NovelToon NovelToon
Jodoh Wasiat Suami

Jodoh Wasiat Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: el nurmala

"Aku mau menjadi istrimu, hanya karena itu permintaan terakhir suamiku."
-Anna-

"Akupun mau menikahimu dan mengambil tanggung jawab atas anak itu hanya karena permintaan adikku."
-Niko-

Anna, wanita tunanetra berparas cantik yang sederhana mendapatkan donor mata dari suaminya yang meninggal saat usia pernikahan mereka baru beberapa minggu saja. Sebelum meninggal, suami Anna berwasiat agar Anna bersedia menikah dengan kakaknya, Niko.

Niko adalah pria tampan berhati dingin. Ia memiliki seorang kekasih, namun tidak ada niat untuk segera menikah.

Bagaimana kisah Anna dan Niko dalam menjalani kehidupan rumah tangganya?

Ada peristiwa apa di balik trauma yang di alami oleh Anna?

------------
Cerita ini hanya fiksi, jika ada nama, tempat dan kejadian yang sama, itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penuturan Viona (bagian 2)

Happy reading...

"Karena Niko ayah bayi dalam kandungan Anna, Ma."

"Apa! Apa maksud kamu, Sayang? Ba-bagaimana bisa seperti itu?" Karena merasa sangat terkejut, wajah Mama Viona sampai memucat.

Riko pun menceritakan...

Pada malam tahun baru, saat ia dan Anna ingin merayakan pergantian tahun di villa mereka yang berada di Puncak. Riko yang lupa membeli jagung untuk di bakar pamit meninggalkan Anna yang sudah mengantuk.

Riko meminta Anna menunggunya sambil tidur dan berjanji akan membangunkannya jika menjelang tengah malam tiba. Di perjalanan Riko berniat membeli keperluan mereka yang lainnya. Pria itu ingin memberikan pengalaman berkesan karena tidak biasanya Anna mau di ajak ke luar kota.

Di malam tahun baru, kemacetan bukanlah hal yang baru. Hal itu juga yang membuat Riko terlambat datang malam itu. Saat menepikan mobilnya di halaman villa, Riko merasa lega karena masih ada waktu menyiapkan semua keperluan mereka.

Ia bergegas masuk ke villa dan mengarah ke kamar untuk membangunkan Anna. Riko sempat bingung melihat kamar itu gelap. Karena seingatnya, ia menyalakan lampu tidur untuk Anna.

Dan alangkah terkejutnya Riko saat lampu kamar menyala. Anna sedang terduduk di lantai dengan selimut membungkus tubuhnya. Anna terisak seolah sudah kehabisan suara.

"An, Anna! A, apa yang terjadi?"

Mendengar suara Riko, Anna dengan cepat memeluk erat sahabatnya itu. Tubuhnya bergetar dan juga sangat dingin. Berbanding terbalik dengan gejolak dalam hati Riko yang terasa mendidih karena menahan amarah. Apalagi saat pandangannya tertuju pada baju yang berserakan di lantai.

"Rik, ayo kita pergi dari sini. Aku mohon, Rik. Bawa aku pergi dari sini, hiks, hiks." Wajah Anna yang sembab dan sangat memelas membuat Riko tak kuasa menahan air mata.

Ia memapah Anna yang terbungkus selimut ke kamar lain untuk mengenakan pakaian yang lainnya. Riko meninggalkan Anna yang sedang berpakaian. Dengan amarah yang terasa membakar dadanya, Riko berjalan cepat menuju kamar yang tadi di tinggalkannya.

Seorang pria tanpa mengenakan busana terlelap dalam posisi tengkurap.

"Dasar laki-laki br*ngsek! Kau bisa tidur setelah melakukan hal menjijikkan!" geram Riko dari ambang pintu.

Riko berjalan cepat, kemudian mengambil lampu tidur yang tergeletak di lantai. Tekadnya sudah bulat. Jika perlu dia akan membunuh pria yang telah merenggut kesucian sahabatnya.

Dengan sekuat tenaga ia mengarahkan lampu itu ke wajah si pelaku. Tepat sedikit lagi akan mengenai sasaran, Riko terbelalak.

"Niko!" Pekiknya dalam hati.

Riko membuang asal lampu yang di pegangnya. Berkali-kali ia meyakinkan dirinya bahwa pria itu adalah Kakaknya. Kemudian Riko teringat perkataan Mamanya bahwa Niko juga ada di daerah yang sama, namun di villa temannya.

Niko nampaknya sangat kelelahan. Tidur pria itu tidak terganggu saat Riko menggerak-gerakkan wajahnya untuk meyakinkan.

"Rik." Panggilan Anna terdengar sangat pelan.

Riko hendak meninggalkan kamar itu, namun langkahnya terhenti. Sekali lagi ia menatap tubuh kakaknya yang tak menggunakan apa-apa. Perasaannya saat itu sulit di gambarkan. Namun bagaimanapun juga, pria br*ngsek itu adalah Kakaknya.

Riko berjalan ke arah lemari dan mengeluarkan selimut dari dalamnya. Ia kemudian menyelimuti tubuh kakaknya agar tidak kedinginan.

Riko membawa Anna ke hotel. Sepanjang jalan, Anna tak ingin lepas dari genggamannya. Wajah pucatnya yang bergetar sangat kentara. Wanita itu pastilah merasa trauma.

Malam mereka lalui tanpa ada yang bisa tertidur sedikitpun. Riko merasa teriris hatinya melihat Anna yang masih saja terisak. Disisi lain ia juga tidak menyangka Niko bisa melakukan hal terkutuk itu pada Anna.

