NovelToon NovelToon
Partner Ranjang CEO

Partner Ranjang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Nikahkontrak / CEO / One Night Stand / Playboy / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Weny Hida

Rachel, harus merelakan tubuhnya menjadi taruhan dalam pesta lajang seorang teman dekatnya demi menyelamatkan nyawa ibunya yang membutuhkan biaya besar untuk operasi.
Namun ternyata pertemuannya malam itu dengan Milano Arkana Putra membawanya untuk hidup menjadi partner ranjang dari laki-laki itu yang ternyata adalah seorang CEO di kantornya tempat dia bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

Milan dan Rachel kembali ke kantor saat melihat Dinda tengah menyapu di salah satu ruangan. Rachel lalu mencegah langkah Milan.

"Milan sudah cukup."

"Apa maksudmu, Ra?"

"Aku nggak tega lihat Dinda kayak gitu."

"Tapi dia harus mendapatkan hukuman setelah apa yang dia lakukan padamu."

"Tapi bukan seperti itu caranya Milan, biarkan dia menyesali semua perbuatannya."

"Lalu apa maumu?"

"Kembalikan posisi Dinda seperti semula. Kau cukup memotong gajinya selama beberapa bulan saja, itu sudah cukup."

"Baik aku melakukan semua ini karena kau yang meminta," kata Milan kemudian berjalan mendekat pada Dinda. Dinda yang sedang sibuk menyapu pun terlihat terkejut saat Milan mendekat ke arahnya. "Pa.. Pak Milan." Dinda pun terlihat gugup.

"Mulai besok bekerjalah ke posisimu kembali."

"Benarkah?"

"Ya, tapi aku memotong gajimu selama tiga bulan."

"Tidak masalah Pak. Terimakasih banyak Pak Milan. Terimakasih banyak," kata Dinda dengan raut wajah bahagia.

"Jangan berterimakasih padaku, jika bukan karena Rachel yang memohon padaku aku tidak akan melakukan semua ini!" Milan pun meninggalkan Dinda yang kini termenung sendirian.

Saat jam pulang kantor, Rachel yang tengah duduk di lobi yang sedang menunggu Milan selesai meeting tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Dinda.

"Dinda!" panggil Rachel sambil tersenyum saat melihat Dinda kini sudah ada di sampingnya.

"Rachel, maafkan aku. Aku sudah melakukan begitu banyak kesalahan padamu."

"Oh tidak apa-apa Dinda, bagaimanapun juga kau adalah temanku." kata Rachel sambil menggenggam tangan Dinda.

"Terima kasih banyak Rachel." Dinda kemudian memeluk Rachel. Di saat itu pula, Milan pun mendekat pada mereka. "Apa dia menyakitimu lagi?"

"Tidak Milan, jangan berkata seperti itu," cicit Rachel sambil mencubit tangan Milan. "Dinda kami pulang dulu ya."

"Iya Rachel, Pak Milan hati-hati di jalan," jawab Dinda sambil melihat Rachel dan Milan yang berjalan menuju basemen. Saat akan melangkahkan kakinya keluar dari gedung kantor tiba-tiba ponsel Dinda pun berbunyi.

"Bella?" kata Dinda.

Dia pun kemudian mengangkat panggilan dari Bella.

[Halo Dinda, bagaimana kabarmu?]

[Baik.]

[Bagus, apakah kita bisa bekerja sama lagi Dinda?]

[Bekerjasama?]

[Ya, bekerjasama.]-

Dinda pun hanya mengerutkan kening sambil mendengarkan Bella yang kini begitu serius membicarakan sesuatu hal dengannya.

***

"Kau kenapa Rachel?" tanya Milan saat melihat Rachel yang keluar dari kamar mandi dengan sedikit kepayahan sambil menyandarkan tubuhnya pada tembok.

"Milan, sepertinya hari ini aku tidak bisa berangkat ke kantor. Aku sedikit tidak enak badan."

"Kau sakit?" tanya Milan kemudian berjalan mendekat ke arah Rachel.

"Tidak hanya sedikit mual, pusing, dan lemas, mungkin aku kelelahan."

"Ya sudah lebih baik kau di rumah saja." Milan kemudian memapah Rachel ke atas ranjang. Rachel pun kemudian merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.

"Kau istirahat saja sayang, nanti siang kita ke dokter. Aku sudah memesan sarapan untukmu, mungkin sebentar lagi datang."

"Terimakasih Milan, lalu kau bagaimana?"

