NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Karline sengaja bersembunyi di balik masker dan jaket gembel demi ketenangan. Namun, sebuah insiden di kolam renang membongkar segalanya. Di balik penampilan kumuhnya, ternyata ada kecantikan luar biasa yang membuat seisi sekolah lupa cara bernapas.
​Dean, sang kapten voli yang populer dan arogan, tidak tinggal diam. Sejak napas buatan itu diberikan, Dean mengklaim Karline sebagai miliknya. Kini, Karline harus menghadapi dunia yang memujanya, sekaligus menghadapi obsesi posesif sang kapten yang tidak sudi berbagi tatapan Karline dengan pria mana pun.
​"Lepaskan maskermu. Mulai sekarang, kamu aman di bawah kuasaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Doa Nenek Aminah dan Janji di Pinggir Rel

​Sore itu, di antara debu jalanan dan tawa anak-anak pinggiran rel, Dean merasa dunianya seolah jungkir balik. Ia menatap Karline yang sedang sibuk merapikan sisa nasi kotak, wajah gadis itu tampak bersinar tertimpa cahaya senja. Ada rasa kagum yang membuncah di dada Dean, rasa yang jauh lebih besar daripada sekadar rasa suka biasa.

​Dean melangkah mendekat, lalu dengan gerakan perlahan, ia menarik ujung kaos Karline, memberi kode agar gadis itu mengikutinya menjauh sejenak dari kerumunan warga. Karline mengernyitkan dahi, namun ia menurut dan berjalan mengekor di belakang Dean menuju area yang lebih sunyi di bawah pohon tua yang meranggas.

​"Ada apa, Dean?" tanya Karline sambil menyeka keringat tipis di dahinya.

​Dean berbalik, menatap Karline dalam-dalam. Matanya tidak lagi menyiratkan keangkuhan. Kali ini, tatapannya lembut dan penuh kejujuran.

​"Karline... soal syarat ini," suara Dean terdengar rendah. "Jujur, aku sangat senang dan terharu. Aku belum pernah merasa sekagum ini pada seseorang, terutama kamu. Aku menyukaimu dan aku ingin kamu.."

​Belum sempat Dean meneruskan kalimatnya, langkah kaki yang terseret-seret mendekat. Nenek Aminah datang membawa sebuah botol kaca kecil dan bungkusan daun pisang.

​"Tunggu dulu, Ndok, Le," panggil Nenek Aminah dengan senyum tulus.

​Dean dan Karline spontan menoleh. Di pikiran tua Nenek Aminah, melihat pemuda tampan menemani Karline ke tempat kumuh seperti ini hanya berarti satu hal, mereka adalah pasangan suami istri.

​"Ini, Ndok Karline. Nenek punya jamu khusus," ucap Nenek Aminah. "Kalau mau janinnya sehat dan kuat nanti, minum jamu ini ya, Ndok. Ini resep turun-temurun, supaya anak kalian nanti jadi anak yang berbakti seperti bapak ibunya."

​Deg.

​Jantung Karline seolah berhenti berdetak. Ia membeku di tempatnya. Namun, Nenek Aminah justru melangkah lebih dekat. Dengan gerakan natural, nenek itu meraih tangan besar Dean dan menuntunnya, mengusapkan telapak tangan Dean pelan ke atas perut rata Karline yang tertutup kaos pink.

​"Dijaga ya, Le, istrinya. Jangan sampai kecapekan. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia, langgeng sampai maut memisahkan," ucap Nenek Aminah sambil menepuk-nepuk punggung tangan Dean yang masih menempel di perut Karline.

​Setelah memberikan "restu" yang salah sasaran itu, Nenek Aminah tersenyum lebar dan langsung berjalan menjauh, kembali ke gubuknya sebelum Karline sempat membela diri.

​Suasana di bawah pohon itu mendadak menjadi sangat canggung. Tangan Dean masih mematung di sana, seolah-olah kulit tangannya yang bersentuhan dengan kain di perut Karline memiliki daya magnet yang kuat. Karline merasa wajahnya panas membara. Ia segera menepis tangan Dean dengan gerakan kikuk.

​"Dean! Ini... ini harus diluruskan! Nenek Aminah salah paham besar!" seru Karline panik. "Aku harus ke sana dan bilang kalau kita bukan... kita nggak..."

​Saat Karline hendak berlari mengejar Nenek Aminah, Dean dengan cepat menghalangi jalannya. Ia merentangkan tangan, menahan langkah Karline dengan senyum tipis yang penuh arti.

​"Jangan, Karline. Biarkan saja," ucap Dean tenang.

​"Mana bisa dibiarkan! Dia pikir aku hamil! Dia pikir kita sudah menikah!" protes Karline dengan wajah yang sudah merah padam.

