"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "
Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.
Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Abadi Bersama
Dunia akhirnya hening. Bukan keheningan yang mencekam seperti duka yang pernah merenggut Xiao Fei, melainkan keheningan yang damai, yang datang setelah badai besar usai. Sirene-sirene helikopter telah berlalu, dentuman tembakan telah mereda, dan teriakan-teriakan panik telah digantikan oleh suara borgol yang berbunyi. Keadilan, sebuah konsep yang terasa begitu fana di awal, kini telah ditegakkan dengan tangan besi Justice Tower. Nama Yu dan Fei, yang pernah dinodai oleh kebohongan dan fitnah, kini pulih sepenuhnya, bersinar terang sebagai simbol keberanian dan pengorbanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah studio rekaman yang sepi, Chaterine duduk di depan mikrofon, matanya terpejam. Jemarinya yang ramping memetik senar gitar akustik, menciptakan melodi yang indah namun pilu. Ia telah menghabiskan berhari-hari, berminggu-minggu, mengolah duka dan amarahnya menjadi sebuah lagu. Sebuah elegi, sebuah ode, untuk dua jiwa yang telah mengorbankan segalanya.
"Mereka mungkin pergi," bisik Chaterine pada dirinya sendiri, suaranya serak. "Tapi mereka tidak akan pernah dilupakan."
Setelah konferensi pers yang mengguncang dunia, Chaterine menjadi wajah publik dari gerakan "Justice For YuFei." Ia berbicara di berbagai forum, memberikan wawancara, dan menjadi suara bagi para korban yang selama ini dibungkam oleh jaringan Senator Adrian Thorne. Ia adalah jembatan antara dunia yang hancur dan harapan baru yang mulai tumbuh. Setiap kali ia berbicara, ia selalu membawa foto Yu yang tersenyum dan foto Meylie dengan topeng peraknya, mengingatkan dunia akan harga yang harus dibayar untuk kebenaran.
Hukuman langit telah turun dengan cepat dan tanpa ampun. Senator Adrian Thorne, Dalang Utama yang arogan, kini mendekam di penjara dengan hukuman mati yang menantinya. Tuan Z, sang Operator Utama, telah memberikan kesaksian penuh di bawah perlindungan JT, mengungkap setiap detail tentang jaringan korupsi, perdagangan manusia, dan ritual sekte. Ia juga menghadapi hukuman berat, namun kesaksiannya adalah kunci untuk menjatuhkan para pengikut Senator Thorne. (Tapi belum semua yang terlibat telah ditangkap, masih ada sebuah rahasia tentang sosok lain yang lebih misterius dan lebih menakutkan ada di luar sana. Mereka sekarang masih bebas).
Ratusan individu, dari politisi berkuasa hingga taipan media, dari jenderal militer hingga pemimpin agama, semuanya ditangkap dan diadili. Proses pengadilan berlangsung secara transparan, disiarkan ke seluruh dunia, dengan bukti video siaran langsung Meylie sebagai inti dari setiap dakwaan. Tidak ada tempat untuk menyangkal, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Kekuasaan yang selama ini mereka nikmati kini telah hancur berkeping-keping.
Industri hiburan, yang selama ini menjadi sarang kejahatan, diguncang hingga ke fondasinya. "Perusahaan Berlian Hitam" Tuan Z disita asetnya, dan semua perusahaan cangkang yang terkait dibubarkan. Rumah industri perfilman, yang menjadi pusat korupsi dan eksploitasi, disegel selamanya, menjadi monumen bisu bagi kekejaman yang pernah terjadi di dalamnya. Sebuah babak baru telah dimulai, di mana transparansi dan keadilan diharapkan akan menjadi fondasi.
Banyak korban dari sekte dan industri budak terungkap. Anak-anak muda yang dieksploitasi, aktor-aktris yang karirnya dihancurkan, dan jiwa-jiwa yang hancur karena kekejaman jaringan itu, kini mendapatkan suara mereka kembali. JT mendirikan sebuah yayasan besar untuk membantu rehabilitasi dan perlindungan mereka, memastikan bahwa tidak ada lagi yang akan menderita seperti Yu dan Fei.
Di balik semua ini, ada Fernandez. Pria yang trauma, yang telah berjuang melawan ketakutannya sendiri, kini perlahan pulih di bawah perlindungan Justice Tower. Tubuhnya masih babak belur, beberapa tulang rusuknya patah, namun ia selamat. "Penjaga kebenaran" Yu, mantan agen rahasia yang menyelamatkan Fernandez, kini menjadi bagian dari tim keamanan JT, memastikan Fernandez dan semua bukti yang mereka miliki tetap aman. Fernandez, meskipun masih diliputi bayangan masa lalu, kini memiliki tujuan baru. Ia bekerja dari balik layar, membantu JT melacak sisa-sisa jaringan Senator Thorne, membersihkan internet dari konten-konten disinformasi, dan memastikan bahwa kebenaran tetap terjaga. Ia adalah seorang pahlawan yang tidak terlihat, yang terus berjuang demi keadilan.
