Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.
Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.
Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.
Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Nafis masih mencoba menenangkan Farid yang sedikit terbawa perasaan saat menceritakan kenapa dia harus berpisah dari perempuan yang jika menurut pendapat orang banyak adalah wanita sempurna. Imagenya terlanjur bagus selama ini, jadi misal pun Farid mengatakan alasan sebenarnya dia memilih bercerai juga ujung-ujungnya dia yang akan kena hujat.
" Maklum kalau mbak Anastasya selalu menampilkan imagenya sebagai perempuan baik mas Farid. Ini tentu akan sangat berdampak pada karier politik beliau dan seluruh keluarga beliau yang kebetulan satu profesi dengan beliau." Ucap Nafis sembari menyodorkan satu gelas air putih hangat kepada Farid.
" Yang mbak Nafis bilang itu benar. Saya bukan bermaksud mengumbar kejelekan ibunya anak-anak. Fakta sebenarnya, dia bahkan langsung menyerahkan pengasuhan anak-anak kepada baby sister sejak sehari saya bawa dia dan bayinya pulang. Memang postingan dia di berbagai platform digitalnya terlihat begitu telaten mengurus anak kami, tetapi kenyataan dirumah tidak seperti itu. Itu hanya untuk kepentingan pencintraan saja, demi menjaga nama baiknya " Hana terlihat mengelus dada.
" Apa begitu juga perlakuan beliau kepada dua anak terbesar beliau ?"
" Kalau Satria masih mending, dulu dia benar-benar mengasuh putra kami itu. Perubahan mulai terlihat saat dia kembali terjun ke dunia politik. Pastinya Anin baru berusia 2 tahun waktu itu. Awalnya saya memaklumi karena dua juga baru kembali ke dunia politik, akan banyak penyesuaian tentunya. Lambat laun daya merasa jengah juga, bila saya tegur dia selalu menyudutkan saya dengan kata-kata lupa dengan janji awal saya. Yang kayanya sudah berjanji tidak akan marangnya jika ingin kembali berpolitik."
" Wajar jika begitu adanya, kak Anin sedikit mengebu-gebu saat saya mengarahkan pembicaraan mengenai mamanya. Saya juga hanya sekedar menebak, sepertinya kak Anin juga sudah tau apa yang membuat anda meninggalkan mamanya. Sorot matanya penuh amarah saat membicarakan mamanya. Ada kecewa dan amarah yang terlihat menjadi satu di dalam dirinya. Sayang belum bisa berbicara jujur kepada saya mengenai apa yang dia rasa."
" Kalau boleh saya memberi saran. Sembuhkan dulu hati mas Faris. Lapangkan dulu yang mas Faris rasa sesak yang ada di dada.Saya tau ini bukan perkara muda. Tapi, jika mas Farid saja tidak bisa berdamai dengan keadaan sekarang, bagaimana bisa menguatkan anak-anak ?"
" Tapi semakin saya berusaha melupakan kejadian itu justru semakin terngiang mbak ?"
" Dan itu semakin membuat anda sakit bukan ?" Faris mengangguk lemah.
" Memang begitulah kenyataannya mas, semakin kerasa kita berusaha melupakan justru akan semakin sakit, karena secara tidak langsung dalam proses menuju kesana justru semakin terngiang saja semua hal buruk itu. Salah satu kunci kita bisa lepas dari belenggu sakit hati adalah mengihklaskan. Jika belum bisa sepenuhnya pelan-pelan saja."
" Coba anda ikuti saya. Pengan dada anda lalu, usap dengan lembut buat diri anda nyaman lalu pelan-pelan tarik nafas lalu hembuskan jika, bisa ucap dalam hati, is oke semua akan baik-baik saja. Lalu tarik nafas lagi,begitu buang nafas bayangkan seolah-olah anda sedang melepas sesuatu dari dalam diri anda yang anda anggap kurang baik "
" Bagaimana ?"
" Hah... Lumayan lega mbak Nafis."
