NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: LaLibra

Di dalam hening dan gelapnya malam, akhirnya Shima mengetahui sebuah rahasia yang akan mengubah seluruh hidupnya bersama Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaLibra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia 2

"Buka cadarmu biar suamimu tahu rupa aslimu Yaya, biar suamimu juga tidak seperti membeli kucing dalam karung, agar dia tidak merasa kamu tipu nantinya karena wajahmu tidak seperti yang dia harapkan. Berbeda dengan kamu sudah mengetahui banyak hal tentang calon suamimu bukan? " Tegas pak Hasan.

Nadia terus menunduk dan akhirnya mengangguk. Nadia membuka perlahan cadar yang menutupi sebagian wajahnya. Cello terpukau melihat wajah cantik Nadia, sangat sesuai dengan apa yang ia bayangkan selama ini. Di sela kekaguman Cello pada wajah ayu Nadia, Pak Hasan kembali menghembuskan nafas kasar dan kembali membuka suara.

"Huuffft. Kalau begitu, biar Ayah saja yang ceritakan. Dengar ini baik - baik Mas. Nadia pernah menikah walau akhirnya suaminya membatalkan pernikahan mereka. Saat hari ijab kabul sudah diucapkan, Nadia ketahuan kabur dengan pacarnya ke kota J. Saat itu Nadia mengancam sopir kami untuk mau menggantikan posisinya di pelaminan bersama suaminya dan akhirnya kami menyadari betapa jahatnya Nadia meninggalkan suaminya bersanding dengan sopir kami. Setelah kebenaran terungkap, suaminya segera membatalkan pernikahan. Setelah kejadian itu Ayah menghabiskan waktu beberapa minggu untuk mencari keberadaan Nadia sampai akhirnya Ayah menemukannya dan Ayah sendiri yang menyeretnya pulang. Lalu, Nadia, Ayah kembalikan ke pondok tempat Ibunya menuntut ilmu dulu. Sengaja Ayah tempatkan Nadia disana karena agar Kyai Somad membantu menyadarkan kesalahan Nadia karena Ayah dan Ibumu sudah mengenal Kyai Somad dengan baik." Pak Hasan menjeda ucapannya dan menghembuskan nafas kasar.

"Ayah fikir satu tahun adalah waktu yang cukup untuk Nadia berfikir dan menyadari semua kesalahannya. Dan tepat saat kepulangan Nadia, waktu itu Ayah menjodohkan Umi dengan Andi, anak teman Ayah. Tapi Nadia menangis karena mengaku jatuh hati pada Andi. Seharusnya hari ini diadakan pengajian di rumah ini karena seminggu lagi Nadia menikah dengan Andi. Tapi ia kembali membuat kegaduhan karena mengaku sudah menjalin hubungan dengan kamu. Ayah malu. Keluarga Andi membatalkan perjodohan ini dan Nadia sempat meminta agar Umi saja yang menggantikannya. Kenapa Nadia tega melakukannya pada Ayah Mas? Apa selama ini Ayah yang salah mendidiknya? Huhuhu" Pak Hasan menangis tergugu.

"Tapi Yah, ini semua salah Umi, anak kebanggaan Ayah. Andi selalu jalan berdua dengan Umi. Sebab dari itu, aku mau menjalin hubungan dengan Mas Cello Yah. Biarkan saja Andi bertunangan dengan Umi. Aku tidak mau ambil resiko jika nanti saat Andi menjadi suamiku tapi justru dia berselingkuh dengan Umi" Kilah Nadia.

Umi menatap nyalang kepada Nadia.

"Kak Yaya nyalahin aku? Kakak serius? Kapan aku jalan sama Andi? Kerjaan aku masih banyak dari pada hanya sekedar jalan dengan calon kakak iparku sendiri. Aku juga masih punya malu Kak. Bukannya dulu Kakak yang meminta agar aku menyerahkan Andi pada kakak? Lalu sekarang kakak memintaku agar kembali kepada Andi, dan kakak tidak mau menikah dengan Andi karena takut nanti aku selingkuh dengan suami kakakku sendiri? Apa kakak waras? "

Bu Siti menangis melihat perdebatan antara putrinya. Begitu pun Pak Hasan yang merasa gagal mendidik putri sulungnya. Entah karena dulu Pak Hasan lama tak memiliki keturunan hingga saat diberi momongan, Pak Hasan terlalu menuruti semua keinginan Nadia.

"Kamu gak usah ngelak lagi dek. Kakak tahu dari grup WA keluarga kita. Ada yang ngasih foto kamu lagi berdua sama Andi. Bahkan waktu itu kamu ada di sebuah kantin rumah sakit bersama Andi juga kan? Kalian ngapain ke rumah sakit berdua? Kalian gak lagi gugur_in hasil dosa kalian kan?" Tuduh Nadia.

Umi mendekati Nadia dan menampar pipinya keras.

Plaaaak

Pak Hasan dan Bu Siti mematung melihat kemarahan Umi yang tak pernah ia tampakkan.

"Ini untuk fitnah keji yang kakak tuduhkan"

Plaaak

Umi kembali menampar pipi Nadia yang lain hingga membuatnya tersungkur. Cello menolong istrinya tanpa berani membelanya.