​Dean menatap Karline dengan binar jenaka sekaligus penuh harap. "Lagian itu doa kebaikan, kan? Kenapa harus ditolak? Nenek itu mendoakan kita bahagia, mendoakan kita punya keturunan yang baik. Biarkan saja, anggap itu doa untuk masa depan kita."

​Padahal, dalam hati Dean, itu hanyalah akal-akalannya saja agar ia bisa menikmati momen manis ini. Ia sangat menyukai perasaan saat tangannya berada di sana tadi, seolah ia memang memiliki hak untuk melindungi Karline selamanya.

​Karline menatap Dean dengan curiga, namun melihat wajah Dean yang tampak begitu damai meskipun ada sedikit nada menggoda ia akhirnya menghela napas pasrah.

​"Terserah kamu lah, Dean. Dasar aneh," gerutu Karline pelan sambil memalingkan wajah, menyembunyikan senyum yang hampir terbit.

​Karline akhirnya mengangguk kecil dan melanjutkan kegiatannya. Dean berdiri di belakangnya, tersenyum bahagia dalam hati. Diam-diam, Dean menutup matanya sejenak dan melangitkan doa yang sama dengan doa Nenek Aminah tadi.

1
Qaisaa Nazarudin
Kompliknya terlalu Rumit dan Bertele-tele..
Qaisaa Nazarudin
Alaahhh yang ada hujung2 nya pasti kamu akan LULUH lagi dengan DRAMA PENYESALAN DAN KATA MAAF..KAMU KAN EMANG OGEB BIN BODOH DARI DULU..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu aku SETUJU..
Qaisaa Nazarudin
BUKAN CINTA DARI DULU ITU CUMAN RASA KEKAGUMAN SESAAT DAN OBSESI DOANG YA..INGAT CINTA DAN OBSESI ITU BEDA TIPIS..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal juga aku gak suka Karline bisa CEPAT Luluh setelah perlakuan Dean,Rio dan Raka dulu ke Karline saat SMA,Karline aja yg Bego kebangetan,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,untung aja aku baca ya loncat2 ,Sesuai dugaan ku Karline bukan bukanlah cewek idola ku, peran MC Cewek nya yg gak sesuai harapan..
Qaisaa Nazarudin
Dasar Karline aja yang Ogeb,Sudah dihina2 jadi simpanan om om oleh Dean,dituduh macam2 oleh Dean, Rio dan Raka, Tapi hanya dengan kata MAAF dan PENYESALAN langsung aja Luluh,Ku pikir Alur nya akan putar arah dari novel2 yg lain yg udah pernah ku baca,Eh ternyata sama aja.. Setelah baca sinopsis ku fikir gak segitunya cacian dan hinaan dari Peran utama cowoknya makanya aku langsung tertarik untuk bacanya.. Tapi setelah baca aku langsung kecewa karena PERAN Cewek nya yg awal2 Tangguh dan bisa melawan dari segala arah,tiba2 langsung MELEMPEM dan seakan2 gak bisa apa2 kalau gak ada Dean.Kecewa deh gak sesuai Ekspektasi..🙏🙏
Ra H Fadillah: Terima kasih atas kritik dan masukannya, Kak 🙏
Ikuti terus ceritanya ya, karena perjalanan Karline masih panjang dan belum semuanya terungkap 😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ckk di gombalin dikit aja udah luluh 🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apaan nih si nenek??
Qaisaa Nazarudin
Satu kata SKAKMATT buat si PECUNDANG..🫵🫵🫵👎👎👎👎
Qaisaa Nazarudin
Aelah gesit BANGET dari kemaren gak ada habis2 nya minta maaf,Karena apa?? Karena Karline itu CANTIK,PINTER, Coba kalau identintas nya belum kebuka,apa Dean akan segesit itu utk minta maaf?? 🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ntar Ortu nya Dean punya pikiran buat JODOHIN mereka,Maka disitu Dean MENANG tanpa BERJUANG .
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa?? Mulai deh bau2 sang. Outhor bikin mereka makin deket..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang itu rumah Dean..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Benar2 PENGECUT ya nih Cowok...
Qaisaa Nazarudin
TINDAKAN DEAN DKK BISA DILAPORKAN KE POLISI ATAS KASUS PERLECEHAN YA THOR..JANGAN BIKIN KARLINE GAMPANG BANGET LULUH SAMA SI PENCUNDANG DEAN YA..AWAS AJA..
Qaisaa Nazarudin
HAH MAMPOS..PUAS HATI AKU..
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👏 Senjata makan Tuan..Malu gak tuh,gak punya harga diri ramai2 membully seorang adek kelas..
Qaisaa Nazarudin
Cowok pengecut beraninya sama Cewek..bikin malu aja..
Qaisaa Nazarudin
Siapa juga yg ngajak kamu NGOMONG ,gak ada tuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!