Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. keberuntungan pria
"Baiklah Asuna, bisakah kau ikut aku ke dalam untuk berkenalan dengan ibuku?"
"Baik tuan" Asuna mengangguk dengan penuh hormat.
Reyhan merasa seperti akan terkena masalah dengan sikap Asuna seperti ini.
"Begini Asuna, apa kamu bisa bersikap seperti manusia layaknya saat ada orang lain?"
Asuna memejamkan matanya. "Ya, saya bisa lakukan itu"
"Baiklah, ayo" Reyhan memimpin jalan untuk menemui ibunya.
Saat di kamar Alisa, Reyhan memperkenalkan Asuna sebagai teman Zahra yang cari pekerjaan.
Alisa menatap pakaian Asuna dengan aneh. "Kenapa pakaianmu gaun seperti itu?"
Reyhan tertawa canggung. "Itu karena Asuna tidak punya pakaian ibu"
Asuna mengangguk pura-pura sedih. "Ya nyonya, saya benar-benar tidak punya uang dan hanya punya ini untuk dipakai"
Alisa menutup mulutnya karena kasihan. "Baiklah besok aku akan belikan pakaian baru untukmu dan kenapa tidak, kamu bisa kerja disini sebagai pelayan"
Reyhan tersenyum lebar, Asuna juga tersenyum senang. "Terimakasih nyonya!" Membungkuk badan.
Reyhan menatap Asuna yang membungkukkan badannya seperti tradisi Jepang dengan tak percaya.
Iblis ini mendengarkan ucapannya untuk bersikap layaknya manusia saat ada orang lain.
Saat itulah Reyhan di kamarnya sendiri, Asuna bersama Alisa untuk mengatur kamat Asuna dan lainnya.
Reyhan berbaring menatap atap dengan kaki melipat.
"Sistem, apa tidak ada misi lagi?"
[Karena ada Gate maka Iblis akan sedikit Iblis yang membuat kekacauan, maka sistem sarankan host berlatih energi host agar bisa terpakai dengan benar]
Reyhan memejamkan matanya. "Baiklah, jadi apa yang harus aku pelajari?"
[Host pernah mendapatkan hadiah gacha dari sistem, yaitu pedang putih petir dan host bisa berlatih dengan pedang itu]
Reyhan tersenyum lalu duduk. "Baiklah, mari kita mulai. Sistem keluarkan pedang itu"
Zsthh, di atas ranjang Reyhan munculah pedang yang muncul aura petir putih tipis di bilahnya.
"Ini... Apa tidak ada sarungnya?"
[Sarung pedang relik seperti pedang putih petir adalah tubuh host sendiri]
Reyhan sepertinya paham, dia mendekatkan tangannya untuk memegangnya.
Namun tiba-tiba tangan Reyhan justru tersengat petir kecil.
"Astaga! Sakit sekali" Reyhan menarik tangannya dengan terkejut. "Kenapa bisa petir ini begitu ganas?"
"Dalam pelatihan senjata relik, host harus memahami hukum petir di diri host dan menjadikan petir sebagai tubuh host"
Reyhan menggaruk kepalanya. "Apa-apaan itu? Aku sama sekali tidak paham"
[Jika host tidak paham, maka host selamanya akan tersendat dan tidak bisa maju]
Reyhan menghela nafas panjang. "Baiklah, karena tidak hujan aku akan berlatih besok saja"
Reyhan memasukan pedang itu ke ruang item sistem dan kembali berbaring.
"Kemungkinan jika besok ibu akan keluar jadi aku punya waktu untuk berlatih" Reyhan menguap lalu menutup mata.
....
Ketika pagi tiba, Reyhan memakai seragam sekolahnya. Karena kondisinya sudah membaik jadi dia bisa sekolah.
Reyhan memasukan kotak bekal di meja dapur, dan Asuna di sebelahnya terus menatap Reyhan.
Reyhan menatap balik Asuna. "Ada apa Asuna? Apa kamu butuh sesuatu?"
Asuna menggeleng. "Tidak, saya pikir tuan punya motor sport Ninja 250R. Saya pikir saya bisa jadi sopir tuan untuk sementara"
Reyhan tercengang, dia tidak ingat jika punya motor semahal itu.
[Sistem menaruh motor itu di garasi tuan jadi budak tuan tahu tuan punya motor itu]
"O-oh..." Reyhan tertawa canggung. "Baiklah Asuna kamu bisa mengantarku, karena jarak nya saat ke pusat kota Jakarta Timur jadi lebih baik jauh"
Asuna mengangguk lalu pergi ke kamar, dan kembali memakai kaos putih di tutupi jaket hitam, dan celana jeans hitam.
"Ayo tuan, saya antar lalu saya akan menjemput tuan di jam 3 sore"
Reyhan tersenyum dan mengikutinya. "Rasanya sangat luar biasa di perhatikan seperti ini" saat ke garasi, Reyhan tak percaya jika dia benar-benar punya motor itu.
Motor Ninja 250R itu berwarna biru laut yang indah, Asuna memakai helm namun tidak menutupi rambut panjang putihnya yang halus.
"Ayo tuan" Asuna menyalakan motornya dan menunggu Reyhan naik.
Reyhan mengangguk lalu menekan tombol agar pintu garasi terbuka. Setelah terbuka barulah Reyhan naik.
Brom, Asuna mengendari pelan ke luar garasi dan sampai di depan gerbang.
Kebetulan mereka berdua bertemu Alisa sedang menyapu halaman depan.