Chaterine menghela napas, lalu mulai bernyanyi. Suaranya merdu, penuh emosi, mengalirkan setiap tetes duka, amarah, dan harapan. Lirik-liriknya sederhana namun menusuk hati, menceritakan kisah cinta Yu dan Fei, pengorbanan mereka, dan perjuangan mereka demi kebenaran.
"Di balik tirai yang kelam, dua hati bersatu," ia bernyanyi, suaranya bergetar. "Mencari cahaya di antara bayangan, menentang dunia yang kejam."
"Satu cinta, satu takdir, terukir dalam darah dan air mata," liriknya berlanjut, menggambarkan perjuangan Fei. "Ia bangkit dari duka, menjadi badai yang tak terhentikan, demi kebenaran yang direnggut paksa."
"Kau pergi, tapi tak pernah mati, suaramu menggema di setiap jiwa," Chaterine memejamkan mata, membayangkan Yu dan Fei, berpegangan tangan. "Pengorbananmu, mercusuar abadi, menerangi jalan bagi keadilan."
Lagu itu, yang diberi judul "Elegi Cinta YuFei" adalah sebuah mahakarya. Ia merangkum seluruh perjalanan Meylie Ling, dari Xiao Fei yang berduka hingga Ling yang bertekad baja, dari cinta yang tragis hingga keadilan yang ditegakkan. Lagu itu dirilis ke seluruh dunia, dan dalam hitungan jam menjadi viral. Stasiun-stasiun radio di seluruh dunia memutar lagu itu berulang kali. Jutaan orang terharu, menangis, dan terinspirasi oleh kisah cinta dan pengorbanan yang begitu besar.
"Justice For YuFei" bukan lagi hanya sebuah slogan. Itu adalah sebuah lagu. Sebuah anthem. Sebuah pengingat abadi bahwa cinta sejati memiliki kekuatan untuk menghancurkan kegelapan yang paling pekat sekalipun.
Chaterine mengakhiri lagunya, suaranya memudar, meninggalkan keheningan yang penuh makna di studio. Ia membuka matanya, air mata mengalir di pipinya, namun kini itu adalah air mata kebanggaan. Ia telah memenuhi janjinya kepada Yu dan Fei. Ia telah memastikan bahwa kisah mereka akan hidup selamanya.
Ia memeluk foto ketiganya—Yu yang tersenyum, Fei yang memeluknya erat, dan dirinya sendiri yang tertawa bahagia. Sebuah kenangan dari masa lalu yang indah, kini menjadi sebuah warisan yang abadi.
Chaterine memejamkan mata lagi, dan kali ini, ia melihat sebuah visi yang damai. Yu dan Fei. Mereka berdua berdiri di sebuah taman yang indah, penuh dengan bunga-bunga berwarna-warni dan kupu-kupu yang beterbangan. Mereka berpelukan, berciuman, senyum tulus terpancar dari wajah mereka, bebas dari rasa takut, bebas dari penderitaan. Di samping mereka, berdiri Fernandez, tidak lagi trauma, melainkan tersenyum, menatap mereka dengan tatapan damai.
Visi itu adalah sebuah janji. Sebuah janji bahwa di alam yang berbeda, di tempat yang lebih baik, mereka telah menemukan kedamaian yang layak mereka dapatkan.
Chaterine membuka matanya, senyum tipis terukir di bibirnya. Rasa sakitnya masih ada, tetapi kini ada juga rasa damai yang mendalam. Yu dan Fei mungkin telah pergi, tetapi kisah mereka, cinta mereka, dan pengorbanan mereka, akan hidup selamanya. Lagu "Elegi Cinta YuFei" terus menjadi top ranking di tangga lagu hits saat itu, dan akan terus begitu, menjadi pengingat abadi akan kebenaran yang mahal, dan keadilan yang akhirnya datang. Dan pengorbanan tiada tara. Mereka kini abadi bersama.
"Fei... Bahagialah kau dengan kekasih hatimu di sana... Aku akan lanjutkan perjuangan kalian yang belum tuntas. Masih banyak yang belum mendapatkan hukuman mereka, tapi mereka juga terlibat dengan kekejian brutal pada kalian!" Raung Chaterine dengan pilu.