Saat pagi menjelang, mereka di kejutkan oleh suara ponsel milik Riko. Anna bahkan sampai terlonjak dan memeluknya sangat erat.

"Niko." Batin Riko saat ia melihat nama kakaknya tertera di layar ponselnya.

Riko menolak panggilan. Dan Niko meneleponnya lagi. Beberapa kali sampai akhirnya sebuah pesan singkat masuk. Pesan dari Niko yang menanyakan keberadaannya.

"Rik, kita kapan pulang?"

"Sampai kamu merasa tenang," jawab Riko yang menatap sendu wajah Anna.

"Rik, aku nggak mau kalau sampai Ibu tahu. Ibu pasti akan sedih hiks," isak Anna.

"Kalau begitu, berjanjilah tidak akan ada yang akan mengetahuinya."

"Tapi, Rik. Bagaimana kalau nanti aku hamil?"

"Aku akan menikahimu," jawab Riko pasti.

"Apa?"

"Aku akan menikahimu. Akan ku anggap anak itu sebagai anakku."

"Tapi aku tidak mau, Rik. Aku tidak mau hamil," pekik Anna sambil menggelengkan kepalanya berulang-ulang.

"An, berjanjilah padaku kau tidak akan mengugurkannya," pinta Riko.

"Aku tidak mau, Rik! Aku tidak mau!" Anna menjerit histeris.

Riko kini tak bisa berbuat apa-apa. Anna bahkan menolak saat ia mencoba menenangkannya. Riko meninggalkan Anna sejenak untuk menelepon Mamanya.

Pada Mama Viona, Riko beralasan akan mengajak Anna jalan-jalan untuk beberapa hari kedepan. Dan meminta Mamanya menyampaikan pesan pada Bu Ayu agar jangan mengkhawatirkan mereka.

"Itulah yang sebenarnya terjadi, Ma." Kalimat Riko menutup cerita panjangnya.

Mama Viona mengusap air matanya. Wajahnya masih pucat karena tidak menyangka hal itu akan terjadi pada anak-anak yang di sayanginya.

"Riko mohon, Ma. Anna jangan sampai tahu kalau pria itu adalah Niko," pinta Niko menggenggam erat tangan Mamanya.

"Lalu kenapa kamu ingin Anna menikah dengan Niko?"

"Agar anak itu kelak bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Entah kenapa Riko yakin suatu saat Niko akan menerima kehadirannya. Dengan atau tanpa mengetahui kebenarannya."

"Sayang.."

"Please, Ma. Anak itu tetap cucu Mama. Keturunan keluarga kita. Riko mohon," ucapnya dengan sangat memelas.

"Baiklah. Mama akan memaksa Niko untuk datang kesini." Pungkasnya.

Flashback off

"Jadi benar dugaanku. Mama mengetahui perbuatanku," batin Niko.

"Itulah alasan yang selama ini Mama sembunyikan darimu juga dari Mas Rian."

"Papa tidak tahu?" tanya Niko heran.

"Tidak. Kalau Papamu sampai tahu, Mama yakin dia tidak akan mengizinkan keinginan Riko terkabul. Dia akan membencimu karena melakukan hal sekeji itu pada Anna yang sudah dianggap seperti putrinya. Mama mohon jangan sampai Papamu tahu."

"Ma, Niko bisa jelaskan. Itu bukan sepenuhnya keinginan Niko, Ma. Niko tidak seperti itu. Niko.."

"Sudahlah. Semua sudah terjadi. Kita tidak bisa memperbaiki masa lalu. Tapi kalau masa depan mungkin masih ada harapan untuk memperbaikinya. Mama minta, mulai saat ini jagalah mereka sepenuh hatimu, Niko!"

"Ma..."

"Seperti halnya Riko yang mempercayakan istrinya padamu. Mama juga titip Anna yang sudah seperti anak Mama padamu, Nik. Belajarlah menyayanginya. Anna wanita yang baik, dan Mama percaya kamu juga anak Mama yang baik. Ya?"

"Iya, Ma. Niko akan berusaha melakukannya. Maaf, kalau Niko sudah mengecewakan Mama." Niko tertunduk sangat dalam. Kini ia merasa malu bila harus bertatap muka dengan Mama Viona.

Viona menusap lembut pucuk kepala Niko dan berkata, "Berjanjilah, kamu tidak akan memberitahu Anna."

Niko memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap Sang Mama.

"Niko janji, Ma." Ucapnya.

1
juwita
ini kaya ngirim ke kandang singa
juwita
ko di biarka ke amrik sm niko udh tau niko angkuh sombong. trs di Amerika jg niko mau di jodohkan sm cwek lain. kasihan anna sendirian mn dia blm tau dunia luar lg
juwita
harusnya si niko yg meninggal jhn riko. kasihan anna
juwita
mampir
Endang Sulistia
bagus....
Endang Sulistia
papa Rian Ama mama viona majikan tapi perlakuan kayak keluarga ..
Endang Sulistia
bisa aja si ana
Endang Sulistia
ana korban ,trauma berat cuma Riko yg dampingi..Riko udah g ada, mentalnya kembali drop...
Duwie Sartika
walah baik nya km Riko, syng ga panjang umur kisah mu disini
Sri Ariyanti
ok
Ridwan
Luar biasa
Maizaton Othman
Saya sukaaaaaaaaaaaa
snow Dzero
good
Sofi Saja
sedih banget, begitu besarnya cinta Niko../Cry/
Sofi Saja
sedih banget ngebayangin Riko../Cry/
Dyah Shinta
lumayan
Dyah Shinta
lama2 sebel juga sama Ana
Nanina_
Please nangis bangettt 😭😭😭
Atika Darmawati
ok
Meirina Aulia
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!