"Ini untuk luka yang kakak berikan kepada orang tua kita. Aku masih belum gi_la sampai harus melakukan hal kotor yang seperti kakak tuduhkan. Aku Umi Hanifah, anak perempuan kebanggaan Ayah yang seperti kakak katakan tadi. Aku bersumpah, aku tidak akan pernah melemparkan kotoran ke wajah Ayah dan Ibu" Umi bangkit dan pergi ke kamarnya.

Pak Hasan dan Bu Siti tak menyangka jika Nadia akan menyakiti saudaranya sendiri dengan fitnahnya yang keji.

"Entah apa yang salah dengan didikan kami kepadamu Nak, sampai kamu tega menyakiti adikmu sendiri. Huhuhu" Bu Siti meraung dan jatuh pingsan.

Pak Hasan menolong istrinya.

"Bawa Nadia pergi dari sini. Entah setan mana yang merasukinya sampai Ayah tak mengenalinya lagi" Ucap pak Hasan dingin.

Pak Hasan membawa Bu Siti ke dalam gendongannya dan membawanya ke kamar.

Nadia memeluk Cello. Cello sendiri hanya kebingungan dengan situasi yang saat ini ia alami.

"Ayo kita pulang ke rumahku saja ya sayang" Ucap Cello sambil mengusap pipi kedua istrinya yang merah karena di beri hadiah oleh Umi.

"Iya" Nadia mengangguk dan mengusap air matanya.

Cello menuntun Nadia untuk ke kamarnya dan membantu membereskan semua barang - barang milik istrinya. Setelah hampir tiga puluh menit, ada sekitar 2 koper besar dan 2 koper kecil di bawa oleh Nadia, seolah dia tidak akan pulang lagi ke rumah orang tuanya.

Cello mengetuk pintu kamar mertuanya namun Ayah mertuanya tidak membukakan pintu sama sekali.

"Yah, Cello bawa Nadia pulang ke rumah Cello ya. Nanti akan Cello kirimkan alamat Cello pada Ayah. Semoga Ibu segera pulih dan maafkan Cello juga Yah"

Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar mertuanya. Tanpa mereka ketahui bahwa Ayah dan Umi membawa Bu Siti ke rumah sakit karena setelah sadar dari pingsannya, Bu Siti mengeluh sesak nafas dan dadanya terasa sakit.

*

*

Cello mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Waktu menunjukkan pukul dua belas lebih sepuluh menit tengah malam. Jalanan yang sepi membuat Cello tak terjebak macet. Setelah setengah jam perjalanan, Cello membangunkan Nadia yang tertidur pulas di jok sampingnya.

"Sayang. Hey, ayo bangun. Kita sudah sampai" Cello mengelus pipi Nadia.

Nadia hanya mengulet tanpa membuka matanya. Cello tidak tega membangunkan Nadia yang tertidur pulas. Ia berencana akan menggendong Nadia saja ke dalam.

Ia turun dan memutari mobilnya. Ia membuka pintu kiri depan mobilnya dan mencoba mengangkat istri yang ia banggakan tersebut. Sekilas bayangan Shima terlintas di pikirannya. Gadis itu juga pernah tertidur saat semobil dengan Cello, namun Cello lebih memilih membangunkan Shima dengan membentaknya dan mengumpat kasar pada gadis yang penurut itu.

"ah kenapa aku malah teringat dengan perempuan sial itu? " Batin Cello.

Cello meletakkan Nadia di ranjang king size miliknya. Ia membelai pipi istrinya dengan lembut dan mengecup keningnya. Ia membungkus tubuh Nadia dengan selimut.

Cello memutuskan untuk mandi dan membersihkan dirinya dahulu. Malam ini tubuhnya terasa sangat lelah. Oleh karena itu ia pun mengguyur kepalanya dengan air dingin agar otaknya tidak terlintas lagi bayangan tentang mantan istrinya. Setelah mengganti pakaiannya, ia ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan Nadia.

Terlintas kembali dipikirannya, Shima yang tak pernah tidur seranjang dengannya. Shima yang ia suruh tidur di sofa atau ia suruh tidur di kamar lain saja. Shima akan meringkuk bagai bayi kecil yang tak berdosa saat tidur, dan saat bangun Shima selalu menatap Cello dengan sorot mata penuh ketakutan.

Tidak mau memikirkan banyak hal tentang Shima, Cello mencoba memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas. Bahkan ia sampai lupa belum memberi kabar pada sang kakak jika ia sudah menikah dengan Nadia malam ini.

1
LaLibra
Kalau rame, aku triple up 😘
LaLibra
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang 😘😘
shabiraalea
🌹untukmu kak
LaLibra: terima kasih kakak sayang 🥰
total 1 replies
LaLibra
Bagus, seperti kisah nyata
LaLibra
Hayuk komen yang banyak dong guys!
Blush✨☃️
Jleb!
LaLibra: /Heart/
total 1 replies
Celty Sturluson
Aku jadi pengen jadi tokoh di cerita ini!
LaLibra: 🥰
terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!