"Reyhan? Dan Asuna? Kalian akan ke sekolah bersama?" Tersenyum senang.
Reyhan berdehem. "Ibu ini hanya mengantar saja, jangan terlalu senang seperti itu. Lagipula Asuna temanku"
Asuna mengangguk polos lalu tertawa geli. "Ya lagi pula Reyhan masih terlalu kecil untuk itu, jadi saya pergi dulu nyonya. Sampai jumpa"
Alisa mengangguk lalu melambaikan tangannya.
Brom!, mesin deru motor Ninja itu menarik perhatian komplek.
Reyhan berpegangan di pinggang Asuna tanpa malu karena Asuna hanya budaknya saja.
Asuna tidak mempermasalahkan nya, Asuna menarik pedal gas dan motor melaju dengan kecepatan sedang sebelum cepat.
....
Saat tiba di sekolah, semuanya seperti biasa saja. Namun itu hilang saat Reyhan masuk dengan di antar wanita cantik berwajah orang Jepang, berambut Putih yang menyatu sempurna.
Reyhan turun dari motor dan berdiri di sebelah Asuna.
Mereka berdua tentu saja merasakan tatapan murid lain bahkan di kelas yang kebetulan lihat.
Asuna menatap Reyhan. "Sekolah tuan sangat berisik"
Reyhan mengangkat bahu tak perdaya. "Percayalah aku saja ingin secepatnya lulus"
Asuna menyalakan motornya lagi. "Saya akan jemput tuan saat jam 3 nanti"
"Ya" Reyhan mengangguk lalu dia masuk ke sekolah dan Asuna melesat pergi pulang.
Bahkan di koridor saja Reyhan bisa mendengar bisikan murid tentang rumor nya datang bersama wanita cantik.
Reyhan berwajah masam saja, ketika tiba di depan kelasnya. Dia membuka pintu dan mendengar kelas berisik seperti biasa.
Reyhan melangkah masuk dan melihat Zahra tidur di mejanya seperti biasa.
Reyhan duduk di bangkunya dengan helaan nafas.
"Apa hari ini tidak akan bisa lebih merepotkan?" Ucapnya kesal.
"Ahh! Ini dia primadona baru kita di sekolah!" Teriak gadis di luar kelas tepatnya di lorong.
"Woh! Flower datang! Cepat kesana!" Segera murid di kelas mengerumuni pintu dan jendela.
Reyhan berkedip beberapa kali. "Flower? Aku seperti pernah dengar nama itu"
Reyhan tertegun melihat reaksi wajah Zahra yang kesal dan menunjuk luar.
"Your friend" ucap Zahra tanpa suara.
Sontak Reyhan merasakan firasat buruk lainnya. Benar saja, saat pintu terbuka masuklah gadis cantik yang dikenali Reyhan.
Reyhan berdiri dari bangkunya. "Flower?!"
Flower langsung menoleh saat di panggil, murid yang berkerumun juga menoleh ke Reyhan.
Namun Flower tersenyum lebar lalu berlari memeluk Reyhan. "Reyhan! Akhirnya kamu masuk juga!"
"Ehh?!" Teriak murid di kelas dengan nada terkejut.
Zahra menghela nafas lalu berdiri dan berjalan ke arah mereka. "Kalian ini, aku ingin tidur tenang saja tidak tenang"
Flower melepas pelukannya dan menghadap Zahra. "Zahra kamu sangat berbeda saat di sekolah, kamu baik-baik saja?"
Zahra tersentak lalu memalingkan muka. "Ya aku baik-baik saja, aku hanya kurang tidur saja saat malam. Dan kamu Flower jangan melakukan itu para Reyhan" ucapnya sebelum kembali ke duduknya.
Flower menutup mulutnya karena terkejut baru sadar sesuatu. "Apa kamu cemburu Zahra? Apa karena masalah dirumah sakit membuatmu salah paham?" Flower memasang wajah sedih.
"Eh? Apa?!" Murid yang datang menonton langsung di kejutkan lagi oleh Reyhan punya hubungan dengan Zahra, Gadis tercantik di kelas ini.
Reyhan langsung menutup mulut Flower dengan tangannya. "Sudah sudah, jangan katakan apapun yang membuat orang salah paham"
Zahra saja sampai sedikit malu di sebut seperti itu di depan umum.
"Aku tidak punya hubungan seperti itu sama Reyhan, lupakan saja Flower"
Reyhan menarik tangannya dan kembali duduk. "Flower kamu duduk dimana?"
Flower tersenyum lalu menunjuk kursi belakang Reyhan. Reyhan menaikan alisnya tertegun. "B-belakangku yah... "
Reyhan menundukkan kepalanya karena pasrah tapi Flower tersenyum karena berhasil mengejutkan nya.
.....
Sampai istirahat siang, rumor beredar dengan cepat jika Reyhan memiliki hubungan dengan 3 wanita cantik sekaligus.
Reyhan yang membaca rumor itu di ponselnya langsung menaruh ke loker meja. "Rumor bodoh, selalu saja menyebarkan hal aneh-aneh"
Zahra berdiri dan menarik kursi sebelah untuk dekat dengan Reyhan. "Ya aku setuju, kenapa aku juga harus jadi korban?" Keluhnya.
Flower duduk di atas meja Reyhan. "Karena kita teman kan?" Tertawa kecil.
Begitu pria di dalam kelas melihat ini mereka mengepal tangan karena iri, di jepit gadis cantik dari arah manapun.
.....