Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 4: TIBA-TIBA NAIK TINGKAT
“Ding! Misi selesai! Dua puluh poin telah ditambahkan. Total poin saat ini: 22 poin. Update daya hidup: 15%.”
“Kau tidak salah? Mengapa kenaikannya begitu banyak?”
Tapi, tidak ada jawaban. Hadiah misi kali ini ternyata dua kali lipat lebih banyak dari misi sebelumnya.
Daya hidupnya juga meningkat cukup banyak hanya dalam beberapa jam. Dengan kecepatan seperti itu, bukankah sebentar lagi dia akan bisa membuka misi utama keduanya?
“Peringatan bahaya! Terdeteksi adanya ancaman penurunan daya hidup!”
Semua pikiran Mei Zhiyi langsung sirna. Dia merasakan di belakangnya ada orang yang sedang diam-diam mengintai.
Karena indera pendengarannya tajam, dia bisa mengetahui jumlah orang-orang itu. Ada dua orang di belakang, tidak seperti laki-laki tapi juga tidak seperti perempuan. Maka hanya ada satu jawaban: kasim.
Sebelah sudut bibir Mei Zhiyi terangkat. Tidak ada habisnya, pikirnya. Siapa lagi kali ini?
Dia memejamkan matanya, memilih senjata untuk melumpuhkan kedua kasim tersebut. Karena poinnya sedikit, dia kembali membeli barang yang harganya paling mudah. Sebuah rolling pin dari kayu seukuran lengan orang dewasa berhasil dibeli dengan menukarkan dua poin miliknya.
“Tangkap!”
Namun sebelum dua kasim itu berhasil menutup kepala Mei Zhiyi dengan karung, dua pukulan sudah mendahului mereka. Pukulan dari rolling pin kayu itu membentur kepala dua kasim dan membuat mereka menjerit kesakitan.
Tanpa basa-basi Mei Zhiyi langsung menyeret mereka ke tepi kolam, mengarahkan kepala mereka ke permukaan kolam dingin yang sebagian besar air di permukaannya sudah membeku.
Dua kasim itu menjerit ketakutan. Kenapa malah mereka yang dipukuli?
“Siapa yang mengirim kalian?”
“Tidak akan kami katakan! Mei Zhiyi, kau sialan!”
“Yo, begitu setia. Mari lihat mana yang lebih keras, kepala kalian atau batu di dasar kolam!”
Mei Zhiyi menekan kedua kasim itu lebih ke bawah sampai ujung hidung mereka menyentuh dinginnya air. Barulah saat itu mereka bersedia mengatakannya.
“Tungu-tunggu! Kami katakan! Kami katakan! Bibi Rong yang menyuruh kami menculikmu. Dia bilang kau akan dijual dan dinikahkan kepada kasim pengurus kandang kuda!”
Bola mata Mei Zhiyi memutar malas. Kedua kasim itu kemudian diikat dengan tali yang mereka siapkan, lalu menutupi mereka dengan karung dan ditinggalkan begitu saja di pinggir kolam setelah dia mengambil uang mereka.
Itu mungkin bayaran yang diberikan Bibi Rong untuk kedua kasim tersebut. Sekarang, itu jadi miliknya.
Ketika Mei Zhiyi melewati Dapur Istana, beberapa pelayan muda seusianya terlihat mengintip dengan takut. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana Mei Zhiyi melawan Bibi Rong dan memukulinya.
Dia juga dapat kembali hidup-hidup tanpa luka sedikit pun setelah pergi mengantarkan makanan ke Istana Zhaoyang. Orang seperti ini jika disinggung pasti sangat berbahaya.
“I-itu bukankah Mei Zhiyi? Dia masih hidup?”
“Benar, memang Mei Zhiyi, dan masih hidup.”
“Benda apa di tangannya itu? Kenapa dia membawa sepotong kayu?”
“Jangan penasaran dan jangan ikut campur. Siapa yang tahu dia akan menggunakannya untuk memukul orang lagi?”
Mei Zhiyi mengorek telinganya. Berisik sekali. Punya rasa penasaran, tapi tidak berani berhadapan langsung. Hanya bisa berbicara diam-diam di belakang sambil mengintip.
Mei Zhiyi menatap rolling pin di tangannya, dia lupa membuangnya tadi. Disimpannya benda tersebut di meja depan Dapur Istana.
