NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:876
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 33

"Apa dengan aku menceraikan mu kau akan bahagia?" lirih Kenan dengan air mata yang menetes di pipinya, Narendra kini terdiam menatap sahabatnya itu.

"Tidak perlu banyak bertanya bahagia atau tidak itu urusan ku," Tiara mengarahkan tangan Kenan untuk segera menandatangani surat cerai itu.

Tangan yang gemetar Isak tangis yang terdengar serta dadanya yang terasa sakit ditunjukkan Kenan tapi tidak mendapat respon apapun pada Arumi yang kekeh menyuruh Kenan untuk tanda tangan.

"Ayo cepatlah! Kalau tidak aku akan mencelakai Ayumi!" ancam Arumi yang merasa kesal, marah.

Mendengar kata putrinya Kenan menarik kertas itu dan langsung menandatangani nya. Senyum terukir di bibir tipis Arumi yang langsung mengambil kertas tersebut dan menatapnya. Kini mereka sudah resmi berpisah Kenan melihat kebahagiaan yang amat sangat pada istrinya lebih tepatnya sudah menjadi mantan tertawa lepas seperti menikmati perpisahannya.

"Di mana Ayumi? Tolong kembalikan dia ... Jangan sakiti dia cukup aku saja yang kau sakiti Arumi," lirih Kenan ia sudah tidak bertenaga lagi.

"Hmm ... Menyakiti nya? aku tidak benci pada Ayumi tapi aku benci karena dia terlahir dari rahim ku! Narendra ...," Arumi berdiri ia memanggil Narendra dengan tangannya yang menadah seolah minta sesuatu.

Narendra pun mengerti ia mengambil sesuatu yang sedari tadi di pegangin bodyguard nya. Kedua mata Kenan melotot melihat benda berwarna hitam yang sangat berbahaya di pegangin oleh Arumi dan mengarahkannya pada Kenan.

Namun, Kenan tidak berbicara sedikitpun ia pasrah dan memejamkan matanya di benak nya hanya ada nama putrinya ia sangat sedih jika memang takdir membuat Kenan harus tiada di tangan Arumi wanita yang sangat ia cintai sekaligus ibu dari putrinya.

Lagi-lagi Arumi tertawa membuat Kenan membuka kedua matanya kembali menatap sendu Arumi,"Kau kenapa? takut? sepertinya kau memang sudah siap ya mempertanggung jawabkan perbuatan mu," ledek Arumi.

"Cepatlah, Arumi kau sungguh bertele-tele," sambung Kenan yang memang sudah tidak sabar melihat Kenan tiada. Karena menurutnya ia sudah mengambil semua kebahagiaan darinya.

Sekali lagi sebuah senjata di arahkan pada Kenan, tanpa Arumi sadari tangannya bergetar Kenan pun melihat itu,"Aku tau kau tidak akan sanggup menghabisi ku, Arumi. Walaupun sedikit sudah ada aku di dalam hati mu," batin Kenan.

Arumi menarik pelatuk dan siap melepaskannya.

Doooor

Suara bunyi tembakan terdengar tapi bukan berasal dari senjata yang dipegang Arumi karena ia belum melepaskan pelatuknya.

"Siapa itu?!" pekik Narendra dan Arumi secara bersamaan. Mereka mencari seseorang yang sudah melepaskan tembakan ke sembarang tempat.

Momen itu di gunakan Kenan untuk berusaha melepaskan ikatannya dengan menggeseknya ke arah benda tajam di sampingnya yang sedari tadi ia sadari menunggu waktu yang tepat dan akhirnya tali itu pun lepas.

Akan tetapi, Kenan yang sangat bodoh bukan nya kabur ia menarik Arumi dan memeluknya karena jujur ia sangat merindukan Arumi.

Hal itu dilihat Narendra ia pun menarik kerah baju Kenan dan langsung menghajar nya habis-habisan. Kenan tidak melawan jika dulu sebelum ia tau kebenaran nya pasti saat ini dia akan melawan balik Narendra. Anggaplah ini adalah penebus dosa dirinya karena membuat sahabatnya kehilangan saudara Kandungnya.

Bugh

Suara pukulan terdengar Narendra tersungkur saat Jimmy datang melawan dan membalas apa yang dia lakukan pada Kenan. Akan tetapi, buru-buru Kenan menghentikan Jimmy saat ingin kembali mengajar Narendra yang masih tersungkur.

"Lepaskan aku! Kenapa kau menghentikan ku, hah! Dia sudah sangat menyakitimu!" Jimmy berontak ia mendorong Kenan merasa jengkel , marah, kecewa karena Kenan terlalu baik.

"Ini memang semua salah ku, biarlah dia yang membalas perbuatan ku yang sudah melenyapkan saudaranya," ujar Kenan.

