NovelToon NovelToon
Istriku Bukan Idaman Mamaku

Istriku Bukan Idaman Mamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: putrioktober

Salahkah seorang gadis miskin mencintai seorang pemuda kaya , sehingga begitu kuat nya mereka ingin memisahkan cinta kedua anak manusia itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrioktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galau

Setelah restu dan mama nya pulang Wilda pun memesan taksi online untuk menemui Dava

Wilda memang sengaja tidak mengendarai mobil nya karena dia takut ada menandai mobil nya dan mengikuti diri nya

Tak lama Wilda pun sampai di cafe tempat mereka janjian bertemu ,Wilda berjalan anggun menuju meja di mana Dava sedang menunggu diri nya

" Ada apa kau ingin bertemu dengan diri ku Dava ?! " ujar Wilda ketus sambil berdiri di samping Dava

Dava yang mendengar suara Wilda langsung menoleh ke samping sambil tersenyum

" Akhirnya kau datang juga ,aku pikir kau tidak datang menemui ku Wilda " ujar Dava santai

"Sudah cukup Dava jangan bertele-tele aku tidak memiliki waktu banyak " ujar Wilda ketus

" Wow , sekarang kau sudah menjadi wanita yang sibuk ya ,duduk dulu Wilda biar kita enak bicara nya " ujar Dava dengan santai sambil menyuruh Wilda untuk duduk dulu

Akhirnya Wilda pun mengalah dan duduk di hadapan lelaki tampan itu,dia hanya diam saja sambil menunggu Dava mengutarakan maksud dan tujuan nya

"Aku sangat senang dan bahagia ketika aku melihat kau sedang mengenakan pakaian pengantin tadi dan kau sangat kelihatan sangat cantik sekali Wilda " ujar Dava menjeda ucapan nya

Wilda hanya memutar bola matanya malas mendengar gombalan dari Dava

" Dulu aku berharap kalau kau akan mengenakan pakaian pengantin rancangan mama ku dan aku yang akan menjadi mempelai pria nya ,tapi kenyataannya sekarang berbeda kalau pria itu bukanlah diri ku tapi restu lelaki yang selama ini kau idam idam kan " ujar Dava dengan perasaan sedih

" Sudah stop Dava jangan berbelit Belit ,aku muak mendengar nya " ujar Wilda menahan kekesalan di hatinya

" Stop kau bilang Wilda ,setelah kau memulai nya dan dengan mudahnya kau bilang stop ,wah hebat Wilda hebat " ujar Dava menepuk tangan nya

" Aku sangat mencintai diri mu Wilda dan hubungan kita sudah sejauh itu ,apa kau tidak ada rasa cinta di hati mu untuk diri ku sedikit pun ?! " ujar Dava penuh emosi

" Iya kau benar Dava aku ,sudah dari dulu aku katakan aku tidak mencintai diri mu tapi apa yang kau bilang kita jalani saja dahulu ,oke aku menuruti keinginan mu tapi nyata nya aku tetap tidak mencintai mu ! " ujar Wilda penuh amarah

Semua mata menatap ke arah mereka karena mendengar suara mereka yang sedikit keras ,tapi mereka tidak memperdulikan pandangan dari pengunjung cafe yang lain

" Wilda please batalkan pernikahan itu dan kembali kepada diri ku aku berjanji akan membahagiakan diri mu " ujar Dava memohon

" Maaf Dava aku tidak bisa "

" Wilda aku mohon demi anak kita yang kamu kandung " ujar Dava yang membuat Wilda terkejut dan menatap tajam wajah lelaki itu

" Kau " ujar Wilda terputus

" Iya Wil,aku tahu semuanya walaupun kau menutup nya dengan rapi ,cuma lelaki bodoh saja yang mau menerima wanita bekas lelaki lain " ujar Dava lagi sambil memegang tangan Wilda

Wilda pun menepis tangan nya Dava ketika dia memegang tangan nya

" Lepaskan tangan ku Dava !" ujar Wilda murka

" Awas saja kalau sampai restu mengetahui nya itu berarti dari diri mu ,dan kalau sampai itu terjadi maka kau tidak akan pernah melihat aku dan calon anakku ini hidup " ujar Wilda mengancam Dava

Dava pun terdiam mendengar perkataan Wilda ,dia tidak berani untuk mengucapkan apa apa lagi

Wilda pun memandang wajah Dava dengan tajam dengan nafas yang memburu menahan emosi

