hari ini kepada dandan cantik banget?" tanya Farhan melihat menampilan istrinya yang tidak sederhana seperti biasa.

Helena tersenyum dan langsung duduk di kursi yang bersebelahan dengan Farhan.

"Aku harus selalu cantik agar mas tidak bisa berpaling kepada wanita lain," ucap Helena sedikit bercanda tapi ucapan itu sukses membuat Farhan langsung terdiam.

"Kenapa mas?" tanya Helena menepuk pelan baju suaminya yang tidak bergeming sedikitpun.

Farhan langsung tersenyum kaki dan menggelengkan kepalanya, "tidak apa-apa, aku hanya tidak bisa berkata apa-apa melihat kamu berpakaian sangat cantik hari ini,"

"Bisa saja mas, memangnya dulu aku tidak cantik," balas Helena terkekeh geli dengan pujian suaminya.

"Tidak berdandan pun kamu sangat cantik di mata mas, benar-benar cantik, sampai mas selalu merasa jika mas sebenarnya menikahi seorang bidadari,"

"Benarkah?"

Farhan mengangguk, "setiap hari mas selalu merasa jika Tuhan memang sengaja mempertemukan kita, karena kamu yang benar sangat can-, "

"Tidak usah berlebihan pa, tidak ada yang lebih cantik dari mama," celetuk Freya yang baru saja turun dari tangga dan langsung duduk di kursi untuk sarapan pagi.

Helena hanya menanggapinya dengan senyum kecil, merasa ucapan Freya tidak sesakit saat ia masih mengharapkan semuanya.

"Loh, mama kamu ini kan memang sangat cantik, lihat, wajahnya bahkan campuran dengan orang luar loh," balas Farhan sedikit membanggakan wajah Helena yang memang ada campuran dengan luar negri, gen yang Helena warisi dari papanya.

"Mama aku? Mama siapa yang papa maksud?" tanya Freya menatap tajam papanya.

Farhan bukanya takut ataupun merasa bersalah karena sudah membuat suasana hati putrinya rusak pagi-pagi, ia malah tersenyum bangga sembari merangkul mesra bahu Helena.

"Tentu saja mama Helena,"

"Stop pa, kami bahkan tidak pernah menganggap keberadaannya, dia sama sekali tidak cocok jadi mama kami, lebih cocok jadi pembantu di rumah ini di banding menyandang sebagai nyonya,"

Bukan Freya yang mengatakannya, tapi Kenzo yang baru saja turun sembari membenarkan dasi yang di kerah bajunya.

"Hey, tidak sopan berbicara seperti itu kepada mamamu Kenzo, jaga biacaramu, papa tidak mau dengan kamu mengatakan seperti itu lagi, apalagi di depan papa," tegur Farhan.

Helena tersenyum. Lihatlah! Farhan kini sudah berani menegur anak-anaknya secara terang-terangan jika ada dari mereka yang menjelek-jelekkan dirinya, buka kah itu suatu kemajuan yang sangat pesat?

"Aku tidak peduli," ucap Kenzo dan Freya berbarengan.

"Berhenti bersikap kekanakan! Kalian sudah besar dan sudah mengerti keadaan di sekitar kalian, jangan bersikap seolah pilihan papa sangat buruk di mata kalian, bersikaplah baik, jangan membuat banyak ulah!"

"Pa, kam-,"

"Mengerti atau tidak?" potong Farhan menatap anak-anaknya tegas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!