"Aku bisa sarapan di jalan, Sayang." Milan pun membelai wajah Rachel yang kini terlihat pucat. "Aku berangkat dulu ya."

"Iya, hati-hati Milan."

***

Menjelang jam makan siang, Dinda tampak sedikit tergesa-gesa keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lobi kantor untuk menemui seseorang yang sudah menunggunya.

"Ada apa Bella?" tanya Dinda.

"Dinda, bukankah sudah kukatakan padamu jika aku ingin bekerjasama denganmu."

"Apa yang kau inginkan dariku?"

"Aku hanya ingin tahu dimana, Rachel? Tolong bawa dia keluar bersamamu."

"Hari ini dia tidak masuk, mungkin sakit."

"Jadi dia sendirian di apartemen Milan?"

"Mungkin."

Mendengar perkataan Dinda, Bella pun kemudian tersenyum menyeringai. Dia lalu tampak menelpon Gibran di samping Dinda.

"Apa kau sudah selesai berbicara denganku?" tanya Dinda pada Bella.

"Tentu saja kau boleh masuk ke dalam dan lanjutkan lagi pekerjaanmu."

Dinda lalu pun masuk ke dalam kantor, sementara Bella mengikuti di belakangnya. Saat Dinda mulai kembali duduk di kubikelnya, tampak Bella masuk ke dalam ruangan Milan sambil tersenyum disertai raut wajah yang begitu bahagia.

"Milan!" panggil Bella.

"Ada apa kau datang ke sini Bella? Maaf aku sedang sibuk."

"Milan tolong jangan seperti itu padaku."

"Kita sudah tidak memiliki urusan, Bella."

"Tentu saja masih, karena aku masih mencintaimu."

"Cinta kau bilang? Setelah apa yang kau lakukan di belakangku dengan mudahnya kau bilang cinta padaku?"

"Milan lebih baik lupakan masa lalu, sudahlah kau tidak usah munafik, saat masih menjalin hubungan denganku kau juga sudah bermain dengan Rachel di belakangku kan?"

Milan pun begitu terkejut mendengar perkataan Bella.

"Aku bahkan tahu kau menghabiskan malam dengan Rachel saat pesta lajang menjelang hari pernikahan Gibran kan?" kata Bella sambil tersenyum menyeringai.

Milan pun terlihat sedikit gugup. "Kau tidak tahu kan siapa sebenarnya Rachel? Dia tidaklah sebaik dan sepolos yang kau kira? Karena sebenarnya Rachel adalah wanita murahan."

"Jaga mulutmu Bella!"

"Aku berkata yang sebenarnya Milan, apa kau tahu alasan sebenarnya Rachel mau menjadi wanita taruhan dalam pesta lajang Gibran? Dia mau melakukannya karena sudah bekerjasama dengan Gibran untuk menjebakmu! Apa kau tidak sadar sesuatu telah terjadi padamu? Saat itu bukankah kau tidak ingin menyentuhnya? Tapi kau tiba-tiba begitu berhasrat setelah melihat tubuhnya? Itu karena Gibran telah mencampur minumanmu dengan obat perangsang sehingga kau tertarik pada Rachel! Mereka berdua telah menjebakmu Milan! Kau yang sudah begitu bodoh percaya pada wanita seperti Rachel!!"

"Tidak.. Itu tidak mungkin. Rachel tidak mungkin menjebakku."

"Itulah kenyataan yang sebenarnya! Kau juga tidak tahu kan bagaimana sebenarnya masa lalu Gibran dan Rachel? Dulu mereka adalah sepasang kekasih sebelum Gibran mengenal Vania! Dan kini mereka menjalin hubungan kembali di belakangmu, mereka sebenarnya sudah menjebakmu Gibran!"

"Tidak mungkin."

"Jika kau tidak percaya padaku ayo sekarang kita pulang ke apartemenmu dan lihat sendiri semua kebenaran yang sudah kukatakan padamu!"

Mendengar perkataan Bella, Milan pun hanya terdiam. Perasaannya kini begitu berkecamuk. 'Apa Rachel tega melakukan semua ini padaku?' kata Milan dalam hati. Sementara Bella yang melihat Milan yang mulai bimbang pun tersenyum sambil mengetikkan sesuatu di ponselnya.

***

Mendengar suara bel di pintu, Rachel pun dengan terpaksa keluar dari kamar meskipun dengan tubuh yang begitu lemas. Ketika pintu itu terbuka, Gibran pun menyunggingkan senyumnya pada Rachel yang kini tampak terkejut dengan kedatangannya.

