"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Happy reading<<<<<<<
"Tapi penting buat Gue." jawab Aryan.
"Buat?" tanya Imlie.
"Karna kalau Lo atau Viona dalam masalah. Gue kan bisa langsung memutuskan buat nyelamatin Viona duluan. Karena Lo udah bisa atasin masalah Lo sendiri." jawab Aryan santai.
Degh
Nyes
Dada Imlie langsung sesak.
"Oke,dari dulu sampai sekarang Aku memang menyelesaikan masalah Aku sendiri. Tanpa bantuan siapa pun." ujar Imlie kesal.
"Lo cewek mandiri, Gue suka."
"Goblok." batin Imlie kesal bukan main. Dadanya sesak tapi dia menahannya.
Keesokan harinya keluarganya belum pulang tinggal dua hari lagi waktu mereka berlibur.
Imlie ke sekolah menggunakan motor milik Yoyo yang dia pinjam sedangkan Yoyo di antar supirnya.
"Andai aja motor Gue kagak di sita. Pasti ke sekolah naik motor aja." batin Imlie.
Sedangkan di sekolah tempatnya di parkiran, semalam Cowok yang bernama Sam itu sedang berkumpul dengan teman temannya.
"Lo, kenapa lama banget dah di Kota Lo, kagak bosan apa?" tanya Bobop.
"Yeeey, Saya punya kota kelahiran tuh. Jadi, jangan Ose bicara sembarangan." ujar Sam.
(Ose / Kamu)
"Oke, sorry maafkan beta teman ee." ujar Ravel yang memang paham sedikit logat milik Sam.
"Oke, nggak apa apa.. Beta maklumi." ujar Sam yang mencapurkan logatnya dengan bahasa indonesia. (Beta/Aku)
"Btw, Bos belum datang ya." ujar Mio.
"Kayanya dikit lagi, biasa nungguin Si Mak lamlir dulu." jawa Ravel.
"Mak lampir? Mak Lampir sapa?" tanya Sam.
(sapa/Siapa)
"Nanti Lo lihat sendiri." ujar Ravel.
Bruuuum
Tak lama bunyi gongangan motor menuju parkiran. Seperti biasa Aryan dan Viona atau nama panggilannya Mak Lampir.
"Nah, itu tuh Kuntilanak yang lagi nempel sama Bos." ujar Ravel menunjukan Viona yang sedang membuka helmnya.
"Nona cantik itu, Ose bilang Mak lampir." ujar Sam.
"Heh, goblok.. cantik tapi kelakuan kek neraka. Lo belum belum lohat aja Bu Bos Cantiknya kagak ada obat bro. Paket lengkap, Imut, manis, pokoknya semuanya di borong sama Bus Bos." ujar Ravel seperti biasa sangat tak menyukai Viona.
"Bu Bos? Aryan punya Cewek?" tanya Sam.
"Yoi." jawab teman temannya.
"Beta baru ingat sesuatu, semalam beta makan seblak terus ketemu Nona Cantik. Cantiknya kagak ada obat woy.. Beta berdo'a semoga beta ketemu sama dia." ujar Sam.
"Dih, pasti Bu Bos lebih Cantik.. Lo aja yang belum lihat." ujar Ravel lagi sedangkan Xavier hanya geleng geleng kepala melihat tingka teman temannya ini.
"Oke, nanti Kita berdua taruhan saja. Beta ada Nona itu pung Foto. Tapi, nanti Saya tunjuiin." ujar Sam sedangkan Aryan dapat mendengar perkataan mereka tapi bersikap biasa aja.
"Bos." ujar Sam dan mereka berpelukan ala Cowok.
"Udah ke tuang guru Lo?" tanya Aryan.
"Dikit lagi Bos." jawab Sam.
"Eh, Mak Lampir yang nama panggilannya Kuntilanak." ujar Sam Viona yang tadinya senang melihat teman barunya Aryan berniat agar teman Aryan yang satu ini berpihak padanya. Tapi, pada pertemuan pertama saja sudah membuat Viona naik dara. Aryan sudah tau pasti teman temannya yang mengajari Sam.
"Ar, teman Kamu nggak sopan banget." manja Viona.
"Biarin. Nanti Aku tegur." ujar Aryan.
"Kenalin beta nama Sam." ujar Sam mengulurkan tangannya dan Viona terpaksa bersikap lembut biar imegnya tidak jatuh di hadapan Aryan.
"Viona." jawab Viona.
Bruuum bruuum
Tiba tiba lagi terlihat dua motor yang menuju ke parkiran, mereka adalah Imlie和Daffa Imlie mengendarai motornya Yoyo dan Daffa dengan motor besarnya.
Saat Imlie melepaskan helmnya itu tak luput dari oenglihatan semua orang apalagi Aryan yang tangannya sedang saling genggam dengan Viona di remas sehingga Viona kesakitan.
"Ar. Tangan Aku." ujar Viona dan Aryan baru sadar dan berhenti.
"WOW.. WOWW... YA ALLAH TERIMAKASIH. HAMBA BERSYUKUR YA ALLAH. MEMANG JODOH NGGA BAKAL KEMANA MANA. NONA MANIS EEEE.. IMLIEEE.." teriak Sam yang melihat Imlie. Gadis semalam yang dia ketemu di warung seblak sekaligus tadi sempat cerita ke teman temannya.