" Syukurlah, dalam situasi ini yang paling penting adalah jangan pernah jauh dari yang maha memberi hidup, serahkan semua padanya dan yakinlah jika apapun itu, memanglah sudah menjadi takdir yang paling baik untuk kita."
" Allah tidak akan mengambil sesuatu yang menurutmu sangat berharga kecuali, akan menggantikannya dengan hal yang jauh lebih baik "
" Kalau mau merasa lebih tenang lagi, mas Farid bisa sejenak membawa anak-anak menepi guna menenangkan diri. Hitung-hitung membangun kembali hubungan anda dengan anak-anak yang hampir saja rusak. Dan juga mas Farid bisa untuk sementara menutup kolom komentar di sosial media Mas Farid. Agar tidak terlalu jengan dengan komentar-komentar netizen yang tidak bertangung jawab"
" Yang ada justru mereka semakin menghujat saya mbak " Nafis terkekeh, bensr juga yang di ucap pasienya ini.
" Oya pengacara pribadi saya bilang, mbak Nafis di undang sebagai saksi Ahli ya di persidangan perebutan hak asus anak saya ?"
" Betul mas Farid, saya di hadirkan di persidangan 3 hari lalu, saat mas Farid tidak hadir"
" Rania demam mana bisa saya tinggal, syuting saja saya tinggalkan. Lalu hasilnya bagaimana ?" Meskipun sudah mendapat laporan dari pengacarannya, dia merasa lebih tenang jika mendengar penjelasan langsung dari yang bersangkutan.
" Saya di hadirkan karena tercatat sebagai psikiater anak-anak anda Mas Farid. Pihak majelis hakim awalnya menanyakan kondisi psikologis anak-anak, apakah kejadian ini mempengaruhi mental mereka atau tidak. Setelah saya sampaikan hasil diagnosa saya usai pertemuan pertama dengan Satria dan Anin, pihak majelis hakim bertanya kepada saya siapa yang lebih tepat mengasuh anak-anak ini "
" Lalu jawaban mbak Nafis apa ?"
" Saya terlebih dahulu bertanya kepada mbak Anastasya yang kebetulan hadir siang itu, siapa yang ingin beliau asuh jika hasil akhirnya adalah di bagi dua pengasuhan 3 putra-putri kalian. Dan jawaban mbak Anastasya ini menjadi salah satu landasan saya memberikan saran kepada majelis hakim mas Farid "
" Apa saran mbak Nafis ?"
" Saya merekomendasikan untuk bertanya kepada dua putra tertua anda yang sudah bisa mengambil keputusan dan tau mana yang terbaik untuk mereka. Karena mbak Anastasya juga hanya menginginkan dua anak terbesar kalian, sementara dia menyerahkan Rania ke dalam pengasuhan anda mas Farid." Farid nampak tidak terkejut. Dia seperti sudah tau jalan pikiran manta istrinya yang selalu tak mau repot mengurus anak seusia Rania.
" Apa saran mbak Nafis di terima ?"
" Sebenarnya dasar anda memenangkan gugatan ini sudah sangat kuat mas. Terlebih alasan anda berpisah adalah perselingkuhan dan saksi yang anda hadirkan serta bukti yang anda sertakan juga sangat valid. Saya rasa tanpa menghadirkan saya di sana pun, harusnya majelis hakim sudah dapat memutuskan dengan baik. Mungkin pertimbangan mereka adalah memang psikologi anak-anak. Takut saja jika keputusan mereka justru melukai anak-anak."
" Karena kita semua tau dan menyadari itu, bahwa perpisahan itu tidak hanya melukai kita tapi, juga anak-anak kita"
Nafis berucap pun dengan menahan sesak di dadanya, anaknya juga akan mengalami fase ini. Kecewa dan marah atas keputusan kedua orang tuanya yang ingin mengakhiri biduk rumah tangga mereka yang secara tidak langsung juga menghancurkan rumah yang dirasa paling aman di mata anak-anak.
Dalam hari dia terus beristigfar, berusaha untuk kembali tenang, tak mau fokusnya menangani klien ter goyahkan dengan kisah hidupnya yang pelik.
" Ya Rabb... jagalah hati anak-anak hamba agar tidak merasakan sakit yang hamba rasakan. Hamba juga siap jika pada akhirnya nanti harus menerima kekecewan anak-anak hamba. Bantu hamba agar kuat ya Allah " bisiknya dari dalam hati.
" Mohon maaf mbak Nafis, apa majelis hakim masih meminta kehadiran mbak Nafis di persidangan ?"
" Seyogyanya iya mas Farid. untuk pendampingan anak-anak saat mereka di minta pertimbangan mau memilih dengan siapa mereka akan tinggal nanti"
" Apa itu tidak akan semakin melukai mereka mbak Nafis ?"
" Benar mas, maka dari itu saya dan team menyarankan agar keduanya di temui di luar persidangan saja. Bisa team dari kuasa hukum kedua belah pihak dengan pendampingan pihak pengadilan dan juga team kami. Tapi, sepertinya saya akan di wakilkan oleh salah satu psikolog terbaik saya yang juga ikut menangani kedua anak ini sedari awal."
" Kenapa mbak Nafis tidak bisa hadir ?"
" Kebetulan jadwalnya bersamaan dengan jadwal saya menjemput putri saya di pesantren karena sudah memasuki masa libur pesantren yang pertama "
" Jadi begitu, putri mbak Nafis di pesantren ya, sejak kapan ?"
" Sejak usia enam tahun mas, dan ini sudah masuk tahun ke enam."
" Hebat sekali ya, apa tidak rewel waktu itu "
" Tentu namanya juga anak seusia itu. Tapi Alhamdulillah hanya satu bulan saja, selebihnya dia sudah mulai merasa nyaman dan lambat laun merasa pesantren adalah rumah kedua baginya."
" Di pesantren mana mbak ?"
" Di Tuban mas "
" Masya Allah jauh sekali itu, kalau rindu gimana ?" Nafis tersenyum.
" Kami wali santri di beri kesempatan satu bulan sekali untuk bisa bertemu dengan putra putri kami mas"
" Ya semoga perjalanan ke Tuban nanti lancar mbak Nafis "
" Aamiin "
" Di dampingi suami kan ?" Nafis tersenyum kecut. Lalu mengeleng.
" Beliau sedang sibuk dengan kegiatan barunya mas, tidak masalah bukan jika saya berangkat sendiri ?"
" Agh betul" Farid sebenarnya menangkap ada hal yang Nafis tidak mau bagi dengan orang lain, dia pun tak memaksa karena itu hak setiap pribadi masing-masing.
semoga kluarga istri ke 2 dan kluarga suami zalim dpt karma.
kl ortu istri ke 2 punya harga diri hrse cerai kan anak nya bukan mlh laki orang Mau di bawa pulang. alasan ae buat di didik. aslinya ya biar menang istri 2 dpt hanafi sepenuhnya tanpa berbagi. pasti alasan hamil di pake buat itu. istri ke 2 pling jg gk Mau ngalah merasa menang krn istri pertama mundur.. semoga dpt karma orang ngerti agama tp pada bejat.
nunggu karma nya, semoga anak Dr istri ke 2 gk lahir normal kasian anak Dr istri pertama dpt saudara tiri Dr Pelakor.
ya Pelakor Mau se sholehah apa pun wanita kl sdh merusak rumah tangga orang lain ttp Pelakor Dan ortu perempuan ttp mendukung 🤣🤣 Gila sih label kyai sekarang serem serem dng dalil agama.
hrse cerai semua, istri ke 2 tau diri nglepas hanafi bukan me lanjut kan pernikhan. mang dasarnya istri ke 2 doyan saja.
kl takut melukai ya hrse pisah.
hanafi me lanjut kan dakwah eh siapa yg Mau denger dakwah laki model bgitu. yg di omongin pasti poligami tok🤣. ustad cabul.