NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 (Part 2) Gemuruh dalam Keheningan

Pukul 11.00 WIB – Perpustakaan Tua

Di sela-sela rak buku yang tinggi dan berdebu, Kella sudah menunggu. Ia membawa seragam maid dari loker dalam tasnya. Tak lama, Gala muncul. Ia terlihat sangat payah, menyandar pada pintu kayu perpustakaan yang tertutup.

"Gala, duduk." Kella membantunya duduk di kursi kayu di pojok ruangan yang paling gelap.

Gala memejamkan mata, kepalanya bersandar pada tumpukan ensiklopedia tua. "Lupakan soal sakit gue. Kita harus... latihan. Tunjukkan gimana lo bakal ngelepas jam tangan itu."

"Tapi kamu sakit—"

"Gue nggak punya waktu buat sakit, Kella!" Gala membentak, namun suaranya berakhir dengan batuk yang menyakitkan. Ia menarik napas panjang, mencoba menstabilkan dirinya. "Tinggal dua hari. Kalau lo gagal ngelepas jam itu, kita nggak punya bukti fisik. Cepat."

Kella menghela napas, ia tahu berdebat dengan Gala saat pria itu sedang keras kepala adalah sia-sia. Kella berdiri di depan Gala. Pria itu mengulurkan tangan kirinya, berpura-pura memakai jam tangan mewah ayahnya.

"Lakukan," perintah Gala.

Kella mulai melakukan gerakan yang sudah ia latih beribu kali. Ia mencoba melakukan distraksi dengan pura-pura menumpahkan sapu tangan, namun tangannya sedikit gemetar.

"Terlalu lambat," gumam Gala. "Tangan lo dingin, Kella. Jangan tegang."

Gala menarik tangan Kella, menggenggamnya dengan kedua tangannya yang panas karena demam. Ia menggosok telapak tangan Kella, mencoba memberikan kehangatan meski dirinya sendiri sedang menggigil.

"Dengerin gue," suara Gala merendah, sangat dekat. "Ayah gue suka banget sama teh Earl Grey dengan dua balok gula. Pas lo nyajiin itu, lo bakal sengaja bikin sendoknya bunyi beradu sama cangkir. Suara itu bakal bikin dia risih dan nengok ke arah cangkir selama dua detik. Di saat itulah, lo tarik pengait jamnya."

Kella mengangguk, ia mencoba lagi. Kali ini, ia membayangkan suara denting sendok itu. Jari-jarinya bergerak lihai, menyentuh pergelangan tangan Gala, dan klik—ia berhasil melepaskan bayangan jam tangan itu tanpa Gala merasakan tarikan yang berarti.

"Lebih baik," bisik Gala. Ia menatap Kella, jarak mereka hanya terpaut beberapa inci. Di tengah sakitnya, tatapan Gala terasa lebih jujur, tanpa lapisan amarah atau sarkasme. "Lo... lo harus hati-hati banget. Ayah punya insting kayak serigala."

Tiba-tiba, Gala kehilangan keseimbangan. Kepalanya jatuh ke pundak Kella. Ia benar-benar kelelahan.

Kella membeku. Ia bisa merasakan napas panas Gala di lehernya. Aroma obat flu bercampur dengan wangi maskulin yang mulai memudar menjadi bau keringat dingin. Kella tidak mendorongnya.

Sebaliknya, ia melingkarkan tangannya di bahu Gala, menahan beban tubuh pria itu.

"Istirahatlah sebentar, Gala. Aku akan mau jaga di depan pintu," bisik Kella lembut.

Untuk pertama kalinya, Gala tidak membantah. Ia membiarkan dirinya bersandar pada Kella, mencari sedikit kekuatan dari gadis yang selama ini ia tindas di depan umum. Di perpustakaan yang sunyi itu, waktu seolah berjalan lebih lambat. Dua jiwa yang terluka ini sedang saling menopang di tengah badai yang sebentar lagi akan menerjang.