Imlie sendiri kaget karena seorang Pria yang baru dia kenal semalam malah berlari menghampirinya.
"Lo yang tadi malam kan?" tanya Imlie.
"Beta merasa tersanjung. Nona masih ingat beta wajah tampan ini." jawab Sam.
"La iyalah kan baru semalam. Lo pindah di sini ternyata." ujar Imlie.
"Iya dong Li, kita berdua ketemu lagi to." ujar Sam senang bukan main.
"Iya." jawab Imlie.
Tatapan Sam pun malah langsung beralih ke Daffa karena tadi tidak fokus ke Daffa.
"Tapi, Nona manis.. Sudah punya Cowok ternyata ee. Nama Kamu siapa?" tanya Sam.
"Daffa." jawab Daffa.
"Kenalin Saya ini calon pacar kedua Imlie ee." ujar Sam dan Daffa hanya terkekeh.
"Aaakkkhh.. Ssssh Kak." kaget Imlie karena tiba tiba saja Aryan menarik tangannya.
"Lo kenapa ke sekolah bareng dia?" tanya Aryan menatap Daffa tajam.
"Kakak kan juga ke sekolah barang Viona. Sampai tangannya di genggam lagi." ujar Imlie karena Viona yang sudah seperti lem nempel mulu ke Aryan. Dan Aryan tidak mempermasalahkan itu sama sekalih. Bahkan Viona yang menganggam tangannya pun Aryan tidak masalah.
"Hah? Maksudnya bagaimana ini Bos? Kenapa Bos posessif banget ke Imlie. Kan pacarnya Imlie buat Cowok ini to?" tanya Sam bingung.
"Dia Cewek Gue." jawab Aryan dan Sam mengangguk kemudian terkejut.
"Ooh Bu Bos? Pantas saja tadi Ravel mati matian taruhan sama beta teranyata orang yang sama." batin Sam.
"Salam Bu Bos. Kenalin beta temannya Aryan juga. Tapi, sudah lama pulang ke kota kelahiran beta. Jadi, baru bisa muncul sekarang." ujar Sam menunduk seperti seorang prajurit ke pada ratunya sedangkan Viona kesal bukan main.
"Seharusnya Gue. Gue yang di perlakuan kaya gitu, buat Imlie." batin Viona kesal.
"Nggak usah kaya gitu juga kali Sam." ujar Imlie dan Sam mengangguk kemudian menuju teman temannya yang menertawakannya mati matian.
"Hahah Nona manis di warung seblak ternyata pacar sahabat ku." ujar Ravel terkekeh dan Sam hanya menabok pundak temannya itu.
"Beta paling Apes." ujar Sam.
"Ikut Gue." ujar Aryan.
"Terus Viona juga ikut?" tanya Imlie.
"Ya." jawab Aryan.
"Nggak, kalau mau ngomong sama Aku. Nggak boleh ada orang lain.. Aku nggak suka." ujar Imlie.
"Maaf Kak, biar Aku di sini aja." ujar Viona munafik.
"Nah Lo harus sadar diri kaya gitu." ujar Imlie muak.
"IMLIE." bentak Aryan.
"Kenapa? Kan Aku bilang yang seadanya Kak. Dia harus sadar diri kalau ada sepasang kekasih yang mau ngomong berarti nggak boleh ada seseorang di antara mereka. Masa Kita mau ngomomg dia harus ikut. Itu nggak masuk akal.. Jadi, mulai sekarang pertahanin sikap Lo ini jangan nempel mulu kaya lem bekas, MURAHAN." ujar Imlie berani.
"Good Job Bu Bos." ujar Bobop dan Mio pelan. Tapi..
PLAK
Aryan yang geram langsung menampar Imlie semua orang langsung memekik kaget bukan main apalagi Sam.
"Udah Lo jangan ikut campur kalau nggak mau ada masalah.. Kita juga kasihan sama Bu Bos tapi kita juga takut sama kemarahan Bos." ujar Ravel menahan tangannya Sam yang tak terima melihat Nona manisnya di tampar.
"Lagi lagi Kakak nampar Aku demi dia." ujar Imlie dan menutup matanya karena Aryan berniat menamparnya kagi.
Hap
"Ar, jangan lagi kasihan Imlie. Aku nggak Papa Kok." ujar Viona mendrama.
"LO LIHAT, GADIS YANG LO HINA. MALAH MEMBELA LO." marah Aryan tak terima Viona di hina.
"OOOH JADI SALAH, SALAH, JIKA GUE NGEHINA DIA? KARENA DIA SUDAH JADI ORANG KETIGA DALAM HUBUNGAN KITA KAK." marah Imlie padahal tadi berniat untuk menenangkan dirinya malah pagi pagi udah ribut aja.
"SALAH.. KARENA YANG LO HINA GADIS YANG GUE SAYANG SIALAN DAN DIA BUKAN ORANG KETIGA. LO JADI CEWEK NGGAK USAH TERLALU POSESS....
"KITA PUTUS BRENGSEK" teriak Imlie