" Baik baik aku mengaku kalah ,tapi aku mohon jaga anak itu dengan baik , karena dia bukti cinta kita " ujar Dava berkata lesu

" Hem " ujar Wilda singkat

Setelah itu Wilda pun meninggalkan Dava yang masih duduk di kursi nya

Dava sudah tidak bisa lagi menahan Wilda untuk tidak menikah dengan restu dia hanya pasrah saja dengan keadaan yang di alami nya

\*\*\*

Sedangkan restu setelah mengantarkan mama nya pulang ke rumah dia pun langsung pulang ke rumah nya

" Restu kau langsung saja pulang sana dan jangan lupa besok kau datang pagi pagi sekali , karena kita besok takut nya kita terkena macet " ujar mama nya restu

" Iya ma " ujar restu lesu

Setelah itu restu pun meninggalkan rumah mama nya , ternyata dari balik tirai Nina sedang memandang sedih kakaknya yang sedang berjalan pulang

" Ngapain kau di situ Nina ?!" ujar mamanya ketus

" Tidak ada ma "

" Mama tau kau sedang memperhatikan kakak mu itu ,iya kan" ujar mamanya lagi

" Iya mama benar ,dan Nina sangat kasihan dengan bang restu karena dia harus menuruti keegoisan mama !" ujar Nina kesal

" Nina !" teriak mamanya marah

" Iya ma Nina kecewa dengan sikap mama ,kenapa mama tidak memikirkan perasaan bang restu ,biarkan dia bahagia ma dengan pilihan nya " ujar Nina memelas

" Cukup Nina kau jangan coba coba mengurui mama , mama tahu apa yang harus mama lakukan " ujar mamanya marah

" Terserah sama mama saja ,Nina capek memberitahukan nya suatu saat mama akan menyesal " ujar Nina sambil meninggalkan mama nya dan masuk ke dalam kamar

Setelah kepergian anak bungsunya mamanya restu terduduk lemas di sofa

Perkataan Nina tadi masih terngiang ngiang di telinga nya

" Apa benar aku egois ? tidak aku tidak egois aku hanya ingin anak ku bahagia dan hidup dengan layak " ujar mamanya restu lirih

Mamanya restu masih betah duduk di ruang tengah dengan di temani secangkir teh hangat

Entah kenapa perkataan Nina tadi tidak bisa dia lupakan dalam ingatan nya

Setelah merasa mata nya mulai mengantuk mamanya restu pun masuk ke dalam kamar nya

Sedangkan restu di dalam rumah nya kebanyakan melamun setelah pulang dari rumah mama nya

" Mas kau kenapa ? seperti nya kau tidak ingin bekerja dan mengurus toko mama yang ada di luar kota itu ya ?" ujar Mirna bertanya kepada suaminya itu

" Ah tidak bukan itu masalahnya mir " ujar restu mendesah

"Lalu apa yang mas pikir kan " tanya Mirna lagi

" Mas tidak memikirkan apa apa mir ,cuma mas berat meninggalkan kalian berdua " ujar restu berbohong

Lalu Mirna pun mengambil tangan suaminya itu sambil mencium nya

"Mas kan sudah aku katakan , jangan pikirkan kami di sini ,kami pasti akan baik baik saja dan mas kan tidak selamanya di sana kan ?" ujar Mirna lagi sambil menyemangati suaminya itu

" Iya mas akan pulang sebulan sekali " ujar restu lagi

" Jadi pergilah dengan tersenyum mas , pakaian mu sudah aku siapkan di dalam tas dan foto kami akan menyertai dirimu * ujar Mirna tersenyum

"Makasih ya mir ,kau dan Adam penyemangat ku " ujar restu sambil memeluk istrinya itu

1
sutiasih kasih
bisa jdi andre jodoh masa depan si mirna....
sutiasih kasih
jgn lah keguguran si wilda.... ntar g ktauan dunk.... itu ank siapa...

untuk restu.... mndingan km op kelamin ajalah.... jdi laki kok lembek amat... g tegas... /CoolGuy/
sutiasih kasih
ayo mm restu..... cpatlah buat anak dan mantumu bercerai.... dgn mnghadirkn pelakor yg km idamkn....
setelah km puas.... barulah nyesel dan menangis..... atas smua kezdolimanmu trhdp mirna slm ini....
🌸ALNA SELVIATA🌸: Baca Novel "Suami di Alam Mimpi"
di jamin mata batin kamu akan terbuka, dan melihat keindahan alam dunia berbeda..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!