...

Pukul 13.00 WIB – Ancaman dari Luar

Kella mendengar suara langkah kaki di koridor perpustakaan. Ia segera melepaskan diri dari Gala, yang rupanya sempat tertidur selama tiga puluh menit. Gala terbangun dengan kaget, kesadarannya kembali meski wajahnya masih merah padam.

"Ada orang," bisik Kella.

Gala berdiri, mencoba menegakkan punggungnya. Ia memakai kembali hoodie-nya. "Lo keluar duluan lewat pintu belakang. Bawa seragam itu. Gue bakal keluar lewat depan."

Saat Kella hendak pergi, Gala menahan lengannya. "Kella."

"Ya?"

"Kalau terjadi sesuatu yang nggak sesuai rencana di pesta nanti... lo lari ke garasi bawah. Ada mobil van katering warna putih dengan plat nomor B 1207 GA. Itu mobil yang udah gue sabotase buat nggak terkunci. Sembunyi di sana."

Kella menatap mata Gala. "Kita akan keluar bareng-bareng, Gala. Janji?"

Gala tidak menjawab. Ia hanya memberikan senyum miring yang sangat tipis, lalu mendorong Kella pelan menuju pintu belakang.

...

Sore Hari – Kediaman Reno

Di tempat lain, Reno sedang duduk di depan laptopnya dengan ekspresi bingung. Ia mencoba membuka file-file yang ia curi dari ponsel Gala kemarin. Namun, setiap kali ia mengklik folder "Private", layar laptopnya hanya menampilkan gambar-gambar abstrak yang berkedip.

"Sial, apa ini rusak?" umpat Reno.

Ia tidak sadar bahwa di pojok bawah layarnya, sebuah ikon kecil berbentuk mata sedang aktif. Di apartemen persembunyiannya, Gala—yang kini sedang berbaring dengan kompres di dahi—sedang memantau semua gerakan Reno.

Gala melihat Reno mencoba menghubungi seseorang. Melalui keylogger yang terpasang, Gala bisa membaca pesan yang diketik Reno:

Reno: "Om Hendra, saya rasa Gala menyembunyikan sesuatu yang lebih besar dari sekadar foto klub malam. Dia punya akses ke folder terenkripsi yang nggak bisa saya buka. Saya rasa ini ada hubungannya dengan dokumen panti asuhan itu."

Gala memejamkan mata, memijat pelipisnya yang berdenyut. "Reno... lo bener-bener cari mati," gumamnya dengan suara parau.

Gala segera mengetik pesan untuk Kella.

Gala: Reno mulai bicara ke Hendra. Rencana berubah sedikit. Di pesta nanti, kita nggak cuma harus ambil dokumen, tapi kita harus bikin Reno terlihat seperti pengkhianat di depan Ayah gue. Biar dia yang jadi tumbal.

...

Malam Hari – Kamar Kella

Kella membaca pesan itu dengan tangan gemetar. Ia sedang mencoba seragam maid khususnya di depan cermin kecil yang retak. Seragam itu pas di tubuhnya, renda-rendanya menutupi ketegangan yang ia rasakan.

Ia meraba saku rahasia di pinggangnya. Cukup untuk menyimpan beberapa lembar kertas. Ia kemudian memakai kalung kunci pemberian Gala.

"Gala sakit, Reno berkhianat, dan Hendra mengawasi," Kella merangkum situasi itu dalam kepalanya.

Ia mengambil botol air hangat dan meminumnya, mencoba menenangkan dirinya

Kella menatap fotonya bersama Gabriel. "Aku tidak takut lagi, Biel. Karena sekarang, aku punya seseorang yang harus kulindungi juga."

Hujan di luar semakin deras, mengiringi flu Gala yang semakin parah dan rencana yang semakin berbahaya. Di kegelapan malam, benang-benang takdir mulai saling mengikat, bersiap untuk ditarik dalam satu gerakan besar di pesta Alangkara.

...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!