"Rachel."

"Emh.. E.. Gibran, ada apa?" .

"Bolehkah aku masuk?"

"Maaf sepertinya tidak bisa karena tidak ada Milan disini, aku tidak ingin Milan berpikiran buruk pada kita."

"Sebentar saja Rachel."

"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Lebih baik disini saja, Gibran."

Gibran pun semakin mendekat pada Rachel, kemudian mulai membelai wajahnya.

"Rachel, aku merindukanmu. Apa kau masih ingat hari-hari yang pernah kita lalui dulu?"

"Jangan bercanda Gibran, kita tidak pernah melakukan apapun!" protes Rachel, tubuhnya yang lemas kini membuatnya semakin tidak berdaya saat Gibran mulai mencengkeram tubuhnya.

1
Azmy
mungkin evan baku saudara sama vania
nadya_hime
Aaah beib othor juga suka nonton Conan
nadya_hime
Jadi kek judul sinetron, Istri sendiri berasa kek selingkuhan..
nadya_hime
Ckck... ngadi ngadi kalian, yg ada kalian yg bakalan gila krn beneran cinta sama target tapi udah ga bisa milikin apa yg udah lu buang dulu..😡
nadya_hime
Karma atas keserakahan lu Gibran..
nadya_hime
Njiiir ga jelas beud kelian, Bela ga tulus sm Milan krn cintanya sm Arvin, Arvin ga tulus sm Bela krn cintanya sm bininya Gibran..
eh Gibran cuma dimanfaatin sm bininya, krn bininya cintanya sm Arvin.
Milan lama² jatuh cinta beneran sm Rachel, untung Rachel jg cinta & nerima² aja gmn kampretnya Milan..
Smoga akhirnya kecurangan Bela & Gibran ketahuan sm Milan sih..
Milan sm Bela yg asal celap celup siih.. iiiyuuuh..
nadya_hime
Entah siapa yg bener disinih..??!
Aryck_Kuryck
Jeng jeng jeng💃💃💃makin seruuu
mahda ilvi
ngapain Sinta masih mau hhhhh GK punya harga diri udah mau dibunuh jga masih ngarep🤣🤣🤣🤭
Puji Rahayu
makasih kcritne bagus bgt thor...
cm penisirin aja..si evan tanggung jwb k sinta gk stlh keluar dr penjara?
ap ttp gk ya...po akoh yg gk mudeng...
lawong evan gk cinta sinta y gk mw.
cinta celine tp dy yg dh gk mw...
ya..akoh berharap aj mbok si evan mo tanggung jwb
Puji Rahayu
jgn bkn prasaan gk enak deh...sm milan...gk sanggup ya..kl milan mpe knp2...😢😢😢
Puji Rahayu
smoga ank buah milan nolongin sinta
Puji Rahayu
tuh kn...kok akoh curiga bukan indra wlw mngkn jg terlibat.
tp kok kyk sih sinta deh...
tp iyo po ora embuh...
Puji Rahayu
soale bella bisane mung dandan nyalon tok kok...
otak ke rodo kurang pinter sitik...😄😄
Puji Rahayu
syudhahlah thor ...
biarknlah para readersss yg gk mudeng...
kl akoh sih mudeng2 wae kok...😄😄😄
Puji Rahayu
pdhl sama2.. bkn tekdung adek masing2....
hahahaha ....musuh bebuyutan jd ipar ran....
Puji Rahayu
hamidun ank arvin...😄😄😄
hayoloh...milih sapak....
bpke kandung ank ke apa kekasih baru yg dh inuk2...😉
Puji Rahayu
bnyk ngira bella d penjara 8 thn...
soalna d judul bab pr1 ni dh ad tulisan 4thn
trs lnjt bawahnya 4 thn lg
jd ngiranya 8 thn.
ngungkapin pndpt.
hrse tulisane d atas judul aj yg 4 thn nya.
jd ben gk galfok....
mangap y thor...✌✌✌
Puji Rahayu
cory y thor..akoh gk koment2 hbs kebawa mlayu sm critanya....😄😄😄
tp tiap bab ttp ksh jempol kok....
rebes pokok ke...👍👍👍
Puji Rahayu
stlah sekian purnama...
akhirnya ktemu lg ma karya author ku ini....😊
ku sllu menanti karya2 mu thor...
sukses sllu...👍💪👄
Weny: Karya baruku Menjebak Suami Orang Kak, mampir ya 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!