“Koki gemuk! Benda itu untukmu saja!”
“Gadis sialan! Siapa yang kau sebut gemuk?”
Koki istana, yang bernama Wang Peng itu muncul dengan wajah tidak ramah sembari membawa sebilah pisau pemotong daging. Tapi begitu melihat kayu aneh di meja, dia perhatiannya langsung teralihkan.
“Pengerjaannya begitu halus. Dari mana kau dapat ini?”
“Hadiah dari Kaisar. Dia bilang masakanmu enak tapi teksturnya terlalu kasar. Jadi, dia menyuruhku memberimu perata adonan.”
Raut tidak ramah itu seketika berubah menjadi raut wajah tidak percaya. Hanya saja matanya berkaca-kaca karena tidak menyangka akan dihargai sampai seperti itu.
Bertahun-tahun menjadi koki istana, tapi baru kali ini dia dipuji dan diberi hadiah. Wang Peng belum sempat menikmati kesenangan!
“Sungguh Kaisar berkata begitu?”
“Aku seorang pelayan kecil mana mungkin berbohong padamu.”
“Benar juga. Kau pelayan kecil tingkat rendah yang tidak punya pendukung. Kau tidak mungkin punya nyali berbohong.”
Tapi, Mei Zhiyi memang berbohong saat ini. Masa bodoh, yang penting dia tidak perlu membawa rolling pin itu lagi.
“Di mana Bibi Rong?”
“Dia ya? Tadi sudah kembali ke tempat tinggalnya. Kudengar kau memukulinya sampai babak belur. Xiao Zhiyi ah, bukan aku menceramahimu. Tapi jika bisa kau kurangi berkonflik dengannya.”
“Kalau dia tidak memukulku, aku tidak akan memukulnya.”
Mei Zhiyi ingin tidur sebentar. Dia berbaring di kasurnya yang keras, lalu tanpa sadar menutup mata. Dia melihat dirinya dipenuhi dengan luka tembak, sekujur tubuhnya digenangi cairan darah yang kental.
Di sudut lain, dia melihat Yao Shu juga terbujur kaku dengan tubuh hangus terbakar. Seluruh markas hancur karena ledakan, pistol yang digunakan Yao Shu untuk menembaknya juga entah ada di mana.
Mei Zhiyi tiba-tiba terbangun. Di luar sudah gelap, kamarnya juga gelap. Mungkin karena hari ini dia memukuli banyak orang, tidak ada yang berani mengganggunya.
Ia memijat kepalanya untuk menenangkan diri. Bayangan akan kematian akibat pengkhianatan begitu nyata, menguarkan perasaan kecewa dan benci yang kentara.
Yao Shu… dia penasaran bagaimana nasibnya sekarang. Apakah Yao Shu sudah dikremasi dan jasadnya ditabur di laut?
Atau mungkin jiwanya juga dipindahkan ke dunia lain? Yang jelas, Mei Zhiyi punya penyesalan karena tidak bisa mengungkap wajah asli Yao Shu yang munafik kepada rekannya yang lain.
“Pelayan Mei, apakah kau ada di dalam? Ada Bibi Cui mencarimu,” ucap seseorang.
Bibi Cui… pelayan senior yang mengantarkan hadiah tadi siang?
Mei Zhiyi segera turun dari tempat tidur. Di luar, Bibi Cui menunggunya bersama dua kasim.
“Bibi Cui, apa kau datang untuk mengambil hadiah tadi? Aku rasa itu pasti salah dikirim.”
“Bukan. Hadiah itu memang untukmu. Kali ini saya datang untuk memberi tahu nona, kau sekarang tidak perlu lagi bertugas di Dapur Istana.”
“Aku dipecat?”
Kalau dipecat, bagus juga. Mei Zhiyi bisa keluar istana, mencari pekerjaan lain atau bergabung menjadi tentara. Bisa juga memulai bisnis untuk menghidupi diri sendiri.
“Tidak, bukan dipecat, tapi dipindahkan ke tempat lain.”
Ah, mutasi rupanya, pikir Mei Zhiyi. “Ke bagian mana?”
“Istana Zhaoyang. Kasim Li berpesan agar saya memindahkan nona ke sana untuk melayani. Dua kasim ini akan membantu nona membereskan barang. Malam ini juga pindah ke kamar pelayan di belakang Istana Zhaoyang.”