"Tapi kau tidak sengaja! Jangan menyalahkan dirimu terus Kenan ...," mereka terus berdebat hingga tidak sadar jika Narendra sudah kembali berdiri ia mengambil senjatanya dari saku celananya mengarahkan pada keduanya secepatnya pelatuk senjata itu ia tarik setelah posisinya mengarah tepat pada Kenan ia tersenyum semrik lalu suara tembakan terdengar.

Namun, Narendra malah terkejut karena bukan dirinya lah yang melepaskan tembakan, tetapi wanita yang berada di hadapannya sedang berdiri menatap tajam pada Kenan yang saat ini memegangi tepat di dadanya mendongak menatap tidak percaya pada sosok wanita yang masih mengarahkan senjata itu padanya.

Tubuhnya ambruk seketika, Jimmy panik dan akan membawa Kenan pergi dari situ, tetapi Narendra menarik tubuhnya menjauh dari Kenan.

"Lepaskan aku! Narendra ... Tolong jangan lakukan itu pada Kenan. Apa kau tidak ingat dengan persahabatan kita," mohon Jimmy.

Narendra terdiam lalu menatap Kenan yang kini sudah tergeletak di lantai terlihat pria itu dalam keadaan mengenaskan.

"Kalian pergilah, ini urusan ku dengan Kenan," ucap Arumi tanpa menoleh kepada Jimmy dan Narendra. Jimmy yang mendengarnya pastilah marah ia ingin menghampiri Arumi, tetapi Narendra keburu mencegahnya dan menarik Jimmy keluar.

Pertengkaran pun masih berlanjut sampai keluar. Narendra terkejut melihat Riana yang sudah terbebas dari tahanan Narendra dan kini gadis itu bersama Jen dan satu pria yang sudah menolongnya secara diam-diam.

Riana yang melihat Narendra keluar dari gedung tua itu pun menghampiri Narendra karena ia tidak melihat Kenan,"Di mana kakak ku?!" desak Riana mencengkram kerah baju Narendra, tetapi pria itu hanya tersenyum semrik tidak menjawab apapun.

"Katakan padaku di mana kak Kenan! Di mana!" pekik Riana sekali lagi.

"Dia ... Sudah hampir menuju neraka," ucap Narendra dengan penuh penekanan.

Plak

"Bajingan ... Brengsek!" umpat Riana seraya menampar Narendra membuat pria itu marah dan ingin membalasnya, tetapi Narendra tersadar dengan kedatangan kedua pria berseragam coklat ingin menghampiri Narendra membuat ia langsung saja melarikan diri dan polisi pun mengejarnya.

Jimmy dan satu pria yang menolong Riana pun ikut mengejarnya,"Riana, lebih baik kita masuk mungkin saja Kenan masih berada di dalam," ajak Jen, Riana pun mengangguk melangkah masuk bersama Jen.

Duaaaar

Suara ledakan api membuat mereka berdua tersungkur kobaran api itu membuat keduanya berusaha berdiri menyelamatkan diri menghindar dari gedung itu.

"KAK KENAN!" teriak Riana yang sangat syok hingga ia pingsan.

Jen mencoba membangunkan Riana, tetapi gadis itu belum juga sadar hingga ia harus menelpon pria yang tadi bersamanya menyelamatkan Riana.

Setelah itu ia hanya memandangi gedung yang sudah terbakar itu. Ia meyakinkan dirinya sendiri Jika Kenan masih hidup.

"Tidak mungkin," lirih Jena tidak terasa ia meneteskan air mata karena perasaannya yang kini sangat khawatir dengan Kenan.

Jena menangis ia menutup wajahnya hingga tidak sadar jika pria yang ia telpon tadi itu sedang berada di hadapannya.

"Kau ... Mengagetkan saja," seru Jena yang segera menyeka air matanya ia berdiri membuat pria itu bingung dan langsung mencegah Jena yang ingin masuk mencari keberadaan Kenan.

"Mau ke mana?" tanya pria itu.

"Aku harus mencari Kenan, titip Riana bawa dia ke mobil," titah Jena melepaskan tangan pria itu.

"Jangan konyol kau tidak lihat kobaran api yang sangat besar itu," cegah pria yang membawa Riana walaupun dengan langkah beratnya tatapan matanya pada gedung yang sudah terbakar itu pun tidak terputus.

Jen pun melepaskan genggaman pria itu dan langsung saja masuk ke dalam ia berlari sangat kencang pria itu ingin sekali mengejar Jena tapi hatinya bimbang melihat Riana yang terlihat lemas. Ia pun memutuskan untuk kembali pada Riana.

Jen sudah berada di dalam gedung itu dan berhasil menemukan Kenan yang terkapar di tengah kobaran api yang menyala bersama Arumi. Jen dengan wajahnya yang senang melangkah pelan menghampiri Kenan.

Akan tetapi, langkahnya terhenti saat bunyi tembakan kembali terdengar.

Doooor

Suara tembakan ke dua kalinya membuat tubuh Jena luruh,"TIDAAAAk ...," pekik Jena.

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!