NovelToon NovelToon
Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Khayla Atmaja, gadis 21 tahun yang ceria dan berani, harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Revan Darmawangsa, pria 32 tahun yang dingin dan sibuk dengan pekerjaannya. Perjodohan yang diatur oleh Kakek Darius itu mempertemukan dua pribadi yang bertolak belakang. Khay yang hangat dan blak-blakan, serta Revan yang tertutup dan irit bicara. Awalnya pernikahan ini hanya dianggap kewajiban, namun seiring waktu, kebersamaan perlahan menumbuhkan perasaan yang tak terduga, mengubah perjodohan menjadi cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 PERMINTAAN MAMAH.

Deg.

Khay langsung menegang Matanya refleks melirik Revan lagi.

Pria itu masih di posisi yang sama, tapi sekarang sudut bibirnya terangkat tipis Seolah… menikmati situasi ini.

“Mah…” Khay mulai salah tingkah. “Masalah itu… gak bisa buru-buru juga kan…”

“Kenapa tidak bisa?” potong mamah cepat. “Kalau kalian tinggal satu rumah, itu justru lebih mudah.”

Khay langsung menutup wajahnya dengan satu tangan Maluuuu…

“Mamah…” lirihnya.

“Nak,” suara mamah melembut, tapi tetap penuh harap, “usia nak Revan itu sudah tidak muda lagi. Kamu harus mengerti.”

Khay kembali melirik Revan Kali ini pria itu menaikkan alisnya sedikit, seolah berkata, nah, dengar sendiri kan?

“Aku masih kuliah, mah…” Khay mencoba mencari alasan.

“Malah bagus,” jawab mamah santai. “Kalau sudah punya anak dari sekarang, nanti saat kamu lulus, anakmu sudah mulai besar. Kamu tidak perlu repot lagi.”

Khay terdiam Logika mamahnya… ada benarnya.

Tapi tetap saja “Mah… aku belum siap…” ucapnya jujur, suaranya melemah.

Di seberang sana terdengar helaan napas “Mamah tidak memaksa,” ucap mamah pelan. “Tapi mamah hanya berharap. Kamu itu anak satu-satunya. Mamah dan ayah ingin melihat kamu bahagia… lengkap dengan keluarga kecilmu.”

Khay menggigit bibirnya Hatanya mulai tersentuh.

“Lagi pula,” lanjut mamah dengan nada sedikit menggoda, “suamimu itu tampan, mapan… masa kamu tidak tergoda?”

Khay langsung melotot “Mah!”

Revan yang mendengar itu langsung menahan tawa.

Bahu pria itu sampai sedikit bergetar.

Khay semakin salah tingkah “Mamah ini…” gumamnya pelan.

“Sudah ya,” ucap mamah, “jangan sia-siakan kesempatan. Jaga suamimu baik-baik… dan jangan terlalu lama menunda.”

“Iya, mah…” jawab Khay pasrah.

“Salam untuk nak Revan.”

“Iya.”

Telepon pun terputus.

Khay menurunkan ponselnya perlahan Wajahnya sudah merah seperti tomat Ia diam beberapa detik.

Lalu.. “Mas…”

Revan masih santai di atas kasur. “Iya?”

“Kamu denger kan?” tanya Khay pelan.

Revan tersenyum tipis “Lumayan jelas.”

“Mas!” protes Khay, wajahnya makin panas.

Revan bangkit dari posisinya, lalu duduk lebih dekat.

“Jadi…” ucapnya santai, “kamu belum siap?”

Khay langsung menunduk “Belum…”

Revan mengangguk pelan Ia tidak memaksa Tidak juga menggoda seperti sebelumnya.

“Tidak apa-apa,” ucapnya lembut.

Khay sedikit terkejut Ia mengangkat wajahnya. “Serius?”

Revan mengangguk “Kita jalani saja dulu,” katanya.

“Aku tidak ingin kamu merasa terpaksa.” Khay terdiam.

Hatinya terasa hangat Namun.. Revan tiba-tiba mendekat Sangat dekat “Tapi…” bisiknya pelan.

Deg.

" Kita lanjutkan yang tadi " bisik Revan kembali mencium bibir khay yang kenyal.

KEESOKAN PAGINYA.

Suasana pagi di rumah Revan terasa hangat dan tenang. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar ruang makan, menyinari meja yang sudah dipenuhi berbagai hidangan. Kepala koki sudah menyiapkan semuanya dengan rapi, seperti biasa. Khay bahkan tidak diberi kesempatan untuk sekadar membantu.

Kini gadis itu berdiri di hadapan Revan, kedua tangannya sibuk merapikan dasi di leher pria itu. “Mas nunduk dikit, aku agak kesusahan. Masnya tinggi,” gumam Khay sambil sedikit berjinjit.

Revan tersenyum tipis, lalu menurunkan tubuhnya sedikit agar sejajar dengan Khay. Matanya menatap wajah istrinya yang serius memasang dasi.

Tanpa aba-aba, Revan mencuri kesempatan. Ia mengecup bibir Khay dengan cepat.

Khay langsung membulatkan matanya. “Mass..!”

Revan justru tampak santai, bahkan sedikit bangga. “Bibir kamu sangat manis, baby.”

“Is… aku udah pakai lip balm tau, nanti nempel di bibir mas,” gerutu Khay sambil menyentuh bibirnya sendiri.

“Tidak apa-apa, baby. Yang penting lip balm itu milikmu, bukan milik wanita lain.”

Khay langsung memukul dada Revan pelan. “Berani mencium wanita lain, awas aja!” ancamnya dengan tatapan tajam, meski pipinya sudah memerah.

Revan tertawa kecil. Ia menangkap tangan Khay yang tadi memukulnya, lalu menggenggamnya erat. “Cemburu?” godanya pelan.

“Aku nggak cemburu,” bantah Khay cepat.

“Hmm… iya, nggak cemburu,” ulang Revan sambil mengangguk, tapi senyumnya melebar penuh arti.

Khay mendengus kesal. “Mas ini ya…”

Revan lalu menarik tubuh Khay mendekat, merangkul pinggangnya dengan santai. “Tenang saja. Aku cuma punya satu wanita… dan itu kamu.” Ucapan itu membuat Khay terdiam sejenak. Jantungnya berdegup lebih cepat. Entah kenapa, setiap kali Revan berkata seperti itu, ada rasa hangat yang menjalar di dadanya.

“Udah ah, nanti telat ke kantor,” ucap Khay berusaha mengalihkan suasana.

Revan mengangguk, lalu mengecup kening Khay sebelum akhirnya pergi.

Di kampus, suasana tidak kalah ramai. Namun Khay terlihat berbeda. Ia duduk di bangku taman, menatap kosong ke depan.

“Apa ini sudah saatnya?” gumamnya pelan, mengingat kembali percakapannya dengan sang mama semalam.

Pikirannya dipenuhi banyak hal. Tentang pernikahannya, tentang Revan… dan tentang keinginan keluarganya.

BRAK!

Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang “ASTAGA!” Khay langsung terlonjak kaget.

Tiga sahabatnya. Vina, Rika, dan Sinta tertawa lepas melihat reaksinya.

“Kalian ini apaan sih! Kaget tau!” keluh Khay sambil memegang dadanya.

“Habis masih pagi udah bengong aja,” ledek Vina.

Khay menghela napas panjang. Ia menatap ketiga sahabatnya satu per satu. “Aku lagi mikir…”

“Wah serius ini,” ujar Sinta sambil duduk di sebelah Khay. “Biasanya kamu mikirnya cuma soal makan.”

“Ih!” Khay mencubit lengan Sinta pelan.

Rika langsung menyela, “Udah, cerita aja. Ada apa?”

Khay terdiam sejenak, lalu akhirnya membuka suara. “Mama aku… minta aku cepat punya anak.”

Ketiga sahabatnya langsung saling pandang “Loh… terus?” tanya Vina penasaran.

“Aku… jadi kepikiran,” lanjut Khay pelan. “Aku sama mas Revan kan… belum…” Ucapannya menggantung, tapi ketiganya langsung mengerti.

Sinta langsung menyenggol bahu Khay. “Belum ‘itu’ maksudnya?”

Khay menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Sinta!”

Rika malah tertawa kecil. “Ya ampun, Khay. Kalian kan udah nikah. Wajar kali.”

“Iya, bener,” sambung Vina. “Malah aneh kalau belum.”

Khay menurunkan tangannya perlahan. “Aku bukan nggak mau… cuma…”

“Cuma malu?” tebak Sinta.

Khay mengangguk pelan.

Rika lalu memegang tangan Khay. “Dengar ya. Kalau kamu memang sayang sama suami kamu, dan kamu juga siap… ya nggak ada yang salah.”

Vina ikut menimpali, “Apalagi Revan itu… duh! Sempurna banget. Ganteng, mapan, perhatian.”

“Dan hot,” celetuk Sinta.

Khay langsung menatap tajam. “Sinta!”

“Apa? Aku jujur!” jawab Sinta tanpa dosa.

Rika tertawa. “Intinya… kalau kamu mau memiliki dia seutuhnya, ya kamu juga harus siap memberikan dirimu sepenuhnya.”

Khay terdiam. Kata-kata itu seperti menancap di pikirannya.

Sinta lalu mendekatkan wajahnya. “Atau… kamu butuh sedikit bantuan’?”

Khay mengernyit. “Maksudnya?”

Sinta tersenyum nakal. “Beli baju tidur yang… spesial.”

Mata Khay langsung melebar. “Apaan sih kamu!”

“Serius!” ujar Vina sambil tertawa. “Biar suasananya lebih… mendukung.”

Rika mengangguk setuju. “Nggak ada salahnya dicoba.”

Khay menggigit bibirnya pelan. Ia terlihat ragu, tapi juga… penasaran.

1
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bos mah bebas ya😅😅😅
Richard
Hidup khay sudah sempurna apa lagi ada revan. semakin sempurna hidup khay
Richard
Revan kamu manis sekali 😍
Richard
Pelan pelan aja Revan lambat laun khay pasti akan jatuh hati kepadamu💪
Richard
Enak ya kalo punya keluarga seperti keluarga khay 🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
so sweet 🥰🥰🥰
erma irsyad
awas ta kamu ulat bulu,jgn samapu ya kamu ngada2 pernah tidur sm revan,apalgi ngku2 pernah punya ank sm revan,q santet online kamu🤣
Richard
padahal aku menunggu malam pertama kalian
Richard
Aaahhhh meleyottt aku mendengar " Asal kau bahagia " ,🥰🥰🥰🥰🥰
Richard
Alhamdulillah kalian sudah sah. gak sabar nunggu malam pertamanya🤣🤣
Richard
Apapun yang menjadi keputusan khay dan Revan. aku harap kalian bisa happy ending 😍💪
Richard
Lihatlah romi mantanmu ini begitu mempesona. putus darimu malah dapat laki-laki tampan dan juga mapan. aku yakin kamu menyesal sudah putus dari khay🧐
Richard
Anak gadis ayah manja ya 😄
Richard
Ikut nyimak
Drama Queen
dih kepedean
Drama Queen
nah loh siapa ini?
Drama Queen
sweet banget revan😍
erma irsyad
dtunggu kelanjutanya
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
ayo Khay,puaskan suamimu..pe la kor diluar sana tuh serem serem loh😅😅
Drama Queen
Lanjut kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!