“Istana Zhaoyang rupanya. Bibi Cui, pelayan Istana Zhaoyang ada di tingkatan berapa?”
“Pelayan di Istana Zhaoyang adalah pelayan tingkat dua, setara pelayan senior. Tentu saja, jika beruntung, masih dapat naik ke tingkat satu menjadi kepala pelayan dan berkesempatan menjadi pengurus utama.”
“Bibi Cui, kau ada di tingkatan berapa?”
“Saya pelayan tingkat satu, juga kepala pelayan Istana Zhaoyang.”
“Ah, baiklah.”
Dua kasim lalu membantu membereskan barang-barang milik Mei Zhiyi untuk dipindahkan ke kamar pelayan di belakang Istana Zhaoyang. Menjadi pelayan di tempat itu adalah impian banyak gadis, tidak terkecuali para gadis muda dari keluarga pejabat.
Bukan karena gaji yang tinggi, tapi karena bisa lebih dekat dengan Kaisar. Melayani keperluan Kaisar dari dekat adalah sesuatu yang sangat berharga. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa semakin tinggi posisi, maka semakin sulit bertahan hidup.
“Istana Zhaoyang punya aturan yang sangat ketat karena melayani Kaisar secara langsung. Para pelayan dan kasim baru boleh tidur setelah jam sepuluh malam. Setiap tiga jam sekali akan ada pergantian giliran untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Kaisar tiba-tiba memanggil atau butuh sesuatu.”
Bibi Cui lantas menerangkan semua peraturan di Istana Zhaoyang sembari berjalan keluar dari kawasan Dapur Istana. Dalam beberapa tahun ini, sudah tidak terhitung jumlahnya mayat pelayan yang diseret keluar dari Istana Zhaoyang. Kebanyakan dari mereka mati karena mencoba mendekati Kaisar, merayu, bahkan hendak membunuh.
Itu sebabnya menjadi pelayan Istana Zhaoyang adalah keberuntungan dan juga kemalangan. Karena melayani penguasa tertinggi Daqi, peraturan menjadi semakin ketat dan semua orang harus selalu berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Ini tidak ada bedanya dengan melayani harimau dari dekat.
“Nona, mulai sekarang ini adalah kamarmu. Kau bisa mulai bekerja besok pagi.”
Kamarnya besar, jauh berbeda dengan kamar pelayan di Dapur Istana. Bagi Mei Zhiyi yang tiba-tiba saja naik tingkat dari pelayan kelas bawah menjadi pelayan kelas dua, ini memang sangat mengejutkan.
Terlebih dia diberi fasilitas yang lebih baik dari pelayan lain. Tidak heran jika orang-orang berebut ingin bertugas di tempat ini.
“Baiklah. Terima kasih, Bibi Cui.”
Bibi Cui mengangguk dan berpamitan. Mei Zhiyi membereskan barang-barangnya, menatanya di tempat yang kosong.
“Aku membutuhkan waktu enam tahun untuk naik pangkat dari sersan menjadi seorang letnan. Sekarang belum tiba satu hari sudah bisa naik pangkat dari pelayan kelas lima jadi pelayan kelas dua? Apakah semudah ini kenaikan pangkat di zaman ini?”
Jika dia masuk militer, bukankah dia sudah bisa jadi jenderal atau panglima?
“Pemberitahuan: Daya hidup meningkat 3%. Daya hidup saat ini: 18%.”
Mei Zhiyi terperanjat. Dalam beberapa jam sudah naik 3%! Tinggal 2% lagi dan dia bisa membuka misi utama kedua!
Telinga Mei Zhiyi tiba-tiba mendengar pergerakan aneh di sekitarnya. Ia memadamkan lilin, lalu melihat beberapa orang berjalan mengendap-endap. Jumlahnya dua orang, jelas tidak membawa niat baik. Arah yang mereka tuju adalah Istana Zhaoyang.
“Pembunuh? Mereka ingin membunuh Kaisar?” keningnya mengernyit. Secepat ini sudah terjadi?
“Peringatan: Terdeteksi adanya potensi penurunan daya hidup! Harap tuan rumah waspada!”
Mei Zhiyi ikut menyelinap keluar mengikuti orang-orang itu. Jejak mereka hilang di depan Istana Zhaoyang. Sepertinya, dua pembunuh itu sudah masuk ke dalam.
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei